Jumat, 17 Oktober 2008

Laskar Pelangi, Sebuah Potret Nyata Pendidikan Negara Kita

Huh.. akhirnya itulah kata yang keluar dari mulut begitu mendapatkan tiket yang baru saja keluar dari mesin cetak dan diberikan oleh seorang penjaga tiket yang cantik walaupun jam yang tertera di tiket pukul 17.15 padahal penulis ingin menonton film ini pukul 15.00 dan mengantre dari jam 14.30 tapi apa boleh buat.

Ternyata bukan saja waktu yang harus dihadapi oleh penulis untuk menonton film yang kata orang berdasarkan bukunya yang sudah dicetak ulang sampai cetakan keduapuluh ini tetapi menunggu untuk masuk kedalam studio satu dari gedung bioskop yang menurut penulis paling besar yang ada di kota pinggiran DKI, karena sampai pukul yang tertera di karcis belum juga masuk, tetapi tepat pukul 17.30 penulis dan ribuan penonton yang rata-rata ABG labil ini ( apakah mereka tahu tidak ya maksud dan inti dari film ini atau sekedar ikut meramaikan hebohnya cerita ini ).

Akhirnya Film Laskar Pelangi yang disutradarai oleh Riri Riza, seorang sutradara muda kebanggaan Indonesia dengan segudang pengalaman seperti Film Petualangan Sherina,Untuk Rena, Gie, Eliana-Eliana, 3 hari untuk selamanya dan masih banyak lagi. Tentunya seorang Riri Riza tidak seorang diri untuk membangun cerita film ini maka beliau dibantu oleh Mira Lesmana sebagai Produser, penulis tidak meragukan lagi terhadap dua tokoh ini kalau dua tokoh ini membuat sebuah film sudah pasti akan masuk jajaran box office bahkan menjadi sejarah film Indonesia dan itu terbukti disaat perfilman kita hanya menjual selangkangan saja pada awal hingga akhir tahun 80-90-an sehingga membuat bioskop pada waktu itu sepi bahkan ada tutup karena rumah produksi banyak yang mengalihkan kedalam format sinetron, lalu oleh dua tokoh ini dibuatlah film tentang anak-anak dan apa ! terbukti aura nafas bioskop kembali hidup lagi hingga sekarang dan mungkin kalau penulis pesan selamat datang kembali bioskop dan selamat tinggal sinetron !!

Cukup basa-basinya kita kembali ke topik, Laskar Pelangi itulah judulnya, semua orang pasti sudah tahu bagaimana kisah didalam buku, walaupun penulis baru ini membacanya. Subject dari cerita ini berawal dari sebuah sekolah yang boleh dikatakan tidak layak bak kandang ayam (seperti cuplikan puisi yang ditulis oleh seorang guru dan Wapres sempat emosi mendengar itu ) berlokasi di Belitong, dimana sekolah ini setiap tahunnya hanya menerima sepuluh murid saja sampai suatu ketika Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengirim surat bahwa jika sampai tahun ini tidak bisa menambah jumlah murid bahkan kurang harus ditutup, disinilah pergumulan terjadi.

Film ini dibuka oleh adegan dimana seorang Ikal yang memulai hari pertama sekolah harus memakai sepatu model perempuan ( tidak menunjukkan bahwa sepatu itu ditahun 1970-an) yang diberikan bapaknya yang kebetulan bekerja di PT.Timah, dihari itu Ikal dan juga Kepala Sekolah Pak Harfan serta Ibu Muslimah selaku wali kelas Ikal yang baru akan pertama kali mengajar sebagai hari penentuan apakah sekolah mereka akan terus bernapas atau tidak karena harus bisa mengumpulkan 10 murid kalau kurang maka sekolah harus tutup dan anak-anak ini yang rata-rata adalah anak dari karyawan rendah dan kurang mampu harus menguburkan cita-cita mereka.
Ketika semua terkumpul tetapi baru hanya sembilan orang dan ditunggulah sampai siang, begitu sampai siang belum terkumpul sembilan orang maka sang kepala sekolah bersiap memberikan kata sambutan sekaligus kata perpisahan karena masalah ini, tetapi sekonyong-koyong datanglah Harun sang penyelamat sekolah ini, Harun adalah seorang anak yang menderita keterbelakangan mental dan genaplah sepuluh murid itu dan juga sekaligus memperpanjang kisah mereka.

Setiap hari selalu mereka hadapi disekolah itu, sampai tiba-tiba pak Harfan meninggal dunia diruangannya, karena sosok Pak Harfan inilah yang membuat Ibu Muslimah menurun sence of education-nya karena tidak ada lagi yang mendukungnya dalam mengajarkan belajar budi pekerti, agama yang belum tentu ada disekolah lain sekitar sekolah mereka, hampir seminggu kesepuluh murid ini tidak mendapatkan pengajaran dan juga mereka harus kembali “ ke-alam “ mereka, tetapi berkat ikal dan lintang mengumpulkan kembali teman-temannya untuk kembali ke sekolah serta meminta Ibu Muslimah untuk mengajar kembali sehingga sense of education dari Ibu Muslimah bangkit kembali, dan terbukti dengan prestasi dari Ikal, Mahar dan Lintang yang menjuarai cerdas cermat mengalahkan sekolah swasta terkenal disana, dan dengan bangganya mereka pamerkan dua piala mereka di lemari yang didatangkan dari pusat di kelas mereka.

Menyaksikan film ini (kabarnya telah menembus angka 1,1 juta penonton dalam waktu sepuluh hari berdasarkan pengakuan dari sang produser film tersebut kepada RKM pada suatu perjumpaan)batin kita ibarat sedang bermain tong setan karena penuh dengan tawa dan tangisan iba secara bersamaan, kita bisa tertawa melihat kekonyolan mahar yang bak kritikus musik walaupun kita acungi jempol karena bakat seninya bisa membawa sekolahnya juara dalam karnaval mengalahkan sekolah “binaan” PT.Timah yang beda sekali bangunannya, begitu juga kita bisa tertawa melihat aksi Ikal yang terpesona melihat kuku seorang Aliang gadis cina belitong yang mungkin baru ini dilihat ada kuku dari seorang perempuan, atau kelakuan lucu dari Harun, kita juga menangis secara tiba-tiba ketika melihat keteguhan Lintang seorang anak kecil, anak seorang nelayan yang tinggal di pesisir yang jauhnya minta ampun (ibarat tinggal di Tangerang tapi sekolahnya di Bekasi ) dengan keteguhan hatinya bisa mencari ilmu dengan bersepeda ke sekolah itu walaupun harus menunggui seekor buaya yang setiap pergi dan pulang selalu melintas di rute yang ia lalui masuk kedalam kolamnya bisa dibayangkan bukan !

Secara keseluruhan film ini sangat penting dan wajib di tonton khususnya semua jajaran mulai dari menteri hingga jajaran eselon I-IV dan jajaran pejabat suku dinas yang ada mulai dari ujung Sumatera hingga ujung Papua yang berada dalam payungan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia termasuk Presiden Republik Indonesia dan anggota Dewan Komisi Pendidikan, kenapa penulis bilang wajib ditonton oleh semua lapisan pejabat Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, karena film ini menurut penulis sebagai tamparan keras dan tidak akan hilang kalau tidak ada kesadaran dari para pejabat itu termasuk yang didaerah terpencil.

Kita bisa lihat dan baca di semua Harian dinegara ini, berapa banyak sekolah yang ada dikawasan pedesaan hingga pedalaman yang tidak pernah dikunjungi bahkan diberi dananya untuk perbaiki karena sekolahnya tidak layak untuk digunakan walaupun surat permintaan untuk meminta dana sudah dikirim hingga berkali-kali ? jawabnya tidak ada.

Jadi jangan heran kalau kita bisa sedikit menyimpulkan kenapa pendidikan kita jauh tertinggal dari negara tetangga sebut saja Malaysia walaupun pada tahun 1970-an Malaysia mengemis kepada negara kita untuk dikirimkan pengajar untuk mengisi pendidikan disana dan mereka sekarang lebih maju sedangkan kita ?

Ada lagi menurut penulis kenapa film ini harus ditonton oleh semua pejabat Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, karena sekolah negeri sangat berbeda dengan sekolah-sekolah swasta yang murni atau sekolah swasta yang dikelola oleh perusahaan asing, kita bisa dilihat dimana setidaknya ada beberapa sekolah swasta yang dikelola oleh perusahaan asing yang berada dinegara ini seperti di Riau, Papua dan sedikit dikalimantan, karena keberadaan sekolah ini jelas sekali menambah panjang jurang antara anak yang benar-benar ingin sekolah tapi tidak ada biaya dengan anak kaum borjuis yang hanya sebagai formalitas dan menghargai orangtua.

Lewat film Laskar Pelangi ini, mata dan hati kita dibukakan bahwa dari sebuah sekolah yang tidak dilihat sekalipun oleh mata pejabat bisa melahirkan anak muda yang mungkin bisa berubah Indonesia nantinya..dan itulah yang ditunggu oleh 220 juta jiwa rakyat Indonesia..

Yang menjadi pertanyaan penulis dan yang lainnya adalah..dimana dan kapan Laskar-laskar Pelangi itu yang akan merubah Indonesia ini ? tinggal tunggu waktu..

Hai…Laskar Pelangi yang ada di pedalaman Indonesia…mari kita keluar dan ubah mimpi adalah kunci itu untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik…

250908

Rvanca

Temporary Board of Director RKM

2 komentar:

ud1nk mengatakan...

bang ,gue suka isi blog loe,maju trus indonesia,ayo bangkit dari tidur loe...!!!
oia bang,btw gue ijin copas ke halam fb gue ya bang,,
maksih and sukses buat loe bang,,,

ud1nk mengatakan...

gue tunggu postingan-postingan baru dari loe bang,,,