Minggu, 16 Januari 2011

Ada Apa Dengan mu Tifatul…

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Memasuki tahun 2011 pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan kepada sebuah perusahaan telepon selular asing dimana perusahaan ini agar menutup kontent pornografinya kalau sampai batas waktu yang ditentukan dari kementerian ini maka semua perangkat telepon selular ini akan di blokir.

Ketika membaca berita ini kasus kontent pornografi pada telepon selular ini penulis tertawa ngakak, kenapa penulis tertawa ngakak ? karena sangat aneh sekali masak hanya kontent pornografi bisa berakibat tertutup semua akses telepon selular ini, ini kan sama saja ketika kita mau membunuh satu tikus tapi kita harus membakar satu rumah biar bisa ketahuan tikus itu mati atau tidak aneh bukan ?!

Penulis dari awal kabinet jilid dua ini sudah antipati terhadap menterinya terutama Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia yang sekarang, tetapi kalau Menkominfo yang dahulu penulis malah acungi jempol dan angkat topi tetapi kalau sekarang, maaf acungi jempol kebawah ?

Kenapa ? penulis berpikir Menkominfo yang sekarang ini tidak jauh seperti Menteri Agama Republik Indonesia, kita bisa lihat setiap jumat atau sepanjang hari kegiatan beliau di situs jejaring sosial selalu menuliskan kata-kata mutiara, kutipan ayat-ayat suci atau menyapa pengikutnya dengan pantun-pantun tetapi apakah beliau mau duduk bersama dan menjelaskan kepada komunitas-komunitas yang paham dengan teknologi seperti kasus Rancangan Peraturan Menteri tentang konten dan Undang-Undang ITE ?

Penulis juga ngakak dengan program kerjanya terutama dalam pemberangus situs-situs pornografi atau situs-situs yang berbau pornografi yang katanya menjelang tutup tahun mengatakan bahwa 90 persen situs-situs yang berbau porno sudah berhasil di tutup ? benarkah ? buktinya sekitar 30 menit yang lalu sebelum mengupload tulisan ini seorang teman menginformasikan bahwa dia masih bisa bahkan leluasa membuka laman-laman pornografi lantas apa gunanya 90 persen itu kalau masih bisa di buka, dan mungkin menteri ini harus membaca lagi sebuah survey dimana SETIAP 49 detik ADA satu tayangan entah itu film, photo, cerita yang terunduh ke jaringan internet jadi bisa di hitung sendiri dalam 90 persen situs itu di tutup berapa banyak unduh video, photo, cerita pornografi yang terbaru muncul ? benar tidak ?!

Lagi pula soal pornografi itu kan, hukumnya pertanggung jawaban kita secara personal dengan Tuhan, kenapa menteri ini selalu getol ingin memberangus pornografi di negara ini yang menjadi pertanyaan penulis sekarang adalah kalau pornografi benar-benar diberangus SUDAH JAMINAN rakyat di negara ini hidupnya terutama moralnya baik ? percuma pornografi di berangus tetapi korupsi merajalela seperti Gayus bin Sony Laksono benar tidak ? atau SUDAH JAMINAN kalau pornografi di berangus tingkat kehamilan di luar nikah, perkosaan akan menurun persentasenya ?

Kalau situs-situs atau yang berhubungan atau berbau pornografi di tutup, bagaimana dengan nasib mahasiswa-mahasiswa Kedokteran yang kebetulan di beri tugas oleh dosennya untuk membuat makalah tentang misalnya anatomi tubuh manusia, alur pembuahan hingga terjadinya hamil tentunya itu membutuhkan gambar bukan ? kemudian bagaimana cara menjawab seorang anak jika mereka bertanya bagaimana sich terjadinya kehamilan kalau media untuk menjelaskan itu tidak ada karena di berangus oleh pemerintah.

Bukan maksud menyinggung atau menghina Menteri dan keluarganya tetapi penulis agak berpikir, bagaimana menteri ini memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya ketika mereka bertanya seputar seks, apakah di jelaskan dengan sejelas-jelasnya atau malah anaknya di marahin dan akhirnya mereka secara sembunyi-sembunyi membuka laman-laman di komputer tentang apa yang mereka tanyakan, atau membayangkan apa yang diceritakan oleh teman-temannya di sekolah, dan itu juga potret daripada kehidupan manusia di Indonesia dimana orangtua sangat tabu dan marah sekali ketika di tanya anaknya tentang seks dan akhirnya pun anak ini mencari sendiri daripada pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala mereka atau cerita-cerita dari teman sekolahnya ketika istirahat benar tidak ?

Kembali ke soal kontent telepon selular, kiranya pemerintah bisa memahami kondisinya ibaratnya kalau mereka tidak mau menutup apa yang negara minta bukan lantas menutup akses mereka di negara ini , kenapa negara ini mencoba solusi teknologi di jawab dengan teknologi misalnya mereka tetap beroperasi tetapi layanan kartu operator yang di tekan untuk menutup akses pornografi itu sendiri, karena logika penulis telepon selular itu bisa nyala atau hidup dengan kartu SIM CARD, bukankah tanpa SIM CARD sebuah telepon selular tidak akan bisa hidup benar tidak ?

Intinya buat pak Menteri, Pak Menteri kalau memang otak dari pengguna telepon selular itu pornografi ya pornografi aja mau di berangus apapun tetap saja manusia yang mempunyai mental pornografi akan terus bisa mengaksesnya, jangan lah seperti mau mematikan satu ekor tikus yang mengganggu rumah, harus rumahnya juga yang di bakar.

Atau kalau Menteri ini ngotot mau memblokir telepon selular ini lebih baik sang Menteri ini saja yang kita blokir (baca: Reshuffle Kabinet) setuju ??

Merdeka Barat, 120111 16:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Maafkan Kami Lopa, Hoegeng….


kendatipun kapal akan karam, tegakkan hukum dan keadilan.
Baharuddin Lopa

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Kalau kita bicara tentang hukum di negara ini maka tidak akan habis cerita itu di ceritakan dan tidak akan pernah habis untuk di akhiri dan seperti dalam labirin kehidupan dimana satu cerita tentang hukum yang sedang ada akan terus berkaitan seperti saat ini.

Siapa yang tidak kenal Gayus Tambunan, seseorang pekerja (maaf) kelas kambing dari pada Direktorat Jenderal Pajak tiba-tiba posisi dia sekarang tidak jauh berbeda bahkan setara dengan pemberitaan kehebatan daripada pesepakbola yang di gilai oleh ABG-ABG puteri, Irfan Bachdim.

Kita semua tahu bagaimana masyarakat gemas akan perilaku daripada Gayus Tambunan dimana seorang yang tidak kita kenal dan menjadi tersangka tiba-tiba dengan gampangnya berplesiran ke luar negeri berulang kali dimana itu semua dilakukan dalam penjara dimana dengan gampang beliau mengeluarkan puluhan juta Rupiah untuk diberikan kepada para penjaga penjara supaya dia dan istrinya bisa menikmati dunia walaupun hanya satu-dua hari kemudian kembali ke dalam penjara seperti layaknya tokoh pahlawan BATMAN dimana siang berkeliaran tetapi ketika di tanya keberadaannya baru di ada di tempatnya.

Kita bisa lihat dengan mudahnya para petugas yang diangkat sebagai abdi negara tergiur dengan lembaran-lembaran Rupiah tanpa memikirkan bahwa apa yang mereka lakukan bisa membuat citra negara ini negatif di mata dunia tetapi tetap saja hanya dengan seorang Gayus yang mukanya tidak ganteng ini pun para petugas abdi negara ini ibarat (maaf) seekor anjing yang sedang duduk sambil mengibaskan ekor dan menjulurkan lidahnya untuk menantikan hidangan yang disediakan oleh sang majikan.

Apa yang mungkin penulis rasain mungkin di rasain juga oleh dua tokoh yang juga tokoh insipirasi penulis terutama dalam kerja mereka demi menegakkan hukum di negara ini, dua tokoh ini memang telah tiada tetapi kalaupun masih hidup pun akan marah besar dengan cacian makin paling hina untuk korps mereka pernah bekerja.

Dua tokoh ini adalah Baharuddin Lopa dan Hoegeng Imam Santoso, dua tokoh ini sempat membuat beberapa orang ketakutan karena tegasnya mereka dalam bekerja sebagai pejabat negara terutama dalam menegakkan hukum di negara ini.

Baharuddin Lopa, siapa yang tidak kenal beliau. Sosok kelahiran Pambusuang, Balanipa, Polewasi Mandar Sulawesi Selatan, 27 Agustus 1935 ini terkenal dengan keras dan tegas dalam menjalankan tugasnya, kita bisa lihat ketika beliau menjabat sebagai Jaksa Tinggi Makassar, dengan kenyakinannya ia memburu seorang koruptor kakap akibat dari keinginan kerasnya ia harus masuk kotak dengan jabatan menjadi penasihat menteri, beliau juga pernah memburu kasus mantan Presiden Soeharto dengan lantang mendatangi teman-temannya di Kejaksaan Agung untuk menanyakan kemajuan proses perkara Pak Harto ketika itu beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Sekjend Komnas HAM) yang akhirnya kasus Soeharto ini maju ke pengadilan tetapi tidak mendapatkan vonis karena alasan kesehatan.

Dalam usia 25 saja Baharuddin Lopa sudah menjabat menjadi Bupati di Majene, Sulawesi Selatan sudah menentang Andi Selle seorang Komandan Batalyon 710 yang terkenal kaya karena melakukan penyeludupan. Bahkan ketika menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM beliau menjadi satu-satunya pejabat di negara ini yang BERANI menggiring seorang kolega dari dinasti kakek tua asal Cendana yang bernama Bob Hasan ke dalam Nusa Kambangan, kemudian membuaru koruptor kelas kakap seperti Sjamsul Nursalim yang sedang dirawat di Jepang atau Projogo Pangestu yang di rawat di Singapura untuk segera pulang ke Jakarta dan juga memutuskan untuk mencekal Marimutu Sinivasan walaupun akhirnya ketiga koruptor ini mendapat penangguhan proses pemeriksaan langsung dari Presiden saat itu Gus Dur.

Bahkan jam kerja beliau dalam menyelesaikan perkara ini sampai memakan waktu hingga jam 23.00 setiap hari, walaupun akhirnya Tuhan juga memanggil beliau ketika berada di Negara Saudi Arabia, tetapi satu kalimat yang membuat penulis terpukau dengan kerja beliau adalah kendatipun kapal akan karam, tegakkan hukum dan keadilan.

Kalau itu tentang sosok tegas dan keras dari Baharuddin Lopa, di institusi Kepolisian pun tidak kalah hebatnya memiliki perwira yang keras dan tegas, beliau adalah Hoegeng Imam Santoso.Hoegeng Imam Santoso atau biasa di panggil Hoegeng ini adalah perwira biasa-biasa saja sebelum daerah Medan yang membuatnya tegas, kenapa Medan ? Hoegeng mendapatkan tugas pertama menjadi “bos” dalam institusi Kepolisian tepatnya menjadi Kepala Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Sumatera Utara, pada saat kedatangannya Hoegeng dan keluarganya lebih memilih tinggal di Hotel dan hanya mau pindah ke rumah dinas yang disediakan negara jika isi dari rumah dinas itu hanya berisi barang inventaris kantor, kenapa Hoegeng berkata begitu karena seperti yang kita ketahui bahwa Medan bagi kehidupan Polisi adalah ujian berat mereka karena Medan rata-rata di kuasai oleh pengusaha-pengusaha keturunan yang berperilaku seenak kehendak mereka bahkan polisi pun bisa di pegang oleh mereka supaya bisnis mereka bisa lancar. Dan apa yang dikatakan Hoegeng tersebut benar bahkan sempat menantang para pengusaha ini dengan cara mengeluarkan barang-barang yang ada di rumah dinas beliau dan menaruhnya di pinggir jalan dan ini membuat heboh satu Medan !!

Hoegeng pun tidak bisa disuap atau di berikan barang seperti para pejabat sekarang yang senang jika diberi sesuatu yang ternyata gratifikasi, bahkan ketika itu Hoegeng mendapatkan dua buah sepeda motor dari perusahaan motor Lambretta sebagai (mungkin) rasa terima kasih dan perkenalan karena bisa ber-usaha di Indonesia dan sepeda motor ini juga di berikan kepada setiap pejabat di negara ini, dengan lantang Hoegeng meminta ajudannya untuk mengembalikan motor itu kepada sang pengirim, saking jujurnya Hoegeng dalam pekerjaannya, rumah pun baru di miliki setelah memasuki masa pensiun itu pun juga berkat kebaikan daripada Kapolri penggantinya beserta jajaran Kapolda sebagai rasa terima kasih mereka kepada Hoegeng dimana rumah dinas beliau di kawasan Menteng menjadi hak milik keluarga Hoegeng.

Sikap tegasnya pun hampir sama dengan sikap jujurnya, beliau tidak segan untuk menyamar dalam beberapa penyidikan, salah satunya adalah kasus Sum Kuning kasus perkosaan yang dialami oleh Sum, tukang jamu gendong dimana melibatkan anak pejabat serta kasus penyeludupan mobil yang dilakukan oleh Robby Tjahjadi yang nota bene dekat dengan keluarga Cendana, karena kasus terakhir inilah yang membuat posisi Hoegeng sebagai Kapolri di turunkan oleh Soeharto, tetapi bukan Hoegeng kalau tidak keras dan tegas dimana Presiden Soeharto mencoba memberikan tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia sebagai rasa terima kasih negara kepada beliau ketika menjabat Kapolri, tetapi oleh Hoegeng jabatan Duta Besar itu di tolak mentah-mentah dengan alasan dia seorang Polisi bukan politisi.

Pertanyaan sekarang adalah bagaimana sikap Kapolri, Jaksa Agung kita saat ini ? apakah sama keras dan tegasnya seperti yang di lakukan senior mereka yaitu Baharuddin Lopa dan Hoegeng ? jawabnya TIDAK !! bahkan Kapolri dan Jaksa Agung kita terkesan mencoba menutup-nutupi bahkan dengan isu yang baru kasus yang lama otomatis akan hilang dari ingatan rakyat Indonesia benar tidak ? Mungkin kalau Lopa dan Hoegeng saat ini masih hidup mungkin akan memaki-maki Jaksa Agung dan Kapolri yang ada saat ini karena tidak becus memberantas korupsi di negara ini !

Lantas bangga kah kita dengan Kapolri, Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia bahkan Presiden Republik Indonesia dalam memberantas korupsi seperti memilih buah mangga mana yang bagus dan harum dan mana yang busuk, BANGGA kah anda ?! penulis TIDAK !!

Padahal kita semua tahu Pemimpin nomor satu di negara ini memiliki rekam jejak dan prestasi yang bagus dalam bidang militer tetapi kenapa sekarang dalam memberantas negara ini dari lilitan korupsi dan mafia-mafia hukum pemimpin kita sepertinya tidak jauh berbeda dengan pecundang hanya bisa NATO-Ngomong Asal TANPA OTAK atau NATO-NOT ACTION TALK ONLY !! kalau memang beliau mengatakan Indonesia harus bersih dari korupsi CONTOHLAH sikap kerja dari Lopa dan Hoegeng TURUN, SIDAK kalau perlu MENYAMAR sebagai rakyat biasa keluar dari Istana tanpa kawalan kemudian coba bikin trik ke LP misalnya mau berkunjung apakah benar setiap pos penjagaan itu harus mengeluarkan uang atau tidak ? jadi jangan cuma bisa denger terus anda angguk-angguk kepala saja dan memberitahukan kepada masyarakat kalau besuk tahanan GRATIS padahal nyatanya di lapangan ?

Saran penulis kepada manusia yang MENGAKU sebagai Presiden Republik Indonesia kalau mau negara ini bebas dari korupsi dan membongkar siapa saja yang membuat Gayus ini bisa leluasa keluar-masuk penjara yaitu panggil Gayus ke suatu tempat tetapi tentunya tanpa diketahui oleh orang banyak termasuk petugas pengawal presiden, ajak beliau berbicara empat mata hanya anda dan Gayus yang berada di ruangan, kalau itu bisa di lakukan dan tentunya sikap tegas anda ketika anda tugas di kemiliteran muncul maka tidak mustahil perkara ini akan terselesaikan, buang lah rasa JAIM, TEBAR PESONA pak karena bagi penulis JAIM, TEBAR PESONA itu adalah ciri-ciri orang tidak mampu, MUNAFIK, PENAKUT !!

Jadi kapan negara ini mempunyai tokoh yang memiliki sifat keras, tegas, jujur, sederhana seperti Baharuddin Lopa dan Hoegeng Imam Santoso ? hanya Tuhan yang tahu kapan itu terjadi dan semoga para pemimpin negara ini di sadarkan kembali akan tugasnya jangan sampai Tuhan dan malaikat-malaikatnya lah yang menyadarkan itu semua nantinya ketika penghakiman terjadi ketika para pemimpin ini sudah di liang lahat dan mengantri antara melewati pintu gerbang surga atau negara !!

Untuk Bung Lopa dan Bung Hoegeng di alam baka, maafkan Presiden Republik Indonesia, Menteri Hukum dan HAM, Kapolri, Jaksa Agung yang TIDAK BECUS dan TIDAK MAMPU MENERUSKAN cita-cita anda berdua dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari kejahatan terutama korupsi !!


Merdeka Selatan, 120111 15:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Jumat, 07 Januari 2011

Yth : Yang (tidak) Mulia Tuan Nurdin Halid


Yth : Yang (tidak) Mulia Tuan Nurdin Halid, Yang (tidak) Mulia Tuan Nugraha Besoes, Yang (tidak) Mulia Tuan Nirwan Dermawan Bakrie, Yang (tidak) Mulia Tuan Andi Darussalam Tabusala.
- Ditempat-


Salam Olahraga

Apa kabar bapak-bapak sekalian. Saya adalah pecinta sepak bola baik internasional ataupun nasional tetapi kali ini mungkin kegundahan saya sebagai pecinta sepak bola Indonesia. Satu bulan kemarin anda berhasil membuat semua permasalahan di negara ini mulai dari rapat rakyat soal RUU Istimenwa Yogyakarta, Gayus Tambunan, lahar dingin Merapi dan erupsi Bromo, Bencana Wasior, Mentawai hilang karena gelaran Piala AFF Suzuki 2010.

Kemenangan 5-1 atas saudara yang mengaku sekandung tetapi bermental pencuri, Malaysia berhasil membuat rakyat terperangah, kemudian mengalahakan team “kemarin sore” yang pernah mengalahkan kita di ajang SEA GAMES, Laos dengan skor telak 6-0 dan terakhir melawan negeri terkuat di Asia Tenggara, Thailand dengan skor tipis 2-1 kemudian lolos ke semifinal dengan mengalahkan dua kali 1-0 melawan team yang kata anda adalah team setengahnya timnas Inggris dan masuk final dimana kita ketemu lagi denagan saudara yang mengaku sekandung bermental pencuri, kita kalah telak 3-0 dimana banyak beredar katanya kekalahan itu karena faktor laser padahal memang fisik pemain kita yang sudah drop, dengan lantang banyak masyarakat mengatakan bahwa timnas kita akan membalas kekalahan ini dan memang benar kita menag 2-1 di Gelora Bung Karno tetapi kita tidak dapat memegang Piala AFF itu !

Akibat pesta hajatnya pesepakbola Asean ini hampir setiap jalan banyak menjumpai orang-orang yang mengenakan kaus berwarna merah dengan garis hijau di lengan dengan nama Irfan Bachim atau Christian Gonzales di punggung mereka, akibat ini juga banyak kalangan remaja puteri yang tadinya tidak peduli dengan sepakbola Indonesia tiba-tiba muncul begitu aja di jejaring sosial seperti tuider, facebook menyebutkan nama Irfan bahkan mereka rela berpanas matahari di pinggir lapangan tempat timnas sedang berlatih sambil berteriak-teriak menyebutkan nama Irfan sesekali mengambil gambar bintang favoritnya melalui telepon selular mereka atau rela merogoh kocek mereka untuk membuka kamar hotel di hotel yang menjadi tempat menginap para timnas ini agar bisa melihat dengan jelas pemain favoritnya.

Bung Nurdin saya sebagai pecinta sepakbola terutama sepak bola Indonesia malu melihat kondisi sepak bola Indonesia sekarang ini jika melihat negara-negara yang sebenarnya luas negaranya tidak besar Indonesia seperti contoh Selandia Baru yang luas wilayahnya HAMPIR SAMA dengan luas wilayah Jakarta Pusat bisa tembus dan menahan imbang team besar Italia sedangkan kita ? boro-boro main di Piala Dunia ajang terkecil dari kalender sepakbola internasional saja seperti Piala AFF saja kita kalah, apakah ini juga anda alami ?

Saya mengenal sosok anda dan teman-teman anda itu sudah dari jaman saya masih mengenakan seragam putih merah dimana anda memulai pekerjaan di dunia sepakbola ketika menjadi manager team dari kampung halaman anda yaitu PSM Makassar kemudian masuk timnas dan sampai sekarang menjabat Ketua Umum PSSI tetapi kalau di tanya apa prestasi anda penulis pun sampai sekarang tidak bisa menemukan prestasi anda di semua harian olahraga atau menuliskan di situs pencari macam Google.com yang ada “prestasi” anda di luar dunia sepak bola yaitu menjadi kriminal dan dua kali harus check-in di hotel prodeo.

Anda di lantik sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia-PSSI tanggal 21 Oktober 2003 hingga saat ini dimana anda sudah dua periode memimpin organisasi sepakbola Indonesia tetapi kok selama anda dua periode memimpin TIDAK ADA SATUPUN gelar prestasi yang di torehkan timnas untuk rakyat Indonesia ? kemudian selama anda dua periode memimpin organisasi sepakbola Indonesia TIDAK ADA SATUPUN pertandingan liga baik itu Liga Indonesia yang sekarang bernama Indonesia Super League-ISL sampai divisi utama sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhir pertandingan DENGAN SEMANGAT FAIR PLAY dalam artian kedua kesebelasan baik itu pemain, pelatih dan officialnya baik itu menang atau kalah selalu tersenyum dan menerima apa yang ada selama 90 menit itu pasti selalu rusuh entah itu wasit dikejar-kejar layaknya copet pasar atau pemain bertawuran dengan pemain atau official team lawan atau penonton yang menjebol stadion karena tidak mempunyai tiket tapi pengen nonton, bisa anda menjelaskan kepada saya dan juga ratusan pecinta sepakbola Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote ?

Saya acungi dua jempol kepada anda terhadap ide-ide cemerlang soal kemajuan sepakbola Indonesia misalnya membentuk program pembinaaan usia muda seperti kita ketahui seperti Baretti, Primavera yang di titipkan ke klub Sampdoria atau program pemusatan latihan U-23 di Belanda dengan arahan pelatih timnas U-21 Belanda sampai pada program timnas Indonesia U-19 di liga Uruguay tetapi pertanyaan sekarang adalah HASIL dari program-program itu kemana pak dalam artian prestasi ? logikanya semua program ini kalau benar jalan seharusnya kita dalam hal timnas setidaknya kita sudah masuk final Piala Asia 4 kali dan Juara 1 kali atau Piala Dunia tembus 16 besar tetapi nyatanya ?

Bagi saya anda dan kawan-kawan saat ini TIDAK LEBIH dari seorang pecundang atau peribahasa Bagai Punduk Merindukan Bulan, anda ini selalu menebar iming-iming prestasi membuat semua orang terbuai dengan rencana-rencana anda tetapi hasilnya NOL BESAR !! Banyak yang meminta anda mundur tetapi anda menolaknya dengan alasan PSSI itu seperti negara dimana anda di angkat berdasarkan konstitusi dalam hal ini pengurus cabang PSSI di Indonesia, tetapi apakah anda tidak malu ketika semua orang meminta anda mundur tetapi anda tetap pada pendirian anda bahwa anda mundur berdasarkan hasil kongres yang kabarnya anda mundur sampai Desember 2011 dengan alasan takut mengganggu persiapan timnas Indonesia ?

Kalau anda laki-laki jantan seharusnya anda mundur tanpa harus diminta atau lewat kongres karena anda jelas-jelas TIDAK BISA memberikan prestasi yang menjanjikan bagi rakyat Indonesia, lihat saja Piala AFF yang porsi dunia sepakbola internasional tidak lebih seperti kejuaraan Piala CAMAT saja kita TIDAK MAMPU !!

Kiranya anda bisa mencontoh pemimpin-pemimpin negara di dunia yang mengundurkan diri karena tidak mampu dalam pekerjaannya atau malu, seperti Menteri Keuangan Jepang yang mundur karena malu memberikan keterangan pers dalam keadaan mabuk ketika mengikuti acara forum ekonomi internasional, memang awalnya beliau di cemooh seluruh masyarakat Jepang tetapi akhirnya dia sekarang di hormati karena mau mengakui kekurangannya dan mundur dan sekarang banyak orang Jepang yang menghormatinya. Atau mencontoh keteladanan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon yang mundur karena kasus Water Gate dalam pemilihan umum Amerika.

Apakah anda tidak pernah mendapatkan keluhan dari istri, anak, mantu atau cucu anda ketika mereka sedang bertemu dengan koleganya dan setengah berbisik dalam sebuah forum “ itu kan anaknya ketum PSSI yang ga pernah berikan Indonesia juara “ atau “ itu kan istrinya ketum PSSI yang kerjaan mengumbar janji manis, omdo tapi ga ada prestasinya “ atau anda mendengarkan kemudian membuangnya begitu saja kayak angin lalu ?

Mau sampai kapan pak anda berpendirian seperti ini, rakyat saat ini sudah tidak mau lagi melihat bapak dan kawan-kawan yang ada di gedung itu, atau anda baru mundur ketika semua pertandingan liga itu berakhir dengan darah, gas airmata dan kematian seperti kasus antrian tiket final AFF ? atau sampai negara ini di skorsing oleh FIFA, AFC ? atau sampai kapan pak ? atau sampai gedung PSSI rata dengan tanah karena ulah pecinta sepakbola Indonesia yang sudah muak dengan anda, saya tahu ketika kasus antrian Tiket AFF kemarin anda dan kawan-kawan sebenarnya ketakutan bukan ketika massa mendatangi kemudian merusak kantor hingga membakar bendera PSSI yang akhirnya anda semua memberikan massa tiket basi yang dibelakangnya ada nomor urut walaupun akhirnya itu juga tidak berfungsi.

Semoga surat terbuka ini bisa menjadi bahan renungan atau cerminan untuk anda supaya berpikir untuk mundur, pak saya cuma mau bilang kalau seekor keledai itu HANYA BUTUH 2 KALI JATUH PADA LUBANG YANG SAMA LALU BANGKIT sementara timnas kita ? berapa kali jatuh dalam artian kalah dalam 10 tahun terakhir, kalau ada binatang yang LEBIH HINA dan berkali-kali jatuh tetapi tidak bisa bangkit kembali MUNGKIN itu anda, 3 teman anda yang saya tulis di atas dan 23 pemain timnas beserta official.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan tetapi itu kenyataannya yang saya lihat semoga Tuhan memaafkan kesalahan anda berempat ketika tidak ada lagi di dunia ini.

Hormat Saya

Rhesza
Pecinta sepak bola




Kenapa Kau Marah PSSI terhadap LPI

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.


Tidak terasa hasil-hasil pemikiran-pemikiran daripada sekelompok orang di negara ini yang ingin memajukan sepakbola Indonesia akan terwujud dalam hitungan hari kedepan. Iya pemikiran itu bernama Liga Primer Indonesia.

Liga Primer Indonesia adalah sebuah liga yang di bentuk oleh sekelompok orang di negara ini dengan satu tujuan yaitu memajukan sepak bola Indonesia walaupun sekelompok orang ini adalah (maaf) yang sakit hati dengan dunia sepak bola Indonesia yang semakin lama semakin tidak jelas arahnya.

Keberadaan LPI ini pun berbuah protes terutama dari organisasi sepakbola Indonesia, PSSI yang mengatakan bahwa keberadaan LPI ini tidak sesuai dengan pedoman dasar serta ilegal bahkan ada kelompok orang yang menganggap sinis akan keberadaan LPI sebagai kendaraan politik seorang pengusaha untuk menduduki kursi nomor satu di PSSI.

Pertanyaan penulis untuk PSSI adalah kenapa anda semua harus marah dengan adanya LPI ini memangnya anda sudah bisa apa terhadap sepakbola Indonesia ? mungkin ada beberapa pertanyaan kepada para pengurus PSSI ini kalau memang menganggap keberadaan LPI ini ilegal bahkan mengancam para pemain di klub-klub yang berkompetisi di LPI tidak akan masuk dalam timnas, padahal timnas itu adalah tim yang berisikan pemain-pemain berkualitas melalui kompetisi dan pemain itu adalah WARGA NEGARA INDONESIA !!

Pertanyaannya adalah, pertama APA SICH yang sudah diberikan oleh PSSI terutama Ketumnya yang sudah 2 PERIODE dalam hal ini Liga Indonesia selama 13 jilid sejak tahun 1994 yang bernama Liga Indonesia hingga saat ini kepada pecinta sepak bola Indonesia ? kedua, SUDAH BISA kah PSSI dan PT. Liga Indonesia selama 13 jilid Liga Indonesia dan 3 tahun Indonesian Super League ini MEN-DAMAI-KAN perselihan antara Viking-bobotoh dengan Jak Mania atau Benteng Viola dengan pecinta Persikota ketika klub mereka bertanding atau paling tidak kedua massa pecinta klub ini ketika masuk, di dalam hingga ke luar tetap tersenyum manis tanpa memikirkan hasil dari pertandingannya ? ketiga, ADAKAH pemain dari kompetisi Indonesia Super League yang SUDAH MEMASUKI jilid 3 ini dilirik oleh liga-liga Eropa seperti Ajax Amsterdam atau liga-liga Asia seperti Gamba Osaka-Jepang ? keempat, SUDAH BERAPA BANYAK pemain muda usia 19-23 tahun yang ada di klub peserta kompetisi Indonesian Super League YANG DI MAINKAN penuh selama 90 menit dalam satu pertandingan ?

Penulis pun yakin jawaban daripada para pengurus PSSI ini terhadap pertanyaan penulis tidak jauh berbeda dengan jawaban “ngeles” ala pejabat-pejabat negara ini ketika melihat sesuatu yang salah tetapi ditutup-tutupi benar tidak ?! seharusnya PSSI ini malu karena apa yang di lakukan oleh LPI ini adalah CERMIN daripada kebusukan PSSI kita bisa lihat masih hari ini apakah mereka MAU MEMBUKA DIRI kepada masyarakat soal keuangan PSSI, statuta atau program kerja mereka yang sesuai dengan kerja FIFA ? TIDAK ?! dengan terbukti seperti kasus tiket AFF yang tidak jelas bahkan sampai men-TUMBAL-kan nyawa manusia tetapi hasilnya apa ? sampai detik ini pun kita tidak tahu berapa ratus milyar hasil penjualan tiket tersebut dan berapa banyak lembar tiket yang terjual murni (bukan termasuk tiket untuk Presiden dan pejabat negara)

Contohlah kasus FORKI dan INKAI mereka berbeda tetapi akhirnya sejalan dan seirama demi satu tujuan yaitu memajukan olahraga karate di Indonesia, kenapa PSSI tidak belajar dari konflik FORKI dan INKAI ini toh LPI ini tidak NGEMIS kepada PSSI soal dana atau apapun benar tidak ?! atau PSSI ini tunggu di tinggal oleh para pecinta sepakbola dan barisan sponsor yang lebih menikmati LPI yang LEBIH DEWASA, LEBIH PROFESSIONAL baru sadar dan menyerah ?

kita lihat saja seberapa panjang napas dari PSSI ini menghadapi LPI, kalau sampai PSSI melaporkan kepada Polisi soal LPI padahal secara tidak langsung juga PSSI terkena UU Persaingan Usaha karena MEMONOPOLI kompetisi sepakbola secara sepihak dan tidak memberikan tempat untuk yang lain dan akhirnya terkuak juga praktek-praktek kotor dari PSSI ini..

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Menteng Std, 050111 16:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Curiga Dengan IANI

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Akhir-akhir ini sepertinya sepakbola menjadi perbincangan paling hangat di Indonesia bahkan sampai sama dengan pemberitaan harga cabai yang naik atau hampir sama dengan pembicaraan seputar paspor yang digunakan untuk berplesiran sejenak dari kehidupan hotel prodeo.

Perbincangan sepakbola yang hangat itu adalah adanya sebuah kompetisi yang prakarsai oleh sekelompok orang yang ingin memajukan sepakbola Indonesia, nama kompetisi itu adalah Liga Primer Indonesia atau LPI. Kompetisi alternatif ini pun di komentari banyak pihak baik yang pro maupun yang kontra bahkan PSSI pun langsung dengan lantang mengatakan bahwa LPI itu adalah kompetisi ilegal dan mengancam klub, pemain atau perangkat pertandingan yang membantu kegiatan LPI akan mendapatkan sanksi keras.

Penolakan LPI ini oleh PSSI mendapatkan dukungan dari Ikatan Atlet Nasional Indonesia-IANI yang mana dalam keterangan pers-nya mengatakan bahwa hampir sama dengan PSSI bahwa LPI ini ilegal dan meminta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga agar tegas dan mengambil sikap terkait dengan LPI.

Tetapi menurut penulis agak geli dan ketawa dengan keterangan pers dari organisasi ini yang di ketuai oleh mantan pemain bulu tangkis, Icuk Sugiarto. Kenapa penulis geli dan ketawa melihat keterangan pers dari IANI ini adalah, Pertama ; benarkah pernyataan ini berdasarkan semua suara dari semua atlet nasional termasuk yang sepuh ? kedua, benarkah organisasi ini RESMI ? dan ketiga, benarkah hasil keterangan pers tentang keberadaan LPI ini MURNI dari nurani atau adanya ORDER dari pihak tertentu.

Apakah IANI ini adalah badan resmi ? karena menurut penulis keberadaan IANI ini agak janggal, kenapa janggal ? kita bisa lihat ketika LPI mau bergulir mereka tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba muncul begitu saja, tetapi kalau mereka mengatakan RESMI nantinya setelah melihat tulisan ini, pertanyaan penulis adalah KEMANA anda wahai manusia-manusia ini yang tergabung dalam Ikatan Atlet Nasional Indonesia ini ketika medio tahun 200-an ketika adanya perselisihan antara FORKI-INKAI dan FTKI yang sekarang dua organisasi olahraga karate ini yaitu FORKI dan INKAI ini berdiri sejajar setelah diakui oleh KONI dan negara ? KEMANA ?

Kemudian penulis juga tidak yakin dengan keterangan pers dari organisasi ini BENAR-BENAR MURNI dari hati mereka, bukan maksud memojokkan atau merendahkan mereka, tetapi dengan segala rasa hormat penulis terhadap mereka yang telah mengabdi kepada negara ini tetapi kita bisa lihat DIMANA kegiatan daripada sang ketua organisasi ini adalah mengepalai sebuah klub bulu tangkis yang pemiliknya adalah dinasti keluarga LUMPUR LAPINDO dan salah satu dari anggota organisasi ini juga pernah mengurusi sebuah turnament tennis yang diprakarsai oleh keluarga LUMPUR LAPINDO !! dan seperti kita tahu bagaimana keluarga lumpur lapindo ini selalu eksis dalam hal dunia olahraga terutama sepakbola dimana salah satu anggota keluarga ini menduduki posisi nomor dua di PSSI dan juga memiliki klub sepakbola yang (katanya) memiliki sertifikat standar Eropa.

Kalau melihat ini boleh kah penulis mengatakan kalau organisasi ini TIDAK LAIN TIDAK BUKAN kepanjangan tangan daripada keluarga lumpur lapindo, karena KALAU MEMANG MURNI dari mereka KENAPA ketika konflik FORKI dan INKAI tahun 2000-an mereka tidak ada dan melakukan kegiatan yang sama seperti sekarang ? benar tidak ?!

Jadi menurut penulis, LPI entah itu ilegal atau tidak itu hak semua orang tetapi kiranya sebelum mengatakan ilegal atau tidak kita BERCERMIN dahulu apakah pantas kita mengatakan LPI itu ilegal tetapi di dalam kata-kata ilegal terselip agenda-agenda terselubung seperti kasus SARAPAN PAGI timnas yang kemarin-kemarin membuat heboh !!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Menteng Std, 050111 11:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Ngaca PSSI…NGACA !!!


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Setelah kemarin kita di hebohkan dengan pesta hajat sepakbola ASEAN kali ini kita di hebohkan kembali yaitu adanya liga sepak bola baru di Indonesia yang membuat sebagian orang terutama pecinta sepakbola Indonesia bertanya-tanya dan juga ada yang membuat seperti panik serasa dunia mau kiamat dan orang-orang yang panik ini adalah PSSI.

Iya, kalau tidak ada halangan rencananya tanggal 8 Januari 2011 adalah kick-off daripada Liga Primer Indonesia dan apa itu Liga Primer Indonesia yang bisa membuat PSSI seperti kebakaran jenggot ? Liga Primer Indonesia atau bisa di sebut LPI adalah sebuah liga yang memberikan tayangan atau pertandingan yang beda daripada liga yang ada di PSSI seperti ISL dimana LPI bertumpu pada professionalisme dan kemandirian.

Pertanyaan sekarang adalah apakah LPI ini ilegal seperti yang dikumandangkan oleh para pengurus PSSI seperti Nurdin Halid, Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie hingga Max Boboy ? menurut penulis apa yang di katakan oleh para petinggi-petinggi PSSI ini sebagai bentuk ketakutan mereka ketika nantinya LPI ini bisa menggeser posisi ISL dari segi apapun misalnya share rating di stasiun televisi atau lebih banyak penonton yang menyaksikan LPI daripada ISL !

Bukan maksud membandingkan antara LPI dan ISL tetapi kiranya dengan pembandingan ini kita bisa lihat mana yang bagus dan mana yang tidak bukankah kompetisi sepakbola itu bertujuan atau bermuara satu yaitu mengangkat nama negara di pentas dunia dalam hal ini timnas benar tidak ?

LPI memang sebuah kompetisi yang berasal dari gagasan orang-orang atau kelompok yang menurut penulis agak sakit hati dengan PSSI tetapi punya satu visi yaitu mengangkat sepakbola Indonesia untuk berprestasi. Bagi penulis apa yang digagas oleh kawan-kawan kelompok sakit hati PSSI ini dalam membentuk LPI perlu kita acungi jempol dan penulis setuju dengan gagasan kelompok sakit hati tersebut.

Kita bisa lihat bagaimana liga Indonesia yang dimulai pada tahun 1994 sampai saat ini yang berganti nama menjadi Indonesian Super League apakah setiap tahun meningkat indeksnya ? coba lihat dari segi penonton, apakah setiap tahun jumlah penonton meningkat ? memang meningkat tetapi apakah setiap tahun penonton itu selama 90 menit pertandingan dan keluar dari stadion dengan muka cerah dan puas ketika timnnya menang atau kalah telak, seimbang dengan harga tiket dan penampilan klub tersebut ? ada yang jawab ya tetapi pasti banyak yang jawab tidak karena kita bisa lihat berapa persen penonton yang melakukan aksi anarkis mulai dari melempar botol air mineral ke dalam lapangan sambil masuk dan membakar papan iklan, memukul wasit dan hakim garis ? pasti di atas 50 persen bukan ?!

Atau apakah sudah professional kah para pemain, wasit beserta perangkat pertandingan menurut pedoman dasar FIFA soal FAIR PLAY ketika di lapangan mulai Liga Indonesia jilid pertama hingga sekarang bernama ISL ? TIDAK !! kita bisa lihat bagaimana para pemain dengan arogannya memukul wasit seperti layaknya pencopet yang tertangkap, meludahi wasit, berkelahi antar pemain tetapi apakah itu di hukum keras oleh PSSI dalam hal ini Komisi Disiplin ? TIDAK, sudah banyak ke-TIDAK PROFESSIONAL daripada PSSI seperti pada kasus PEMAIN BULE yang kemarin main di timnas AFF dimana pada tahun 2004 pemain ini melakukan tindakan PEMUKULAN terhadap pengurus Persita Tangerang, kemudian tahun 2006 melakukan tindakan PENANDUKAN kepada penyerang PSIS Semarang, Emanuel de Porras. Tahun 2007 melakukan PERKELAHIAN dengan pemain belakang Persija, Abanda Herman dan terakhir pada tahun 2008 melakukan tindakan PEMUKULAN terhadap pemain belakang PSMS Medan, Erwinsyah Hasibuan bahkan ini sampai masuk dalam penyelidikan Kepolisian di Medan, tetapi APAKAH hukuman itu di jalankan ? TIDAK karena BULE ini dapat AMPUNAN dari sang ketua ! INIKAH yang dinamakan Professional fair play menurut PSSI ?!

Kemudian bagaimana dengan keuangan dari klub yang bermain di Liga Indonesia mulai dari 1994 hingga sekarang berganti dengan nama ISL, apakah dana mereka hasil dari usaha mereka seperti layaknya klub-klub di Eropa dimana pendapatan klub berasal dari penjualan saham, sponsorship, penjualan merchandise, tiket pertandingan, hak siar televisi ? ternyata TIDAK ?! klub-klub sepakbola di Indonesia atau yang bermain di Liga Indonesia sampai berubah nama menjadi ISL TIDAK LEBIH SEPERTI BAYI dimana pasokan keuangan mereka berasal dari APBD-Anggaran Pembangunan Belanja Daerah, yang mana dana ini sebenarnya adalah dana untuk operasional sehari-hari daripada pemerintahan daerah dalam mendukung pembangunan daerah seperti perbaikan jalan, sarana pendidikan tetapi nyatanya pemerintah daerah kita mempunyai prinsip hidup LEBIH BAIK jalan banjir, LEBIH BAIK gedung sekolah lebih hina daripada kandang babi DARIPADA sepakbola daerahnya di hina daerah lain karena tidak bisa prestasi apalagi membeli pemain bagus dan itu sampai sekarang terjadi benar tidak ?

Dalam hal keuangan pun PSSI ataupun Liga Indonesia tidak transparan, kita bisa lihat apakah PSSI terbuka kepada umum berapa banyak dana yang masuk dari sponsor utama ISL dan juga media dalam hal hak siar pertandingan ? kemudian apakah TERBUKA KEPADA UMUM berapa persen dana dari sponsor utama ISL ini untuk klub atau operasional liga dan timnas selama satu musim ? TIDAK ! bahkan PSSI tidak berdaya dan lepas tangan dalam menengahi klub-klub yang sponsornya adalah kompetitor atau saingan daripada sponsor utama ISL dan itu selalu menjadi penyakit ketika memulai musim kompetisi baru.

Pertanyaan penulis sekaligus menantang PSSI termasuk Pengurus Cabang PSSI di Indonesia adalah ketika PSSI mengatakan bahwa LPI adalah kompetisi ilegal, BERANI KAH PSSI memberi jaminan kepada pecinta sepakbola kalau ISL itu liga terbaik yang ada di Indonesia ? BERANI KAH PSSI membentuk timnas Indonesia hasil dari kompetisi ISL BUKAN BAGI-BAGI PASPOR buat bule-bule ? BERANI KAH PSSI membuat liga usia dini mulai dari liga U-10, U-15, U-17, U-20 sampai U-23 TANPA BERGANTUNG dari sponsor atau swasta ? BERANI KAH PSSI memberikan hukuman kepada pemain yang jelas-jelas melanggar semangat fair play ? BERANI KAH PSSI memberikan jaminan kepada masyarakat Indonesia TIDAK ADA LAGI pelemparan botol mineral ke arah lapangan, memukul wasit dalam sebuah pertandingan ? atau BERANI KAH Pengcab PSSI yang ada di daerah MEMINTA dan MEMAKSA MUNDUR NH, NB, ADT, NDB karena tidak pernah memberikan prestasi yang menjanjikan kepada masyarakat pecinta sepak bola Indonesia. Kalau ini bisa di JAWAB oleh PSSI dan Pengcab dengan bukti nyata di lapangan, BARU anda pengurus pusat dan cabang PSSI BOLEH MENGATAKAN LPI itu Liga ilegal selama pertanyaan dan tantangan penulis yang mungkin mewakili pecinta sepakbola Indonesia tidak bisa diterapkan dalam lapangan JANGAN ASAL NGOMONG !! itu sama saja MALING TERIAK MALING !!

Terakhir, untuk para pengurus Liga Primer Indonesia penulis mengucapkan selamat datang Liga Primer Indonesia beserta 19 anggotanya bermainlah dengan semangat fair play dan berikan pertandingan yang menarik dan professional kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh FIFA dan AFC dan buat PSSI adalah NGACA memangnya anda semua sudah bisa berikan apa kepada masyarakat Indonesia ? kemenangan 5-1 atas Malaysia, 6-0 atas Laos, 2-1 atas Thailand, 2-0 ata Philipina dan 2-1 atas Malaysia tetapi TIDAK ADA GELAR gitu ?

Tekad penulis adalah SELAMA NH, NB, ADT, NDB MASIH DI PSSI dan di Indonesia penulis akan SELALU MENGACUNGI (maaf) JARI TENGAH dan JEMPOL KE BAWAH UNTUK TIMNAS dan ISL !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Menteng Std, 040111 11:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Ada Negeri Gila Bola Tetapi Tidak Ada Lapangan Bola

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Ada sebuah ungkapan daripada seorang Kuntowijoyo yang membuat penulis agak angkat dahi yaitu “ Muslim tanpa Masjid” tetapi ungkapan itu ada kaitan dengan kondisi sepak bola di negara kita, di penghujung tahun 2010 kemarin hampir seluruh rakyat Indonesia mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, para gadis, tua-muda selalu membicarakan soal keberhasilan timnas Indonesia walaupun akhirnya kalah-kalah juga. Negeri ini selama sebulan kemarin telah menjadi semacam sorga yang berwarna merah (walaupun banyak orang dan buku mengatakan bahwa sorga itu adalah putih ) dengan kaos atau atribut yang berwarna merah putih atau merah strip hijau seperti hiasan pohon natal.

Tapi bagi penulis turnament sepak bola se-ASEAN itu tidak jauh berbeda alunan musik yang di mainkan disk jockey-DJ hanya di depan saja hingar bingar setelah itu selesai atau kasarnya itu semua MIMPI ! negara kita tidak pernah sadar dari bangun serta tidak pernah dewasa dalam mengurusi yang namanya sepak bola, kalau kita bicara sepak bola maka komponen yang paling dan wajib ada dalam urutan teratas adalah LAPANGAN !! benar tidak ?! tetapi fakta di lapangan apakah ada ?

Republik Indonesia akhir tahun 2010 dan awal 2011 sangat berbeda dengan Republik Indonesia ketika jaman pemerintahan Ir. Soekarno hingga awal Soeharto memimpin, Indonesia ketika jaman pemerintahan Ir. Soekarno hingga awal Soeharto bisa mengatasi bahkan MENGAJARKAN bagaimana cara mengolah kulit bundar yang baik dan benar tersebut kepada tim Uruguay, Australia bahkan Jepang dan Korea Selatan karena saat itu lapangan bola ada di mana-mana, setiap ujung gang pasti ada lapangan sepakbola, bahkan penulis sering mendengarkan cerita orang tua bagaimana anak muda ketika itu banyak menghabiskan waktu sore dan luangnya dengan bermain bola. Setiap pukul 16.00 adalah waktu wajib untuk bermain sepakbola dan akan selalu ada suara riuh rendah dan teriakan daripada anak-anak ketika bermain bola hingga waktu Maghrib memanggil.

Itu kondisi Indonesia ketika tahun 1950-an hingga 1980-an lantas bagaimana dengan kondisi anak muda dan sepak bola di tahun 2011 ? ternyata sangat jauh berbeda walaupun sama, maksudnya ? memang masih tetap ada suara riuh rendah dan teriakan tetapi bukan dari lapangan sepakbola tetapi dari sebuah ruangan dimana ada dua anak sedang memegang semacam balok dari bahan plastik yang mana di dalamnya itu ada tombol-tombol yang diarahkan melalui kabel beraliran listrik ke monitor televisi atau PC dari monitor televisi atau PC ini menampilkan gambar animasi tiga dimensi sosok pemain bola, memang aneh permainan tetapi itulah permainan mereka di kala senggang atau sore hari. Kalau tidak itu mereka akan berkumpul di sebuah bangunan yang berhawa sejuk sambil melihat-lihat sebuah kaca yang dalamnya berisikan barang-barang entah itu tas, baju, buku bahkan manusia pun ada.

Pertanyaan kita sekarang, apakah kita harus menyalahkan anak-anak kecil ini ketika waktu luangnya harus bermain dengan monitor televisi atau PC bukan berada di luar rumah seperti kebiasaan orang tuanya dahulu ketika muda bermain sepak bola di lapangan ? anak-anak itu tidak salah YANG SALAH ADALAH KITA-KITA ini terutama para manusia-manusia yang memiliki banyak uang dan di otaknya selalu berorientasi keuntungan yang hanya untuk dia dan keluarnya. Kita bisa lihat Stadion Menteng yang ada di kawasan H.O.S Cokroaminoto dimana dahulu banyak sekali kegiatan dan turnament sepakbola untuk membina bibit pemain usia dini yang nantinya sekitar 10-20 mendatang akan seperti Bambang Pamungkas tetapi nyatanya ? stadion itu kini di sulap menjadi taman dan sebuah kantor militer, atau dulu banyak lapangan bola sekarang berubah menjadi apartement, mall, hotel atau komplek perumahan yang menggunakan nama asing padahal pemiliknya peranakan tapi SOK bilang warga pribumi.

Seperti kata musisi kawakan Iwan fals dalam sebuah lirik lagunya dimana sepakbola di awal-awal tahun 2000 hingga saat ini sama berharganya dengan sebongkah berlian yang belum di asah asal afrika, dimana kalau mau main bola (baca: futsal) harus jadi member selama setahun, kalau mau main sepakbola harus masuk sekolah sepak bola dan harus juga mengikuti serangkaian test yang tentunya juga memasukkan nominal Rupiah, padahal yang namanya bakat itu dari alam dan juga anak-anak yang berbakat ini rata-rata berlatar belakang ekonomi yang pas-pas-an bahkan ada yang tidak sekolah karena tidak sanggup membayar uang sekolah dan pembangunan.

Seperti contoh pemain sayap timnas kita, Octo kalau itu terasah dengan benar mungkin sekarang dia berdampingan dengan Messi atau CR-7 dalam bermain sepakbola tetapi nyatanya apa, kita bisa lihat kondisi ekonomi dari Octo ini yang mungkin juga mewakili ratusan-ratusan Octo-Octo kecil yang sebenarnya bakatnya bagus dan di atas rata-rata tetapi harus mengalah dengan yang namanya kondisi ekonomi !

JANGAN BICARA Ganyang Harimau Malaya, atau JANGAN BICARA tuan rumah Piala Dunia 2026 atau JANGAN BICARA emas SEA GAMES, JANGAN BICARA Juara Piala AFF 2012 atau JANGAN BICARA Timnas bisa kalahkan Jepang dengan skor telak kalau sampai saat ini saja di sekitar rumah kita TIDAK ADA LAPANGAN BOLA !! Coba kita lihat di Jakarta, ada berapa banyak lapangan bola (lapangan sebenarnya BUKAN tanah kosong yang sebagian saja berumput dengan masing-masing ujung di beri 2 tongkat bambu) ? pasti hitungan jari bukan ?

Penulis juga ragu dengan kebijakan daripada Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berupa pembangunan 1000 lapangan sepakbola di seluruh Indonesia karena sampai sekarang kebijakan itu belum ada dalam bentuk nyata seperti peletakan batu pertama pembangunan 1000 lapangan sepakbola itu, seharusnya kalau mau Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia beserta Direktorat Jenderal Pajak dalam bentuk Surat Keputusan Bersama, seperti SKB 3 Menteri tentang tempat ibadah, dimana setiap provinsi atau mulai dari unit pemerintahan terkecil di negara ini yaitu Dusun atau RT sampai Ibukota Provinsi di seluruh Indonesia HARUS dan WAJIB menyediakan lahan kosong untuk lapangan bola seseuai dengan ketentuan yang ada seperti sistem drainase dan perawatan rumput serta pembinaan kompetisi usia dini. Dalam hal keuangan kiranya negara ini bisa menggunakan pos dana misalnya dari pajak, karena selama ini penulis tidak pernah melihat realisasi daripada hasil pajak, KALAU MEMANG pajak ini untuk pembangunan negara seharusnya TIDAK ADA LAGI sekolah-sekolah yang LEBIH HINA daripada kandang babi yang ada di pedalaman benar tidak ? atau TIDAK ADA LAGI penumpang berdesak-desakan kayak pepes di dalam busway atau shelter busway, benar tidak ?

Kalau ini di jalankan dengan konstisten dan bukan (maaf) HANGAT-HANGAT TAHI KERBAU seperti tabiat daripada negara ini, BOLEH LAH kita berucap dengan lantang, GANYANG HARIMAU MALAYA atau Piala Dunia 2022 KAMI AKAN JUARA, tetapi sebelum itu terrealisasi kan dengan sempurna dan nyata di depan mata maka negara dan sepakbola kita ini masih akan terus lebih hina dari apa seekor keledai KECUALI Republik Indonesia adalah negeri pesulap yang rakyatnya seperti kisah Harry Potter dimana mampu menjadikan negeri ini juara bola tanpa harus ada lapangan bola !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Taman Suropati, 030111 16:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Ini Hak Jawab W !!

“Dunia hanya mengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,”
Jose Mourinho


Pertama-tama mau ngucapin terima kasih atas koment-koment daripada teman-teman yang ada di facebook w tentang status-status facebook w belakangan ini yang berkaitan dengan timnas atau pun sepakbola Indonesia.

W sangat mengapresiasikan koment-koment kalian di kotak koment status facebook w walaupun ada juga yang marah-marah dengan mengatakan w tidak nasionalis lah, w orang gila lah tapi lewat media notes inilah w akan menjelaskan itu semua.

Benarkah w tidak nasionalis dengan menghujat, membenci timnas seperti yang anda koment di status facebook w ? benarkah status w hanya sekedar mencari sensasi ? itu kata anda sekalian tetapi apakah dengan membela timnas sambil berteriak IN-DO-NE-SIA terus nyanyi-nyanyi GARUDA DI DADAKU berarti itu nasionalis ? belum tentu ? memangnya yang namanya nasionalis itu harus ditunjukkan kepada publik ?

Kenapa w selalu menulis status di facebook agak sedikit menghujat timnas ? karena ada hal yang harus di perbaiki tetapi tidak pernah di singgung oleh semua orang, baru di singgung ketika ada titik lemah dalam hal ini kekalahan.

Yang membuat w aneh dan mungkin ini jadi perasaan anda semua yaitu “ w cinta timnas tetapi tidak cinta PSSI “ pertanyaan sekarang adalah memangnya sepakbola Indonesia itu siapa yang ngurus ? yang datangin pelatih Alfred Riedl itu siapa ? kemudian Riedl itu bertanggung jawab kepada siapa dalam laporan kerja dia ? hanya satu jawabannya yaitu PSSI ! walaupun kalian bilang sepakbola itu olahraga rakyat memang benar olahraga rakyat tetapi ada organisasinya kan dan ini tidak dipedulikan orang, baru NGEH ketika timnas kalah, PSSI dihujat tetapi ketika menang PSSI tidak pernah dilirik dan jadi klaim semua orang.

Padahal secara tidak langsung anda itu semua CINTA dengan PSSI yang penuh dengan kebobrokan tetapi anda tidak peduli dan tidak mau tahu ketika timnas menang baru peduli ketika timnas kalah dan itu terus menerus bukankah itu jatuhnya MUNAFIK !! dan maaf w bukan tipe MUNAFIK, (maaf) JILAT PANTAT di depan manis tetapi di belakang menghujat, lebih baik w DEPAN MATA menghujat tidak peduli timnas itu menang atau kalah !!

Kemudian soal timnas, kenapa w selalu membenci dan menghujat sebenarnya w hanya mengkritik saja demi kemajuan sepakbola Indonesia tetapi w beda dengan kalian-kalian yang ketika menang sorak-sorai tetapi kalah menghujat dan menghilang kemudian muncul lagi kalau timnas menang, kalau kalian pernah baca notes-notes w banyak kok w puji timnas klo w anggap itu pantas dan sesuai dengan jalur yang benar. Dan kenapa penulis membenci timnas bahkan sampai mengatakan timnas itu LEBIH HINA daripada keledai, kita tahu donk seekor keledai itu CUKUP DUA KALI jatuh pada lobang yang sama kemudian bangkit sedangkan timnas kita apa yang bisa di banggakan, kalian bangga dengan 5-1 lawan Malaysia, 6-0 lawan Laos dan jungkir balik dengan Thailand sampai menang 2-1 ? w tidak !

Banyak faktor yang buat w tidak bangga dengan timnas saat ini yaitu pertama, ini timnas bukan timnas yang benar-benar original, masak dengan penduduk lebih dari 260 juta jiwa GA BISA cari 22 pemain sampai harus OBRAL paspor Garuda dan nomor induk warga negara kepada orang bule, seharusnya kalau kalian nasionalis kalian marah donk masak w dan kalian yang lahir sampai sekarang hidup dan bekerja di Indonesia ketika membuat atau memperpanjang paspor HARUS MEMBAYAR Rp. 255 ribu SEMENTARA penyerang bule ini DENGAN ENAKnya dapat paspor Garuda dengan GRATIS !! padahal di negara ini ADA PEMAIN MUDA yang sekitar tahun 2005-an sempat membuat heboh karena menjadi SATU-SATUnya pemain Indonesia, ASEAN dan ASIA pertama yang masuk kedalam akademi Ajax Amsterdam karena menjadi top skor dan membawa Indonesia ke-empat besar Piala Dunia U-12 yang disponsori oleh produsen minuman mineral, BAHKAN sang direktur teknik klub Ajax BELA-BELAIN sambil NGEMIS kepada orangtua anak ini di Makassar agar di tanda tandangin surat persetujuan dan akhirnya berlabuh lah dia disana walaupun sekarang dia sudah kembali, apakah karena ia sekarang bermain bukan di klub anggota ISL jadinya TIDAK DILIRIK oleh pelatih ?!

Kemudian kalian itu tidak pernah belajar atau mendengar sejarah pemain ini kali yah atau tertutup dengan gemilangnya padahal kalau di lihat rekam jejaknya pemain bule ini SAMA KRIMINALnya dengan sang ketua umum yang anda hujat ketika timnas kalah bahkan bule ini anak emas daripada sang ketum PSSI, dia pernah MELUDAHI wasit, MEMUKUL pengurus klub, BERKELAHI dengan pemain, MENANDUK pemain, bahkan pernah sampai berperkara dengan Kepolisian Medan tetapi apakah bule ini menjalani hukumannya yang di berikan komisi disiplin? TIDAK SATUPUN jadi apanya yang harus dibanggakan dengan timnas ini kalau salah satu pemainnya ternyata bermental preman dan menCIDERAI semangat fairplay yang selama ini kita lihat benderanya ketika memasuki lapangan sebelum pertandingan di mulai !

Timnas kita TIDAK DISIPLIN baik di luar lapangan maupun dalam lapangan, kita bisa lihat KENAPA SPANYOL BISA JUARA DUNIA 2010 atau Real Madrid ketika di latih Capello pada angkatan Davor Suker bisa JUARA LIGA SPANYOL 1997 ? karena disiplin keras di luar dan lapangan dimana salah satunya adalah DILARANG membawa telepon selular bahkan sampai ke areal gedung tempat mereka latihan dan juga DILARANG menghidupkan akun pribadi mereka termasuk jejaring sosial serta email dan hasilnya ? kita lihat Spanyol JUARA DUNIA 2010, sedangkan timnas kita ? bisa lihat sendiri kan di saat latihan MASIH SEMPAT-SEMPATnya bertelepon ria dengan ponselnya, begitu juga masuk ke stadion atau kembali ke penginapan BAHKAN ketika mau detik-detik bertanding pun masih sempat-sempatnya memperbaharui status di tuider mereka, inikah yang di sebut disiplin ALA Timnas ?

W MALU punya timnas yang GA PERNAH menang dan juara kalau melihat dengan geografis negara kita, negara kita sangat luas dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa yang mana negara ini merdeka lewat darah dan keringat rakyat Indonesia tetapi tidak pernah BERBICARA di luar sana, COBA LIHAT Selandia Baru negara kecil yang luasnya HAMPIR SAMA dengan luas KotaMadya Jakarta Pusat yang merdeka BUKAN dari keringat dan darah masyarakatnya tetapi KADO dari Ratu Inggris BISA MAIN di Piala Dunia 2010 !! atau KROASIA negara yang MERDEKA tahun 1994 tetapi di Piala Dunia 1994 BISA JUARA TIGA ?!!

Atau ketika timnas kita kalah dengan gampangnya mengatakan ini bukan akhir kegagalan masih ada hari esok tetapi nyatanya tetap aja kalah, kita lihat tahun 2007 ketika Piala Asia kita sorak sorai, trus kalah (katanya) terhormat dan akan di perbaiki, seharusnya yang namanya di perbaiki itu dari rusak sampai bisa digunakan lagi tetapi timnas kita ? iya di perbaiki tetapi rusak lagi kan (baca: kalah ) seperti saat ini entah mau sampai kapan timnas ini selalu di perbaiki terus rusak lagi, perbaiki lagi rusak lagi ?!

bisakah kalian menjawab pertanyaan ini daripada selalu bersorak-sorai dan mengatakan “ W CINTA DENGAN TIMNAS “ tetapi menjawab pertanyaan ini pasti susah dan banyak ngelesnya >>

“JIKA BENAR negerimu sehebat itu antusiasmenya pada sepak bola, kenapa dunia TIDAK PERNAH mendengar nama Indonesia di peta sepak bola ?”

Kalau di tanya apa yang sudah w berikan kepada negara ini selama w hidup, justru w akan bertanya kepada kalian semua ada yang tahu APA YANG SUDAH NEGARA terutama Pemimpin negara ini berikan kepada anda ? w bayar pajak baik itu pajak rumah, atau setiap makan di restoran atau sekedar beli kopi mahal di mall pasti kena pajak, parkir kena pajak, beli baju, celana, kolor, buku cerita, perpanjang surat kendaraan bahkan (maaf) kencing di mall pun kena pajak, w selalu menggunakan sarana transportasi umum baik itu angkutan umum mulai dari koasi hingga busway tetapi pernahkah anda berpikir kemana pajak-pajak itu semua ? kalau pajak itu KATANYA untuk pembangunan KENAPA di tiap 500 meter sampai 2 kilometer setiap sudut kota ini dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote termasuk wilayah terkecil yaitu Rukun Tetangga di rumah anda TIDAK ADA LAPANGAN SEPAKBOLA tetapi yang ada malah MALL, KONDOMunium, rumah petak dan ini tidak pernah terpikir bukan dalam nurani dan isi kepala anda ? atau katanya lagi Pajak itu untuk pembangunan dan sarana negara ini KENAPA di pedalaman MASIH BANYAK sekolah tidak jauh bahkan LEBIH HINA daripada kandang kambing dan babi sedangkan Pos Polisi Thamrin yang samping Kedubes Inggris bagusnya luar binasa pernah kah ini terpikir oleh kalian semua dari apa yang kalian PERSEMBAHKAN kepada negara melalui yang namanya pajak ?!

Atau mudahnya begini dech bisa kah kalian menjawab pertanyaan ini, “ Negerimu begitu kaya akan rempah-rempah, minyak, emas, tambang, sawit, kekayaan laut yang melimpah membentang dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote TAPI KENAPA masih banyak yang hidup, mandi, kakus, di bantaran kali ciliwung, bawah kolong jembatan, disamping lintasan rel kereta api seperti yang ada di sekitar depan Markas Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer Jakarta Raya- Markas DenPOM KODAM JAYA daerah Guntur ?

Semoga hak jawab w ini bisa menjawab apa yang kalian hina kan kepada w, ini bukan NGELES atau menghindar tetapi ini adalah fakta dan seharusnya kita merenung kalau memang sepakbola kita mau maju semua harus kita perhatikan jangan Cuma senang ketika menang dan kalah menghujat tetapi berpikirlah kenapa timnas bisa menang besar tetapi kemudian turun permainannya tetapi tetap saja di elu-elukan seperti pahlawan hal seperti ini yang membuat para pemain kita besar kepala karena tidak ada SHOCK THERAPY yang membuat mereka terpacu dan berpikir “ kalau permainan atau timnas kalah berarti w akan di caci maki martabat w sebagai manusia “ tetapi nyatanya yaitu kalah tetapi di elu-elukan seperti pahlawan, iya pahlawan..pahlawan kesiangan !!

INGAT !! Keledai saja CUMA butuh dua kali mengalami jatuh pada lubang yang sama jangan sampai Timnas kita LEBIH HINA daripada keledai !!!!! dan SELAMA NH, NB, ADT, NDB MASIH DI PSSI dan di Indonesia w akan SELALU MENGACUNGI (maaf) JARI TENGAH dan JEMPOL KE BAWAH UNTUK TIMNAS BAIK MENANG-KALAH !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!


Terima kasih sebelumnya….

Pecudang dan Keledai Itu Bernama Timnas PSSI


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.


“Dunia hanya mengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,”
Jose Mourinho



Kutipan di atas adalah ucapan semangat dan motivasi daripada pelatih Jose Mourinho kepada para pemain Madrid setiap Madrid melakoni laga mereka dalam liga Spanyol atau ketika pelatih Mou memberikan pernyataan kepada kawan-kawan jurnalis.

Kutipan dan judul di atas ada kaitannya dengan kegagalan daripada Timnas sepakbola Indonesia dimana pada final leg ke-2 di GBK stadion timnas berhasil menundukkan timnas Malaysia dengan skor 2-1 tetapi hasil 2-1 ini tidak bisa membuat Firman Utina dan kawan-kawan bersorak-sorai sambil mencium dan mengangkat Piala AFF Suzuki karena pada leg 1 timnas kalah 3-0 di kandang Malaysia.

Kalau di lihat pada babak penyisihan timnas kita menunjukkan grafik yang pesat bahkan bisa mencetak gol sebanyak 13 gol dan kemasukan 2 gol kemudian pada semifinal kita berhasil menggulung team Philipina dengan skor dua kali 1 gol tetapi begitu di final pada pertemuan pertama tiba-tiba kita kalah 3-0 walaupun pada pertemuan kedua kita menang 2-1 tetapi kita kalah dalam produktivas mencetak gol.

Pertanyaan sekarang adalah MAU SAMPAI KAPAN timnas kita JADI PECUNDANG dan KELEDAI ? bukan maksud menghina tetapi kenyataannya begitu ? timnas kita memang PECUNDANG, buktinya terakhir kita menang pada SEA GAMES Manila 1991 kemudian mulai dari 1992 hingga saat ini apakah SUDAH ADA GELAR ?!

Seharusnya kita MALU jika melihat geografis negara kita, Republik Indonesia dengan ibukota Jakarta memiliki penduduk lebih dari 240 juta jiwa rakyat dan luas wilayah hampir lebih 1 juta mil dan merdeka lewat keringat dan darah rakyat sendiri yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus tapi sampai sekarang tidak pernah berprestasi baik itu di tingkat ASEAN, Asia bahkan antar benua seperti Piala Dunia, sedangkan kita bisa lihat negara Selandia Baru sebuah negara yang luasnya SAMA DENGAN luas Kotamadya Jakarta Pusat ini yang kemerdekaannya di berikan layaknya anak kecil yang sedang berulang tahun dari Kerajaan Inggris SUDAH MASUK arena Piala Dunia.

Atau mungkin kita mendapatkan sebuah pertanyaan daripada (mungkin) kolega kita kebetulan orang asing yang tinggal di luar Indonesia melihat antuisme warga Indonesia akan sepakbola melalui televisi dan bertanya kepada anda entah itu melalui email atau bertemu langsung dengan kalimat “ JIKA BENAR negerimu SEHEBAT itu antuismenya pada sepakbola, KENAPA DUNIA TIDAK PERNAH MENDENGAR nama Indonesia di peta sepakbola ? apakah ada yang bisa menjawab ?! pertanyaan ini sama halnya dengan pertanyaan “ Negerimu begitu kayak mulai dari rempah-rempah, minyak, emas, tambang, sawit, kekayaan laut dll tetapi KENAPA masih banyak orang yang hidup di pinggir kali yang airnya keruh ?!

Tetapi itulah suporter Timnas kita sorak-sorai ketika menang tetapi ketika kalah menghujat bagaimana bisa maju sepakbola kita seharusnya kalau mau bangkit dan berpikir. kenapa ketika menang atau kalah kita hujat demi majunya sepakbola sehingga para pemain dan pemilik kepentingan tidak besar kepala karena selama ini kita bisa lihat begitu timnas kita kalah kita lantas berujar “ Timnas sudah memberikan yang terbaik “ dan itu selalu terus menerus terlontar sehingga para pemain kita seperti kebal dan berpikir “ kalau saya bermain tidak baik paling masih di beri applaus sama suporter “ dan terbukti kita bisa lihat bagaimana CERIAnya para pemain ini ketika kalah dan kembali ke hotel sampai besoknya tanpa ada raut bersalah karena tidak bisa mengangkat prestasi negara ini, coba sekali-kali para suporter ini memberikan SHOCK THERAPY kepada para pemain ini ketika kalah misalnya (bukan maksud memprovokasi) mencoba memaki para pemain ini sehingga pemain ini dalam nuraninya MERASA BERSALAH tetapi di kemudian hari akan terus termotivasi dan dalam hatinya berpikir “ KALAU TIMNAS KALAH MAKA HARGA DIRI SAYA AKAN DI CACI MAKI” jadi mereka akan terus berpikir bagaimana caranya biar harga diri mereka sebagai pemain dan manusia beserta keluarganya tidak terrendahkan contohlah para pemain-pemain di luar sana dimana ketika timnya kalah para fans mencaci abis bahkan ada yang menteror mereka tetapi keesokkan harinya prestasilah yang ditunjukkan karena didalam hati para pemain ada stimulus psikologi dan ini yang tidak ada di negara atau sepakbola kita !

Semoga ini yang terakhir dan menjadi renungan bagi kita kiranya baik itu menang atau kalah kita harus hujat janganlah jadi manusia atau suporter munafik kalau memang idealis seharusnya ketika menang kita hujat supaya para pemain dan pemegang kepentingan sepakbola negara ini TIDAK BESAR KEPALA tetapi nyatanya dan baru kita menghujat ketika kalah dan tertawalah orang-orang yang melihat ini semua.

INGAT !! Keledai saja CUMA butuh dua kali mengalami jatuh pada lubang yang sama jangan sampai Timnas kita LEBIH HINA daripada keledai !!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Senayan, 311210 00:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Senin, 03 Januari 2011

Happy New Year

Blog Republik Kaum Miskin ingin mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU 2011

Kepada semua pembaca blog ini semoga di tahun 2011 tahun penuh kedamaian, tidak ada

lagi konflik di dunia, tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan dan kemiskinan dan selalu

di berkati

Tuhan Berkati

--

Blog Republic of the Poor would like to say

HAPPY NEW YEAR 2011

To all readers of this blog hopefully in 2011 full year of peace, no

more conflicts in the world, no more people who hunger and poverty and always in bless

God Bless

--

هل المدونة جمهورية الفقراء أود أن أقول

عيد رأس السنة 2011

لجميع القراء من هذا بلوق نأمل في عام 2011 مدة عام كامل من السلام، لا

مزيد من الصراعات في العالم، والأشخاص الذين لا يزيد الجوع والفقر ، ودائما في بارك

بارك الله فيكم

--

Blog Republiek der Armen zou willen zeggen

HAPPY NEW YEAR 2011

Aan alle lezers van dit blog hopelijk in 2011 volledig jaar van vrede, geen

meer conflicten in de wereld, geen mensen meer die honger en armoede en altijd in te zegenen

God Bless
--

Blog della Repubblica dei Poveri vorrebbe dire

BUON ANNO 2011

A tutti i lettori di questo blog si spera nel 2011, anno pieno di pace, non

più conflitti nel mondo, le persone non più che la fame e la povertà e sempre a benedire

God Bless
--
Blog Republik der Armen möchte sagen,

HAPPY New Year 2011

An alle Leser dieses Blogs hoffentlich im Jahr 2011 volle Jahr des Friedens, der keine

mehr Konflikte in der Welt, nicht mehr Menschen, die Hunger und Armut und immer segnen

God Bless

--

Blog Republika ng Mahina ay nais

HAPPY NEW YEAR 2011

Sa lahat ng mambabasa ng blog na ito sa pag-asa ng kapayapaan sa 2011 taon, walang

conflicts sa mundo, walang lipunan na gutom at kahirapan, at laging pinagpala

God bless

-
Blog République des pauvres voudrais

Bonne année 2011

Pour tous les lecteurs de ce blog dans l'espoir de la paix en 2011 ans, aucun

conflits dans le monde, pas de société que la faim et la pauvreté, et toujours bénie


Que Dieu vous bénisse

--

Blog de la República de los Pobres gustaría

FELIZ AÑO NUEVO 2011

Para todos los lectores de este blog con la esperanza de la paz en 2011 años, no

conflictos en el mundo, no hay sociedad que el hambre y la pobreza, y siempre bendecido

Dios los bendiga