Sabtu, 23 Agustus 2008

Politik Luar Negeri Indonesia yang Tidak Bebas Aktif lagi


Pertama-tama ingin mengucapakn selamat ulangtahun kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang ke – 63, semoga dengan semakin bertambah usia semakin bertambah juga diplomasi yang dilakukan Indonesia melalui Kementerian ini sebagai ujung tombak daripada negara ini terhadap dunia luar termasuk salahsatunya adalah bersikap kritis dan sedikit keras didalam forum Internasional.


Negara kita memang menganut sistem Politik Luar Negeri yang bebas aktif dalam artian negara kita bebas melakukan hubungan bilateral tanpa memandang negara itu berada dalam kawasan barat atau timur seperti sebelum terbentuk gerakan non blok dimana Amerika dan USSR ( sekarang Federasi Rusia) membentuk blok barat dan timur, serta aktif adalah Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan ikut aktif dalam kegiatan internasional maupun organisasi internasiona dan terbukti Indonesia sudah beberapa kali mengikuti kegiatan internasional salahsatunya yang terakhir adalah ikut bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB untuk Libanon – UNIFIL dengan sandi Garuda XXIII A yang pada gelombang pertama terdapat putra pertama sang Presiden sebagai komanda pleton.

Sebenarnya Politik Luar Negeri Indonesia menurut penulis sudah agak menyusut kadarnya kenapa ? karena kita bisa lihat bagaiamana kiprah Indonesia di Forum Indonesia tidak ada gaungnya sama sekali bahkan berontak kalau dibandingkan dengan era Bung Karno, tetapi ada satu vokalnya Indonesia lewat kedinginan dari seorang diplomat muda kita yang kini menjadi orang nomor satu Indonesia di Badan PBB tepatnya menjadi Kepala Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB- New York, Amerika Serikat yaitu R.M. Marty Natalegawa mantan Jubir Kementerian Luar Negeri Indonesia dan juga Mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris meliputi Republik Irlandia dan Wales serta Skotlandia, dimana pada rapat dewan untuk meminta suara dari negara anggota PBB soal nuklir Iran yang dihembuskan oleh Amerika suara Indonesia melalui beliau mengatakan bahwa Indonesia abstain dengan catatan melihat kembali dasar program nuklir Iran tersebut, dan apa yang terlontar dari diplomat muda ini membuat suasana rapat agak sedikit terkejut dengan apa yang Indonesia lakukan terhadap isu ini.

Ada satu hal yang mengganjal penulis terhadap Politik Luar Negeri Indonesia ini yaitu pada persoalan perdamaian di Timur Tengah yang menurut penulis Indonesia agak sedikit pilih kasih dan berat sebelah, kenapa ? karena memang Indonesia diminta oleh negara-negara kawasan Teluk untuk bisa mendamaikan konflik Timur Tengah dalam hal ini konflik Israel – Palestina yang sampai saat ini tidak ada titk temu untuk berdamai, alasan negara – negara kawasan teluk ini meminta Indonesia sebagai mediator perdamaian dikarena Indonesia sebuah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar dan peringkat pertama di dunia, paling tidak bisa menjembatani masalah ini tetapi sampai sekarang kalau menurut penulis ada beberapa kendala kenapa sampai sekarang kedua negara itu tidak bisa berdamai dan sejalan. Yaitu menurut penulis yang pertama, adalah sikap Indonesia yang lebih memihak Palestina ketimbang Israel kita bisa lihat sendiri Palestina oleh Indonesia terutama 100 juta lebih umat Islam dari Aceh hingga Papua baik yang ideology Islam secara halus sampai kepada ideology radikal menyambut rakyat Palestina bak seorang raja, apa yang dilakukan oleh Palestina ketika bentrok dengan tentara Israel selalu dielu-elukan dan dibela habis-habisan, bahkan sampai ada sebuah partai politik dalam program kerjanya menyelipkan satu kebijakan untuk memberi bantuan dana dimana mengajak setiap lapisan masyarakat termasuk anggota partai ini untuk berpartisipasi satu orang menyumbang US $ 1 untuk satu warga Palestina, padahal kalau dilihat menurut penulis lebih berharga dan elegan kalau US $ 1 itu disumbang untuk orang yang membutuhkan di negara ini ibaratnya, urusan perut sendiri tidak bisa diatasi mana urusan perut orang lain yang di urusin.

Kalau begitu pertanyaannya sekarang adalah benarkah Israel bersalah atas apa yang terjadi di Timur Tengah sampai detik ini atau sebaliknya ? kalau menurut penulis salah atau tidaknya Israel bisa kita lihat dari pembicaraan untuk mencapai perdamaian, tapi apakah bisa terwujud jika sampai hari ini diplomat kita belum bisa berbicara dengan kalangan birokrat Israel karena masih saja mengacu pada yang namanya solidaritas Palestina dan negara Arab.

Sebenarnya sederhana untuk mendamaikan dua negara ini tapi sampai detik ini belum bisa diwujudkan adalah memanggil pejabat otoritas Israel dan mendengarkan apa yang mereka mau karena ya itu sampai saat ini Pemerintah Republik Indonesia belum sama sekali memanggil dan melakukan pembicaraan dengan pejabat dari Israel dikarenakan kebijakan yang penulis utarakan di atas tadi.

Kalau boleh kasar maaf sebelumnya, negara ini ternyata negara yang munafik. Maksudnya munafik adalah disaat para pejabat kita selalu mengkampanyekan Say No To Israel dan menjelekkan Israel dengan kata-kata yang tidak pantas, ternyata itu semua tidak berlaku untuk kalangan industri tepatnya para pengusaha, ternyata berdasarkan hasil riset dan wawancara RKM dari seorang wartawan yang bertugas dan tinggal di kawasan teluk beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa transaksi dagang antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Israel hingga berjuta dollar Amerika, tetapi karena kebijakan negara Indonesia, sehingga transaksi itu dilakukan di negara ketiga yang tidak lain dan tidak bukan adalah melalui Kedutaan Israel di Asia, seperti Kedutaan Israel di Singapore atau di Bangkok. Modusnya pun cukup unik apa yang dilakukan oleh para pengusaha kedua negara ini, selain transaksi dilakukan oleh negara ketiga dalam hal ini kedutaan, pasokan barang pun selalu ditempat dinegara ketiga, dimana ketika akan diekspor dari Jakarta terlebih dahulu ditempatkan di Singapore atau Bangkok setelah itu baru diambil oleh pengusaha Israel begitupun sebaliknya. Komoditi yang diminati oleh pengusaha Israel terhadap produk-produk Indonesia dan paling banyak ada di kota-kota di Israel adalah tekstil, pakaian dan peralatan olahraga serta kerajinan tangan, sedangkan yang diminati oleh pengusaha Indonesia terhadap komoditi Israel adalah kepada hasil alam dan furniture, jadi penulis tidak heran ketika pada saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004, ada isu യന്ഗ് mengatakan bahwa pemerintah Israel mendonasikan berupa barang dan dana yang nominalnya lumayan besar untuk korban Tsunami dan dikirim dari Tel-Aviv menuju Singapore lewat Kedutaan Israel di Singapore dan dari sana pihak kedutaan mengirimkan lagi melalui Batam lalu langsung ke Aceh, walaupun di bantah oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan juga Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam yang ditunjuk langsung oleh Presiden tetapi benar atau tidak dalam bentuk nyata bantuan itu paling tidak kita bisa melihat kepedulian social daripada rakyat Israel bila kita melihat kebrutalan mereka yang sering kita lihat dan baca di media massa.

Kembali ke soal perdamaian, RKM melihat Indonesia sebenarnya bisa mengambil peran penting dalam hal ini dengan catatan harus bisa meminggirkan sedikit masalah diplomasi dengan Israel, kita tahu bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatic dengan Israel karena bagaimanapun juga kalau kita tidak bisa duduk satu meja dan mendengar keluh kesah dari Israel niscaya yang namanya perdamaian itu tidak akan ada, cobalah sekali-sekali berdialog dengan Israel kalau perlu kita undang pejabat yang berkepentingan untuk datang ke Jakarta berdialog, berdasarkan catatan yang RKM baca setidaknya pernah sekali Menteri Luar Negeri kita melakukan pembicaraan dengan pejabat Israel disela-sela acara tahunan PBB di Markas Besar PBB New York dan setelah itu tidak ada lagi yang namanya pertemuan.

Sebenarnya masalah Israel – Palestina ini ibarat buah simalakama bagi Indonesia karena kalau kita tidak menjadi mediator perdamaian ini, maka kedua negara ini akan semakin hari akan terus menjadi kuburan massal bagi penduduk kedua negara, kalau kita damaikan dan terbentuklah negara Palestina maka ada beberapa negara di kawasan Teluk akan ketakutan dengan kehadiran negara Palestina ini, kenapa ? ternyata usut punya usut yang RKM temukan ketika sedang menghadiri sebuah peluncuran buku dari seorang anggota LSM Perdamaian yang concert akan masalah TimTeng asal Amerika di sebuah Universitas lewat seorang pensiunan Kementerian Luar Negeri yang pernah bertugas sebagai sekretaris bidang politik disalahsatu KBRI di kawasan teluk, mengatakan bahwa negara-negara kawasan Teluk sebenarnya tidak menginginkan Palestina menjadi sebuah negara karena kemampuan pikiran atau maaf bahasa kasarnya isi otak daripada rakyat Palestina dalam melihat situasi dan bidang lebih maju dan pintar daripada isi otak dari rakyat negara-negara kawasan Teluk, sehingga dikalangan pejabat kawasan Teluk mereka takut akan dijadikan “alas kaki “ bagi Palestina, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah Indonesia masih berminat jadi mediator dengan kondisi yang jeals-jelas menohok dari belakang.dimana pada awal-awal negara-negara kawasan teluk meminta Indonesia untuk menjadi mediator

Saran RKM untuk para bapak-bapak di Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang akan mencoba mendamaikan kedua negara ini yaitu cobalah anda mengundang pejabat terkait Israel untuk datang ke Jakarta guna membahas masalah ini, karena bagaimana bisa dibantu mendamaikan kalau Jakarta hanya mendengar keluh kesah dari satu pihak saja yaitu Palestina sementara Israel diacuhkan, siapa tahu yang salah selama ini Palestina bukan Israel, karena Israel sudah terstigma sebagai negaranya kaum yahudi padahal banyak rakyat Indonesia tidak tahu bahwa di Israel sendiri ada juga warga Muslim dan agama lain, begitu juga di Palestina walaupun banyak yang beragama muslim tetapi ada juga yang beragama non muslim bahkan Yahudi sekalipun jadi konflik negara ini sebetulnya bukan masalah agama belaka, tetapi urusan ideology dan paham saja.

Apakah Israel – Palestina akan berdamai berkat kelihaian diplomasi daripada Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, atau Palestina menjadi negara baru yang merdeka dan membuat ketakutan bagi negara-negara sekitar Palestina karena kebrilianan dan kecerdasan dari rakyat Palestina ? kita tunggu saja kelanjutannya॥






दिपोनेगोरो 82

Rabu, 20 Agustus 2008

Tidak Konsistennya Para Calon Pemimpin Negara ini


Gendering pesta demokrasi tahun 2009 sudah terdengar bahkan kabar terakhir sejumlah partai politik sudah memasukkan data anggota partai mereka yang akan berebutan kursi manis di Senayan untuk periode 2009-2014, mulai ada partai yang mengusung anak muda, ada juga yang mengusung artis-artis karbitan dan ada juga partai sebagai tempat penampungan anggota partai lain layaknya TPA Bantar Gerbang kalau TPA Bantar Gebang itu sampah kalau bidang politik adalah orangnya.

Kenapa RKM mengatakan itu, ini terkait dengan adanya pemberitaan bahwa ada salahsatu anggota dewan dari salahsatu parpol yang didepak karena menghina Presiden dan menganut paham poligami tiba-tiba masuk kedalam partai yang dibina oleh seorang yang telah dihinanya yaitu siapa lagi kalau bukan Partai Demokrat.

Adakah yang salah dengan orang ini ? penulis memang sengaja tidak mencantumkan nama seseorang ini bukan karena takut kena pasal pencemaran nama baik tetapi biarlah para pembaca yang mengiranya dan mungkin juga sudah tahu siapa orangnya. Memang disatu sisi tidak ada salahnya pindah partai tiap ada pesta demokrasi tetapi yang RKM heran adalah kenapa beliau masuk ke partai yang jelas-jelas beliau hina pembina dan pendiri dari partai itu, mau dikemanain itu muka ?

Alasan beliau karena mimpi ? tidak mungkinlah kalau menurut RKM masuk democrat karena mimpi belaka, apa yang dilakukan oleh orang ini lebih kepada pencitraan dia yang sudah rusak karena tuntutan penghinaan Presiden dan berpraktek poligami yang mana mungkin partai yang beliau bernaung dahulu melarang praktek Poligami, sehingga orang ini keluar.

Tetapi kalau menurut catatan seperti berita yang sering RKM baca dan lihat orang ini agak sedikit pengecut dan munafik kenapa ? RKM pernah mencatat ketika partainya mengadakan Munas yang mana beliau mencalonkan diri sebagai ketua umum bersaing dengan kandidat lainnya, kemudian beliau pernah berkomentar dengan lantang kalau saya kalah maka saya mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR, ternyata Munas tidak mengkehendaki beliau duduk sebagai orang nomor satu dipartainya yang konyolnya adalah apa yang beliau ucapkan tidak sesuai dengan perilakunya karena sampai ada kasus pencemaran dan penghinaan Presiden beliau masih tetap duduk manis di podium Senanyan, apakah ini mental ksatria ?

Yang perlu ditanyakan kepada beliau adalah, apa alasan masuk ke Demokrat apakah ingin dikasihani karena tidak ada partai yang mau menerimanya atau hal lain ? RKM agak sedikit prihatin dengan sikap Demokrat yang jelas-jelas secara institusi dan nurani sudah dirusak oleh tokoh ini tapi kok bisa begitu saja diloloskan menjadi anggota partai bahkan masuk jajaran anggota legislative walaupun katanya menerima tokoh ini dengan jiwa besar tapi apakah tidak rusak citra democrat dengan masuknya tokoh ini yang pernah menghina dan mencemarkan sang Pendiri partai sudah begitu menganut paham Poligami, bukankah kalau tidak salah istri dari pendiri partai ini pernah merekomen salahsatu menteri dikabinet untuk diganti karena menganut paham poligami, kalau sudah begini bagaimana partai memberikan penjelasan kepada konstituennya yang sejalan dengan paham sang istri pendiri partai ?

Seharusnya KPU sebagai otoritas dalam hal administrasi partai harus membuat semacam kebijakan yang berbadan hukum dimana seorang warga negara Indonesia tidak boleh berpindah-pindah partai sampai batas waktu tertentu, misalnya warga negara Indonesia yang ingin pindah partai baru boleh dilakukan lewat dari dua kali pemilu, walaupun itu jelas melanggar HAM, tapi kalau tidak dibeginikan mau jadi apa politik tanah air kita, sementara negara lain menurut pantauan RKM tidak ada tuch seorang warga negara yang menjadi bagian partai pindah-pindah ideologinya ke partai lain..memang aneh Politik Indonesia kita ini.

Ambon 5 , 2008

Selasa, 19 Agustus 2008

Sebuah negara yang bernama Republik Kaum Miskin

Mungkin anda sebagai pengunjung setia atau pembaca setia webblog ini bertanya-tanya kenapa nama webblog ini seperti nama sebuah negara baru, tetapi kenapa ada negara didalam negara ?

Mungkin dibawah ini adalah semacam pertanyaan yang dilakukan oleh sejumlah orang kepada penulis dan penulis coba menjawabnya melalui model wawancara silakan membaca dan menyimak..

Kenapa nama dari web anda Republik Kaum Miskin ?

Pertama-tama penulis ingin ucapkan terimakasih kepada para pembaca dan pengunjung dari seluruh dunia yang melihat web penulis ini bahkan memberi komentar dan mendonasi untuk kemajuan blog ini, kenapa namanya Republik Kaum Miskin karena pertama, pengen beda saja dengan yang lain, kedua web ini penulis buat untuk merefleksikan bahwa di negara ini masih banyak kaum miskin yang tidak terperhatikan oleh negara walaupun berdasarkan data resmi pemerintah tingkat kemiskinan sudah rendah tetapi kenyataannya (?), padahal jelas sekali bahwa dalam UUD kaum miskin ini berhak dilindungi dan diangkat derajatnya, tetapi kenyataannya mana mereka hanya diangkat derajatnya ketika Pilkada setelah itu kembali lagi diturunkan derajatnya dan itu terus menerus hingga saat ini.

Lantas sebelumnya anda pernah membuat webblog dengan nama Republik Rakyat Jelata (RRJ) ?

Betul, sebelum penulis membuat RKM sempat membuat webblog dengan nama Republik Rakyat Jelata (RRJ) tapi hanya bertahan kalau tidak salah 6 bulan.

Kenapa anda pindah ?

Sebenarnya tidak pindah, jadi begini RRJ itu adalah pertama kali proyek penulis bersama kawan-kawan penulis dari denominasi kampus-kampus dan juga kawan-kawan sekolah penulis yang sejalan satu pikiran dengan penulis, lantas kenapa anda bertanya pindah, sebenarnya tidak pindah, RRJ masih tetap online kok hanya mereka mungkin sedang membuat inovasi dalam bentuk rangka web, kenapa penulis pindah karena mungkin penulis lebih enak menuangkan apa yang ada dalam kepala penulis secara personal bukan Lembaga, jadi bukan karena suatu hal makanya pindah dan buat webblog, tetapi penulis masih tetap berkomunikasi dengan kawan-kawan di RRJ, bahkan masih juga kirim tulisan ke mereka.

Boleh tahu konsep RRJ awal terbentuk dan apakah sama dengan RKM, kalau sama kenapa juga anda pindah ?

Begini… perlu penulis informasikan supaya tidak salah lagi, awal mula RRJ dibentuk di sebuah pelataran parkir dekat kampus di kawasan Diponegoro yang dihadiri beberapa kawan-kawan denominasi kampus yang merasa negara ini tidak adil terhadap warganya, dari sekedar mengobrol ala warung kopi melihat situasi rakyat negara ini, sehingga tercetuslah bagaimana pesan dari kita-kita untuk menyadarkan para pembesar negara ini supaya lihat ke bawah banyak rakyat miskin dan jelata yang sama-sama membangun negara ini malah terlantarkan oleh negara, akhirnya tercetuslah pembuatan webblog RRJ ini, kemudian penulislah yang diminta jadi penanggung jawab operasioanal dan Redaksional, RRJ sempat beberapa kali mengalami kemunduran dan kebosanan sehingga sampai suatu waktu kawan-kawan sedikit menyerah dan menyerahkan semua webblog itu untuk penulis dalam artian webblog itu bisa diartikan menjadi hak kepemilikkan pribadi sampai ada batas waktunya dan pada tanggal 16 Agustus 2008-lah kami semua yang membuat RRJ ini rapat untuk menentukan mau di kemana RRJ kedepan dan diputuskanlah RRJ tetap jalan tetapi dengan konsep baru, kenapa penulis pindah ? sebenarnya tidak pindah karena ya itu tadi kawan-kawan merasa mendapatkan “roh”: kembali untuk menulis dan menyindir pemerintah lewat tulisan, dan di satu sisi juga penulis ingin merasakan suasana baru walaupun agak berat meninggalkan RRJ yang sudah menjadi bagian dari kehidupan penulis.

Tentang konsep sebenarnya sama saja, tetapi yang membedakan mungkin gaya bahasanya kalau di RRJ kita bisa membatasi kata-kata yang tidak pantas untuk dihaluskan, sementara di RKM penulis lebih bebas dan tanpa batasan redaksional walaupun bahasa juga harus dilihat juga apakah sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku di negara ini. Itu saja.

Oh Begitu ya ceritanya..lantas bagaimana dengan operasional RKM apakah operasional berasal dari kantong sendiri apa ada donasi ?

Soal itu secara operasional memang berasal dari kantong sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada rekan-rekan yang mungkin sepaham dengan apa yang penulis utarakan bisa mendonasikan dana anda tapi yang pasti BUKAN dana yang illegal seperti hasil korupsi atau pencucian uang, karena kami menolak. Toch dana yang anda donasikan ke rekening RKM bukan sepenuhnya untuk kantong pribadi melainkan nantinya akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang pernah penulis angkat ke RKM, dan rencana kami bulan depan akan kami sumbangkan ke suatu tempat yang mungkin kami akan beritahukan.

Bagaimana tanggapan dan responden pembaca dan pengunjung RKM ?

Sejauh ini penulis pantau sudah banyak yang melihat dan ada pula yang memberi komentar terhadap beberapa tulisan yang penulis buat atau sekedar mengisi buku tamu, itu menunjukkan menurut penulis bukan sombong, bahwa mereka setuju dan mendukung apa yang ada di RKM untuk kemajuan negara ini supaya lebih maju.

Dan pengunjung dari webblog RKM tidak hanya dari Indonesia saja tetapi dari 5 benua ada semua disini, silakan anda lihat sendiri ya.

Tulisan anda bernada keras terhadap apa yang dilakukan pemerintah, kenapa anda tidak mencalonkan diri menjadi legislative ?

Waduh… ini pertanyaan yang sangat sulit. Penulis tidak tertarik tuch dengan jabatan legislative karena anda bisa lihat sendiri bagaimana kerja mereka yang tiap hari hanya 4 D, Datang-Duduk-Diam-Dengar lalu keluar dapat uang tanpa ada kejelasan untuk rakyat tapi bilangnya diatas nama rakyat,belum lagi skandal yang bau dari dalam sana yang membuat penulis ogah masuk Senayan, lebih baik menjadi penggembira daripada negara ini.

Dengan penulis mengutarakan apa yang penulis lihat dan mengkritik pemerintah paling tidak sudah menjadi suatu kebanggaan daripada harus menjadi orang munafik tapi senang-senang diatas penderitaan orang kecil betul tidak ?.

Tulisan anda rata-rata lebih mengkritik kerja pemerintah yang tidak beres terhadap rakyat..boleh tahu anda mendapatkan inspirasi darimana saja ?

Wah itu pertanyaan yang sering penulis dapat ketika berjumpa orang banyak dan membicarakan tentang tulisan penulis, penulis banyak sekali membaca buku atau melihat sekitar yang kira-kira menyusahkan hati penulis, soal inspirasi banyak ya seperti tokoh-tokoh muda misalnya John Fitzgerald Kennedy, Marthin Luther, Soe Hoek Gie, Fadjroel Rahman, Forum Kota, Tan Malaka, dan masih banyak lagi.

Lumayan berat juga ya inspirasi anda, tetapi kenapa Forum Kota dan Tan Malaka ?

Kenapa Forum Kota-Forkot, karena disinilah mata penulis terbuka akan kehidupan yang sebenarnya di negara ini, yang tadinya hanya bisa berkata kenapa ? sekarang sudah tahu arti dari kenapa itu, makanya kenapa tulisan penulis agak-agak sedikit kata orang ekstrim karena ya itu factor dari bergaul, tapi ada positifnya bergaul dengan kawan-kawan pergerakan yang kata orang agak gila dan sadis kalau berdemo yang ujung-ujungnya bentrok dengan aparat.

Tan Malaka..siapa yang tak kenal dia, kalau orang awam mungkin hanya tahu dia pahlawan nasional tapi untuk kawan-kawan pergerakan pasti tahu siapa itu Tan Malaka, kasarnya adalah tanpa usaha Tan Malaka maka nama Republik Indonesia tidak akan ada kenapa ? karena dialah yang menggagas nama Indonesia sebagai negara pertama kali BUKAN Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan 56 tolong di catat! Karena menurut beliau kemerdekaan itu harus diraih dengan tangan sendiri BUKAN hadiah seperti apa yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 dan proklamasi 17 Agustus 1945, mosok mendeklarasikan kemerdekaan tidak boleh menggunakan sarana media untuk publikasi keluar negeri aneh bukan ?

RKM di masa depan bagaimana ?

RKM tetaplah RKM dimana sebagai media penyampaian pesan moral bagi pemerintah, ibaratnya RKM itu adalah mercu suar dari Indonesia yang setiap saat harus diingatkan agar selalu ingat akan masyarakat jelata dan miskin dan juga mereka sama derajatnya di mata Tuhan karena tanpa mereka tidak ada negara Indonesia.

Pesan untuk para pengunjung dan pembaca anda ?

Sekali lagi terimakasih kepada para pengunjung dan pembaca di webblog penulis yang baru http://republikkaummiskin.blogspot.com yang selalu memberi komentar terhadap tulisan penulis.

Pesan penulis simple dan sederhana yaitu janganlah jadi manusia paling munafik, jadilah mercu suar bagi negara ini, kalau memang anda merasa jadi korban ketidakadilan daripada pemerintah turun ke jalan bersama mahasiswa jangan Cuma bisa mencibir kelakuan demontrasi mahasiswa, karena bagaimanapun anda terutama para pekerja yang berada di sekitar Thamrin-Sudirman serta yang berdekatan harus berterimakasih kepada para mahasiswa, tanpa mereka apa anda bisa melakukan penolakakn seperti apa yang mahasiswa lakukan ?

Dan bukannya mau mengemis, tapi kalau memang anda sepaham dengan apa yang penulis utarakan dan ingin mengalurkan dana anda, silakan saja kami menerima dengan lapang asalkan dana yang anda donasikan bukan dari hasil kegiatan anda yang bersifat illegal, karena kami tidak segan-segan untuk melaporkan kepada pihak yang terkait..

Selamat menikmati dan merenung apa yang sedang anda baca dan lakukan sesuai dengan hati nurani.


Ambon- Demak 2008

Indonesia..contohlah negara Amerika Latin dan Iran , Jangan Amerika


Kalau bicara soal negara ini beserta isinya tidak akan pernah abis untuk dibicarakan apalagi menjelang hajatan 220 juta jiwa rakyat Indonesia dalam hal demokrasi yaitu Pemilihan Umum tahun 2009 yang tinggal menghitung hari ke depan.

Indonesia telah memasuki usia 63 tahun, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan umurnya, terbukti masih banyak rakyat masuk kategori berada dalam bawah garis kemiskinan, korupsi dimana-mana, skandal-skandal yang tidak jelas dan membuat aib keluarga, tidak punya tanggung jawab apa yang telah diperbuat kepada rakyat dan itu terus-menerus hingga hari ini kalau kita menyimak berita-berita yang tersaji oleh kawan-kawan jurnalis.

Pembaca dan pengunjung blog ini pasti bertanya ada apa dengan judul diatas ? memang judul di atas sengaja penulis buat untuk sekedar menjadi bahan perenungan bagi para anak bangsa yang ingin maju dalam pesta demokrasi tahun depan atau yang mencalonkan diri menjadi Presiden untuk lima tahun kedepan.

Kenapa Amerika Latin, kita tahu bagiamana kondisi negara-negara dalam lingkungan Amerika Latin tidak jauh berbeda dengan negara kita dalam berbagai bidang misalnya dalam kondisi ekonomi negara kita dengan negara kawasan Latino tidak jauh berbeda dalam posisi berkembang dan banyak rakyat miskin, dalam geografis juga sama-sama dilintasi oleh garis khatulistiwa yang juga mendapatkan sinar matahari yang lama ketimbang negara-negara lain seperti Eropa dan Amerika Utara, termasuk dalam urusan kriminal pun sama dengan negara kita banyaknya tingkat korupsi yang tinggi dan nepotisme yang diluar kewajaran akal sehat manusia.

Tetapi ada yang beda dengan negara Latino ini dengan negara kita apakah itu ? mereka mau bangkit dari keterpurukan misalnya ekonomi dengan cara mereka sendiri tanpa ada stempel atau embel-embel daripada negara adikuasa Amerika Serikat, sedangkan negara kita ? bangkit ya bangkit tapi dengan bantuan Amerika Serikat.

Terbukti ketika tahun 1997 kala itu krisis ekonomi melanda semua negara di dunia termasuk negara Indonesia, Amerika berperan untuk menawarkan paket ekonomi yang cukup dijangkau oleh negara-negara berkembang lewat badan keuangan internasional – Internasional Monatary Fund-IMF, sebenarnya Indonesia lewat dinasti Cendana tidak mau menggunakan, tetapi karena di desak oleh anak buahnya yang alumni dari sebuah universitas yang mungkin di Indonesia terkenal tapi disana sepertinya tidak ubahnya seperti Universitas ecek-ecek akhirnya negara kita menggunakan jasa IMF dan akhirnya apa ? berkat “kecerdasan” daripada orang-orang lulusan universitas tidak jelas inilah hingga sekarang ekonomi kita tidak beraturan, beda dengan negara-negara Latino walaupun mereka terkena imbas dari krisis ekonomi tapi mereka bisa menolak tawaran Amerika dan terbukti hingga sekarang, meskipun hidup mereka sederhana bahkan miskin tetapi perekonomian mereka terutama sektor pertanian bisa stabil beda dengan negara ini.

Seperti inilah yang harus dicontoh oleh calon Presiden negara ini yang akan duduk manis di Komplek Merdeka Utara hingga Selatan, contohlah kiprah dari Presiden Evo Morales dari Bolivia yang dengan tegas dan keras meminta para CEO perusahaan minyak asing yang berada di Bolivia untuk menuruti apa yang diinginkan Morales mewakili rakyat Bolivia dalam pengaturan bagi hasil dimana pemerintah berhak mendapatkan bagi hasil sebanyak 80-85 % sedangkan perusahaan minyak asing tersebut sisanya, walaupun pertamanya para CEO ini menolak tetapi akhirnya mengalah juga, lalu Presiden Cuba Fidel Alejandro Castro yang jelas-jelas menentang kebijakan Amerika mulai dari Presiden Roosevelt hingga Bush Jr hingga harus diembargo ekonominya hingga saat ini masih dapat bertahan walaupun digantikan oleh saudaranya Raul tetap saja Cuba masih menjaga jarak dengan Amerika, begitu juga Presiden Venezuela, Hugo Chavez yang bersuara keras dan lantang dipodium kehormatan dan di depan 192 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika sidang tahunan menyebut negara Amerika Serikat dan Presidennya George Bush sebagai Setan Dunia karena kebijakannya yang sedikit aneh, sehingga membuat para Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB beserta Staffnya meninggalkan ruang sidang karena tersinggung dengan ucapan Chavez, dan satu lagi yang harus ditiru oleh para Calon pemimpin negara ini adalah sikap dari presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang keras menentang kebijakan Amerika bahkan menantang Amerika jika Iran diembargo karena proyek nuklirnya.

Kalau tidak dengan Amerika, Indonesia butuh bantuan siapa ? mungkin itu banyak pertanyaan kalau membaca diatas, sebenarnya tidak apa-apa kita berhubungan dengan Amerika tetapi kita sebagai negara harus punya prinsip jangan sampai seperti sekarang setiap apa yang kita kerjakan selalu di singgung oleh Amerika lewat kedutaan mereka di Jakarta, seperti kasus di Monas 1 Juni 2008 lalu, apa dasarnya Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap dan press release yang dikirim ke semua media termasuk penulis yang mengatakan mereka mengutuk peristiwa itu, sementara negara lain lewat Kedutaan atau Sekretaris II bidang Media yang ada di Jakarta tidak ada yang mengirimkan press release terkait kasus itu, hal seperti perlu ditanyakan ?

Dalam hal bantuan juga kita harus memikirkan ada apa dibalik bantuan itu, apakah murni dan tulus dari rakyat Amerika melalui pemerintah Amerika Serikat kepada rakyat Indonesia, atau ada unsur terkait misalnya membantu Amerika di forum Internasional untuk menekan suatu negara.

Negara kita memang menganut sistem politik luar negeri yaitu Politik Bebas Aktif dimana bebas dalam artian kita melakukan pembicaraan dengan semua negara tanpa membedakan negara ini berpihak pada dunia barat atau komunis walaupun ada satu negara yang maaf najis bagi para peminpin negara ini untuk mendekatinya walaupun dari semua pemimpin bangsa ini hanya satu yang berani mendekati negara yang bernama Israel itu, kemudian aktif dalam artian Indonesia selalu aktif dalam organisasi dunia mulai dari PBB hingga organisasi tingkat regional seperti ASEAN.

Yang menjadi pertanyaan sekarang untuk para calon pemimpin yang akan bersaing untuk menduduki kursi empuk di Istana adalah apakah berani mereka menolak apa yang diberikan oleh Amerika, dan lebih mementingkan dan berdiri sendiri bersama rakyat membangun negara ini seperti apa yang dilakukan oleh Presidente Latino ?

Jadi tidak salahnya kita mencontoh kebijakan yang dilakukan oleh para pemimpin dari negara Latino ini yang memang memegang teguh prinsip mensejahterahkan rakyat daripada bertekuk lutut dengan yang namanya kapitalisme ekonomi, walaupun memang di satu sisi kapitalisme ekonomi diperlukan untuk menunjang ekonomi negara.

Ada pesan buat para calon pemimpin kita ini yang penulis kutip dari pernyataan seorang tokoh kulit hitam amerika yang coba penulis rubah kata-katanya yaitu

Jangan engkau tanyakan apa yang sudah rakyat lakukan untuk negara ini, tetapi tanyakan kepada para pemimpin ini mulai dari Presiden, Parlement, hingga Kepala Desa apa yang sudah mereka lakukan untuk rakyatnya dan negara ini ?

Enaknya “ main “ di mobil

Ini bukan maksud ingin mencoba mengirimkan cerita panas ke blog-blog dewasa berdasarkan pengalaman pribadi tapi inilah realita yang terjadi dan apa yang penulis lihat.

Jadi kejadiannya itu kemarin hari Kamis, 14 Agustus 2008 sekitar pukul 20.00 malam kebetulan penulis disuruh orangtua (maklum anak yang berbakti kepada orangtua harus mengikuti apa yang orangtua minta ) pergi beli sesuatu, karena tempat yang di tuju berada dalam komplek mau tidak mau harus melewati ketika melewati penulis lihat ada mobil sedan buatan Jepang dengan Nomor Polisi
B 2240 NY ( tolong sampaikan salam penulis kalau pengunjung atau pembaca Blog kenal dan tahu siapa pemilik nomor polisi ini )

Ketika sedang berkaca ( maklum agak sedikit banci kaca ) tiba-tiba tak disangka didalam ada sepasang yang tidak jelas apakah resmi atau tidak sedang tiduran dengan posisi kursi di dorong ke belakang seperti kursi malas, penulis tidak menghiraukan walaupun tangan dari wanita itu berada pas dibawah perut atau lebih jelas berada diantara pinggang.

Yang bikin geleng-geleng kepala adalah ketika kembali dari membeli apa yang orangtua penulis suruh itu mobil masih berada diposisinya yaitu ketika pas berada didepan mobil itu tiba-tiba tangan dari lelaki itu menaikkan kembali celananya dan sang wanitanya menghindar dari depan celana itu (upss! ) sambil memegang dan mengelus bagian depan celana sang pria dan setelah penulis berlalu mungkin mereka kembali melakukan aktifitas itu kembali.

Sudah separah inilah kelakuan daripada warga Indonesia, sampai dimobil pun dan dalam kompleks perumahan mereka harus melakukannya, memangnya sudah mahal ya harga satu malam kamar jenis melati di Jakarta sampai harus melakukan di mobil dan di areal komplek perumahan.

Ya.. kita tidak usah heranlah, bagaimana kelakuan dari pada warga kita terutama yang muda-muda sebagai korban dari kecanggihan teknologi, jaman bapak-ibu kita muda mana ada yang namanya Handphone bahkan handphone yang pakai kamera, pacaran pun bukan seperti sekarang yang ujung-ujung naik ranjang walaupun tidak semua tapi survey telah membuktikan.

Contohnya pada decade tahun 1990-an akhir Indonesia sempat digegerkan dengan survey yang dilakukan oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengatakan bahwa hampir 85 % wanita di Jogjakarta terutama kalangan pelajar tidak perawan ! walaupun penulis pada tahun itu mencoba mencari data dan kepastian itu nihil hasilnya, tetapi kalau hasil dari penelitian itu ada benarnya berarti sangat disayangkan sekali secara kota Jogjakarta menyandang predikat Kota Pelajar hingga sekarang.

Penulis dalam hal ini tidak munafiklah masalah itu, kita bisa maklum kok karena dari lingkungan kita sendiri terutama keluarga tidak pernah duduk bersama membahas masalah urusan esek-esek ini yang ada malah ketika ada yang bertanya soal itu orangtua langsung marah bahkan mensentil bibir kita untuk tidak mengulangi lagi betul tidak ? dan juga masalah ini juga masalah negara karena setahu penulis disetiap negara dalam kurikulum pendidikannya selalu ada kurikulum khusus pendidikan sex, kenapa di negara kita tidak ada ya ?

Tapi paling tidak untuk menjaga-jaga saja, daripada kita malu, setidaknya peran orangtua untuk menjelaskan secara jelas walaupun agak berat menceritakan dan Kementerian Pendidikan Nasional merumuskan kurikulum dan memasukkan materi pembelajaran pendidikan seks ( sex education )

Bukan penulis menggurui pemerintah tetapi paling tidak kita bisa berkaca kenapa dalam beberapa tahun ini banyak sekali berita yang menampilkan kejahatan seksual entah itu pelecehan seksual sampai kepada pemerkosaan dan pembunuhan, dan hanya dengan pendidikan seks yang tentunya benar dan tepat dengan bahasa yang dimengerti dan ilmiah, tidak mungkin tingkat kejahatan seksual atau hasrat ingin mencoba menurun, kalau memang mereka ingin melakukannya kita tidak bisa menolak karena itu hak mereka..betul tidak ?

Dzikir terus..kapan berubah ini negara ?

Ini bukan maksud menghina atau menyindir suatu agama, tetapi menurut penulis setiap kali ada spanduk tentang kegiatan ini tidak ada perubahan yang berarti bagi negara ini jadi percuma saja.

Memang untuk mendekatkan kepada yang kuasa untuk supaya berubah banyak segelintir orang melakukan ritual keagamaaan seperti yang dilakukan oleh seseorang yang mungkin julukan penulis kepada beliau adalah Bapak Dzikir Indonesia, tetapi dari setiap kegiatan yang beliau lakukan dengan stempel Dzikir Nasional untuk mengatakan bahwa kegiatan ini untuk menyelamatkan bangsa, tetapi pemikiran penulis kok selama beberapa kali melakukan kegiatan ini negara tidak ada yang berubah bahkan semakin tidak jelas.

Sebenarnya sah-sah saja melakukan itu untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan tetapi alangkah lebih nikmat dan elegannya kalau kita sendiri dari hati merenungkan apa yang kita sudah lakukan terhadap kemajuan negara ini, apakah kita masih sering melakukan pungli atau memberikan tips kepada pejabat ketika membuat KTP atau surat keterangan lainnya ? atau kita sudah melakukan amal dan membantu orang lain yang kesulitan ekonomi ? justru pertanyaan seperti itu yang harus kita renungkan bukannya melakukan ritual seperti yang selalu dibuat oleh tokoh ini.

Percuma saja melakukan ritual itu kalau hatinya masih mengambang, masih melakukan apa yang tidak pantas dihadapan Tuhan, atau jangan-jangan Tuhan tidak mau merubah negara ini lebih baik karena doa-doa itu berasal dari orang-orang yang menurut Tuhan tidak pantas dilakukan makanya Tuhan tidak mau merubah negara ini lebih baik.

Jadi saran penulis sich, lebih baik intropeksi diri sendiri sajalah, tanyalah kepada hati nurani anda sudah pantaskah anda untuk merubah negara ini, dan kalaupun melakukan ritual akankah lebih baik kalau dilakukan secara personal daripada harus ramai-ramai..dan ditempat ibadah yang besar dengan disiarkan ke seluruh penjuru tanah air tapi hasilnya O besar betul tidak ?

Pencitraan =Tukang Tipu


Ini peringatan untuk para pemimpin dan calon pemimpin yang ingin menunjukkan kepada rakyat Indonesia siapa anda sebenarnya walaupun harus menipu orang banyak..

Maksudnya ? kita bisa lihat bagaimana mulai bulan Mei kemarin yang bertepatan dengan perayaan 100 tahun kebangkitan nasional hampir diseluruh stasiun televisi menayangkan iklan tentang seorang tokoh partai ( penulis tidak perlu membeberkan siapa tokoh ini biar anda yang memikirkannya toch anda sudah tahu siapa beliau) dengan kata-kata yang puitis tidak jelas untuk mengingatkan rakyat atau untuk memilih beliau ya ?

Ternyata ada akibat dari banyaknya iklan beliau di televisi berujung adanya semacam keberatan daripada seorang tokoh masyarakat yang merasa kehidupannya yang masyarakat Indonesia tahu berbalik 180 derajat karena iklan beliau.

Adalah suster apung yang merasa ditipu oleh seorang tokoh partai ini, karena menurut pengakuan ibu ini, beliau ditawari oleh seseorang untuk membintangi sebuah iklan yang mungkin menurut beliau iklan yang akan dibintanginya adalah iklan layanan masyarakat karena menyambut kemerdekaan Indonesia, begitu iklan itu sudah selesai dan sang suster belum pernah lihat iklannya tetapi beberapa orang sempat mencibir dan bertanya bahwa profesinya sekarang ini sudah dipolitisasi suatu partai, dan akhirnya beliau lihat iklannya dan merasa keberatan sekaligus ditipu walaupun dari pihak konsultan media dan perusahaan iklan yang membuatnya bahwa sang suster sudah tau bahwa iklan itu untuk pencitraan dan bahkan diberi gambaran story board iklan tersebut dan sudah menerima uang dari iklan tersebut.

Apakah ini sikap dan sifat daripada pemimpin dan calon pemimpin negara ini supaya harga dirinya dan citra kepada masyarakat berbuah positif karena bisa merangkul dan dekat dengan masyarakat walaupun dengan gaya yang tipu menipu dan sedikit munafik ?

Kita tidak perlu menutup matalah bagaimana kelakuan daripada pembesar negara ini jika ada maunya, selalu membuat citra dan memposisikan badan mereka dekat dengan masyarakat yang kecil, termarjinalkan bahkan tersudutkan padahal setelah citra dan kepopuleran mereka terangkat sang pembesar ini tidak lagi melihat mereka yang kecil, termarjinalkan ini, pembesar dan rakyat negara ini diibaratkan (maaf) seorang Om senang dengan seorang Pelacur dimana setelah om senang ini puas mendapatkan sesuatu yang diinginkan dari sang pelacur ini lantas langsung ditinggal begitu saja tanpa ada ucapan apapun, dan inilah yang terjadi di negara ini kalau menjelang Pemilihan Kepala daerah misalnya Gubernur hingga ke Pemilu Nasional yang tinggal menghitung hari menuju ke pentas 2009 betul tidak ?

Saran dan tantangan dari penulis kepada para calon pemimpin negara ini adalah jangan Cuma anak berprestasi serta anak jalanan yang anda bisa rangkul, terus ibu-ibu tua renta dengan rayuan-rayuan maut anda, coba dan beranikah anda rangkul kaum marjinal seperti komunitas PSK, Gay dan lesbian, kawan-kawan narapidana serta penderita HIV untuk menunjang populer anda dan masuk dalam iklan anda,bagaimanapun kelompok ini juga bagian dari 220 juta jiwa rakyat Indonesia. Betul tidak dan berani ?

Kalau saran dan tantangan penulis anda jawab, penulis yakin tingkat populis anda akan semakin lama semakin positif dan tidak ragu lagi 220 juta jiwa rakyat Indonesia memiliha anda dan tentunya iklan dan rayuan yang tim anda lakukan kepada para “bintang iklan” ini harus dengan tulus,iklas dan transparansi serta harus terus dijaga komunikasinya bukan sekedar hanya untuk iklan begitu selesai iklan ditinggal begitu saja.

Anda berani ?

Greeting : Terima Kasih Markis – Hendra


Penulis dan mungkin 220 juta jiwa rakyat Indonesia mengucapkan selamat dan terima kasih kepada anda berdua Markis Kido dan Hendra Setiawan yang membuat penonton di Beijing University of Technology Gymnasium tahu bahwa Indonesia lewat kibaran bendera Merah Putih bersamaan dengan iringan lagu Indonesia Raya bisa dan sanggup mengalahkan keperkasaan tuan rumah di ajang Bulutangkis Olimpiade 2008, Beijing.

Berkat anda berdua, tradisi Emas Indonesia di ajang pesta 4 tahunan antar benua ini dapat dipertahankan mulai dari tahun 1992 Barcelona lewat Susi Susanti dan Alan Budikusuma, kemudian 1996 Atlanta- Amerika Serikat lewat Ganda Putra Ricky/ Rexy dilanjutkan pada 2000 Sdyney dimana Candra Wijaya dan Tony Gunawan yang mendapatkan Emas dan yang terakhir adalah 2004 di kota asal olimpiade - Yunani dimana Taufik Hidayat peroleh Emas tunggal Putra.

Sekali lagi selamat buat Eko Yulianto, Triyatno, Maria Kristin dan Markis Kido – Hendra Setiawan atas prestasi dan kado dari anda untuk Kemerdekaan Indonesia ke – 63.

Dan pertanyaan penulis dan mungkin 220 juta jiwa rakyat Indonesia adalah, kemana seorang atlet Bulutangkis Indonesia yang bernama Taufik Hidayat kok tidak ada beritanya yang masuk ke semua stasiun televisi di Indonesia, benarkah seorang Taufik Hidayat datang dan benar-benar bermain di Olimpiade atau plesiran ke Tembok China seperti berita-berita para wakil rakyat dari Senayan yang sering kita baca di media ?

Sabtu, 16 Agustus 2008

Negara Ini Belum Merdeka


Tahun 2008 ini negara kita Republik Indonesia dengan ibukota Daerah Khusus Ibukota Jakarta berulang tahun ke 63, usia 63 adalah bukan usia muda seperti usia pada manusia muda contohnya usia 17 tahun, tapi usia yang cukup matang dalam segala hal seperti kematangan dalam berpikir dan bertidak terhadap apa yang ada didepannya.

Lalu bagaimana dengan usia 63 tahun yang dicapai oleh bangsa ini ketika 63 tahun yang lalu beberapa bapak bangsa kita memproklamirkan kemerdekaan dengan memberikan pernyataan dibarengi dengan pengibaran bendera merah putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dan berkumandang lagu Indonesia Raya dan sejak itu banyak negara mengakui negara Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Pertanyaan yang di atas bagaimana dengan usia 63 tahun negara ini apakah sudah sesuai dengan usia 63 tahun yang artian sudah matang dalam berbagai hal termasuk melayani rakyat dan menaikkan derajat rakyat ? ternyata belum sama sekali bahwa yang namanya kemerdekaan itu belum dirasakan sepenuhnya oleh 220 juta jiwa.

Bukan Cuma satu bidang saja yang belum merdeka tetapi semua bidang, kalau boleh penulis utarakan satu-satu dibawah ini, pertama di bidang ekonomi kita bisa lihat berapa banyak masyarakat Indonesia mulai dari ujung Pulau Sumatera hingga Ujung Papua berapa banyak penduduk usia produktif kerja 15 tahun hingga 35 tahun dengan latar belakang pendidikan mulai dari lulusan SMU hingga S1 sampai S-2 yang belum mendapatkan pekerjaan alias Pengangguran, berapa banyak masyarakat kita terutama kaum ibu yang masih terus memikirkan kapan harga beras dan bahan pokok turun dan mudah dijangkau ? Kedua, dalam bidang birokrasi kita bisa lihat bagaimana susahnya mengurus sebuah dokumen pribadi entah itu pengurusan KTP atau yang lain dimana harus berbelit-belit dan selalu mengeluarkan uang yang seharusnya tidak perlu tetapi mau tidak mau mengeluarkannya hanya dengan satu pesan yaitu seiklasnya, ketiga dalam bidang pendidikan, bidang ini justru paling parah kalau menurut penulis lihat kita bisa lihat berapa banyak bangunan sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMU dari ujung barat Indonesia hingga ujung timur Indonesia mengalami kerusakan mulai dari yang kecil misalnya atap bocor hingga yang berat rata dengan tanah, kalau sudah begini bagaimana kita bisa mencetak calon-calon penerus bangsa kalau sarana untuk menciptakan mereka tidak dirawat, kemudian penulis melihat masih banyak sekolah yang memungut biaya yang hanya bisa di jangkau oleh kalangan kerah putih bukan kalangan jelata, makanya kita bisa lihat banyak anak-anak usia sekolah yang berkeliaran di tiap-tiap perempatan lampu merah sepanjang jalan di ibukota atau di semua jalan yang ada lampu merah di negara ini karena tidak ada biaya untuk sekolah, padahal kita baca, kita rasakan, kita bayangkan pada alinea ke empat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dibuat oleh para bapak-bapak pencetus negara ini mencoretkan kalimat…mencerdaskan kehidupan bangsa kalau sudah seperti ini apa jawaban pemerintah ?, jadi jangan salahkan kalau banyak pelajar kita yang berprestasi di ajang-ajang ilmiah seperti Olimpiade Fisika, Olimpiade komputer atau apapun kemudian di rekrut oleh kampus dan perusahaan asing ketimbang negara asal mereka termasuk salahsatunya bisa saja mereka mengganti buku paspor mereka bukan lagi paspor lambang burung Garuda melainkan lambang negara lain, karena ya itu pemerintah tidak merangkul mereka untuk mengembangkan isi otak mereka yang cerdas, kemudian soal buku juga menjadi masalah setiap masuk tahun ajaran baru, apalagi sekarang Kemendiknas menciptakan inovasi yaitu e-book dimana orangtua tidak usah membeli buku melainkan mengunduh (mendownload ) di website diknas ternyata tidak ada gunanya sama sekali bahkan tidak bisa diakses, belum lagi praktek-praktek yang sering dilakukan para guru kepada muridnya dengan label kesejahteraan apakah ini muka pendidikan kita kalau sudah begini bagaimana tanggapan dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga..termasuk didalamnya Presiden betul ga ?

Dalam hal budaya pun kita belum merdeka, kenapa penulis bilang begitu ? kita bisa lihat kreativitas terutama yang dibuat kalangan muda selalu terhambat dengan istilah budaya timur, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah pengertian budaya timur yang seperti apa sich dalam bentuk wujud nyata, kemudian banyak budaya kita yang terampas dan diakui oleh negara lain tapi kitanya khususnya pemerintah baru bereaksi jika negara itu akan mendaftarkan hasil budaya kita ke badan internasional sebagai warisan budaya dunia, sangat konyol sekali.

Dalam bidang hukum pun negara kita sama sekali kalau menurut penulis belum merdeka kenapa penulis bisa bilang begitu, kita bisa lihat bagaimana perlakuan aparat hukum kepada masyarakat yang bermasalah dengan hukum..,dilihat dari pasal KUHPnya misalnya kalau maling ayam ama jemuran Ibu-ibu biasanya ditangkap terus di tahanan dipukulin sampai babak belur sama sesama tahanan tapi polisi diam saja begitu masuk berita di Koran dan ada pendapat daripada ahli kriminal Polisi langsung bereaksi, begitu juga pada saat pemeriksaan untuk berita acara pasti tidak jauh-jauh dari yang namanya pukulan dan tendangan biar mengaku bahkan di sertai ancaman, dalam hal makanan tidak ada yang sehat bahkan jauh sekali, kemudian kalau di besuk, keluarga harus menyediakan minimal Rp.300,000 untuk setiap pos tahanan belum lagi upeti untuk kepala sel di dalam, tapi kalau kasus narkoba, Korupsi, pembunuhan berdarah dingin apalagi melibatkan artis terkenal, pasti tidak ada berita yang namanya digebukkin, bahkan diberi fasilitas yang diatas kata layak, makanan boleh pilih termasuk hidangan penutupnya, jam kunjungan bebas.. kontras sekali bukan ? dan terus-menerus sampai sekarang belum lagi adanya praktek jual-beli perkara seperti yang terjadi pada sidang Jamsostek, apakah ini yang disebut merdeka selama 63 tahun ?

Jadi pantaskah kita bilang bahwa negara kita sudah merdeka ? kalau merdeka dari segala bentuk penjajahan tentara asing bisa dibilang kita sudah merdeka, tapi kalau untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan dalam bangsa sendiri sepertinya belum tuch, kita masih dijajah dan belum tentu kapan merdeka..contohnya kasus Lapindo bukankah itu bentuk penjajahan secara social dan ekonomi yang dilakukan oleh Bakrieland Corp terhadap warga Sidoarjo-Jawa Timur sampai ada yang pingsan beberapa kali karena menghirup gas yang tiba-tiba keluar dari dalam tanah di setiap perumahan, apakah ini yang disebut merdeka ? kemudian apakah ini yang disebut merdeka, disaat rakyat diharuskan hemat listrik, air dan bensin bahkan pabrik harus rela hari kerjanya bergeser ke hari sabtu-minggu tapi bagaimana dengan awak dari pemerintahan, seenaknya memakai air, listrik dan bensin kita bisa lihat bagaiamana iring-iringan VIP kalau lagi ada dijalan untuk acara seremonial kenegaraan berapa liter bensin yang habis terbuang di jalan apakah ini yang di sebut merdeka bagi rakyat jelata ? kemudian yang seharusnya negara kita bisa sepuasnya menggunakan energi salahsatunya minyak bumi, harus pasrah di perkosa asal-asalan isi perut bumi kita oleh perusahaan minyak asing tanpa ada keuntungan sepeser pun untuk kesejahteraan penduduk sekitar, apakah ini yang disebut kemerdekaan?

Sudahlah kita tidak usah lagi bilang negara ini merdeka, tetapi bagaimana caranya negara ini bisa merdeka dalam segala hal termasuk merdeka dalam hati dan batin kita sebagai warga negara Republik Indonesia, penulis ingin mengutip pernyataan bapak pencetus ide negara ini yaitu Tan Malaka dan ini harus direnungkan bagi kita semua termasuk calon-calon Presiden yang ingin duduk manis di Istana pada tahun 2009 mendatang yaitu

Negara yang hidup meminjam pasti menjadi hamba peminjam

Dirgahayu Negaraku Republik Indonesia yang ke-63 Jayalah selalu dan Buatlah Dunia dengan kekuatanmu seperti kala dulu….


Rhesa Ivan Lorca

Pendapat Pribadi

Anda Mau Suara Saya, Calon Legislatif ?


Menjelang pesta demokrasi tahun depan, banyak partai berlomba-lomba untuk mendapatkan suara untuk mempertahankan dan menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa partai yang anda pilih tidak salah, tetapi apakah dengan banyak suara lantas nasib bangsa ini tidak salah pilih juga dan tambah maju ? tentu tidak !

Kenapa judul penulis seperti itu, bukan maksud sombong tapi memang antara partai dengan konsituennya adalah sebuah simbiosis mutualisma dimana, sama harus menguntungkan, begitu juga dengan penulis, suara penulis bagi semua partai politik yang akan ikut pesta tahun depan pasti membutuhkan suara penulis tapi tidak begitu mudah bagi partai untuk mendapatkan suara penulis walaupun harus dengan rayuan maut dan gombal. Untuk mendapatkan suara penulis tidak mudah ada beberapa hal yang harus diperhatikan calon legislative dan partai yang ingin suara penulis yaitu,

Pertama, harus bisa memberikan pernyataan sikap yang mana isinya adalah latar belakang dan tujuan dia masuk partai itu dan mencalonkan diri untuk duduk di Senayan apakah sudah sesuai dengan hati nurani atau sekedar ingin coba-coba merasakan bagaimana rasanya duduk di Senayan dan membalik modalkan usaha dia setelah masuk ? kalau modelnya seperti yang terakhir jangan harap dapat suara penulis..sory goodbye dech. Kedua, harus bisa memberikan program kerja yang nyata ketika nantinya akan masuk Senayan seperti apakah akan berjuang sampai habis membela rakyat miskin dan keadilan seperti menggertak pemerintah terutama Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia untuk membuka dan menyeret orang-orang yang terkait kasus-kasus yang sudah ditutup seperti kasus HAM contohnya Kasus Talang Sari, Tanjung Priok, Penculikan Mahasiswa dan aktivis, Tragedi Trisakti dan May 98, Semanggi I dan II, Marsinah, Udin’ Bernas, 27 Juli 1997, Munir, pembuktian kasus PKI 1965, serta Kementerian Luar Negeri terutama Kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Luar Negeri pada kasus-kasus penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia terutama Tenaga Kerja Wanita, contohlah apa yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi di salahsatu negara bagian Amerika yang memenjarakan sepasang suami istri keturunan India dengan hukuman di atas 20 tahun penjara dan mengganti rugi dengan total kerugian satu orang sebesar Rp. 1,6 Miliar.

Ketiga, penulis ingin melihat ketegasan daripada anggota dewan supaya suara penulis memilih anda adalah dalam bidang ekonomi terutama dalam hal kesejahteraan dari 200 juta jiwa rakyat jelata yang hidup tidak jelas, apakah anda berani menentang kebijakan pemerintah yang selalu meminjam dana baik bentuh hibah atau pinjaman lunak, mau sampai kapan negara ini sebagai hamba peminjam ? anggota dewan yang ingin suara penulis juga harus menentang kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam hal kontrak migas, karena kita tahu bagaimana isi perut minyak bumi kita diperkosa habis-habisan oleh perusahaan minyak asing tapi bagi negara ini tidak ada untung sama sekali, kalau anda berani meminta pemerintah memanggil para CEO dari perusahaan minyak asing yang telah memperkosa habis-habisan isi perut kita untuk diulang kontraknya dan komposisi keuntungan dimana pemerintah berhak mendapatkan 80-85 persen dari hasil “perkosaan” itu dan sisanya adalah perusahaan minyak tersebut, kalau mereka tidak mau silakan angkat kaki..contolah apa yang dilakukan oleh Presiden Bolivia, Evo Morales yang berani meminta para CEO perusahaan minyak asing yang ada di negaranya untuk tunduk kepada kebijakan yang dikeluarkan oleh beliau dan terbukti minyak mereka stabil kenapa juga kita tidak mencoba, kemudian anda juga harus tegas dan mengawasi kerja daripada Kasus Lapindo karena selama ini penulis lihat semakin lama semakin tidak jelas ganti ruginya dan pemerintah yang harus keluar dana padahal itu bukan pemerintah yang melakukannya.. jadi anda sebagai wakil rakyat jika ingin mendapatkan suara penulis harus bisa meyakinkan penulis akan kerja anda.

Keempat, penulis tidak suka dengan Korupsi walaupun tidak munafik siapa yang tidak kenal dengan namanya korupsi dan uang ? paling tidak bisakah anda meyakinkan penulis bahwa kekayaan dan hasil yang anda dapat adalah usaha dan perjuangan sendiri, supaya tidak berandai-andai kiranya anda setiap enam bulan sekali menayangkan daftar harta anda di media cetak seperti apa yang dilakukan oleh perusahaan atau perbankan jika menjelang tutup buku, setidaknya rakyat terutama kaum jelata tahu berapa total kekayaan anda sebelum masuk ke Senayan, selama di Senayan hingga berakhir tugas anda, kalau seperti niscaya tidak ada lagi yang namanya praktek korupsi di negara ini.

Kalau keempat itu segera di jalankan dengan sebuah kontrak politik yang ditandatangani dengan disertai materai sebesar Rp.6,000 dan kontrak politik itu di muat pada semua harian baik yang terpandang hingga ecek-ecek, maka bolehlah anda meminta suara penulis untuk anda supaya masuk ke sana kalau tidak itu ada dalam benak hati nurani anda, maaf suara penulis lebih berharga kepada orang-orang yang benar-benar prihatin akan negara ini dan mendorongnya untuk maju tetapi dengan bersih dan elegan.


MAU ??

Rokok Dilarang Beredar di Bumi Indonesia ? Yakin tuch…


Menjelang Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2008 lalu ada isu yang dilontarkan oleh salahsatu pengamat anak-anak yang mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, membatasi ruang lingkup bahkan menghentikan usaha dari rokok karena menurut data sebagian penghisap rokok adalah anak-anak usia sekolah dan produktif.

Satu bulan setelah itu, tiba-tiba tidak disangka Majelis Ulama Indonesia - MUI akan mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa rokok adalah barang Haram sama halnya dengan daging Babi, Narkoba, alkohol dan Pornografi, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa baru sekarang MUI ingin mengeluarkan fatwa bahwa rokok adalah barang haram ?

Kita tahu rokok di negara kita ibarat dua sisi mata uang, di satu sisi memang dengan merokok efeknya adalah kesehatan seperti gangguan pada jantung sampai kepada kelainan pada janin khusus pada wanita hamil, yang jelas-jelas sangat dilarang tapi di sisi lain usaha rokok ini dapat menghasilkan dana yang lebih dan bisa dijadikan sarana sponsor khususnya acara – acara musik yang menghadirkan grup musik atau penyanyi solo luar negeri yang tanpa “jasa” rokok ini tidak mungkin mereka bisa hadir di negara kita.

Ironi sekali melihatnya apalagi negara kita sempat disorot oleh Lembaga anti tembakau dengan menuliskan surat terbuka kepada Penyanyi top Amerika Alicia Keys terkait konsernya di Jakarta yang memakai uang dari perusahaan rokok.. Kemudian jika fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia tentang rokok haram, apakah bisa menjamin udara di Indonesia khususnya di Jakarta bisa bersih ketika Indonesia tahun 1960-an atau seperti sejuknya udara puncak dan bandung ketika tahun 1980-an ?

Toch kita bisa lihat bagaimana proyek dari mantan abang gubernur DKI yang mengeluarkan Peraturan Daerah No.75 yang mana melarang melakukan kegiatan merokok di area tertentu terutama didalam ruangan dan tempat yang dianggap tidak layak seperti rumah ibadah, sarana pendidikan tapi hasilnya mana padahal tujuannya untuk menciptakan udara DKI yang bersih tapi kenyataannya ?

Perlu atau tidaknya rokok di bilang barang haram atau tidak, sebaiknya kembali ke diri kita masing-masing, memang dari segi kesehatan orang yang tidak merokok akan mengalami empat kali lipat dampaknya daripada orang yang merokok, sebenarnya ini salah pemerintah juga karena tidak tegas dalam membatasi usaha rokok karena kita tahu juga bahwa pasokan dana negara ini sebagian besar berasal dari cukai rokok yang dikeluarkan oleh Badan Bea dan Cukai yang berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan kalaupun fatwa ini benar akan dikeluarkan apakah MUI dan pemerintah mau menampung para pekerja rokok ini yang banyak sekali jumlahnya ?

Kalau pemerintah bisa tegas dari dulu membatasi hanya satu-dua perusahaan rokok dengan produk dari perusahaan itu juga terbatas tidak seperti sekarang sudah pasti negara dan semua komponen dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Pulau Papua tidak terlalu bergantung lebih besar dari rokok misalnya event organizer.. betul tidak ? atau menaikkan harga pembelian rokok yang sangat tinggi, misalnya kalau sekarang satu bungkus rokok berkisar Rp.10,000 kenapa tidak dinaikkan harga sampai taruhlah Rp.40,000 penulis yakin hanya sebagian orang saja yang beli dan tidak mungkin pelajar bisa beli rokok kalau harganya selangit, uang dari mana ? penulis juga ingin mengkritiki keberadaan daripada Majelis Ulama Indonesia yang menurut penulis tidak bisa mengjembatani atau mengkoordinir organisasi berbasis Islam mulai dari yang santun hingga radikal, seperti kasus yang terjadi di kawasan Monas beberapa bulan yang lalu seharusnya MUI-lah yang mengakomodasi perdamaian bukannya dua organisasi Islam paling besar di negara ini termasuk juga kasus aliran kepercayaan, tetapi yang ada menurut penulis fungsi dari Lembaga ini (maaf kalau agak lancang) tidak jauh dari penunggu stempel dan sertifikat Halal dan Haram serta pembuat akta fatwa, bukan sebagai wadah komunikasi antar organisasi Islam untu disatukan visi-misinya dalam membangun negara ini lewat ajaran islam yang sebenarnya dan santun bukan radikal serta harus mengorbankan banyak orang seperti yang terjadi di Monas atau tidak bisanya membuat keputusan atas aliran kepercayaan padahal inti ajaran mereka adalah Islam. Dan itu semua terbukti ketika salahsatu stasiun televisi meminta pendapat daripada kalangan Ulama di daerah mereka mengatakan bahwa rokok itu bukan haram melainkan kembali lagi ke individualnya masing-masing dan lewat visualisasi yang dilakukan stasiun televisi banyak santri dan ulama yang merokok, kalau sudah begini apalah guna fatwa yang dikeluarkan oleh MUI yang jelas-jelas latarbelakang dan bernama Ulama kalau rekan mereka sendiri ada yang merokok konyol bukan ?


Apakah rokok juga masuk dalam berkas fatwa MUI mengatakan bahwa rokok haram seperti halnya daging babi dan pornografi ? kita lihat saja nanti kinerja dari Lembaga yang menurut orang pembuat stempel pemerintah.
Pelataran St.Carolus..
Agustus 2008

Dicari Perusahaan Konveksi Baju Untuk Baju Koruptor


Beberapa hari ini di media massa sedang adanya issue hangat yang terhembus dari sebuah kantor yang terletak di kawasan Kuningan-Jakarta Selatan, dimana kantor tersebut adalah KPK mempunyai ide untuk membuat jera dan malu kepada para koruptor dimana setiap pelaku baik di persidangan atau didalam Hotel Prodeo memakai baju khusus yang bertuliskan KORUPTOR bagaimana bentuk dan konsepnya masih dibahas oleh semua lapisan organisasi yang visi misinya menentang budaya korupsi ini.

Alasan dari KPK sendiri memunculkan ide baju tersebut dikarenakan melihat salahsatu tersangka koruptor wanita yang mana setiap persidangan selalu menggunakan busana layaknya pergi ke suatu acara atau hajatan serta terkesan tidak rasa malu atau jera kalau dia itu adalah pelaku tindak korupsi.

Setelah issue ini berkembang, banyak yang pro dan kontra terhadap penggunaan baju KORUPTOR bagi pelaku korupsi, terutama yang bisa kita lihat di berbagai macam komunitas internet – Milis dimana ada yang kontra dengan mengatakan bahwa pemakain baju KORUPTOR sama saja melecehkan HAM dan tidak menjunjung asas praduga tak bersalah, tapi kalau menurut penulis apa yang dilakukan oleh KPK walaupun sekedar issue belaka tapi ada manfaatnya kok.

Sekarang bagaimana mau menjerat dan membuat malu para pejabat untuk tidak membudayakan korupsi, kalau hukuman mati yang tadinya didengungkan untuk menekan angka korupsi malah dipertentangkan oleh kalangan organisasi yang visi misinya menjunjung nilai HAM, akhirnya tidak jadi, sekarang disuruh pake baju koruptor malah dipertentangkan, pertanyaan dan tantangan penulis untuk yang kontra dengan issue baju ini adalah memangnya kalian bisa kasih contoh yang konkret untuk menekan budaya korupsi dan membuat malu dan jera ?

Sudahlah apa yang dilakukan KPK ada baiknya kok, mau sampai kapan korupsi ini semakin lama semakin tinggi di negara ini walaupun kita tidak usah munafik apa yang kita lakukan bersih dari budaya korupsi..it’s bullshit man.

Jadi saran penulis buat KPK teruslah Pak Antasari Ashar dan Kawan-kawan membentuk dan mencetak kaos berlogo KORUPTOR sebanyak-banyaknya kalau perlu pesan 220 juta baju biar kita lihat apakah 220 juta jiwa dari penduduk Indonesia semuanya korup atau tidak dilihat dari jumlah stok baju logo KPK dan KORUPTOR yang tersedia di Kantor KPK..betul tidak ?

Berminat mencoba baju di KPK ? Korupsi dulu donk…

In Memory : 3 Tahun MOU Helsinki

Tepat Hari Senin tanggal 15 Agustus 2005 bertempat di sebuah villa di pinggir kota Helsinki – Finlandia di prakarsai oleh Mantan Presiden Finlandia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur Crisis Management Initiative Martti Ahtisaari, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, sebuah gerakan separatis yang berakar di bumi serambi mekkah tetapi operasionalnya berada di negara Swedia.

Akhirnya tanggal 15 Agustus 2005 tepat jam 16.00 sore waktu Jakarta ditanda tangani dimana pihak Pemerintah Republik Indonesia diwakili oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia kala itu Hamid Awaluddin dan pihak Gerakan Aceh Merdeka diwakili oleh Menteri Luar Negeri GAM yang berkedudukan di Swedia, Malik Mahmud.

Kita tahu sebelum akhirnya kedua pihak bertikai ini duduk damai di Helsinki, GAM dicap sebagai pemberontak dimana masyarakat sipil selalu di jadikan tameng hidup atau korban dengan pemerintah, kita bisa lihat berapa banyak anak dan istri harus kehilangan kepala keluarganya akibat ikut GAM, atau diculik dan dibunuh oleh GAM karena tidak mau mengikuti apa yang GAM inginkan, pemerintah pun tidak tidak diam bahkan pada era pemerintah Megawati Soekarnoputri pernah membuat kebijakan menginvasi Aceh dengan menurutkan kekuatan terbaik dari TNI untuk menumpas GAM tetapi hasilnya..banyak warga sipil menjadi korban karena TNI tidak tahu mana yang pernah menjadi GAM dan mana yang rakyat sipil dan mana yang kamuflase.

Lewat dialog yang alot dan tegang, akhirnya lewat tragedy Tsunamilah yang meluluhkan hati nurani daripada para pejabat GAM yang bermukim di luar negeri mau berunding dan berdamai dengan pemerintah, dan juga berkat mantan Presiden Finlandialah perdamaian ini dimulai..

Dan tidak terasa sudah tiga tahun MOU ini berjalan, dan tidak lagi yang namanya konflik atau apapun yang dapat mengganggu kenyamanan rakyat sipil dan mereka telah hidup rukun walaupun kesejahteraan mereka setelah tsunami masih membekas dan tidak pekanya pemerintah melihat kehidupan mereka dan tidak tegasnya pemerintah terhadap badan-badan luar negeri yang ingin membantu tetapi kenyataannya pada pergi dari bumi Aceh.

Ternyata yang namanya damai itu mahal rasanya daripada konflik…

Yang Muda Yang Bergairah… Yang Tua Mbok Sadar diri..Ingat Umur !


Pesta demokrasi yang selalu dinantikan orang-orang di negara ini akan segera di gelar dan tinggal menunggu harinya..sudah banyak individual-individual negeri ini yang berkompeten berlomba membuat iklan politiknya bahkan ada yang numpang semaraknya ajang sepakbola warga Eropa dengan menyelipkan unsure politik negara ini.Ada satu fenomena yang mungkin menurut pengamatan penulis agak aneh tapi kok baru sekarang bergerak ya.. yaitu adanya beberapa anak muda ( dari segi umur sich udah tua, tapi kalau disejajarkan dengan para pemimpin bangsa ya paling muda ) yang mendeklarasikan untuk maju menjadi pemimpin negara ini a.k.a RI 1.Kita bisa lihat ada sosok Rizal Mallarangeng, Ratna Sarumpaet, Yusril Ihza Mahendra dan Fadjroel Rahman yang berlomba untuk mencuri perhatian 220 juta jiwa penduduk Indonesia ini untuk memilih mereka menjadi RI 1, trak record mereka di dunia dan panggung perpolitikan negara ini tidak dapat diragukan lagi, berbagai macam analisis politik mereka sering dimuat wara-wiri pada sejumlah media.


Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah mereka mampu membawa negara ini menjadi berubah dan lebih maju dengan kelemahan mereka adalah usia mereka yang masih muda ? sementara yang tua dengan segala macam asam garam politik mereka ternyata tidak mampu membawa negara ini bangkit dan maju.Kalau menurut penulis dari sekian itu, hanya ada satu yang menurut penulis agak berpontesi untuk duduk di kursi empuk Istana Negara, karena visi-misinya sangat jelas sekali ditunjang dengan latarbelakang yang membuatnya geram melihat kelakuan dari para tokok-tokoh tua negara ini.


Sudah banyak masalah yang membuat negara ini hancur selain ekonominya yang sudah sepuluh tahun masih saja tiarap, bila kita bandingkan dengan negara tetangga Thailand, dalam beberapa tahun saja hingga saat ini perekonomian mereka sudah melesat jauh, yaitu penegakkan hukum, kita bisa lihat dalam pemberitaan media massa setiap harinya ada berapa kolom berita yang dimuat redaksi terkait dengan penegakkan hukum baik korupsi, penyelewengan kekuasaan, hingga HAM, seperti contoh tidak jelasnya berbagai kasus HAM yang ada di negara ini misalnya kasus kematian akibat racun dari aktivis HAM Munir, Marsinah, Wartawan Bernas Udin, penculikan aktivis HAM, kasus trisakti, Semanggi I dan II, 27 Juli 1997, Tanjung Priok September 1984, Talang Sari, Lapindo Brantas dan masih banyak lagi termasuk yang uzur seperti nasib korban G 30s PKI yang sampai sekarang masih termarjinalkan oleh negara dan masyarakat karena mereka tidak tahu apa-apa..


Memang disatu sisi kemampuan calon pemimpin dari komunitas anak muda belum bisa diragukan kemampuannya oleh para kaum tua, tapi kalau tidak sekarang dimulai mau sampai kapan negara ini akan berserah kepada kaum tua yang jelas-jelas tidak mampu membawa negara ini lebih maju setelah tahun 1996 hingga sekarang.Intinya sich bagi penulis buat para calon muda yang ingin duduk empuk dan nyaman di istana Negara adalah pertama, Jangan lagi membuat rayuan gombal kepada rakyat, karena rakyat sudah muak dan pengen muntah sampai dehidrasi karena selama lebih dari 63 tahun Indonesia merdeka dan 10 tahun Reformasi banyak pemimpin negara ini yang selalu janji-janji manis kepada rakyat bahwa negara ini akan lebih maju tetapi kenyataannya ? jadi Berkaryalah dengan NYATA BUKAN!! Dengan KATA-KATA.Kedua, adanya sikap tegas dan keras dalam artian kalau memang dilingkungan kerjanya ada yang salah harus bisa menghukum dan meminggirkan dulu orangnya kalau perlu PECAT tanpa harus memikirkan siapa dia, latar belakangnya apa, terus prestasi untuk negara ini apa, kalau yang namanya kriminal ya kriminal, karena selama ini penulis lihat banyak pemimpin negara ini tidak bisa tegas dalam menindak anak buahnya, jadi saran penulis adalah berikan surat keputusan dimana jika ada pejabat negara mulai dari pusat hingga ke daerah yang terlibat bisa langsung diperiksa bahkan di penjara tanpa harus ada surat ijin, karena masalah surat ijin berlogo kepresidenan lah yang membuat banyak kasus pidana dan perdata seperti kasus korupsi terbengkalai bahkan gantung, karena aparat penyidik khususnya di lingkungan Mabes Polri dan Polda hingga Kejaksaan tidak berani karena belum keluar surat berlogo itu, kalau surat berlogo itu tidak ada lagi niscaya banyak kasus baik yang lama atau yang baru akan langsung proses hingga vonis. Selain itu juga harus berani membongkar kejahatan yang sifatnya mata rantai atau lingkaran setan seperti kasus Soeharto, kenapa negara ini bisa hancur dari segala dimensi dan bidang ya..karena tokoh otoriter inilah semua bermula sehingga beliau dan orang-orangnya bebas berkeliaran untuk memperkosa secara asal ekonomi negara ini dan sudah terbukti hingga sekarang, kalau ini bisa di berantas, walaupun secara kenyataan sang RI 1 ini pun kena harus mundur juga..tapi penulis yakin satu dari sekian orang yang penulis sebutkan ada satu yang bisa membongkar itu semua, karena ya.. itu ia tidak suka, Alergi atau anti dengan yang berbau namanya SOEHARTO dan CENDANA.Kalau dua hal yang bisa di jalankan oleh para kandidat yang penulis utarakan di atas, tidak mustahil negara ini akan maju, dan tentunya suara penulis akan penulis berikan jika kedua hal di atas dilaksanakan dan bukan sekedar rayuan ibarat lelaki meminang pujaan hatinya begitu dapat apa yang diinginkannya lantas ditinggal begitu saja..


Selamat Berjuang kawan muda negeri ini untuk 2009 RI.1

Rhivan Lorca
mahasiswa Dept.Komunikasi Fisipol - UKI

Nikmatnya menjadi seorang Ryan..


Ini bukan maksud ingin berhaluan orientasi seksual setelah melihat sosok Ryan sang fenomena, tetapi dilihat dari segi sensasionalnya dia selama penyidikan terkait kasus yang menimpa dia.Ryan sang Homoseksual ini harus merasakan hotel prodeo karena di indikasikan terbukti membunuh 11 orang yang dikubur secara serampangan di sekitar rumahnya, ke-11 ini baru terungkap ketika beliau ini tertangkap sebagai pelaku dari pembunuhan mutilasi yang dia buang di Depok.


Pasti anda pembaca dan pengunjung web blog ini bertanya apa nikmatnya menjadi seorang Ryan bukannya dia seorang psikopat homo, tukang jagal dan apapun julukan yang dialamatkan kepada dia ? judul tersebut diatas bukan maksud jadi homo tapi enak sekali menjadi seorang Ryan dalam tahanan Polisi Daerah Jawa Timur dan Polisi Resort Jombang.Kenapa penulis bisa bilang begitu sekarang kita bayangkan..


apakah bisa seorang tahanan konsumsi terutama urusan perutnya selalu dihidangkan makanan ala ayam goreng taliwang, kadang Hoka-Hoka Bento dan lebih parahnya lagi sosok Ryan ini menganut sistem 4 sehat 5 sempurna harus tersedia pencuci mulut yang tidak tanggung-tanggung yaitu buah-buahan segar seperti semangka bahkan beberapa kali minta disajika Es atau Juice Durian bisa di bayangkan donk nikmatnya di penjara kalau semua tahanan kayak Ryan ?


Yang jadi pertanyaan sekarang adalah daripada Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur darimana mereka mendapatkan uang untuk membeli makanan yang dipesan oleh Ryan, secara kita tahu bagaimana kondisi dunia per-makanan tahanan yang sampai sekarang kadang-kadang mesti ngutang sama rekanan catering yang telah dipilih oleh Polri kemudian lauk dari makanan itu sendiri yang jauh dari kata sehat seperti 4 sehat 5 sempurna, bahkan sedikit alot kayak makan sol sandal jepit, kenapa pernah bilang gitu karena pernah mengalami walaupun tidak tidur di dalam Tahanan.Alasan pejabat di Polda Jawa Timur memberikan keluasaan dan memenuhi apa yang di minta Ryan adalah untuk memudahkan penyidikan, kalau alasan itu, kenapa sampai hari ini penyidikan itu masih belum ada titik terang dan diserahkan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersamaan dengan berita acara yang sudah di P-21 a.k.a. lengkap ? tetapi polisi masih berkutat diareal penyidikan terus tanpa ada penambahan, bahkan malah menjadi Polisi memberikan ke-leluasaan untuk Ryan dan Novel sang kekasih untuk memadu hasrat seksualnya di ruangan penyidik bahkan sampai mandi bareng, kalau sudah seperti ini dimana harga diri institusi Polisi di mata masyarakat yang benar-benar ingin mencari keadilan dan kebenaran, kalau sampai ruang penyidik gunakan untuk berciuman mesra bahkan beradegan panas layaknya seperti yang sering kita lihat atau yang hobi mengkoleksi real player 3gp.


Penulis sependapat dengan psikolog klinis dan terapis Liza Marielly Djaprie ketika ditanya oleh wartawan suatu situs berita online soal kasus ini, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Polisi dengan memberikan apa yang diminta oleh Ryan tidak dapat semuanya benar, malah bisa merusak lambang dan harga diri Polisi, kalau untuk menghadirkan Novel sang pacar dapat dibilang bisa membantu dan meringankan pekerjaan Polisi karena kita tahu bagaimana sifat dari Ryan yang sebentar-sebentar tenang kemudian tiba-tiba marah-marah.


Dan juga kalau ini sampai terdengar ke kamar tahanan, kemudian para tahanan ini berontak dan demo apakah Polisi bisa menjelaskan tentang apa yang mereka dengar, sementara kita tahu bagaimana kondisi ruangan kamar Hotel Prodeo di Indonesia mulai yang dikelola mulai dari Kepolisian Sektor hingga Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, belum lagi yang dikelola oleh Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Kalau seperti ini kan boleh dibilang Kepolisian Republik Indonesia terutama Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resort Jombang melakukan tindakan diskriminasi dan Pilih kasih, disaat tersangka maling ayam atau mencuri sepeda motor dengan kunci letter T, atau hanya sekedar pemalakan harus di pukuli pake tangan kosong hingga lebam-lebam atau dipaksa tanda tangan BAP biar cepat kelar kemudian di kasih makan seperti kasih makanan ke hewan piaraan, sementara Ryan ? apakah ini sudah sesuai dengan motto Polisi yang selalu kita lihat karena terpasang di samping pintu mobil patroli yaitu Melindungi dan Mengayomi, memang sudah apa yang di lakukan Polri sesuai dengan motto itu tapi kalau hanya di lakukan oleh Ryan jelas sekali itu bukan motto daripada Polri.Bagaimana kelanjutan dari akhirnya penyidikan ini, kita tinggal menunggu kesabaran dan kekayaan Polri dalam menghadapi permintaan-permintaan Ryan yang di luar akal orang waras dan normal..


Diponegoro 82..JKT
Rhivan Lorca

Indonesian Artist be a Member of Indonesian Parlieament and be a leader regional government ? F*#* Off Go to Hell


Pesta demokrasi 2009 sudah di depan mata, banyak parpol yang mulai merapatkan posisi terhadap segala bidang dalam mengamankan suara untuk partai mereka ketika pesta itu akan dilaksanakan, berbagai upaya dilakukan mulai dari iklan, rayuan-rayuan maut kepada rakyat jelata agar memilih partai mereka termasuk menjaring tokoh-tokoh yang bisa menjalankan roda partai mereka di rumah rakyat jika memang 3 persen dari jumlah rakyat Indonesia yang mencoblos partai mereka dan menempatkan orang-orang dari partai mereka di rumah rakyat..


Soal pemilihan atau pengkaderan dari suatu partai sekarang semakin hari semakin tidak jelas, kalau dulu bolehlah pengkaderan yang dilakukan sebuah partai sudah sesuai, tapi kalau sekarang penulis agak ragu dan tidak percaya dengan konsep pengkaderan dari partai saat ini baik yang baju lama atau baru yang membuat penulis tidak percaya dengan konsep pengkaderan partai politik saat ini adalah banyak artis-artis baik yang baru terkenal hingga yang sudah tidak terkenal lagi sebagai anggota partai bahkan anggota dewan, yang menjadi pertanyaan saat ini adalah sudah sebegini parahkah atau tidak sanggup lagi partai menjaring masyarakat untuk dicalonkan menjadi anggota dewan sehingga artis yang digunakan, atau hanya sebagai bumbu penyedap supaya bisa naik popularitas dari partai itu di mata masyarakat walaupun jelas-jelas sudah bobrok.


Tapi pantaskah artis masuk rumah rakyat dengan segala jenjang karier di bidang politik yang boleh dibilang masih bau kencur ? bagi penulis artis masuk rumah rakyat adalah tindakan bodoh atau bunuh diri, karena apa ? pertama, kita tahu bagaimana kehidupan artis itu apalagi yang sering wara-wiri masuk redaksi infotainment dengan berita perceraian, menikah berulang-ulang, selingkuh atau intinya dunia artis itu tidak ada positifnya ditambah dengan masuk ke rumah rakyat..


Kenapa penulis menulis judul di atas dengan nada sedikit marah dan sedikit arogan (mohon sujud maaf kepada artis yang ingin nyalek ke Senayan atau jadi pemimpin daerah), karena ya itu selebritis kita belum bisa menjadi politisi atau yang bahasa halusnya adalah selebritis kita masih bau kencur walaupun ada beberapa mengklaim pernah ikut organisasi seperti OSIS di sekolahnya, dan terbukti sudah banyak artis kita yang periode tahun 2004-2009 saat ini hanya sebagai macan ompong atau mau lebih tragis artis kita yang jadi politisi hanya makan gaji buta yang bermiliar-miliar rupiah sambil planga-plongo itu tanpa ada bukti konkret buat warga Indonesia termasuk konstituennya yang telah memilihnya dengan harapan hidup mereka di negara ini bisa terangkat dari dibawah garis kemiskinan paling tidak naik sedikit tepat di Garis Kemiskinan Setidaknya ada lima artis yang menghuni rumah rakyat periode 2004-2009, tapi bukti nyata buat rakyat termasuk konstituennya mana ? BBM tetap naik, kemiskinan masih ada, korupsi masih ada bahkan dirumah rakyat sendiri yang nota bene pembuat undang-undang anti korupsi, dan tidak pernah penulis baca koran atau nonton di televisi ada anggota dewan yang latar belakang artis berkoar-koar sampai marah besar banting meja trus buang mic hingga melakukan Walk Out menolak apa yang menjadi kebijakan Lembaga mereka tanpa melihat nasib rakyat, kemudian apakah anggota dewan yang akan tugas mulai Juli 2009 hingga 2014 dan yang duduk di kursi orang nomor satu atau nomor dua di daerah seperti mulai dari Gubernur hingga Bupati yang berasal dari kalangan artis nasibnya sama planga-plongo atau lebih maju ?Coba anda tanyakan kepada lima artis yang kebanyakan Planga Plongo di Senayan, terus tanyakan kepada wakil Bupati Tangerang, kemudian Wakil Gubernur Jawa Barat sudahkah mereka bekerja dengan nyata yang sesuai dengan ucapan mereka ketika kampanye kepada rakyatnya paling tidak dalam jangka pendek 100 hari sampai dengan hari ini ? BELUM TUCH ? karena penulis belum membaca semua harian tentang berita kegiatan mereka, kemudian tanyakan kembali kepada Bung H.Y Calon Gubernur Sumatera Selatan, terus Calon Walikota Serang Bang S.J, kemudian Kang D.C. calon Wakil Bupati Garut, lalu Kang P.Y. calon wakil Bupati Sumedang.


Jadi menurut penulis, artis yang nyalek ke Senayan sampai jadi pemimpin di daerah belum bisa menjadi wakil rakyat karena mereka bagi penulis tidak mengerti dan paham akan politik, percuma saja kalau mereka jualan untuk mendapatkan dan menaikkan suara partai dan kursi dia lewat paras dan body yang aduhai cantik dan ganteng, sering masuk Tipi lewat sinetron sampah tapi begitu masuk ke Senayan hanya planga – plongo kayak wong deso katro apa yang mesti di kerjakan karena mereka hanya di beri pengkaderan tentang sistem politik, demokratisasi secara instan paling Cuma 3 bulan di intensifkan seperti anak sekolah yang mau ikut ujian SPMB di tempat bimbingan belajar.Jadi pesan penulis untuk kalangan selebritis Indonesia yang katanya nuraninya diminta bergerak untuk mensejahterahkan rakyat agar berpikir dua kali ini bukan sinetron yang biasa anda bintangi dimana dapat rating dan ada bonus untuk anda, TAPI ini pengabdian ibaratnya anda itu Budak yang harus bekerja apa yang Tuan anda yaitu rakyat anda sendiri minta seperti kesejahteraan ya..anda harus bisa memanjakan mereka, bukan sekedar tebar pesona atau tebar kepopuleran biar banyak yang milih, rakyat sekarang BUTUH bukti nyata di depan mata mereka BUKAN tebar pesona atau jualan kecap yang semua orang terhanyut akan jualan anda.Apakah Senayan akan dipenuhi oleh artis-artis yang sudah kalah pamor di dunianya sehingga Senayan menjadi pelampiasan kantong mereka yang sudah menipis, atau dengan kata lain Senayan tempat pengungsian artis yang sudah tidak popular lagi, atau mereka bisa merubah negara ini menjadi lebih baik dengan keVOKALan mereka melihat rakyat makin miskin berkaitan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.


Kita nantikan saja kiprah mereka…


Cawank..Agustus 2008

Wartawan Vs Pemberitaan = Babak Belur


Lagi-lagi ada individu yang tidak terima akan kinerja daripada wartawan dalam memberitakan suatu kejadian sehingga kontak fisiklah yang melayani daripada resiko pekerjaan sebagai wartawan.Apa yang penulis maksud di atas terjadi di kampung halaman daripada Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu Makassar- Sulawesi Selatan dimana seoarang wartawan biro dari sebuah media cetak dianiaya oleh seorang lurah karena sedang meliput pembagian sembako yang di indikasikan hasil dari korupsi, lantas sang wartawan langsung di aniaya oleh sang lurah yang berkuasa di daerah itu, akibat perbuatan dari lurah ini wartawan mengalami luka-luka, sang wartawan pun melaporkan apa yang ia alami ke kantor polisi setempat.


Ini bukan kali ini saja wartawan di aniaya oleh sejumlah orang yang memang tidak senang dengan kehadiran dari wartawan ini, kita bisa lihat bagaimana sosok Udin yang vokal dengan beritanya terkait kasus korupsi yang ada diwilayah pemberitaannya akibat ke-vokalan dari sang kuli pena dan disket ini nyawapun taruhannya, dan sampai sekarang tidak jelas siapa yang membunuh dan merancang untuk membunuhnya, itu baru didalam negeri bagaimana dengan kondisi wartawan di luar Indonesia tidak jauh berbeda ibaratnya 11-12 dengan nasib wartawan di sini, contohnya yang menimpa wartawati Rusia yang ditembak tepat di bagian kening di depan pintu masuk apartementnya, pokok permasalahannya adalah pemberitaan yang dilakukan oleh sang wartawati terkait pembantaian yang dilakukan oleh gerilyawan Chechnya dengan Pemerintah Rusia kala itu dipimpin oleh Presiden Kamerad Vladimir Putin.


Setidaknya menurut data yang pernah penulis baca setiap tahun seratus orang lebih wartawan meregang nyawa ketika meliput seperti wartawan perang yang meliput di wilayah konflik Timur Tengah, selebihnya adalah korban akibat intimidasi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat berita yang dimuat.Sebegitu berbahayakah profesi wartawan sehingga harus di bunuh, harus dianiaya biar tidak terungkap kebenaran daripada yang ditulis oleh wartawan itu ? memang fungsi dari wartawan atau media adalah sebagai anjing penjaga yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan atau suatu kejadian, sebenarnya yang sederhana fungsi dari wartawan adalah memberitakan atau memberitahukan yang sebenar-benarnya serta akurat dari suatu kejadian sehingga masyarakat tahu dan mengerti akan kejadian, tetapi kalau sudah seperti ini apakah masyarakat peduli dengan kinerja wartawan.


Tetapi kita juga tidak boleh menutup mata, karena wartawan juga bisa menaikkan nama negara menjadi lebih maju dan disegani bisa juga menjatuhkan kredibilitas dari suatu negara itu dan sudah terbukti, anda mungkin tahu bagaimana seorang Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Richard Nixon harus rela meninggalkan Gedung Putih karena kasus persengkongkolan dalam hal pemilu dimana yang mengungkapnya adalah duo wartawan Washington Post berkat seorang tokoh dengan kode istilah pornstyle- Deepthroat yang baru dibuka identitas dari narasumber ini setelah beliau wafat pada usia 92 tahun, bisa bayangkan posisi wartawan dalam suatu negara.Pekerjaan wartawan adalah pekerjaan yang mulia dan berat, kenapa penulis bilang mulia karena tanpa ada wartawan maka tidak akan ada yang namanya pengetahuan, tidak akan tahu bagaiamana keadaan suatu negara atau kegiatan, misalnya tanpa ada wartawan mana bisa kita tahu pertandingan Piala Eropa ada atau tidak juaranya kalau tanpa ada wartawan, tidak akan ada hasil dari laporan kerja pemerintah kepada masyarakat dengan apa yang pemerintah lakukan selama ini, tanpa wartawan negara juga tidak bisa mengetahui apa yang masyarakat minta untuk pembangunan negara ini, jadi peran wartawan adalah yang tadi penulis utarakan adalah sangat mulia, kalau soal berat ya.. itu karena pekerjaan wartawan boleh dibilang lebih berat karena 24 jam dalam 7 hari tanpa ada isitilah libur harus mencari berita, mencari dan mewawancari narasumber dan itu semua tidak gampang penuh dengan lika-liku bahkan nywa sebagai taruhannya.Jadi ada yang salahkah dengan profesi wartawan, sehingga harus di siksa, diancam jiwa dan keluarganya hingga nyawanya, jadi kalau menurut penulis apa yang dilakukan oleh beberapa orang hingga sekelompok orang yang menganiaya wartawan hingga membunuhnya adalah orang-orang bodoh dan tidak punya otak.


Penulis sangat setuju dengan apa yang dilakukan oleh wartawan biro Makassar tersebut dengan langsung melaporkan kepada pihak kepolisian terkait apa yang terjadi, tetapi juga penulis menyesalkan dengan sikap daripada aparat, dimana sampai saat ini penulis belum pernah melihat tayangan televisi khusus acara kriminalitas dan Polisi serta berita yang dicetak di Harian tentang sesorang yang di vonis pengadilan dan menginap di Hotel Prodeo karena menganiaya atau yang ringan menghambat kinerja wartawan dalam meliput dilapangan, karena selama ini yang ada hanya pelaporan-pelaporan saja tanpa ada tindakan lanjut dari pihak aparat keamanan untuk memproses hingga mengantarkan ke pihak penyidik Pengadilan, lantas kemana itu semua bahan laporan yang dilaporkan wartawan yang telah menjadi korban di kantor, apa dijadikan tumpukan kertas bekas setelah sekilo lebih panggil tukang abu gosok terus di lego dech buat nambah-nambahi uang rokok sama bensin dan terbukti apa yang penulis tulis ini yaitu KEMANA !! hasil akhir dari laporan seorang wartawati yang didampingi oleh pemimpin redaksi, dimana sang wartawati sebuah harian mengalami pelecehan seksual yang di lakukan oleh aparat suatu kesatuan di Polda Metropolitan Jakarta Raya dan pelecehan itu sendiri didapat diareal Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.Mau berapa lagi wartawan setiap hari, setiap bulan bahkan setiap tahun yang bekerja di wilayah hukum negara kesatuan Republik Indonesia dengan jumlah penduduk lebih 220 juta jiwa ini mengalami yang namanya intimidasi, penghinaan, pelecehan, hingga kematian, mungkin hanya wartawan ini dan Tuhan yang tahu.


Mari kita Hormati kinerja daripada wartawan….

Salemba, Agustus 2008
Rhivan Lorca

Futsal For Bibles



Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mempunyai visi dan misi, yaitu menghadirkan Firman Allah kepada sebanyak mungkin orang dengan bahasa yang mudah dimengerti, serta menggalang dukungan bagi penyebaran Firman Allah untuk saudara-saudara yang merindukan Firman Allah namun tidak dapat mengupayakan dengan kekuatannya sendiri.

Menjawab misi pelayanan tersebut, LAI bersama Kelompok Kerja Pemuda (KKP), mengajak kaum muda Kristen dan setiap orang yang percaya yang terbeban untuk ikut terlibat dalam penyebaran Firman Allah ini. Salahsatu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan turnamen Futsal. Kenapa Futsal ? Dan bagaimana pertandingan ini dapat menjadi salah satu cara penyebaran Firman Allah ?

Futsal merupakan olahraga yang saat ini sangat digemari oleh kalangan kaum muda. Teamwork, sportivitas, strategi dan kompetitif menjadikan futsal merupakan ajang permainan yang dapat mempersatukan kaum muda dari berbagai kalangan, latar belakang dan denominasi gereja. Melihat peluang yang baik seperti ini LAI akan menggelar Turnament Futsal yang bertema FUTSAL FOR BIBLES pada tanggal 11 & 18 Oktober 2008, bertempat di Futsal City.

Selain sebagai pemersatu, Futsal For Bibles-FFB ini akan menjadi ajang kegiatan penggalangan dukungan bagi proyek Penerjemahan dan Penerbitan 5,000 eksemplar Kabar Baik Bergambar bahasa Siau yang akan diberikan secara Cuma-Cuma bagi anak-anak di Siau, Sangihe Talaud, Sulawesi Utara.

Dukungan yang dibutuhkan untuk proyek Penerjemahan dan Penerbitan Kabar Baik Bergambar bahasa Siau adalah Rp. 194,668,000,- Bagi saudara yang terpanggil untuk berpartisipasi dan ingin memberikan dukungan, Saudara dapat mengisi formulir yang telah disediakan dan mengembalikannya kepada Lembaga Alkitab Indonesia.

Turnament ini terbuka HANYA untuk PEMUDA GEREJA ( Dengan melampirkan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Pendeta Gereja) dengan Batas Umur 15-30 Tahun dan tempat terbatas HANYA 64 Tim !

Kabar Baik Bergambar Bahasa Siau

Siau terletak di perairan Sulawesi Utara, terdiri dari gugusan pulau dan terdapat 128 pulau kecil yang membentang dari Selatan Pulau Biaro, hingga Utara Pulau Miangas. Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagian besar terdiri dari pegunungan dan tanah berbukit yang dikelilingi oleh lautan dan terbagi atas dua gugusan kepulauan : Gugusan kepulauan Sangihe dan Gugusan Kepulauan Siau-Tagulandang. Mayoritas penduduk Siau beragama Kristen, dimana pekerjaan utama mereka di Siau adalah nelayan dan bercocok tanam.
Menyusul upaya penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Siau, saat ini Lembaga Alkitab Indonesia berencana untuk menerbitkan Kabar Baik Bergambar dalam bahasa Siau yang dimaksudkan untuk menjadi konsumsi khusus anak-anak penutur aktif bahasa ini. Diharapkan semakin banyak anak-anak berbahasa Siau mencintai Firman Tuhan, melalui cerita-cerita Alkitab bergambar yang sesuai dengan dunia mereka. Dukungan dari saudara-saudar seiman untuk kelangsungan proyek ini sangat diharapkan.

Terimakasih untuk segala perhatian serta dukungan yang Saudara berikan, dan dimohon partisipasi Saudara untuk kegiatan Futsal For Bibles.