Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Curiga Dengan IANI

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Akhir-akhir ini sepertinya sepakbola menjadi perbincangan paling hangat di Indonesia bahkan sampai sama dengan pemberitaan harga cabai yang naik atau hampir sama dengan pembicaraan seputar paspor yang digunakan untuk berplesiran sejenak dari kehidupan hotel prodeo.

Perbincangan sepakbola yang hangat itu adalah adanya sebuah kompetisi yang prakarsai oleh sekelompok orang yang ingin memajukan sepakbola Indonesia, nama kompetisi itu adalah Liga Primer Indonesia atau LPI. Kompetisi alternatif ini pun di komentari banyak pihak baik yang pro maupun yang kontra bahkan PSSI pun langsung dengan lantang mengatakan bahwa LPI itu adalah kompetisi ilegal dan mengancam klub, pemain atau perangkat pertandingan yang membantu kegiatan LPI akan mendapatkan sanksi keras.

Penolakan LPI ini oleh PSSI mendapatkan dukungan dari Ikatan Atlet Nasional Indonesia-IANI yang mana dalam keterangan pers-nya mengatakan bahwa hampir sama dengan PSSI bahwa LPI ini ilegal dan meminta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga agar tegas dan mengambil sikap terkait dengan LPI.

Tetapi menurut penulis agak geli dan ketawa dengan keterangan pers dari organisasi ini yang di ketuai oleh mantan pemain bulu tangkis, Icuk Sugiarto. Kenapa penulis geli dan ketawa melihat keterangan pers dari IANI ini adalah, Pertama ; benarkah pernyataan ini berdasarkan semua suara dari semua atlet nasional termasuk yang sepuh ? kedua, benarkah organisasi ini RESMI ? dan ketiga, benarkah hasil keterangan pers tentang keberadaan LPI ini MURNI dari nurani atau adanya ORDER dari pihak tertentu.

Apakah IANI ini adalah badan resmi ? karena menurut penulis keberadaan IANI ini agak janggal, kenapa janggal ? kita bisa lihat ketika LPI mau bergulir mereka tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba muncul begitu saja, tetapi kalau mereka mengatakan RESMI nantinya setelah melihat tulisan ini, pertanyaan penulis adalah KEMANA anda wahai manusia-manusia ini yang tergabung dalam Ikatan Atlet Nasional Indonesia ini ketika medio tahun 200-an ketika adanya perselisihan antara FORKI-INKAI dan FTKI yang sekarang dua organisasi olahraga karate ini yaitu FORKI dan INKAI ini berdiri sejajar setelah diakui oleh KONI dan negara ? KEMANA ?

Kemudian penulis juga tidak yakin dengan keterangan pers dari organisasi ini BENAR-BENAR MURNI dari hati mereka, bukan maksud memojokkan atau merendahkan mereka, tetapi dengan segala rasa hormat penulis terhadap mereka yang telah mengabdi kepada negara ini tetapi kita bisa lihat DIMANA kegiatan daripada sang ketua organisasi ini adalah mengepalai sebuah klub bulu tangkis yang pemiliknya adalah dinasti keluarga LUMPUR LAPINDO dan salah satu dari anggota organisasi ini juga pernah mengurusi sebuah turnament tennis yang diprakarsai oleh keluarga LUMPUR LAPINDO !! dan seperti kita tahu bagaimana keluarga lumpur lapindo ini selalu eksis dalam hal dunia olahraga terutama sepakbola dimana salah satu anggota keluarga ini menduduki posisi nomor dua di PSSI dan juga memiliki klub sepakbola yang (katanya) memiliki sertifikat standar Eropa.

Kalau melihat ini boleh kah penulis mengatakan kalau organisasi ini TIDAK LAIN TIDAK BUKAN kepanjangan tangan daripada keluarga lumpur lapindo, karena KALAU MEMANG MURNI dari mereka KENAPA ketika konflik FORKI dan INKAI tahun 2000-an mereka tidak ada dan melakukan kegiatan yang sama seperti sekarang ? benar tidak ?!

Jadi menurut penulis, LPI entah itu ilegal atau tidak itu hak semua orang tetapi kiranya sebelum mengatakan ilegal atau tidak kita BERCERMIN dahulu apakah pantas kita mengatakan LPI itu ilegal tetapi di dalam kata-kata ilegal terselip agenda-agenda terselubung seperti kasus SARAPAN PAGI timnas yang kemarin-kemarin membuat heboh !!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Menteng Std, 050111 11:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Jumat, 26 November 2010

Antara Sikap Diam dan Berprestasi Rio Dengan Sikap Omdo ala Dinasti Suprapto


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf

Ada kabar gempira menghampiri 220 juta jiwa rakyat Indonesia dari sebuah lintasan balap mobil di kawasan Teluk Arab tepatnya di negara Uni Emirat Arab-UEA dimana putera terbaik Indonesia yang bernama Rio Haryanto berhasil menyelesaikan uji cobanya menggunakan mobil balap F-1 milik team Virgin sebegai “hadiah” atas keberhasilannya memenangi lomba mobil semua kategori dari F-3000 hingga F-3 dan hasil ini pun di puji setinggi langit oleh jajaran staff daripada Team Virgin dan mereka bisa memproyeksikan bahwa Rio akan berprestasi di F-1 suatu saat kedepan.

Apa yang di lakukan oleh Rio ini adalah sebagai oase disaat prestasi otomotif kita khususnya jet darat yang semakin lama semakin tidak jelas atau kosong padahal kita mempunyai sarana dan prasarananya tetapi kembali lagi bahwa olahraga otomotif terutama jet darat ini hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu.

Mungkin kita tahu siapa saja yang menguasai lintasan balapan di negara ini kalau bukan dua bersaudara yang memiliki bapak mantan pembalap dan juga penggagas daripada sirkuit Sentul tetapi apakah dua bersaudara ini memiliki prestasi yang juga dimiliki oleh Rio yaitu uji coba mobil F-1 ? ternyata tidak !

Kita bisa lihat bagaimana (boleh kah penulis menggunakan kata-kata) arogan daripada dua bersaudara ini Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto yang boleh dibilang hampir dua dekade belakangan ini mereka berdua selalu menjuarai berbagai serie mulai dari kelas Gokart hingga F-3000 dengan satu tujuan yaitu masuk dunia F-1 semua sponsorship mulai dari perusahaan BUMN hingga yang kecil pun sudah di suplai agar dua bersaudara ini atau paling tidak satu dari mereka bisa membawa dan mengibarkan bendera merah putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya di podium dalam laga F-1 tetapi hasilnya ?! NOL BESAR !! bahkan ketika seorang Wan Abud memproklamirkan saingan F-1 yaitu A-1 yang mana semacam “Piala Dunia-nya F1” pun dua bersaudara ini hanya bisa lari di tempat tanpa ada hasilnya hingga saat ini pun kabar team A-1 Indonesia pun tidak terdengar lagi !!

Bahkan saking arogannya dinasti ini pernah berujar ketika ada seorang wanita yang ingin menjajal mobil jet darat ini dengan sedikit rasis dan diskrimanasi gender mengatakan bahwa seorang wanita tidak akan bisa mengendarai apalagi menjuarai kompetisi mobil jet darat, tetapi omongan dari anggota dinasti ini pun ibarat kentut yang terhembus oleh angin dimana sang wanita ini sukses menjuarai balapan mobil jet darat khusus Asia bahkan juara umum !!

Penulis sich tidak heran dengan sikap dan ucapan-ucapan dari pada keluarga ini karena kita semua sudah tahu kok bagaimana mereka hidup dan bisa beragoransi-arogansi layaknya raja terhadap budak seperti ini karena kedekatan mereka dengan sang penguasa yang tidak punya otak dan nurani yang berasal di Kawasan Cendana yang mana kita juga tahu bagaimana kehidupan daripada manusia-manusia yang ada di kawasan itu, dan yang mempopulerkan olahraga otomotif itu kan hanya dari mereka-mereka semua dan kita sebagai rakyat hanya bisa menjadi penonton dengan mulut nganga karena kagum dengan aksi mereka padahal belum tentu mereka menguasai dengan benar !

Memang kita boleh akui untuk menjadi pembalap itu tidak gampang sekali kemampuan kita yang alami diberikan oleh sang pencipta tentunya adalah sponsor untuk menunjang itu tetapi lebih dari itu semua adalah semangat dan ambisi yang luar biasa untuk mewujudkan itu semua tanpa ada semangat dan ambisi yang luar biasa jangan harap bisa berprestasi walaupun di bantu dengan sponsor yang melimpah seperti yang terjadi di dalam tubuh Ananda Mikola dimana beliau selalu berkoar-koar untuk menjadi pembalap F-1 itu perlu dukungan dari pemerintah dan juga sponsorship-sponsorhip tanpa itu tidak bisa, dan BUKTINYA MANA !?!! sekarang sudah berapa ratus milliar rupiah dan dollar masuk ke dalam kas Ananda Mikola untuk mewujudkan dirinya membawa Indonesia ke F-1 ? TIDAK ADA bukan !! yang ada sekarang menjadi pesakitan karena kasus yang tidak pantas dan ingin merasa jadi pahlawan bagi kekasihnya tercinta. kalau penulis jadi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau jadi CEO daripada perusahaan yang pernah menjadi sponsorship Mikola ketika berjuang demi F-1, penulis akan PERINAHKAN KPK untuk mengusut aliran dana itu karena bagaimana pun dana yang dikucurkan itu bukan uang sebesar Rp. 1,000 yang bisa beli permen sekantung besar tetapi milliaran dan juga mempertaruhkan kestabilan ekonomi daripada perusahaan sponsorship itu sendiri benar tidak ?!

Sedangkan kita bisa lihat bagaimana aksi diam berprestasi ala Rio, hanya bermodalkan sponsor yang tidak lain tidak bukan perusahaan keluarga dan ditambah sebuah stasiun televisi berbasis berita sebagai official broadcaster sudah mencatatkan beberapa prestasi gemilang walaupun penulis yakin sekarang ini sudah lebih dari sepuluh sponsorship yang menaunginya tetapi tetapi mungkin prinsip kerja Rio adalah diam adalah emas atau diam adalah prestasi dan itu harus dicontoh bagi semua anak-anak yang ingin meraih cita-cita dan itu terbukti sekarang ini dimana Rio mungkin satu-satunya pembalap asal Indonesia yang mengendarai mobil F-1 walaupun kapasitasnya hanya uji coba tetapi mungkin dari uji coba itu bisa menghasilkan sebuah terobosan yaitu mengendarai mobil F-1 dan bersaing dengan Sebastian Vettel atau Fernando Alonso di lintasan memperebutkan juara dunia dan konstruksi.

Buat Rio, penulis dan mungkin ratusan juta jiwa rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote bangga dengan prestasi anda terus tingkatan itu semua dan penulis yakin dalam waktu 5 tahun kedepan Indonesia akan memiliki seorang pembalap F-1 dan itu adalah Rio Haryanto.. sedangkan untuk Ananda Mikola, Moreno Soeprapto dan Tinton Soeprapto..TOLONG KEMBALIKAN UANG yang selama ini menjadi sponsorship untuk Mikola agar bisa masuk ke arena F-1, ternyata anda dan anak anda selama ini Cuma bisa membuat rakyat terlena dan meminta agar pemerintah support Mikola biar bisa masuk arena F-1 tetapi kenyataannya mana? Anda itu hanya bisa NATO-Ngomong Asal TANPA OTAK !!! COBA LIHAT Rio tanpa publikasi secara besar-besaran BISA menjajal mobil F-1 walaupun kapasitasnya hanya uji coba dan mobil team yang di pakai team kemarin sore SEDANGKAN anak anda ?

Maju terus Rio Haryanto, kibar kan dan dengar kan Merah Putih dan Indonesia Raya di manapun engkau berlomba tunjukkan kalau Indonesia itu punya pembalap yang mempunyai sikap rendah hati dan tidak suka publikasi besar-besaran…

Sentul, 211110 17:30

Rhesza
Pendapat Pribadi

Sabtu, 28 Agustus 2010

Katakan TIDAK untuk Pelaku Kriminal di Olahraga !!


Bicara tentang organisasi sepakbola di negara ini maka tidak akan ada habisnya selalu ada saja kehebohan yang terjadi dari kantor tersebut dan sekarang pun terjadi dimana PSSI menantang kebijakan yang dikeluarkan oleh Komite Olimpiade Internasional (KOI) Indonesia.

Seperti kita ketahui bahwa beberapa waktu yang lalu KOI mengeluarkan pernyataan terkait dengan dikeluarkannya kebijakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disahkan pada tanggal 4 Juni 2010 dalam AD/ART tersebut tertulis dimana salah satu prasyarat yang harus di penuhi oleh setiap induk organisasi olahraga (PB/PP) yang akan menjadi anggota KOI adalah keharusan untuk memiliki AD/ART yang di dalamnya mengatur persyaratan atas setiap anggota pengurusnya, yakni (1) sehat jasmani dan rohani yang didukung oleh keterangan tertulis dari dokter atau rumah sakit, dan (2) tidak pernah tersangkut perkara pidana dan/atau dijatuhi hukuman penjara

Akibat dari regulasi yang di luncurkan ini ada dua organisasi olahraga yang menentang dan protes keras yaitu, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia-PASI dan tentunya siapa lagi kalau bukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia-PSSI mereka protes karena aturan AD/ART yang baru sangat mengarah kepada ketua umum mereka

Penulis tidak akan membahas soal PASI tetapi lebih kepada PSSI terkait dengan isu AD/ART ini, yang penulis heran adalah kenapa PSSI dan (juga) PASI menentang keras isi dari AD/ART ini soal tidak bolehnya seorang kriminal memimpin organisasi olahraga padahal kalau dilihat sebenarnya sudah dari dulu-dulu kali semua organisasi olahraga melarang seseorang yang terpidana atau tersangkut oleh tindak kejahatan seperti contoh FIFA dalam artikel mereka yang tertulis “ They..must not have been previously found guilty of criminal offense” tetapi oleh PSSI tiga kata dalam statuta “have been previously” dihapus sehingga dalam statuta versi PSSI adalah “ They..must not found guilty of a criminal offense”

Seharusnya para individu yang bermasalah dengan hukum di negara ini agar berpikir dua kali jika ada orang-orang yang memintanya untuk menjadi ketua atau pemimpin dalam organisasi olahraga padahal kita tahu bahwa yang namanya olahraga itu harus bebas daripada semua kepentingan baik kepentingan politik atau apapun termasuk hukum dan kriminal, penulis coba bertanya kepada dua organisasi ini apakah ada seorang kriminal entah itu koruptor, maling, atau penjahat perang memimpin suatu organisasi olahraga di negaranya di belahan bumi ini ? tidak ada kan ?! yang ada cuma di Indonesia saja seorang penjahat bisa memimpin organisasi olahraga.

Kemudian bukan maksud untuk memojokkan seorang kriminal dengan kerja mereka di organisasi tetapi perlu juga kita cermati, adakah prestasi yang memuaskan dari sebuah organisasi olahraga yang dipimpin oleh seorang kriminal ketika berlaga di kompetisi internasional misalnya Olimpiade, SEA Games, ASIAN Games atau kejuaraan yang eskalasinya bintang lima paling tidak juara umum kalau tidak mendapatkan medali lebih dari sepuluh atau sapu bersih pada nomor tertentu ? tidak ada bahkan PSSI mulai dari kepengrusan NH hingga detik ini belum bisa memberikan gelar satupun kepada pecinta sepakbola Indonesia walaupun pasti oleh pihak PSSI mereka mengatakan telah berprestasi dengan meraih gelar Piala Kemerdekaan tahun 2008 lalu tapi itu didapat tidak dengan semangat Fair Play yang didewakan oleh FIFA tetapi dengan intimidasi dan ancaman betul tidak ?

Sudah saatnya organisasi olahraga di pimpin oleh orang-orang yang bersih dari dunia politik atau kriminal kalau bisa yang mengerti dan pernah menggeluti olahraga itu dan bekerja dengan penuh waktu sehingga tidak seperti sekarang kebanyakan kalangan birokrasi pemerintah yang memimpin organisasi ini hanya sebagai sambilan, pantas saja olahraga kita tidak pernah berprestasi secara penuh bahkan kita tidak bisa membalikkan keadaan ketika negara ini berjaya olahraganya di tangan dinasati Cendana dan sekarang malah sering jadi pecundang…

Jadi buat pengurus dan atlet tolonglah berpikir dengan akal sehat dan nurani anda, anda mau dipimpin oleh orang yang bersih dan bukan kriminal demi prestasi yang gemilang ATAU orang kriminal tetapi terus menjadi pecundang bukan pemenang ?

Senayan, 250810 15:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Jumat, 16 Juli 2010

Apa Kabar Hasil Kongres Sepakbola Nasional ?

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

“ @infosuporter beluuumm RT @Rhesza apa kabarnya hasil Kongres Sepakbola Nasional di Malang sudahkah di realisasikan kah isi dari hasil kongres oleh PSSI “

Petikan di atas adalah pertanyaan penulis kepada sebuah akun komunitas sepak bola melalui situs jejaring tuider tentang sudah di realisasikah hasil Kongres Sepakbola Nasional-KSN oleh PSSI dan jawaban dari akun komunitas sepakbola itu adalah BELUM !!!

Kita tahu bahwa pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia serta Komite Olahraga Nasional Indonesia-KONI membuat sebuah Kongres yang diberi nama Kongres Sepakbola Nasional. Kongres ini berlangsung di Kota Malang pada tanggal 30-31 Maret, hasil dari KSN ini ada delapan rekomendasi yaitu : (1). PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapakan masyarakat. (2) Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepak bola. (3). PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder, terutama KONI dan Pemerintah.

(4) dilakukan pembinaan sejak dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat, dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan sekolah sepak bola, PPLP dan PPLM sepak bola. (5) Metode pembinaan atlet pelajar/muda agar juga memprihatinkan pendidikan formalnya (6) Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimulan). Dan (7) Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara SEA GAMES 2011 (8) Pemerintah dan masyarakat perlu mengawal rekomendasi yang dihasilkan dalam kongres dalam hal ini diminta kepada pemerintah untuk membentuk Dewan Sepak Bola Nasional yang bersifat independen, tetapi point delapan ini dihapus dan ditolak keras oleh PSSI dan jadinya hanya tujuh butir kesepakatan.

Sudah empat bulan Kongres dan isi kesepakatan ini tertuang tetapi kenapa sampai tulisan ini dibuat dan dimuat BELUM ADA tanda-tanda perubahan dari PSSI dan juga dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia serta KONI belum ada sama sekali untuk MENEGUR PSSI berkaitan dengan hasil kesepakatan isi KSN tersebut. Yang ada sekarang adalah adanya isu kepergian sekitar 60 Pengurus PSSI ke Afrika Selatan kabarnya dana yang dihabiskan oleh pengurus ini adalah sekitar Rp. 7M untuk lima hari walaupun dibantah bahwa yang berangkat itu berdasarkan kocek sendiri.

Kalau memang mereka berangkat ke Afsel dengan kocek sendiri sampai Rp. 7 M kenapa para pengurus ini tidak patungan untuk membayar kontrak daripada Pelatih Timnas Alfred Riedl dan juga melunasi janji para pengurus ini kepada pasukan timnas Futsal ketika berangkat ke Uzbekistan ketika turnament Piala Asia Futsal benar tidak ?!

Kembali ke soal isi KSN, kalau memang sampai sekarang isi dari KSN itu belum direalisasikan oleh PSSI ngapain juga pemerintah membuat KSN yang biayanya tidak mungkin hanya Rp. 1-5 Juta kalau jadinya seperti ini, mendingan Pemerintah beserta KONI menghadap Presiden dan anggota Exco FIFA dan meminta FIFA untuk membebukan bahkan mendaftar hitamkan kepengurusan PSSI untuk tidak boleh memegang atau berada dalam lingkungan sepak bola Indonesia dengan alasan yang kita semua sudah ketahui bagaimana busuknya para pengurus PSSI ini termasuk ke-108 pemegang suara untuk menentukan jika menentukan Ketua PSSI yang baru benar tidak ?!

Sampai kapan sepak bola kita seperti ini, semua stadion penuh sesak setiap kali ada pertandingan termasuk di Gelora Bung Karno Stadion tetapi prestasi yang didapat tidak sebanding dengan animo masyarakat yang susah payah bahkan ada yang rela menginap untuk mendapatkan tiket dan menyaksikan tim kebanggaannya menang ternyata hanya sebagai pecundang ?! keledai saja CUKUP dua kali jatuh pada lubang yang sama lalu bangkit, masa negara ini terutama Timnas nya melebihi sifat daripada keledai ?! tolong pikirkan ini wahai Ketua dan Pengurus PSSI atau anda harus membaca sebuah ucapan yang mungkin bisa menggugah nurani mu kawan…

““Bapak harus mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena kalian dianggap mempermalukan bangsa. Bapak yang beranggung jawab atas semua ini “
Azwar Anas, Ketum PSSI

Ya Tuhan SAMPAI KAPAN Engkau tunjukkan kemarahanMU kepada para pejabat PSSI ini supaya mereka sadar bahwa kami BUTUH Prestasi nyata BUKAN Mimpi disiang bolong !

GBK Std, 140710 14:10

Rhesza
Pendapat Pribadi

Selama 4 sekawan itu masih di PSSI JANGAN HARAP Indonesia Bisa Main di Piala Dunia

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Perhelatan sepakbola dunia sudah usai dengan tampilnya Spanyol sebagai jawara dunia setelah mengandaskan Timnas Oranje-Belanda dengan skor tipis 1-0 di perpanjangan waktu lewat gol pemain Catalan, Andres Iniesta.

Banyak pengalaman dan belajar yang kita petik daripada perhelatan besar ini terutama jika ingin membentuk sebuah tim modal yang utama adalah kekompakkan dan meninggalkan ego satu dengan yang lain dengan nama negara, kita bisa lihat bagaimana sebuah timnas Korut yang kita tahu secara politik internasional negara ini cukup misterius dan mengisolasikan diri dari negara-negara luar tetapi karena misterius dan mengisolasikan diri inilah yang membuat mereka kuat dan lolos putaran final Piala Dunia walaupun harus kalah dari Brazil, Portugal dan Pantai Gading dengan produktivitas 1-12 tetapi mereka bisa memukau dunia dengan menahan permainan Brazil hinggal menit ke-50 dan mencetak gol dengan indah ke gawang Julius Caesar.

Atau kesebelasan Putih-Putih, Selandia Baru yang mencatatkan rekor tidak terkalahkan di ajang Piala Dunia bahkan sempat unggul melawan Italia walaupun akhirnya harus imbang, atau tiga kemenangan besar pasukan muda Jerman ketika menghadapi tim musuh bebuyutannya, mereka berhasil menghajar Inggris dan Argentina dengan skor telak 4-1 dan 4-0 dan pada babak penyisihan group pun mencukur tim kangguru dengan skor 4-0 ! dan masih banyak lagi cerita-cerita menarik, sedih, gembira kalau kita mengingat Piala Dunia 2010.

“ Bapak harus mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena kalian dianggap mempermalukan bangsa. Bapak yang beranggung jawab atas semua ini “
Azwar Anas, Ketum PSSI ketika menyambut Timnas Piala Tiger 1998

Bagaimana dengan Indonesia ? penulis dan mungkin para penikmat sepakbola di tanah air pun mungkin muak pengen muntah kalau ditanya kapan Indonesia main di Piala Dunia, padahal negara kita kalau di peta adalah negara paling besar selain China dan Rusia tetapi kenapa tidak pernah masuk putaran final Piala Dunia yach walaupun banyak pihak bilang Indonesia pernah main di Piala Dunia pada tahun 1938 tetapi itu BUKAN INDONESIA tetapi Hindia Belanda ! China saja yang berpenduduk paling besar di dunia saja PERNAH merasakan pertarungan Piala Dunia, Korea Utara dan Selandia Baru saja yang geografisnya masih lebih besar geografis pulau Jawa BISA main di Piala Dunia sedangkan kita ? hanya terpaku sambil meneteskan air liur ketika menyaksikan pertandingan yang “dibantu” oleh stasiun televisi yang mendapatkan hak siar atau membaca tulisan jurnalis yang dikirim oleh kantornya ke ajang tersebut atau mendengar sanak-saudara yang kebetulan nonton atau menjuarai sebuah kompetisi iseng-iseng berhadiah benar tidak ?

Kalau boleh mengambil sebuah lirik lagu sepakbola kita ini mau dibawa kemana ? sepakbola kita hanya bisa garang di tanah sendiri tetapi macan ompong ketika keluar rumah, kita bisa lihat bagaimana garangnya Persipura, Persiwa dan Sriwijaya FC di kompetisi Liga Super berapa puluh gol mereka cetak tetapi apakah garang juga begitu keluar dari tanah Indonesia ? TIDAK kita bisa lihat bagaimana anak-anak Persipura di ajarin bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan benar dari klub China sampai 9 GOL ! begitu juga dengan Persiwa melawan tim yang boleh kita bilang dari urutan peringkat FIFA saja masih jauh di bawah kita ternyata kalah hanya Sriwijaya FC saja yang bisa mengimbangi tetapi tetap saja ujungnya KALAH dan TERSINGKIR dari ajang internasional !!

Itu baru klub bagaimana dengan Timnas kita ? ternyata tidak jauh berbeda kalau boleh penulis bilang kalau melihat timnas kita bertanding ibarat kita menyaksikan parade boy band sedang beraksi tetapi tidak ada hasilnya !! kalau pemain luar negeri seperti CR-9, Kaka, Pato mereka memberikan yang terbaik dan pantas sesuai dengan kontraknya baik di klub maupun Timnas bahkan mereka rela berjuang di klub untuk main agar bisa masuk Timnas, sedangkan timnas negara ini ? gaji besar bahkan melebihi gaji RI-01 atau direksi BUMN tetapi prestasi untuk timnas mana ? pasti diantara pembaca pasti membela dengan mengatakan bahwa Indonesia pernah kok juara itu Juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 di Jakarta, kalau anda bilang Indonesia juara Piala Kemerdekaan tahun 2008 penulis malah berkata itu juara untung-untungan kenapa ? kita bisa lihat bagaimana kelakuan licik daripada para official Timnas yang melakukan intimidasi, provokasi dan semua tindak tanduk yang melanggar semangat daripada fair play yang diagungkan oleh FIFA.

Pembaca pasti bertanya kenapa penulis memberikan judul di atas seperti itu ? iya selama 4 sekawan itu masih duduk manis di kantor PSSI jangan harap Timnas kita bisa berbicara dengan bagus di ajang internasional dan pembaca juga bertanya siapa 4 orang itu, penulis hanya memberikan inisialnya saja untuk menghindari pencemaran nama baik walaupun kita semua tahu siapa 4orang ini. Empat orang yang penulis maksud adalah, NH, NB, NB dan ADT kalau menurut penulis empat sekawan inilah yang mungkin membuat sepakbola kita seperti macan ompong, kita bisa lihat bagaimana mimpi-mimpi mereka dalam mewujudkan sepakbola Indonesia biar disegani dan ditakuti tim lawan tapi mana ? mungkin pembaca pernah mengenal program Timnas Primavera, Baretti adakah mereka berprestasi ? paling prestasi hanya tingkat SEA GAMES, sedangkan Olimpiade dan Piala Dunia ? NOL BESAR.. kemudian ada pembinaan di Belanda, apakah Indonesia berprestasi di ASIAN GAMES DOHA 2008 ? TIDAK..kemudian yang sekarang di liga Uruguay apakah merek berprestasi MASUK dalam putaran final Piala Asia U-19 ? TIDAK !!! dan semua yang telah penulis sebutkan adalah ide cemerlang dan cerdas daripada empat sekawan ini tetapi sekali lagi hasil dari ide ini NOL BESAR !!!

Penulis juga heran dengan empat sekawan ini, mulai dari penulis masuk SD sampai sekarang empat sekawan itu masih saja betah di kantor PSSI, ketika ada isu mendesak untuk meminta mereka mengundurkan diri, salah satu dari empat sekawan itu malah mengeluarkan pesan yang menurut penulis ucapan beliau ini seperti ucapan anak kecil dimana beliau akan mundur kalau Timnas kita GAGAL ke final SEA GAMES 2011 kita tahu bahwa tahun 2011 adalah tahun terakhirnya beliau memimpin PSSI dan penulis tidak yakin dengan ucapan beliau kalau tahun 2011 akan mundur model seperti ini sudah sering diucapkan beliau ketika pertama kali memimpin dan terbukti sampai sekarang beliau masih duduk manis saja di PSSI..

Seharusnya empat sekawan ini meniru ucapan dan tindakan dari tokoh besar yang juga berpengaruh di arena sepakbola Indonesia ketika jaman dinasti orde baru yaitu mantan ketua umum PSSI Pak Azwar Anas dimana beliau langsung mundur seusai melihat kelakuan timnas yang bermain sepakbola gajah beliau bilang kepada semua tim ketika tiba di Bandara SoeTta “ Bapak harus mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena kalian dianggap mempermalukan bangsa. Bapak yang beranggung jawab atas semua ini “ tetapi kenyataannya adakah empat sekawan ini mengundurkan diri setelah ada event Internasional yang membuat Indonesia gagal ? TIDAK !

Jadi buat para penikmat sepakbola nasional lebih baik buang jauh-jauh mimpi Indonesia bisa bermain di tingkat internasional seperti FIFA WORLD CUP kalau sampai detik ini PSSI MASIH di kuasai oleh empat sekawan dan kroni-kroninya yang rela pasang badan agar empat sekawan ini tetap duduk manis, atau mungkin secara ekstrem kita tinggal tunggu kapan Tuhan memberikan azab kepada empat sekawan ini dan juga orang-orang yang tega merusak sepakbola kita ini demi kepentingan perut dan golongan yang mereka bela !!!

GBK Std, 140710 14:20
Rhesza
Pendapat Pribadi

Senin, 12 Juli 2010

Berbangga dan bersorak-sorailah Penduduk Catalan…


Pertama-tama penulis ini mengucapkan selamat kepada Tim Merah Emas- La Furia Roja Spanyol atas gelarnya sebagai Juara FIFA World Cup 2010 Afrika Selatan setelah mengalahkan Tim Oranje Belanda dengan skor 1-0 lewat tendangan Andres Inesta pada perpanjangan waktu setelah hampir 90 menit Spanyol dan Belanda bertanding tanpa gol.

Dari pertandingan final ini penulis agak sedikit kagum dengan penampilan tim Spanyol tanpa juga meragukan kemampuan daripada tim Belanda, tetapi dari semua ini khususnya tim Spanyol ada yang mungkin nantinya akan kembali lagi perseteruan dua kota dan satu dari kota ini sudah menunjukkan ego ketika di Piala Dunia.

Mungkin pembaca bertanya-tanya soal tulisan dialenia atas dan juga judul yang penulis tulis tetapi itulah kenyataannya, siapa yang mencetak gol satu-satunya dari Spanyol ? dari klub mana dia ? iya dialah Andres Iniesta pemain Barcelona !

kita semua tahu Iniesta, Barcelona selalu di identikkan dengan perseteruan abadi antara Real Madrid dengan Barcelona, antara Kota Madrid dan Catalan-salah satu propinsi di Spanyol bahkan Catalan dan kota lainnya harus tertutup dengan kejayaan kota Madrid dari segala aspek termasuk urusan politik, bahkan Raja Juan Carlo dan keluarga kerajaan pun fans fanatik dari pada Real Madrid.

Sudah berapa banyak kejadian yang mengakibatkan jatuh korban ketika partai Madrid-Barca berlangsung dan berapa banyak pemain yang pindah dari Madrid ke Barca begitu juga sebaliknya dan dianggap oleh sebagian orang Barca adalah klub kelas dua dan juga bahwa Spanyol itu identik dengan Madri dan Madrid adalah Spanyol bukan Barca atau kota lainnya hingga pada tahun 2005 anggapan itu di buang jauh-jauh karena prestasi Barca yang menjuarai Piala Champion persis dengan perayaan 50 tahun berdirinya UEFA dan dilanjutkan pada tahun 2008 dengan mengalahkan klub Inggris Man. Utd.

Dan sekarang dalam meraih gelar paling diincar semua negara di dunia warga Spanyol khususnya Madrid mau tidak mau harus berterima kasih kepada pemain Barca dan penduduk Catalan selain juga kepada pemain Madrid yaitu Iker Casilas, karena tanpa pemain Catalan ini mana mungkin Spanyol bisa meraih gelar itu benar tidak ?

Terlepas urusan nasionalisme, tetapi di hati penduduk Catalan ada rasa percaya tinggi dan kehormatan bisa membentuk karakter permainan Iniesta dan kontribusi bagi Sepak bola Spanyol dan meraih gelar yang paling diincar oleh semua negara setelah pada tahun 2008 mengukuh kan diri sebagai jawaranya Eropa walaupun dari segi politik mereka di anggap kelas dua dan tertutup oleh kemewahan kota Madrid sama seperti kota Bilbao yang di identikkan dengan separatis Basque ETA oleh pemerintah Spanyol.

Sekali lagi selamat buat Tim La Furia Roja anda memang layak dapat satu bintang emas di atas emblem Federasi Sepak Bola Spanyol-REFF setelah meraih jawara Eropa, dan buat pendukung Barcelona dan Catalan berbangga lah kawan karena dari kota dan klub anda Spanyol bisa meraih juara dunia dan membukakan mata rakyat dunia bahwa Spanyol itu tidak hanya identik dengan Madrid tetapi Barcelona dan Catalan adalah bagian dari Wilayah Kerajaan Spanyol…Bravo La Furia Roja…

Menteng Std, 110710

Rhesza
Pendapat Pribadi

Danke Klinsman….

Pertama-tama penulis ini mengucapkan selamat kepada Deutschen Nationalmannschaf atau Timnas Jerman yang mempertahankan gelar juara ketiganya dengan mengalahkan Timnas Uruguay dengan skor 3-2 ini gelar ketiga ini sama seperti yang mereka dapat ketika mereka raih di tanah sendiri dengan mengalahkan Timnas Portugal dan juga kepada Thomas MUELLER yang meraih dua gelar yaitu, Top Score dan juga Pemain Muda Berbakat.

Siapa yang tidak kenal dengan Deutschen Nationalmannschaf atau Tim Nasional Jerman mulai dari orangtua hingga anak jaman sekarang, ya Jerman bersatu atau ketika sebelum tahun 90-an dengan nama Jerman Barat sudah memperlihatkan ketajaman dan keangkeran mereka sebagai timnas dan juga terbukti hingga sekarang walaupun prestasi mereka belum bisa menandingi senior-senior mereka ketika berada di podium.

Jerman sekarang berbeda dengan Jerman era sebelum tahun 90-an bahkan tahun 2000-an kenapa berbeda ? karena mereka setiap tahun selalu melakukan perombakan setiap menyelesaikan suatu turnament, kita bisa lihat ketika Timnas Jerman hancur lebur pada turnament Piala Eropa tahun 2000 di Belanda-Belgia dimana mereka harus masuk kotak dan pulang terlebih dahulu karena tidak bisa meraih point yang bisa meloloskan mereka ke fase berikutnya, kemudian pada turnament 2002 pun prestasi mereka tidak maksimal bahkan publik Jerman dan tentunya pendukung mereka di seluruh dunia pun agak ragu dengan prestasi Jerman ini tetapi ketika mereka menjadi tuan rumah pesta hajatan dunia yang bisa menyatukan suku, agama, ras dan golongan yaitu Piala Dunia melakukan perombakan total di bawah kepelatihan mantan pemain dan legenda Jerman yaitu Juergen Klinsman, Timnas Jerman mampu berevolusi menjadi tim yang kuat dan solid apa yang di kerjakan oleh Klinsman terbukti yaitu pada tahun 2006 Jerman mulai menunjukkan jati dirinya kepada dunia walaupun hanya duduk sebagai juara ketiga tetapi performa mereka patut di acungi jempol meskipun pada awal kepelatihan Klinsi publik Jerman ragu dikarenakan Klinsi menolak tinggal di Jerman untuk melihat hasil rekomen-rekomen atau melihat pertandingan-pertandingan bundesliga untuk menentukan pemain yang masuk dan memilih untuk bolak-balik Berlin-California.

Menurut penulis ada beberapa hal yang membuat timnas Jerman ini lebih solid dan lebih matang yaitu, pertama, dari jajaran staff kepelatihan terdiri dari orang-orang bersejarah dalam prestasi Jerman kenapa penulis bilang begitu ? kita bisa lihat manager dari Deutschen Nationalmannschaf ini adalah Oliver Bierhoff, siapa yang tak kenal beliau apalagi yang terjadi antara beliau dan tahun 1996. iya Oliver Bierhoff adalah manusia emas dimana pada tahun 1996 di Inggris tepatnya turnament Piala Eropa terjadi final antar Jerman dengan Rep. Cheko yang dimenangkan oleh Jerman dengan Gol Emas karena terjadi skor 1-1 dan Oliver Bierhoff lah yang mencetak kemenangan emas itu dan menjadi juara Eropa pada tahun 1996. kemudian ada Pelatih Kiper Timnas, Andreas Koepke ? mungkin bagi penggila sepak bola yang baru awal-awal suka dengan sepakbola mungkin agak kurang familiar dengan nama Andreas Koepke dan juga Oliver Bierhoff tetapi bagi yang sudah lama mengenal sepakbola mungkin sudah tahu siapa Andreas Koepke ? Iya Andreas Koepke adalah kiper Timnas yang membawa Jerman juara Piala Eropa 1996 bersama Oliver Bierhoff kemampuan dalam menjaga gawang Jerman dari serangan lawan tidak diragukan lagi walaupun di tingkat klub Andreas Koepke ini belum bisa memberikan hasil yang bagus (baca:prestasi), kemudian ada assisten Klinsi Joachim Loew (yang sekarang menjadi Pelatih) adalah pelatih dengan sejuta prestasi dan juga kontroversinya bahkan kalau tidak salah sempat di hukum oleh federasi sepakbola Jerman dan tentunya sang Pelatih saat itu, Juergen Klinsman siapa pun tahu bagaimana dengan prestasi Klinsi ketika menjadi pemain. Kedua, semua materi pemain di tangan Klinsi hingga sekarang adalah pemain muda yang sangat-sangat berbakat dan TIDAK DI KENAL oleh publik sepakbola umum, kita bisa lihat pada tahun 2006 penulis, anda dan siapa pun TIDAK KENAL siapa itu Bastian Schweinteiger atau Philip Lahm atau Miroslav Klose atau Mesut Oezil yang kita kenal dahulu adalah mungkin pemain-pemain lawas seperti Mathias Sammer, Jens Jeremies, Carsten Janker, Dietmar Haman, Markus Babel, Fredi Bobic, Karl Heinz Riddle, Oliver Kahn atau Steffan Effenberg, dengan kontroversinya tetapi apa yang ada di lapangan lewat talenta-talenta muda ini Jerman mulai berbicara dan sekarang tanda tangan mereka sedang di buru oleh sejumlah klub.

Ketiga. Adanya satu tujuan yaitu memberikan terbaik untuk publik Jerman satu untuk Jerman Jerman untuk satu, maksudnya ? kita bisa lihat bagaimana Jerman sebelum tahun 2006 selalu di isi oleh pemain-pemain yang berasal dari satu-dua klub atau klub-klub terkenal seperti Bayern Muenchen, Borrusia Dortmund, Bayer Leverkusen tetapi sekarang kita bisa lihat FC Cologne, VFB Stuttgart, Herta Berlin, Hambur SV, Warder Bremen, Schalke 04 bisa mengirimkan pemain-pemain terbaiknya di dalam jajaran Deutschen Nationalmannschaf, kemudian soal satu untuk Jerman-Jerman untuk satu kita bisa lihat kalau dahulu hanya bangsa Aria yang putih susu, ganteng, gahar bisa masuk tetapi sekarang kita bisa lihat bagaimana Cacau dan Mario Gomez yang naturalisasi dari Brazil kemudian Mesut Oezil naturalasisasi dari Turki atau Klose dan Podolski yang memiliki darah Polandia tetapi mereka bersatu dengan pemain asli Jerman dengan satu tujuan yaitu memberikan yang terbaik untuk Jerman khususnya Sepak bola dan publik Jerman dan itulah yang kita bisa lihat di lapangan setiap mereka bertanding.

Tetapi yang lebih utama adalah tanpa peran Klinsman dan juga der Kaizer Franz Beckenbauers lewat DFB mungkin kita tidak bisa melihat permainan tim Jerman yang menarik dan impresif serta tentunya semangat nasionalisme yang sangat tinggi dalam bertanding disamping tentunya dengan sportifitas dan fair play, walaupun dalam dua Piala Dunia Jerman meraih Juara 3 tetapi tidak menutup kemungkinan kalau komposisi pemain Jerman seperti ini dan mungkin menambah beberapa pemain sebagi pelapis daripada pemain yang mungkin 4 tahun kemudian memasuki usia pensiun sepakbola bisa menjuarai Piala Dunia 2014 di Brazil

Andai der kaizer Franz Beckenbauer membaca tulisan ini penulis hanya berpesan, tolong pertahankan Joachim Loew, Andreas Koepke, Oliver Bierhoff dan pasukan muda ini kaizer, biarlah mereka bermain dengan hati dan nasionalisme untuk Jerman bukan untuk kepentingan-kepentingan dari beberapa orang…

Terakhir penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Klinsman, walaupun anda tidak di percaya publik ketika anda mulai memimpin tetapi ketidak percayaan publik itu anda jawab dengan prestasi yang ditorehkan oleh pasukan muda Deutschen Nationalmannschaf

Semangat dan Majulah Pasukan Muda Deutschen Nationalmannschaf

Squad Deutschen Nationalmannschaf Piala Dunia 2010

1. Manuel NEUER 27/03/1986 GK Schalke 04 (GER) 190cm / 2. Marcell JANSEN 04/11/1985MF Hamburger SV (GER) 190cm / 3. Arne FRIEDRICH 29/05/1979 DF Hertha Berlin (GER) 185cm / 4. Dennis AOGO 14/01/1987 DF Hamburger SV (GER) 184cm / 5. Serdar TASCI 24/04/1987 DF VfB Stuttgart (GER)186cm / 6. Sami KHEDIRA 04/04/1987 MF VfB Stuttgart (GER) 189cm / 7. Bastian SCHWEINTEIGER 01/08/1984 MF Bayern Munich (GER) 180cm / 8. Mesut OEZIL 15/10/1988 MF Werder Bremen (GER) 182cm / 9. Stefan KIESSLING 25/01/1984 FW Bayer Leverkusen (GER) 191cm / 10. Lukas PODOLSKI 04/06/1985 FW FC Cologne (GER) 180cm / 11. Miroslav KLOSE 09/06/1978 FW Bayern Munich (GER)182cm / 12. Tim WIESE 17/12/1981 GK Werder Bremen (GER) 193cm / 13. Thomas MUELLER 13/09/1989 MF Bayern Munich (GER)186 cm / 14. Holger BADSTUBER 13/03/1989 DF Bayern Munich (GER) 190cm / 15. Piotr TROCHOWSKI 22/03/1984 MF Hamburger SV (GER) 168cm / 16. Philipp LAHM ( C ) 11/11/1983 DF Bayern Munich (GER) 170cm / 17. Per MESTESACKER 29/09/1984 DF Werder Bremen (GER) 196 cm / 18. Toni KROSS 04/01/1990 MF Bayer Leverkusen (GER) 180cm / 19. CACAU 27/03/1981 FW VfB Stuttgart (GER) 180cm / 20. Jerome BOATENG 03/09/1988 DF Hamburger SV (GER) 192 cm / 21. Marko MARIN 13/03/1989 MF Werder Bremen (GER) 169 cm / 22. Hans Joerg BUTT 28/05/1974 GK Bayern Munich (GER) 191 cm / 23. Mario GOMES 0/07/1985 FW Bayern Munich (GER)

GBK Std, 110710 09:45
Rhesza
Pendapat Pribadi

Senin, 24 Mei 2010

PSSI Kontrak Pemain Untuk Timnas ? Duit Dari Mana ?!


Pertama-tama seperti kebiasaan penulis menghaturkan permintaan maaf jika dalam penulisan dibawah ini membuat sebagian orang merasa marah, tersinggung atau terpojokkan, karena ini adalah pendapat pribadi daripada penulis sekali lagi mohon maaf.

Dalam beberapa hari di bulan ini pecinta sepakbola nasional di kejutkan dengan ide briliant daripada PSSI dimana semua pemain yang dipanggil oleh Pelatih baru Timnas yaitu Alfred Riedl akan di kontrak ekslusif oleh PSSI dan TIDAK BOLEH berkompetisi dengan klubnya selama menjalani pelatnas, dengan tujuan supaya kebersamaan dan juga fokus dalam pelatnas.

Ide ini memang belum terlaksana tetapi sebagian klub dan pemain sendiri memiliki pendapatnya masing-masing ketika ditanya soal isu ini ada yang menerima kalau itu hasilnya positif tetapi disatu sisi seharusnya PSSI melakukan program regenerasi dini dalam hal kompetisi.

Ide baru dan instan ini BUKAN yang pertama kali terlontar dari Kantor PSSI, kita bisa lihat mulai dari TC Belanda dimana tujuannya adalah supaya bisa fokus dan target medali emas serta masuk putaran kedua Pra Kualifikasi Piala Dunia 2010 bisa didapat karena selama ini PSSI hanya plesiran setiap ajang olahraga internasional mewakili Indonesia dan hasil dari TC Belanda apa ? KALAH !! bahkan skor memasukan dan kemasukannya 1-11 !!

Kemudian adanya pembentukan “klub” yang berisikan materi anak-anak U-19 dengan nama SAD Indonesia yang disisipkan ke ajang Liga Uruguay yang sampai saat ini berjalan tetapi hasilnya untuk Indonesia di ajang internasional ? GAGAL TOTAL di ajang Pra Piala Asia U-19 karena kalah 0-7 dari Jepang dan Australia walaupun tampil mempesona ketika melawan Taiwan dan Hongkong tetapi tetap aja KALAH dan GAGAL TOTAL ?

Kemudian ada lagi tentang mendatangkan para pemain-pemain internasional yang memiliki darah Indonesia untuk bergabung menjadi starting eleven Tim Nasional Indonesia, walaupun akhirnya GAGAL TOTAL juga karena para pemain yang berdarah Indonesia ini mengajukan syarat yaitu SELALU masuk dalam starting eleven Timnas dan TIDAK PERLU seleksi seperti yang sudah rutin dilakukan oleh para pelatih-pelatih Timnas !

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, MAU mu apa PSSI ? penulis melihat para pengurus PSSI ini sudah stress dan mungkin (maaf) gila dengan miskinnya prestasi dan tuntutan daripada pecinta sepakbola Indonesia yang menginginkan prestasi, tapi bagaimana mungkin kalau dari pengurusnya sendiri selalu mengeluarkan kebijakan yang menyesatkan mereka juga dan jadinya seperti ini KALAH TERUS…KALAH TERUS.. benar tidak.

Semua pecinta sepakbola Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote pun tidak meragukan kemampuan daripada seorang Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Ricardo Salampessy, Maman, dan masih banyak lagi TETAPI kenapa setiap pertandingan Timnas kita selalu KALAH dan SEPERTI diajarkan cara bermain bola yang baik dan benar oleh lawan tanding ? kemudian, kita tahu penduduk Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote berjumlah lebih dari 230 juta jiwa tetapi KENAPA yang terpilih masuk dalam 22 pemain Timnas selalu 4DL- Dia Lagi Dia Lagi ini terkesan bahwa ke 22 pemain yang 4DL itu YANG PALING jago main bolanya sementara yang lain BODOK, kalau seperti ini BUAT APA ada kompetisi Liga Super Indonesia, Liga Joss Indonesia, Liga Pendidikan Indonesia kalau tiap ada kalender kompetisi internasional yang di panggil dan masuk dalam 22 pemain Timnas Indonesia selalu 4DL itu Dia Lagi Dia Lagi benar tidak ?!

Dan pertanyaan penulis buat para pengurus PSSI ini adalah seperti banyak yang beredar di media bahwa pemain yang di panggil oleh pelatih Alfred Riedl akan di kontrak oleh PSSI sumber dananya DARI MANA ? memangnya PSSI punya dana ? KALAU MEMANG PUNYA DANA kenapa PSSI meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan juga Komite Olahraga Nasional Indonesia-KONI untuk PATUNGAN membayar gaji sang pelatih yang kabarnya berbanderol Rp. 3 Milyar untuk satu bulan ! kalau memang ada sumber dana kenapa Timnas kita MINIM SEKALI dalam melakukan tanding persahabatan dengan Timnas-timnas yang skillnya satu-dua tingkat di atas kita sekaligus untuk mengukur sejauh mana program pelatnas yang sudah di jalankan selama ini, kalau memang ada sumber dana, SEHARUSnya PSSI tidak mengontrak Alfred Riedl donk sebagai pelatih Timnas Indonesia, KENAPA tidak langsung mengontrak misalnya Pim Veerbeek yang sekarang melatih Timnas Australia atau lebih bagus lagi yaitu Zico yang pernah melatih Tim Jepang benar tidak atau Maurinho ?!

Penulis dan mungkin para pecinta sepakbola nasional berharap apa yang di lontarkan oleh PSSI ini berdampak positif serta juga mengangkat peringkat Indonesia di FIFA sukur-sukur bisa melampaui Thailand dan tidak seperti program-program yang lainnya hanya seperti selebrasi omong kosong, dan perlu di ingat penulis bukan maksud menghina para pengurus, pelatih dan pemain timnas tetapi kiranya perlu di-PECUT dalam nurani dan otak kalian yaitu KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH UNTUK KEDUA KALINYA DI LUBANG YANG SAMA !!! anda BUKAN keledai tapi anda MANUSIA ciptaan Tuhan yang PALING SANGAT sempurna jadi TIDAK MUNGKIN donk selalu kalah !!

Selamat bekerja Mr. Alfred Riedl


GBK Std 200510 11:00
Rhesza Ivan
Pendapat Pribadi
twiiter.com/rhesza

Antara Rupiah, Sponsor dan Tipisnya Nasionalisme Atlet Kita


Seperti menjadi kebiasaan dalam pembuka blog atau tulisan, penulis menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata membuat sebagian pembaca merasa tersinggung, marah atau apa, sekali lagi tulisan ini hanya pendapat pribadi penuli dan tidak ada maksud untuk menghasut atau apapun sekali lagi mohon maaf. Dan tulisan ini untuk refleksi nurani buat yang MERASA atlet dalam bidang olahraga apapun..

Sekali lagi Tim Nasional Bulutangkis Putra/I gagal membawa piala yang menjadi kebanggaan dan tolak ukur harga diri negara dalam bidang bulutangkis yaitu Piala Thomas dan Uber dimana Timnas Uber kita gagal masuk ke putaran final karena di semifinal mereka di”ajarkan” cara bermain bulutangkis oleh China walaupun timnas Putri China di”ajarkan” juga cara bermain bulutangkis oleh Puteri Korea, kemudian Timnas Putera kita juga harus di”ajarkan” cara bermain bulutangkis oleh China dan uniknya Timnas Putera/I kita kalah dengan skor yang sama yaitu 3-0 !

Ada apa dengan Bulutangkis kita, padahal rakyat Indonesia sangat berharap Timnas Bulutangkis kita bisa menyegarkan dunia olahraga kita yang terganggu dengan ulah-ulah suporter sepak bola kita yang tiap hari tidak enak dipandang mata dan banyak kekalahan yang di berikan Timnas Sepakbola kita di depan pendukungnya sendiri tetapi apa daya ternyata Timnas bulutangkis kita tidak jauh berbeda dengan Sepakbola dimana selalu kalah dan kalah hanya menang di suporter dan nama besar !

Maaf kalau penulis bilang Timnas bulutangkis kita tidak jauh berbeda dengan Timnas PSSI dimana selalu kalah dan kalah hanya menang di suporter dan nama besar ? karena itulah yang terjadi, seharusnya dengan dukungan suporter banyak yang sudah capek ngantri atau datang jauh-jauh misalnya 1000 km dari tempat pertandingan dengan harapan ke-capek-an mereka bisa terbalaskan dengan kemenangan ternyata ?

Kita tahu tidak hanya bulutangkis saja yang mempunyai masalah tetapi para pemain bola ini pun juga dan masalah itupun juga sama yaitu sama-sama berkaitan dengan lembaran kertas berwarna yang berlogo BI entah itu perjanjian dengan sponsor klub atau dengan PSSI sendiri seperti kasus TC Belanda dimana ada beberapa pemain yang SOK menolak bergabung dengan alasan siapa yang membiayai keluarga mereka ketika mereka melakukan TC di Belanda begitu juga klub merasa keberatan dengan pemain-pemain yang di panggil TC karena pemain ini adalah tulang punggung dari klub dan harus sebanding dengan pengeluaran mereka untuk membawa pemain ini ke stadion mereka.

Kita tahu dan tidak usah munafik bagaimana biaya hidup di negara ini terutama di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, ibaratnya kalau (maaf) kencing saja di Mall sudah di banderol Rp. 1,000 bukan tidak mustahil ke depannya (maaf) kentut pun juga akan di banderol tetapi apakah hanya masalah nominal Rupiah saja anda YANG MENGAKU sebagai atlet enggan untuk bela negara ? bukan maksud untuk menegok ke belakang tetapi sepertinya para YANG MENGAKU pemain sepak bola perlu mencontoh para senior-senior mereka dalam pernah membawa nama Indonesia di dunia sepakbola internasional

Siapa yang tak kenal M. Saelan, Dede Sulaeman, Harry Kiswanto, Widodo C Putro, Anjas Asmara, Hermansyah, (alm) Abdul Kadir, Warta Kusuma, Nur Alim dan masih banyak lagi, kenapa mereka bisa bawa Indonesia berjaya ? karena mereka LEBIH mementingkan negara, prestasi daripada sponsor, dan bonus-bonus walaupun kita tahu jaman dahulu itu tidak ada yang namanya sponsor apalagi bonus yang melimpah seperti saat ini bahkan mereka mencari sendiri dana agar bagaimana Indonesia bisa ikut serta dan dikenal, setelah mereka menang di tiap kejuaraan barulah yang namanya bonus itu datang dan tentunya sponsor benar tidak ?!

Satu lagi perumpamaan biar para atlet ini YANG NGAKU bela Indonesia agar berkaca dan berkata dalam nuraninya JANGAN HANYA berkata Maaf kepada rakyat Indonesia begitu kalah tetapi ke depannya ga ada BUKTI NYATA, PERNAH kah anda melihat kehidupan para anggota tentara atau polisi yang bertugas di daerah perbatasan antar negara ? BERAPA RUPIAH yang mereka dapat dalam sebulan SEBANDING kah dengan kerjanya yang harus mengamankan wilayah Indonesia dari segala macam ancaman ? PERNAH KAH anda wahai atlet melihat dengan mata dan kepala anda para aparat ini di kala bebas tugas dan jaga DUDUK SANTAI sambil hahahihi di kedai kopi label internasional atau JALAN-JALAN di MALL sambil utak-atik smart handphone-nya? atau anda TAHU berapa pendapatan sebuah pasukan elite terkenal di negara ini yang tiap hari dan tiap detik HARUS berjuang MENJAGA nyawa 220 juta jiwa rakyat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke dari Miangas hingga Rote termasuk diantaranya VVIP dari serangan teroris dan BOM TERNYATA hanya di banderol HAMPIR SAMA dengan pendapatan sebuah seorang karyawan swasta yang FRESH GRADUATE atau HAMPIR SAMA dengan harga 1 buah smart handphone jenis GEMINI belum lagi uang makan per-hari-nya team elite ini SEHARGA PULSA SEBULAN BISA KALIAN BAYANGKAN wahai para atlet !! sedangkan anda sudah banyak sponsor , hidup mewah tinggal di Apartemen, makan enak, tiap malam keluar-masuk café dan resto ternama, tetapi hasilnya untuk negara dan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote MANA ? NOL BESAR a.k.a KALAH MULU ! jangan juga anda menyalahkan negara karena tidak pernah ada perhatian, negara ini SUDAH BANYAK pekerjaannya dan negara hanya bisa membantu jika ada swasta yang ingin menyumbang tetapi intinya adalah USAHA DARI ATLETnya itu sendiri, PERCUMA Negara mendukung penuh tetapi NYATAnya ?

Ada lagi, mau tahu kenapa Korea Utara BISA LOLOS Piala Dunia ? karena yang ada di OTAK para pemain dan official mereka adalah BAGAIMANA CARANYA meloloskan negara ini dan dikenal walaupun negara mereka secara politik internasional bermasalah dan terbukti ! sementara negara ini ? boro-boro lolos Piala Dunia atau Piala Asia, Peringkat 3 SEA GAMES kemarin saja senangnya NA-AJU-BILA BIN JALI ckckckckck…benar tidak ?!

Seharusnya para atlet ini MALU SEKALI LAGI penulis BILANG MALU !! dengan para aparat keamanan kita, atlet dan aparat keamanan terutama tentara TIDAK JAUH BERBEDA bahkan SAMA yaitu SAMA-SAMA menjaga dan membela nama Indonesia, kalau Tentara dengan senjata sementara atlet dengan kemampuannya benar tidak ? Jadi masihkah anda YANG MENGAKU atlet masih memikirkan sponsor yang banyak yang bisa membiayai hidup anda tapi tidak ada prestasi sama sekali untuk negara ini walaupun kata anda sudah berusaha, berusaha apa ? atau LEBIH BAIK berusaha sendiri, berprestasi sendiri baru memikirkan bonus dan sponsor, BUKAN KAH uang yang mendatangi anda BUKAN anda yang mendatangi uang benar tidak ?! atau bagaimana para atlet ini mau BERTUKAR PROFESI dengan tentara bagaimana, daripada KALAH MULU ?!

Dan satu lagi KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH UNTUK KEDUA KALINYA DI LUBANG YANG SAMA !!! kata-kata ini harus dicamkan dalam nurani anda sebagai atlet, anda BUKAN keledai tapi anda MANUSIA Ciptaan Tuhan yang PALING sempurna TIDAK MUNGKIN donk selalu kalah !!

Akhir kata penulis sekali lagi mohon maaf kalau kata-kata di atas membuat anda pembaca terutama para atlet panas kupingnya atau marah tetapi apa yang penulis tulis ini adalah bentuk kekecewaan penulis dan (mungkin) rakyat Indonesia terhadap olahraga Indonesia dimana tidak ada prestasi tetapi yang ada hanya tuntutan saja, mungkin dengan tulisan ini membuat anda terutama atlet termotivasi, sekali lagi mohon maaf

GBK Std. 200510 15:00

Rhesza Ivan
Pendapat Pribadi
twiiter.com/rhesza

Inikah Karma Bagi Bulutangkis Kita


Seperti menjadi kebiasaan dalam pembuka blog atau tulisan, penulis menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata membuat sebagian pembaca merasa tersinggung, marah atau apa, sekali lagi tulisan ini hanya pendapat pribadi penuli dan tidak ada maksud untuk menghasut atau apapun sekali lagi mohon maaf.

Kalau anda pernah membaca tulisan penulis tentang kecundangan Tim Thomas dan Uber Indonesia (web) maka tulisan ini masih ada kaitannya dengan kekalahan daripada Tim Thomas dan Uber dan kekalahan ini karena suatu kesalahan yang di lakukan pemerintah Republik Indonesia.

Penulis ingin mengajukan pertanyaan, apakah sepanjang hidup pembaca pernah mengalami atau percaya akan yang namanya KARMA atau KUALAT ?! bagi sebagian orang mungkin akan menolak mentah-mentah dan tidak percaya tetapi ada juga yang lain percaya dengan yang namanya KARMA atau KUALAT. Kalau pertanyaan itu ditanya kembali ke penulis maka penulis akan menjawab bahwa KARMA atau KUALAT itu memang ada.

Lantas apa hubungannya KARMA atau KUALAT dengan Tim Thomas dan Uber Indonesia ? ada hubungan KARMA atau KUALAT dengan Tim Thomas dan Uber Indonesia, ternyata di balik kesuksesan tim Thomas dan Uber China merebut bahkan mengawinkan Piala Thomas dan Uber adalah satu pria usia uzur yang DITOLAK MENTAH-MENTAH oleh Republik Indonesia atas pengajuan dirinya sebagai Warga Negara Indonesia ?

Bagi para penggemar bulu tangkis Indonesia mungkin anda kenal dengan nama Tong singfu ? dialah “SUTRADARA” dibalik kesuksesan Tim Nasional Bulutangkis China, dialah yang membentuk karakter disiplin Lin Dan dan kawan-kawan sehingga bisa anda dan ratusan juta mata dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote lihat di televisi bagaimana seorang Lin Dan ketika final Piala Thomas di Malaysia beberapa waktu lalu MENGAJARKAN Taufik Hidayat cara bermain bulutangkis YANG BAIK dan BENAR !

Tong sinfu adalah Pria keturunan China yang LAHIR di TELUK BETUNG, beliau juga pernah melatih beberapa pemain nasional bulutangkis kita terutama di eranya lim swe king dan kawan kawan, bahkan KALAU BUKAN tangan beliau MANA MUNGKIN Indonesia bisa mencatatkan rekor sejarah meraih dua medali emas cabang bulutangkis untuk pertama kalinya di Olimpiade 1992 Barcelona, mulai dari sinilah setiap olimpiade negara kita selalu rutin mendapatkan medali emas..

Tetapi itulah Indonesia, seperti KACANG LUPA SAMA KULITNYA dimana pada tahun 1998 mengajukan kepada negara Republik Indonesia agar bisa di terima sebagai Warga Negara Indonesia TETAPI ya seperti tertulis di atas KACANG LUPA SAMA KULITNYA, permintaan beliau DITOLAK !! akhrinya karena DITOLAK oleh pemerintah Indonesia beliau kembali ke China, karena beliau ini berprestasi di Indonesia dan (mungkin) tahu permintaan beliau sebagai WNI di TOLAK oleh Pemerintah Republi Indonesia tanpa pikir lama oleh Pemerintah Republik Rakyat China menawarkan Tong singfu untuk menjadi pelatih pelatnas negara mereka, dan diterima oleh beliau. Berkat tangan dingin beliau dalam melatih sudah terbukti salah satunya adalah Lin Dan dan kita bisa lihat setiap Lin Dan bermain dan lawannya adalah pemain Indonesia selalu saja Lin Dan bisa menguasai bahkan dia MENGAJARKAN bagaiman cara bermain bulu tangkis seperti yang terjadi pada Final Piala Thomas kemarin di Malaysia benar tidak ?!

Sebuah fenomena dan sangat miris sekali dimana Bulu tangkis Republik Rakyat China berprestasi BERKAT tangan dingin dan disiplin yang diterapkan dari seorang YANG BENAR-BENAR lahir dan bernafas di Indonesia walaupun keturunan TETAPI ketika ingin memBUKTIkan kecintaan pada tanah kelahirannya DI TOLAK oleh negara !

Penulis dan (mungkin) juga para pembaca dan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote berpikir dan bertanya apakah karena negara ini MENOLAK seseorang yang ingin menjadi rakyat Indonesia dengan prestasi bulutangkis membuat prestasi bulu tangkis kita seperti (maaf) impoten serta MISKIN prestasi, dan menurut penulis memang perbulu tangkisan kita ibarat penderita (maaf) impoten, kita bisa lihat dari berapa banyak turnament bintang lima yang mempengaruhi peringkat dunia daripada pemain bulutangkis kita apakah semua turnament itu mulai dari tunggal, Ganda Putra/I dan Campuran negara kita menyapu bersih alias juara umum ?! TIDAK !

Kemudian mungkin bagi negara ini terutama tekad para pejabat teras Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia-PBSI kehilangan seorang Tong singfu TIDAK AKAN membuat bulutangkis kita MATI PRESTASI ternyata ? Piala Thomas dan Uber tidak bisa kita rebut bersama bahkan sebuah Piala dengan nama Indonesia sebagai apresiasi terhadap orang Indonesia yaitu Piala Sudirman JUGA tidak bisa kita rebut dan dipamerkan untuk rakyat Indonesia, justru China lah yang “merawat”nya beberapa kali benar tidak ?!

Sudah saatnya para pejabat teras Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia-PBSI, Republik Indonesia terutama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia LEBIH-LEBIH memperhatikan daripada official, pemain atau yang berhubungan dengan bulutangkis ataupun olahraga Indonesia YANG KEBETULAN berdarah keturunan, penulis sich berharap Tong Singfu ini BELUM mengubah kewarganegaraannya kalau memang belum sudah saatnya Republik Indonesia MEMINTA MAAF atas penolakan permohonan menjadi WNI kepada beliau dan meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan indentitas beliau sebagai WNI.jangan cuma mantan separatis saja yang JELAS-JELAS memperpecah stabilas nasional yang di beri kewarganegaraan Indonesia !

Semoga kasus ini menjadi PELAJARAN berharga bagi para pejabat negara ini agar selalu memperhatikan apa yang di ajukan oleh rakyatnya terutama keturunan dan selalu memfasilitasi mereka yang berketurunan yang ingin mengubah kewarganegaraan karena kecintaan mereka terhadap Indonesia. Dan semoga karma ini cepat berakhir dan Bulutangkis Indonesia bisa berjaya kembali seperti era King, Rudi Hartono, Susi Susanti.

Cipayung, 190510 07:10

Rhesza
Pendapat Pribadi
Twitter.com/rhesza

Senin, 17 Mei 2010

Antara Rupiah, Sponsor dan Tipisnya Nasionalisme


Seperti menjadi kebiasaan dalam pembuka blog atau tulisan, penulis menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata membuat sebagian pembaca merasa tersinggung, marah atau apa, sekali lagi tulisan ini hanya pendapat pribadi penuli dan tidak ada maksud untuk menghasut atau apapun sekali lagi mohon maaf. Dan tulisan ini untuk refleksi nurani buat yang MERASA atlet dalam bidang olahraga apapun..

Sekali lagi Tim Nasional Bulutangkis Putra/I gagal membawa piala yang menjadi kebanggaan dan tolak ukur harga diri negara dalam bidang bulutangkis yaitu Piala Thomas dan Uber dimana Timnas Uber kita gagal masuk ke putaran final karena di semifinal mereka di”ajarkan” cara bermain bulutangkis oleh China walaupun timnas Putri China di”ajarkan” juga cara bermain bulutangkis oleh Puteri Korea, kemudian Timnas Putera kita juga harus di”ajarkan” cara bermain bulutangkis oleh China dan uniknya Timnas Putera/I kita kalah dengan skor yang sama yaitu 3-0 !

Ada apa dengan Bulutangkis kita, padahal rakyat Indonesia sangat berharap Timnas Bulutangkis kita bisa menyegarkan dunia olahraga kita yang terganggu dengan ulah-ulah suporter sepak bola kita yang tiap hari tidak enak dipandang mata dan banyak kekalahan yang di berikan Timnas Sepakbola kita di depan pendukungnya sendiri tetapi apa daya ternyata Timnas bulutangkis kita tidak jauh berbeda dengan Sepakbola dimana selalu kalah dan kalah hanya menang di suporter dan nama besar !

Maaf kalau penulis bilang Timnas bulutangkis kita tidak jauh berbeda dengan Timnas PSSI dimana selalu kalah dan kalah hanya menang di suporter dan nama besar ? karena itulah yang terjadi, seharusnya dengan dukungan suporter banyak yang sudah capek ngantri atau datang jauh-jauh misalnya 1000 km dari tempat pertandingan dengan harapan ke-capek-an mereka bisa terbalaskan dengan kemenangan ternyata ?

Penulis melihat atlet-atlet kita sekarang ini seperti (maaf) tidak mempunyai lagi jiwa nasionalisme dalam bertanding dan lebih mementingkan lembaran-lembaran kertas yang berlogo BI kenapa penulis berkata begitu ? sekali lagi seperti di awal pembuka tulisan ini penulis tidak ada maksud untuk menghasut atau menyudutkan, ini pandangan pribadi.

Kita tahu jauh sebelum ajang ini berlangsung, beberapa surat kabar terutama tabloid olahraga menurunkan adanya permasalahan antara pemain dengan para pejabat teras organisasi tersebut berkaitan dengan perjanjian kontrak sponsor dan pemain dimana ada beberapa pemain yang menolak perjanjian kontrak kerjasama tersebut bahkan ada salah satu pemain yang hengkang dari pelatnas. pertanyaannya adalah se-RENDAH inikah nilai nasionalisme para pemain dimana nilai kontrak tidak sesuai maka ancamannya adalah keluar dari pelatnas ?

Kita tahu bagaimana biaya hidup di negara ini terutama Jakarta ibaratnya kalau (maaf) kencing aja di banderol Rp. 1,000 nantinya (maaf) kentut pun juga akan di banderol tetapi apakah hanya masalah nominal Rupiah saja jadi anda enggan untuk bela negara ? bukan maksud untuk melihat kebelakang tetapi sepertinya para pemain ini perlu mencontoh para senior-senior mereka dalam membawa nama Indonesia di dunia perbulutangkisan internasional di takuti.

Siapa yang tak kenal Rudi Hartono, King, Lius Pongoh, Ferry Sonoville, Ivana Lie dan masih banyak lagi, kenapa mereka bisa menang ? karena mereka LEBIH mementingkan negara, prestasi daripada sponsor, dan bonus-bonus walaupun kita tahu jaman dahulu itu tidak ada yang namanya sponsor apalagi bonus yang melimpah seperti saat ini bahkan mereka mencari sendiri dana agar bagaimana Indonesia bisa ikut serta dan dikenal, setelah mereka menang di tiap kejuaraan barulah yang namanya bonus itu datang dan tentunya sponsor benar tidak ?!

Satu lagi perumpamaan biar para atlet ini YANG NGAKU bela Indonesia agar berkaca dan berkata dalam nuraninya JANGAN HANYA berkata Maaf kepada rakyat Indonesia begitu kalah tetapi ke depannya ga ada BUKTI NYATA, PERNAH kah anda melihat kehidupan para anggota tentara atau polisi yang bertugas di daerah perbatasan antar negara ? BERAPA RUPIAH yang mereka dapat dalam sebulan SEBANDING kah dengan kerjanya yang harus mengamankan wilayah Indonesia dari segala macam ancaman ? PERNAH KAH anda wahai atlet melihat dengan mata dan kepala anda para aparat ini di kala bebas tugas dan jaga DUDUK SANTAI di kedai kopi label internasional atau JALAN-JALAN di MALL sambil utak-atik smart handphone-nya? atau anda TAHU berapa pendapatan sebuah pasukan elite terkenal di negara ini yang tiap hari dan tiap detik HARUS berjuang MENJAGA nyawa 220 juta jiwa rakyat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke dari Miangas hingga Rote termasuk diantaranya VVIP dan anda dari serangan teroris dan BOM TERNYATA hanya di banderol HAMPIR SAMA dengan pendapatan sebuah seorang karyawan swasta yang FRESH GRADUATE atau HAMPIR SAMA dengan harga 1 buah smart handphone jenis GEMINI belum lagi uang makan per-hari-nya team elite ini SEHARGA PULSA SEBULAN BISA KALIAN BAYANGKAN wahai para atlet !! sedangkan anda sudah banyak sponsor , hidup mewah tetapi hasilnya untuk negara dan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote MANA ? jangan juga anda menyalahkan negara karena tidak pernah ada perhatian, negara ini SUDAH BANYAK pekerjaannya dan negara hanya bisa membantu jika ada swasta yang ingin menyumbang tetapi intinya adalah USAHA DARI ATLETnya itu sendiri, PERCUMA Negara mendukung penuh tetapi NYATAnya ?

Ada lagi, mau tahu kenapa Korea Utara BISA LOLOS Piala Dunia ? karena yang ada di OTAK para pemain dan official mereka adalah BAGAIMANA CARANYA meloloskan negara ini dan dikenal walaupun negara mereka secara politik internasional bermasalah dan terbukti ! sementara negara ini ? boro-boro lolos Piala Dunia, Peringkat 3 SEA GAMES kemarin saja senangnya na-aju-bila bin jali ckckckckck…benar tidak ?!

Seharusnya para atlet ini MALU dengan para aparat keamanan kita, atlet dan aparat keamanan terutama tentara TIDAK JAUH BERBEDA bahkan SAMA yaitu SAMA-SAMA menjaga dan membela nama Indonesia, kalau Tentara dengan senjata sementara atlet dengan kemampuannya benar tidak ? Jadi masihkah anda yang mengaku atlet masih memikirkan sponsor yang banyak yang bisa membiayai hidup anda tapi tidak ada prestasi sama sekali untuk negara ini walaupun kata anda sudah berusaha, berusaha apa ? atau LEBIH BAIK berusaha sendiri, berprestasi sendiri baru memikirkan bonus dan sponsor, BUKAN KAH uang yang mendatangi anda BUKAN anda yang mendatangi uang benar tidak ?! atau para atlet ini mau BERTUKAR PROFESI dengan tentara bagaimana, daripada KALAH MULU ?!

Dan satu lagi KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH UNTUK KEDUA KALINYA DI LUBANG YANG SAMA !!! kata-kata ini harus dicamkan dalam nurani anda sebagai atlet, anda BUKAN keledai tapi anda MANUSIA Ciptaan Tuhan yang PALING sempurna TIDAK MUNGKIN donk selalu kalah !!

Akhir kata penulis sekali lagi mohon maaf kalau kata-kata di atas membuat anda pembaca terutama para atlet panas kupingnya atau marah tetapi apa yang penulis tulis ini adalah bentuk kekecewaan penulis dan (mungkin) rakyat Indonesia terhadap olahraga Indonesia dimana tidak ada prestasi tetapi yang ada hanya tuntutan saja, mungkin dengan tulisan ini membuat anda terutama atlet termotivasi, sekali lagi mohon maaf

Senayan, 160510 15:30

Rhesza
Pendapat Pribadi

Selasa, 06 April 2010

Kemanakah Tanah Lapang itu ?


Kalau ditanya apa yang anda ketahui tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta lantas apa yang anda jawab ? pasti jawabannya beragam ada lah yang mengatakan kota selalu macet, banyak hiburan, warganya cantik-cantik dan ganteng-ganteng (hmm…), warganya ramah-ramah, banyak gedung bertingkat, tetapi kalau ditanya adakah di DKI Jakarta ini lapangan sepakbola ? pasti semua akan mengangkat alis mereka benar tidak ?

Itu lah yang sudah tidak ada lagi di ibukota ini, tanah lapang atau lapangan bola ! kalau dulu ketika jaman penulis kecil atau jaman Indonesia pasca kemerdekaan mungkin masih banyak tanah-tanah lapang yang bisa digunakan bocah-bocah ketika siang menjelang sore untuk bermain diluar rumah dengan kawan-kawan sebelah rumahnya banyak permainan yang bisa dimainkan di luar rumah dan ditanah lapang misalnya bermain sepak bola atau bentengan atau perang-perangan, lapangan ini juga bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar warga, dengan tanah lapang atau lapangan ini warga bisa berolah raga atau menggelar acara musik yang khusus untuk warga. Tetapi yang terjadi sekarang adalah banyak anak kecil generasi Spongebob ini lebih kenal dengan joystick Playstation atau Wii atau keyboard komputer game online hingga berjam-jam membuat mata letih daripada berolahraga yang membuat badan bekerja membakar kalori atau nongkrong sambil genjrang-genjreng gitar di depan gang hingga berjam-jam, benar tidak ?

Kalaupun tanah lapang ada hanya sebesar ukuran lapangan bola voli atau bulutangkis dan itu semua orang menumpuk disana untuk melakukan kegiatan olahraga atau kegiatan lainnya, penulis juga heran dengan sikap para pemimpin di negara ini yang tidak memikirkan aspek lingkungan dan lebih memikirkan aspek bisnis saja, kita bisa lihat tanah lapang yang minim bahkan tidak ada, sekarang pun tidak ada tanaman yang mampu meng”adem”kan panasnya dunia disetiap jengkal jalan benar tidak ?

Penulis sampai berpikir dalam hati, pantas saja Timnas kita selalu kalah dan tidak pernah berprestasi karena sudah tidak ada pembinaan usia muda, fasilitas seperti lapangan pun tidak ada beda sekali dengan Singapura padahal sama-sama kota yang dilirik para taipan-taipan internasional tetapi mereka dengan wilayah negara yang tidak jauh beda dengan wilayah Sumatera masih punya respek dengan mendirikan beberapa stadion dan fasilitas lainnya, dan akhirnya ! timnas mereka pun bisa bersuara dengan paling tidak bisa memberikan perlawanan kepada timnas yang lebih kuat dalam ajang kualifikasi Piala Asia walaupun tidak lolos, daripada negara kita HANYA bisa seri dan kalah !

Dan inilah yang pernah rasakan ketika Jakarta merasakan dua kali gempa dan penulis terpaksa mengevakuasikan diri dengan berdiri di tepi jalan padahal yang namanya jalan itu tidak direkomendasikan sebagai tempat aman jika sedang gempa tetapi lapangan !

Sudah seharusnya dimulai dari sekarang pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia membuat kebijakan yang tentunya di setujui oleh Presiden Republik Indonesia yang isinya meminta kepada Pemerintah Propinsi, Kota dan Kabupaten agar menyediakan beberapa hektar setiap jengkal luas daerah untuk pembangunan pusat olahraga atau stadion olahraga, supaya tidak ada lagi anak-anak kecil yang selalu duduk manis di depan komputer atau televisi dengan bermain game, walaupun mereka bilang ini olahraga tetapi bukan olahraga bakar kalori tetapi menambah kalori.

Semoga Pemerintah negara ini masih punya nurani dan lebih mementingkan kesehatan dan lingkungan dengan membangun banyak lapangan dan juga menanam pohon daripada harus bertekuk lutut dengan para taipan-taipan yang tidak punya nurani sosial tetapi nurani bisnis dan keuntungan..semoga saja

Thamrin, 260310 15:10

Rhesza Ivan
Pendapat Pribadi

Sabtu, 06 Maret 2010

Kiamat 2012 ala PSSI


Judul diatas bukan maksud menyindir akan film yang tahun lalu sempat membuat heboh masyarakat dunia tetapi itulah yang mungkin terjadi di kalangan sepakbola nasional, tetapi seperti biasa penulis meminta maaf jika dalam tulisan ini menyinggung atau memojokkan beberapa kelompok, tetapi mungkin lewat tulisan ini bisa membuka mata hati kita akan permasalahan ini.



“ Kami juga tak akan mengeluarkan izin pertandingan jika sepak bola di Jateng di pimpin wasit yang tidak adil “


Irjen Pol. Alex Bambang Riatmodjo




Mungkin hanya itu kali yang tengah terjadi di kalangan sepakbola nasional, dimana Timnas kita berbagai usia GATOT-GAgal TOTal dimana PSSI U-19 gagal maju ke Piala Asia U-19, PSSI U-23 harus diajari bagaimana cara belajar mengolah kulit bundar dari tuan rumah Laos serta negara junta militer Myanmar di ajang SEA GAMES 2009 padahal dua negara ini selalu menjadi lumbung gol bagi Indonesia tetapi yang ada sekarang, kemudian para senior mereka juga tidak jauh berbeda bahkan lebih para untuk pertama kalinya dalam 16 tahun kita tidak bisa lagi menikmati udara pertandingan Piala Asia di Qatar karena lagi-lagi kita diajari bagaimana cara bermain bola yang baik oleh Oman, Kuwait dan negara Kangguru, Australia walaupun pertandingan terakhir melawan sang Kangguru pun menang kita pun tidak bisa berangkat.

Itu baru dari segi Timnas bagaimana dengan yang lain, ternyata tidak jauh berbeda dimana PSSI di tantang atau mungkin di lecehkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena tidak bisa tegas dalam membawa sepak bola Indonesia ke arah fair play, dimana sudah dua kali Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah (Kapolda) Inspektur Jenderal Polisi ( Irjen Pol ) Alex Bambang Riatmodjo melakukan “hukuman” kepada insan sepakbola yaitu mempidanakan dua pemain sepakbola, Noval Zaenal (Persis Solo) dan Bernard Trokon Mamadou (Gresik United) karena berkelahi di lapangan hijau, kemudian pada saat laga PSIS Semarang melawan Mitra Kukar, Jumat (19/2) turun ke pinggir lapangan dari tribun hanya untuk menegur sang pengandil lapangan dan inspektur pertandingan agar wasit dan perangkat bersifat netral dan tidak berat sebelah, setelah pertandingan selesai ternyata sang pengandil dan perangkat pertandingan langsung di “jamu” oleh Kapolda Jawa Tengah di Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar (Mapolwiltabes) Semarang hingga pukul 22.00 bahkan alat komunikasi mereka untuk sementara di tahan oleh Kapolda selama “menjamu” para wasit dan perangkat pertandingan ini.



“ Saya hanya meminta sepak bola dijalankan dengan sportivitas dan fair play. Saya tidak mau di wilayah saya ada praktek suap “

Kapolda JaTeng,
Irjen Pol. Alex Bambang Riatmodjo



Setelah kejadian di Jawa Tengah, publik sepak bola tanah air harus disuguhkan sebuah berita sensasional yang di lakukan oleh salahsatu pejabat di PSSI dimana, sang pejabat ini dengan sadis membunuh istrinya dengan cara memukul kepalanya menggunakan laptop, tetapi sebelum dua kejadian ini kita sudah dikagetkan dan juga senang karena pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, H. DR. Susilo Bambang Yudhoyono dalam menerima kunjungan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Nasional Hari Pers Nasional di Istana meminta pengurus PWI untuk membuat semacam acara kongres (walaupun dikemudian hari diganti menjadi sarasehan nasional) nasional yang materinya tentang masa depan sepak bola.



“ Sulit bagi kami menerima tindakan itu, karena sudah ada campur tangan yang terlalu jauh. Kami sangat menyesalkan tindakan itu “

Sekretaris PT Liga, Tigorshalom Boboy



Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah ada apa dengan sepakbola kita, sejak hajatan olah raga SEA GAMES di Laos tahun lalu sepakbola kita selalu disorot, menurut penulis ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh PSSI sebagai otoritas paling tinggi di Indonesia dalam mengurusi sepakbola dan juga (katanya) organisasi paling tua dari semua organisasi olahraga di Indonesia, pertama, soal intervensi Kapolda Jateng menurut penulis, sah-sah saja sang Kapolda melakukan itu kenapa harus diributkan ? memang satu sisi apa yang dilakukan oleh Kapolda ini telah melecehkan atau mengintervensi kerja PSSI dalam hal ini Komdis, tetapi menurut penulis apa yang dilakukan oleh Kapolda atau tindakan seorang Hendri Mulyadi yang merebut bola dari Boaz dan melakukan solo run ke arah gawang Oman para pertandingan kualifikasi Pra-Piala Asia beberapa waktu lalu adalah cerminan daripada masyarakat Indonesia yang MUAK akan ketidak beresan daripada perangkat pertandingan sepakbola di tanah air. Memang kalau Hendri Mulyadi melakukan aksi tersebut wajar karena dia hanya rakyat sipil kecil yang biasa dan tahunya dia kecewa dengan PSSI, sedangkan Komandan Alex Bambang dia melakukan itu karena dia tahu bahwa apa yang di depan mata adalah perbuatan melanggar hukum dan harus ditindak.

Seharusnya PSSI ngaca dan intropeksi dengan nurani setelah melihat tindakan yang dilakukan oleh Kapolda bukannya malah berkomentar bak seorang yang paham akan aturan, sekarang kalau memang para pengurus ini tahu akan kapasitasnya akan sepakbola termasuk aturan yang berlaku di sepakbola kenapa prestasi sepakbola kita tidak menanjak ya ?

Menurut penulis ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh PSSI supaya tidak ada lagi aksi-aksi Hendri Mulyadi dan Komandan Alex Bambang di tiap-tiap daerah misalnya, pertama, Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berserta jajaran pengurus pusat MENGAKUI kegagalan apa yang telah kerjakan terutama janji-janji mereka ketika Munas maupun Munaslub PSSI, meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote, dan pernyataan itu disiarkan dan dicetak oleh media massa. Kenapa penulis bilang ini karena bukan maksud menyindir tentang tingkah laku masyarakat Indonesia dalam hal ini pejabat negara tetapi dinegara ini penulis tidak pernah melihat satu pejabat dengan jantan dan ksatria mengakui kesalahannya tetapi yang ada malah merasa dirinya hebat dan tidak bersalah padahal bukti dan fakta sudah jelas, beda sekali dengan di luar negeri seperti kasus Tiger Wood dimana begitu skandal pesta sex dan perselingkuhannya terbongkar oleh media, Tiger Wood langsung berdiri dipodium disorot kamera dengan ksatria meminta maaf dan mengakui apa yang telah media bongkar walau sekitar 3-4 bulan menghilang, atau skandal walikota suatu negara bagian di Amerika yang mengundurkan diri karena mengakui dirinya selingkuh dengan wanita lain dan memiliki anak dari wanita itu..

Kedua, menggelar rapat kerja atau musyawarah yang melibatkan semua unsur sepakbola termasuk diantaranya komunitas pecinta klub sepakbola atau fans club dan wartawan karena apa pun klub dan prestasinya tanpa fans klub akan sia-sia, dalam mencari sosok yang pas untuk menjabat ketua umum PSSI, kalau bisa mencari sosok yang benar-benar paham akan sepakbola termasuk didalamnya aturan-aturan sepakbola yang di buat oleh FIFA dan AFC bukan tokoh publik, karena selama ini kita tahu semua organisasi-organisasi olahraga di tanah air di ketuai oleh tokoh-tokoh publik seperti pejabat-pejabat negara seperti Perbakin yang dipimpin oleh perwira Mabes Polri yang menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum-Irwansum, Irjen Pol Nanan Sukarna, atau Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang berlatar belakang Panglima Tentara Nasional Indonesia- Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso dan masih banyak lagi, memang kita tahu dan tidak bisa ditutupi dengan budaya dinegara ini dimana tokoh publik lah yang dicari daripada tokoh yang sudah lama mengenal akan bidangnya tetapi tetap saja tokoh publik itu hanya digunakan sebagai cara untuk mendatangkan sponsor tetapi prestasinya juga hanya beberapa saja yang seimbang maksudnya tokoh publik ini bisa menjaring sponsor untuk organisasinya serta prestasi atlet yang bernaung di organisasi ini tetapi ada juga yang tokoh publik tetapi prestasinya tidak ada ya seperti kasus PSSI ini.

Ketiga, masih terkait soal penokohan kiranya para unsur sepakbola lebih seleksi menjaring yang benar-benar tidak terkait dengan persoalan apapun termasuk persoalan yang berkaitan dengan kepolisian, jangan sampai ketua umum yang baru ternyata tidak jauh berbeda dengan ketua umum yang sekarang, bukan maksud untuk memasung HAM dan demokrasi seseorang tetapi kiranya para unsur sepakbola nasional mulai dari pengurus daerah PSSI, klub, komunitas suporter lebih seleksi kalau bisa sosok ketua umum ini bersih dari apapun dan juga kalau bisa para pengurus yang saat ini untuk sementara (maaf) masuk daftar hitam dan tidak boleh dipilih atau berada dalam dunia sepakbola nasional sampai 10-20 periode pengurus PSSI bukan kenapa kita tahu bagaimana rekam jejak daripada pengurus yang ada saat ini, yang kita butuhkan sekarang adalah orang-orang yang benar-benar mau membawa sepakbola ini menuju kasta tertinggi sepakbola dunia yaitu PIALA DUNIA atau kasta paling tinggi di ASIA yaitu PIALA ASIA baik timnas maupun klub BUKAN SEKEDAR MIMPI DI SIANG BOLONG !!! apa yang terjadi para pengurus saat ini adalah orang-orang yang hanya selalu BERMIMPI tanpa pernah bangun atau bergerak sama sekali, kalaupun ditanya kenapa gagal alasan yang selalu diberikan adalah akan mengevaluasi atau kurangnya jam terbang pertandingan persahabatan TANPA MAU mengakui kesalahan, meminta maaf kepada masyarakat bahkan sampai mundur secara sukarela tanpa dipaksa !

Keempat, membenahi segala perangkat yang berkaitan dengan sepakbola Indonesia yang selama ini menjadi masalah utama adalah kompetisi dan wasit dimana sering kita dengar dimana wasit selalu bermasalah dan berat sebelah dalam memimpin, mungkin karena ini Kapolda Jateng sampai mengintrogasi wasit dan perangkat pertandingan karena dilihat sangat berat sebelah dalam memimpin

Semoga dengan adanya sedikit ancaman yang dialamatkan ke PSSI mulai dari ide briliant dari pak Beye, kemudian tindakan Kapolda yang mempidanakan dua pemain sepakbola serta “menjamu” wasit dan perangkat pertandingan ke Mapolwiltabes Semarang, kemudian tindakan Hendri Mulyadi ketika PSSI menjamu Timnas Oman yang harus dibayar dengan denda dari AFC sebesar USD 10,000 dan yang terakhir adalah di tangkap dan dijadikan tersangka bendahara PSSI karena menganiaya istrinya dengan laptop dan membenturkan ke tembok yang mengakibatkan kematian membuat ketua umum NH beserta jajarannya sadar akan nuraninya dengan mundur dan tidak aktif disemua bidang yang bernaung dalam bendera PSSI dan juga menjadi pelajaran bagi insan sepakbola Indonesia dalam memilih ketua bukan hanya dia tokoh publik tetapi harus bisa membawa Timnas Indonesia juara di semua tingkatan dan kejuaran yang bersifat internasional BUKAN sekedar mimpi atau rayuan-rayuan agar tokoh ini dipilih pada saat Munas atau apapun begitu terpilih jadinya pepesan kosong !!!

Menantikan Timnas yang berprestasi…tapi kapan ?

Pintu IX, 280210 15:40

Gie Gustan
Pendapat Pribadi

Rabu, 28 Januari 2009

JANGAN GENTAR KAWAN...SIKAT KANGGURU ITU!!! INI KANDANG KITA !!!


0 – 0 Bukanlah hasil yang bagus, memang bagus karena anda melawan tim kuat dari dataran padang pasir..kami acungi dua jempol tapi boleh kami minta point 3 dan gol lebih dari 2 dalam lawan Australia Nanti malam ?

Anda semua tampil bagus ketika bermain di kandang lawan di Muscat, SAATnya anda tunjukkan permainan anda tempo hari di Muscat dihadapan ribuan pendukung merah putih..

SAATnya kalian timnas Garuda XI BANGKIT dan tunjukkan bagaimana sepakbola Indonesia dihadapan Pasukan Kangguru itu walaupun hanya tim kedua tapi kalian harus bisa lawan dan kalahkan..INGAT kami butuh BUKTI NYATA bukan hanya BUALAN atau Permainan individu kalian…

Berjuanglah kawan, Sikat semua lawanmu…INGAT!!! INI KANDANG KITA MAJU TAK GENTAR…





GBK Stadium, 280109 19:00