Senin, 27 Oktober 2008

Pelayanan VS Kesehatan


Judul diatas untuk memperingatkan kepada para pengusaha semua bidang agar lebih memperhatikan kesehatan karyawannya ketimbang meningkatkan mutu pelayanan, kenapa penulis menulis itu dikarenakan ada sebuah surat terbuka yang ditulis oleh seseorang dan dikirim melalui email ke penulis.

Jadi ada seseorang sebut saja Budi, dia seorang eksekutif muda mempunyai mobil mewah keluaran Eropa dan mempunyai kebiasaan selalu mengajak ngobrol siapa saja yang ia temui, suatu ketika ia sedang mengisi bensin disebuah pom bensin (tidak disebutkan apakah pom bensin ini milik negara atau milik perusahaan minyak asing) dan mengajak ngobrol daripada para karyawan pomp bensin ini dan itu selalu terus dia lakukan ketika mobil mewahnya kehabisan bensin, dan pertanyaan dari si Budi kepada setiap karyawan pom bensin yang ia temui adalah apakah mereka tidak pusing dengan bau atau uap dari bensin setiap hari dan kenapa tidak menggunakan master ?

Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan

Karena Budi baru berdiri sebentar saja ketika menghirup uap bensin itu badannya sudah sempoyongan dan sedikit pusing, dan jawaban mereka sama seperti apa yang dilakukan oleh Budi, mereka merasakan sesak di dada dan akan menjadi sesak sekali kalau mereka sedang dihinggapi penyakit flu, lalu ketika ditanya oleh Budi kenapa tidak menggunakan master saja kalau mereka merasakan sesak di dada, tetapi jawaban mereka inilah yang membuat Budi dan penulis serta banyak pembaca dan pengunjung akan terkaget dengan jawaban dari karyawan pom bensin ini.

Jawaban mereka adalah kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan, dan jam kerja mereka adalah 24 jam dengan sistem pergantian karyawan atau Shift 8-9 jam, Kaget dan bisa bayangkan kah anda kondisi itu jika anda menjadi mereka !

Memang memberikan pelayanan kepada pelanggan memang sangat perlu tapi apakah perlu harus mengorbankan fisik seseorang untuk memuaskan pelanggan terhadap kerja kita ? kalau menurut penulis apa yang menjadi kebijakan perusahaan pom bensin ini sudah sangat konyol mereka hanya mementingkan kepuasaan pelanggan, dan keuntungan nominal Rupiah ketimbang memperhatikan kesehatan karyawannya, karena tanpa karyawan ini sebagai ujung tombak keuntungan nominal Rupiah itu tidak akan didapat.

Mungkin bukan Cuma bidang pom bensin saja kali yang hanya berorientasi kepada keuntungan nominal Rupiah daripada segi kesehatan, kita bisa lihat pabrik-pabrik garment, kuli bangunan proyek pembangunan gedung atau pabrik yang cara kerjanya menggunakan suatu bahan yang mungkin kalau tercium menimbulkan sesak atau gangguan pernapasan tidak mengindahkan kaidah yang sudah diterapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dimana setiap pekerjaan harus menggunakan masker.

Lantas kalau karyawan pom bensin ini terinfeksi atau mendapatkan penyakit misalnya flu atau sesak yang sangat akut dan menyerang otak hanya karena harus memberikan senyuman kepada pelanggan setiap hari selama 8-9 jam, apakah perusahaan bensin itu mau menanggung penuh sampai sembuh penyakitnya seperti normal kembali ? paling juga hanya berapa persen kalau tidak ya disuruh mengundurkan diri, itulah kebijakan yang selama ini penulis lihat di perusahaan di negara ini kalau ada karyawan yang menurut perusahaan tidak bisa lagi membantu bahkan menyusahkan perusahaan disuruh mundur.

Jadi tolonglah kepada perusahaan minyak baik milik negara atau asing yang mengoperasikan sejumlah pom bensin di negara ini kiranya anda lebih memperhatikan kesehatan karyawan anda, penulis lebih setuju dan elegant kalau mereka menggunakan masker ketika bekerja, konsumen pun mengerti kalau mereka bekerja ditempat yang beresiko, toch tanpa senyuman pun kalau mereka bekerja dengan baik dan pelanggan mereka puas tidak menjadi masalah daripada hanya memamerkan gigi mereka yang putih bersih bak mutiara dengan lesung pipi yang menjorok kedalam tetapi pelayanannya tidak jauh daripada tukang bensin eceran di pinggir jalan percuma saja, betul tidak !

Menurut anda, memuaskan pelanggan dan mendapatkan keuntungan nominal Rupiah dengan resiko mengorbankan kesehatan karyawan, ATAU memuaskan pelanggan dan mendapatkan nominal Rupiah sejalan bersamaan dengan memperhatikan kesehatan karyawan ?

Itulah jawaban anda untuk anda sampaikan kepada para pemilik bahkan pimpinan perusahaan minyak ketika anda sedang mengisi bensin !

Plumpang 251008 13:30

RKM 21-28-30


Tidak ada komentar: