Senin, 10 November 2008

Waduh ! Tangan Perempuan Lebih Kotor Dari Pria


Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa tangan perempuan lebih bersih, lebih halus Anda salah. Karena menurut penelitian yang penulis pernah baca, bakteri di tangan perempuan lebih banyak dari tangan pria.


Noah Fierer, seorang asisten profesor dari Departemen Ekologi dan Evolusi Biologi, Colorado, Amerika Serikat mengatakan bahwa ternyata lebih banyak jumlah bakteri di tangan perempuan ketimbang pria. Hal itu di dasari dengan fakta yang ia temukan dalam penelitiannya.Penelitian itu dilakukan dengan cara mengambil sampel 52 pasang tangan mahasiswa. Telapak tangan mereka kemudian dideteksi untuk mengetahui bakteri-bakteri yang ada.


Para peneliti berhasil mengidentifikasi 4.742 species bakteri dari seluruh telapak tangan yang ada. Seperti yang RKM kutip dari Foxnews, Rabu (5/11) dimana rata-rata ada 150 spesies bakteri di dalam satu telapak tangan.


Uniknya justru dari semua data yang ditemukan, tangan perempuan-lah yang memiliki jumlah bakteri lebih banyak daripada tangan pria. Tetapi jangan langsung berpikir bahwa perempuan itu lebih jorok.


Karena menurut Noah, hal itu bisa jadi karena tiap kulit memiliki daya tahan yang berbeda untuk melawan bakteri. Dimana pada kulit pria, daya tahan itu lebih kuat. Sehingga lebih banyak bakteri yang terbunuh. Sedangkan, daya tahan kulit perempuan lebh lemah, sehingga bakteri hidup yang ditemukan lebih banyak.

Walaupun tangan perempuan lebih banyak mengandung kuman daripada Pria tetap saja harus diperhatikan yang satu ini yaitu kita semua harus cuci tangan setiap mau akan dan selesai beraktifitas..betul tidak !

X-peed net 091108 15:47


RKM-30

Tugas Berat Tribrata-01 yang baru !


Sudah beberapa minggu setelah menjabat sebagai orang nomor wahid di jajaran Tribrata, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri-BHD melakukan gebrakan setelah mengumumkan nama perwira yang menduduki posisi sebagai Direktur Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kabareskrim Mabes Polri) Kapolri meminta orang-orang atau kelompok yang selama ini meresahkan masyarakat agar diamankan dan diproses secara hukum bahkan ada lima Kepala Kepolisian Daerah (KAPOLDA) untuk selalu mengaktifkan handphonenya selama 24 jam serta jajaran Polres Se-Jabodetabek dan dua Polres khusus yaitu Bandara dan Pelabuhan jika ada masyarakat yang butuh bantuan jika mereka mengalami tindak kriminal.

Kategori orang-orang yang di release oleh Bareskrim Mabes Polri adalah kawanan kapak merah, pencopet-penodong, preman dan kawanan Debt Collector yang memang kelompok-kelompok ini selalu meresahkan dan menakutkan warga ketika berada di jalan.

Apakah ini sudah membuat DKI dan wilayah Indonesia aman dari orang-orang ini, atau ini hanya sesaat saja atau ibarat anget-anget tai ayam untuk menunjukkan kepada 220 juta jiwa rakyat Indonesia bahwa 100 hari pertama tugas Kapolri untuk menyenangkan rakyat Indonesia adalah menyingkirkan orang-orang yang menurut warga adalah sampah masyarakat ? kalau menurut penulis apa yang di lakukan oleh BHD masih kecil dari permasalahan yang ada di dalam korps baju cokelat itu.

Maksudnya, adalah bahwa sebenarnya ibarat rumah supaya dilihat orang rumah itu bagus kiranya yang didalam harus dibersihkan dulu baru yang luar dibersihkan bukan sebaliknya, apa yang dilakukan BHD adalah sebaliknya sehingga kebusukan dari korps ini masih saja ada.

Apakah anda sambil menunggu kendaraan yang anda naiki sesekali memperhatikan gerak-gerik aparat korps baju cokelat di sekitar pertigaan Halim, atau mulai dari KODAM JAYA hingga HALIM ? kalau anda sudah pernah memperhatikan tidak masalah, kalau belum penulis perlu sampaikan bahwa kawasan Cawang mulai dari lampu merah Kodam hingga putaran Halim dekat terowongan adalah surga bagi petugas tribrata, penulis beberapa kali bahkan setiap hari mempergoki para petugas ini menerima sejumlah lembar rupiah daripada entah itu kenek, atau timer yang ada disana, dan jumlahnya bervariasi mulai dari Rp. 5,000 hingga Rp. 20,000 dan modus yang terapkan oleh mereka adalah seperti orang salaman tetapi didalamnya terselip beberapa lembar uang, jadi sekarang anda bayangkan berapa banyak uang haram yang masuk kedalam saku baik saku depan, samping kanan-kiri dan belakang personel polisi itu kalau satu kendaraan angkutan jenis Bus AKAP kenek atau timer memberikan Rp.5,000 dan anda tahu berapa banyak bus baik AKAP maupun reguler ditambah kendaraan kecil yang setiap jam keluar masuk halim, silakan anda hitung sendiri berapa sehari polisi itu mendapatkan penghasilan sampingan yang haram !

Itu baru personel Polisi yang bertugas di jalan, bagaimana dengan satuan polisi yang tiap hari berpakaian layaknya pria metroseksual dengan kemeja lengan panjang ditambah dasi dan celana bahan mengkilap setiap hari berada di belakang layar komputer model plasma atau note book merek terbaru. Beberapa hari ini penulis mendapatkan sebuah email yang dikirim secara berantai ke tiap milis (dilihat dari tujuan si pengirim email mengirimkannya) bahwa ada semacam bad cop good cop layaknya film-film barat yang bersetting kepolisian. Jadi surat elektronik yang dikirimkan berisi tentang kebusukan daripada suatu satuan khusus elite yang dimiliki oleh Kepolisian negara ini dimana dua orang pejabat dari satuan elite ini ( inisial GM dan SD) “membebaskan” A.I. salahsatu dari sekian banyak tersangka teroris yang meresahkan Bali untuk tidak tinggal di dalam Hotel Prodeo dengan hukuman seumur hidup sementara saudara-saudaranya tinggal menunggu mati dari keputusan tanggal mati mereka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung padahal dari segi barang bukti dan keikutsertaan paling berat adalah orang ini dimana sebagai otak pembuat sementara ketiga saudaranya hanya menyimpan 1 ton karbit, bahkan mereka sering keluar-masuk kedai kopi yang terkenal didunia, bahkan makan malam bersama dengan pejabat SD ini di rumah pribadinya, padahal dua pejabat dan orang awam tahu bagaimana sadisnya kelompok ini membuat nyawa 80 lebih jiwa rakyat yang kebetulan warga Australia

Kalau di lihat dari latar belakang dua pejabat ini, memang satu diantaranya GM sudah bermasalah dari dahulu, nama beliau mencuat ketika berhasil menangkap seorang wanita yang menyimpan lebih dari 1 kilo ekstasi yang kabur dari salahsatu LP di sebuah negara bagian di Amerika, setelah itu nama beliau tidak muncul hingga akhirnya muncul sebagai pelaksana kerja harian dari pada sebuah badan yang di Amerika disebut DEA selain merangkap sebagai penyidik daripada satuan elite yang mana satuan elite dibentuk dan didanai oleh Amerika dan Australia bahkan satuan ini paling elite dari semua satuan elite yang ada didunia.

Kalau begini caranya, sangat disayangkan sekali Polisi kok mau diperalat dan bekerja sama dengan teroris, dasarnya apa ? okelah kalau mereka digunakan diluar penjara dengan tujuan untuk mengorek informasi dan memancing teman-temannya keluar dari persembunyian dan ditangkap tidak masalah tetapi tokoh A.I. ini dimasukkan kembali ke dalam LP walaupun hukumannya beda, tapi kalau hanya sebagai kado atas tertangkapnya teman-temannya tapi dia tidak menjalankan hukuman dan berada diluar sangat tidak masuk akal sekali, apalagi yang diluar ini adalah biang dari segala biang terorisme, apa kata dunia ?

Lantas A.I. dianggap sebagai pahlawan bagi Polisi karena bisa membongkar jaringan mereka dan memvonis hukuman tembak bagi tiga temannya yang mana dua dari tiga tersangka ini adalah kakak dari A.I ? pahlawan memang iya tapi pahlawan kesiangan.

Kalau begini caranya, sia-sialah dana yang dihibahkan oleh AS dan Aussie untuk mendirikan satuan elite ini karena tidak digunakan maksimal, kasus ini harus segera ditindak lanjuti oleh Kapolri, bagaimanapun ini akan menjadi bertambah citra buruk bagi kepolisian dimata rakyat.

Karena dua tokoh ini juga telah menjelekkan instusi sendiri dan juga beberapa personel berpangkat jenderal serta dengan sombongnya bahwa kedua pejabat ini mengatakan hanya mereka berdualah yang bisa menangkap dan mengungkap jaringan teroris yang ada di Indonesia, bahkan pernah ingin “mengkudeta” Tribrata-01 yang kemarin baru saja pensiun dengan bekerja sama dengan seorang perwira loreng hijau, selain itu juga pernah mengadakan makan malam bersama dengan pengusaha yang sedang bermasalah ditingkat Mabes dan konyolnya kasus pengusaha ini tidak pernah selesai sehingga akhirnya beliau lapor dan terungkaplah, tetapi tetap saja dua manusia ini tidak pernah diperiksa.

Kalau memang mau meningkatkan citra kepolisian ke arah positif dimata masyarakat adalah dengan. Pertama, menata kembali struktur kepolisian karena seperti kasus dua pejabat ini adanya rangkap jabatan, kedua membentuk tim yang benar-benar tegas dan berani menindak aparat yang bersalah walaupun itu komandan mereka sendiri.

Karena selama ini banyak kasus yang melibatkan aparat penyelesaiannya selalu dengan cara kalau pejabat teras dimutasi ke tingkat Polda atau Mabes dengan tanpa jabatan dari 6 bulan sampai 2 tahun, setelah itu kalau ada berita mutasi jabatan atau kenaikan pangkat pejabat yang bermasalah pasti dimasukkan dalam daftar mutasi jabatan bahkan lebih tinggi jabatannya dari jabatan yang bermasalah itu, kalau memang bersalah walaupun pajabat teras sekalipun harus dipenjara dan BUKAN penjara khusus tetapi penjara umum, biar mereka tahu dan merasakan gimana rasanya hidup penjara bersama dengan mungkin orang yang pernah ditangkap oleh pejabat ini, karena yang ada sekarang setiap pejabat terutama kalangan militer ditangkap selalu dimasukkan ke dalam Hotel Prodeo milik mereka sendiri seperti yang ada di Kelapa Dua-Depok.

Keempat, adanya reward dan punishment kepada setiap personel kepolisian dimana kalau melakukan kesalahan harus dihukum dan mendapatkan penghargaan kalau mereka berprestasi. Kelima, selalu mendengarkan dan menjalankan apa yang menjadi keluhan daripada masyarakat, karena selama ini banyak masyarakat merasa diabaikan ketika berurusan dengan polisi seperti laporan kehilangan, prosesnya pun lama kalau mau cepat UUD-Ujung-Ujungnya Duit betul tidak ?

Apakah Preman yang ada di Indonesia tidak akan muncul lagi di jalan-jalan dan kedua pejabat satuan elite itu diproses serta diinapakan di Hotel Prodeo bersamaan dengan tokoh teroris ini dilihat kembali hukumannya ? hanya BHD dan Tuhan yang tahu, semoga Polisi di tangan BHD bisa menciptakan Good and Honour Police dimata rakyat Indonesia not Corrupt and Bad Police

Sudirman 101108 10:50

RKM-48

Jumat, 07 November 2008

Obama : Yes U Can !

All Staff, reader and visitor of Republik Kaum Miskin.blogspot.com would say Congratulation to Mr. Barrack Husein Obama as the 44th Presiden Of United State of Amerika

I hope You as a first man in United State of Amerika can change the perspektive world people about Amerika in past year leader by Bush Government can make Amerika in future as you leader be warm and friendly for world peacefull is same with you statement YES WE CAN

God Bless You


Bellagio 051108 23:45

Rvanca
Editor of RKM

Hare Gene Masih Ada Senior-Junior Dan Kekerasan fisik di Sekolah ?! Malu ama Kelamin Lu !


Beberapa hari belakangan ini banyak media yang memuat berita tentang dua peristiwa yang bersumber dari dua sekolah yang boleh dikatakan SMU favorit dan terkenal di Jakarta, walaupun beda wilayah meskipun cakupannya masih DKI tetapi dalam hal peristiwa ini ada perbedaannya.

Peristiwa pertama berasal dari sekolah favorit yang berada tidak jauh dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung Republik Indonesia – Blok M, memang sekolah ini adalah penggabungan dari dua sekolah yang sering bertikai di kawasan itu, kenapa sekolah yang tergolong favorit dan banyak diincar oleh sebagian besar orangtua untuk membanggakan harkat dan derajat silsilah keluarga bahwa anaknya bisa tembus sekolah itu, yaitu adanya laporan dari orangtua murid dimana anaknya sering diperas oleh kakak kelasnya terutama kelas tiga dengan nominal Rupiah yang berbeda-beda pada setiap anak, kemudian adanya tindakan asusila (berdasarkan hasil video yang RKM lihat di salahsatu stasiun televisi adanya aksi oral sex sesama jenis) dan kekerasan fisik dengan cara menyuruh beberapa orang untuk membuat semacam simulasi tawuran, atau mengajak beberapa adik kelasnya untuk membuat onar ketika ada angkutan umum yang didalamnya ada siswa dari sekolah lain, kalau tidak dilaksanakan maka sanksi dari kakak kelas ini pun sangat berat, mau tidak mau supaya tidak terkena sanksi dari kakak kelasnya mereka mau saja melakukan apa yang diperintahkan oleh kakak kelas.

Itu baru sekolah dikawasan Jakarta Selatan, bagaimana dengan sekolah yang lain pasti ada kejadian yang “menarik” ? tentunya saja ada, mari kita sedikit bergeser ke arah daerah perbatasan antara Jakarta Selatan dengan Jakarta Timur, dimana ada sekolah yang nama sekolah ini mirip dengan nomor trayek sebuah angkutan umum jurusan Kp.Melayu-Bekasi ada apa dengan sekolah ini.

Ternyata ini baru saja terjadi dimana, ada seorang bapak melaporkan tindakan daripada seorang pelatih Futsal sekolah itu ke Polisi Resort Metropolitan Jakarta Selatan dengan tuduhan adanya pelecehan seksual, dimana menurut keterangan dari anak bahwa jika ingin masuk tim harus mengikuti beberapa persyaratan antara lain mereka disuruh telanjang atau disuruh bermain kartu kalau kalah mereka maka yang disuruh telanjang dan (maaf!) alat kelamin mereka dipegang-pegang dan dimainkan selama satu menit!, akhirnya pada hari itu juga sang Pelatih yang ternyata memiliki orientasi seksual yang menyimpang menyerahkan diri dengan mendatangi Kantor Polres Jakarta Selatan.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, sudah sebegitu parahkah kekerasaan hingga menyimpang kearah pelecehan seksual dikalangan pelajar putih abu-abu, demi yang namanya kehormatan angkatan atau senioritas ? kita tidak bisa pungkiri kenapa ada kejadian ini karena mereka hanya meneruskan dari apa yang kakak kelas mereka lakukan ketika mereka baru memasuki wilayah sekolah itu.

Kita tidak usah menutup mata atau anda mengatakan bahwa di jaman saya, sekolah saya tidak pernah ada hal-hal seperti itu. Kalau anda bicara seperti itu berarti anda MUNAFIK, tetapi itulah kejadiannya anda mungkin tahu bagaimana kalau yang namanya kakak kelas itu ada UU-nya yaitu pasal satu, segala tindak tanduk kakak kelas atau senior walaupun salah adalah dibenarkan.pasal kedua, adik kelas harus menurut apa yang diminta dan diinginkan oleh kakak kelas dan terakhir pasal ketiga, jika kakak kelas atau senior melakukan kesalahan baik yang manusiawi atau berlebihan lihat pasal satu, benar tidak ?

Mungkin hanya dua sekolah ini saja kali yang kena “apes” padahal semua sekolah dari ujung Sumatera hingga ujung Papua pasti melakukan apa yang terjadi di dua sekolah itu, bahkan ada alumni yang meminta “jatah” dari adik-adik kelasnya setiap kelas jika berkunjung ke sekolah atau sedang tidak punya ongkos untuk (mungkin!) dugem atau Check-in One Night Stand dengan pacarnya, ini konyol sekali !

Yang harus diantisipasi oleh semua pihak adalah, kalau mau sekolah-sekolah dan institusi pendidikan di Indonesia bersih dari kekerasan sekolah adalah pihak sekolah bersama-sama dengan Kepolisian mengusut sampai tuntas ke akarnya, siapa yang pertama kali membuat program ini, kalau yang membuat “program “ ini sudah alumni bahkan menduduki posisi strategis di negara ini atau dimulai ketika sekolah ini berjalan dua angkatan laporkan dan seret untuk dipesankan kamar Hotel Prodeo (walaupun diantara mereka sudah ada yang meninggal atau sudah tua bangka paling tidak teman-teman mereka yang seangkatan harus bertanggung jawab) kalau perlu sampai kepala sekolahnya juga ketika itu, karena kalau menurut penulis hanya misalnya angkatan terakhir atau kelas tiga yang diseret ke kamar Prodeo, enak sekali alumni-alumni yang diatas mereka yang telah menyiksa mereka, ibaratnya mereka yang kelas dua dan tiga hanya mendapatkan getahnya saja, padahal mereka mendapatkan tongkat estafet dari alumni, jadi ke bawahnya mereka akan takut kalau mau membuat “program” itu dan juga menyadarkan para alumni ini bahwa apa yang mereka perbuat ketika mereka masih duduk dibangku sekolah adalah salah dan hanya ORANG GILA yang mau melakukan itu.

Peran Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Menengah membuat semacam kebijakan atau aturan keras dimana jika ada sekolah yang muridnya melakukan tindakan seperti dua sekolah itu, sang Kepala Sekolah beserta jajarannya diberi peringatan mulai dari MUTASI ke sekolah didaerah pedalaman hingga PEMECATAN dan SERET KE POLISI karena tidak becus mengurus anak didik disekolahnya, karena penulis melihat mungkin para pendidik ini tahu ada kejadian seperti itu tetapi ditutup-tutupi karena (mungkin) beberapa pengajar dan staff dari sekolah itu adalah alumni juga dari sekolah itu, kalau perlu ditutup sekolah ini selama satu tahun, seperti model kesatuan tentara jika berulah.

Selain itu juga perlunya ada pengawasan dari pihak sekolah, kita tahu fungsi guru di sekolah hanya bersifat sementara dari jam 7 hingga 15.30 untuk mengawasi aktivitas mereka selebihnya adalah tanggung jawab orangtua, disinilah letak kegagalan pendidikan kita, karena sifat egoisentris dan individualis tingkat tinggi, dimana mungkin 8 dari 10 orangtua tidak pernah mengawasi dan mengajak interaksi anak dengan kasih sayang ketika dirumah, lebih mementingkan bagaimana mendapatkan materi untuk anak ini, kemudian dari sekolah pun sama, jarang memberi perhatian dengan kasih sayang dan interaksi kepada muridnya yang ada dipikiran para penddi ini adalah datang tepat waktu, absensi tidak pernah bolos, memberikan materi setelah itu pulang dan setiap tanggal 25 atau tanggal 1 setiap bulan menerima yang sudah menjadi hak saya sebagai pengajar, dan kalau seperti ini terjadi paling jawaban mereka simple kita tidak bisa mengawasi mereka selama 24 jam, kita hanya mengawasi selama 6-8 jam setiap hari setelah dari 6-8 jam itu giliran orangtua, padahal dengan kegiatan yang “kreatif” ini nama sekolah dan mereka pun tercemar, karena tidak becus mendidik murid mereka.

Mau sampai kapan kekerasan fisik terjadi di kalangan siswa Putih Abu-abu hanya demi mengejar yang namanya kehormatan angkatan dan senioritas walaupun itu adalah sifat dari seorang PECUNDANG SEJATI !!! kita lihat saja nanti

Buat para Senior Putih Abu-abuers, kalau anda INGIN DI HARGAI oleh adik kelas anda maka bersikaplah layaknya LELAKI SEJATI dan sebagai pengayom dalam satu ikatan kekeluargaan sekolah BUKAN beraninya bermain di atas nama angkatan dan senioritas, kalau itu masih anda lakukan berarti anda PECUNDAG SEJATI, malu sama (maaf!!?) KEMALUAN ANDA, LEBIH BAIK anda menjalani Operasi TRANSGENDER saja atau mungkin ke sekolah memakai rok sementara teman anda yang perempuan memakai celana panjang bahan ! anda pilih yang mana ?…

STOP VIOLENCE IN SCHOOL RIGHT NOW !!!


Jl. Sudirman 041108

Rvanca / RKM-31