Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Kenapa KAPAN ?

Ibu Rini : Halo Jeng, apa kabar ?
Ibu Ani : Baik Jeng, selamat ya sekarang sudah punya mantu
Ibu Rini : terima kasih jeng, oh ya KAPAN nich jeng nyusul aku punya mantu juga

Atau

Rini : selamat yah Na, lucu banget anak loe nich mukanya mirip banget kayak loe
Nana : terima kasih Rin, oh ya KAPAN nich punya anak kayak gw ?

Dua ucapan di atas adalah ucapan yang selalu kita dengar atau di pertanyakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu KAPAN…dan KAPAN.

Banyak orang yang malas dan capek ketika ada pertanyaan diawali dengan kata-kata KAPAN dan di lanjutkan dengan apa yang belum kita alami, seperti KAPAN kerja lagi, KAPAN menikah, KAPAN punya anak dan kita hanya menjawab dengan senyum walaupun hati kadang dongkol benar tidak ?

Tetapi ada kata-kata KAPAN yang tidak pernah terlontar oleh orang kepada kita ketika suatu acara misalnya KAPAN NYUSUL MENINGGAL ? padahal kalau dilihat “porsi” dari kapan ini kan sama semua mau baik atau tidak pasti kita akan berkata KAPAN, tetapi kenapa ketika ada yang meninggal kita TIDAK PERNAH mengucapkan kata-kata KAPAN tetapi ketika kita menghadiri acara-acara seperti pernikahan, syukuran kelahiran dan kehamilan kita selalu mengeluarkan pertanyaan dengan kata pertama KAPAN kepada orang sekitar kita benar tidak ?

Hidup itu ibarat rahasia di dalam rahasia dimana semua itu yang menentukan adalah sang Pecipta dan kita harus menjalaninya apa yang di minta Tuhan, kalau pertanyaan KAPAN itu belum di restui Tuhan kenapa kita mesti takut dan tidak percaya diri benar tidak ?!

Jadi… KAPAN anda menyusul ke liang lahat ? huahahahaha…

Taman Suropati, 210111 12:00

Kamis, 28 Oktober 2010

Antara Copiapo dan Wasior

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf

Sebelum menulis lebih lanjut penulis ingin menghaturkan simpati kepada warga Wasior (12 perjalanan dari Manokwari ke Wasior) yang menjadi korban “tsunami kecil” dan juga bersuka cita atas diselamatkannya 33 penambang di Copiapo (800 Kilometer utara ibu kota Santiago-Chile)

Dari dua kejadian yang berada di dua negara ini ada satu kesimpulan menurut penulis harus kita renungkan jika kita menjadi pemimpin yaitu bahwa seorang pemimpin itu harus bisa berada, melihat dan mendengar apa yang rakyat minta.
Kita bisa lihat bagaimana Presiden Chile, Sebastian Pinera turun langsung untuk memimpin tim penyelamatan ke-33 penampang di tempat langsung tanpa meninggalkan semenit pun sampai ke-33 penambang tersebut dilihatnya, bahkan beliau rela pulang-pergi Santiago-Copiapo hanya untuk melihat langsung evakuasi terhadap rakyatnya, apa yang di lakukan oleh Presiden Pinera ini mendapatkan pujian yang tinggi dari masyarakat dunia karena begitu baiknya Presiden ini dalam menjaga keharmonisan antara negara dengan rakyatnya yang telah memilihnya menjadi Presiden.

Apa yang di lakukan Presiden Pinera ini s
angat bertolak belakang atau berbanding 180 derajat dengan Presiden negara ini bahkan terkesan lambat tidak jauh seperti keong racun berjalan, kita bisa lihat ketika Presiden Pinera sudah mulai di TKP pertambangan begitu tahu bahwa rakyatnya sudah dua bulan di dasar bumi tetapi di negara kita pemimpin kita baru bertindak nyata ketika ucapan simpati terlontar dari mulut manis Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang juga mantan ibu negara, Hillary Rodham Clinton terhadap apa yang terjadi di Wasior, Papua.

Yang lebih parahnya lagi setelah ucapan simpati dari Menlu AS mewakili Pemerintah dan Warga Amerika Serikat bukannya sang pemimpin yang langsung menuju kesana tetapi memerintahkan anak buahnya (baca:Menteri) ke TKP untuk memantau keadaan dan memimpin peredaran bantuan dari pemerintah setelah itu baru sang Presiden datang ke sana dan bertahan lebih dua hari lebih mirisnya lagi sang pemimpin dan rombongan memilih tidur nyenyak di Kapal Perang ketimbang mendirikan tenda diantara pengungsi.

Pertanyaan sekarang adalah inikah yang dinamakan pemimpin yang di pilih rakyat ? bagi penulis apa yang di lakukan oleh Presiden Pinera adalah BENAR seorang pemimpin yang di pilih oleh nurani rakyatnya dan ia bisa menjawab dan membalas yang rakyat telah lakukan agar ia terpilih sedangkan pemimpin negara ini ?

Bukan Cuma kasus Wasior saja yang banyak dikritik karena pemimpin kita terkesan lambat dan hanya mengirim anak buah bukan datang langsung padahal secara nyata dia dipilih langsung oleh rakyat bukan lewat siapa pun. Kalau memang pemimpin kita selalu mengusung dan menghalalkan politik pencitraan seharusnya kasus Wasior ini sang Presiden kita sudah langsung datang ke TKP bukan menyuruh bawahannya untuk menc mencheck lokasi benar tidak ?!

Kemudian kalau memang beliau pemimpin yang di pimpin langsung oleh rakyat sebagai “penjaga” negara ini dari siapa pun kenapa ketika negara kita diacak-acak sama Malingsia kenapa Presiden yang katanya di pilih oleh rakyat seharusnya bisa bersikap tegas dan keras seperti ketika jaman Ir. Soekarno marah besar ketika Malngsia mencoba mengacak-acak Indonesia tetapi kenyataannya Presiden kita tidak lebih seperti (maaf) kerbau di cucuk hidungnya dengan mengatakan lebih baik berdialog karena mementingkan kepentingan dua negara tetapi fakta yang ada adalah negara Malingsia selalu dan selalu mengusik kehidupan negara ini.

Atau pemimpin kita di usik ketika akan berangkat untuk mengadakan kunjungan kenegaraan ke bekas negara jajahan, Belanda diusik dengan isu akan di tangkap jika mendarat di Bandara Internasional Schipool, Belanda dengan sangkaan pelanggaran HAM terhadap kawan-kawan yang tergabung dalam Republik Maluku Selatan-RMS padahal sebenarnya mudah kok kalau memang Beye tidak bermasalah kenapa harus membatalkan kunjungan walaupun di beberapa masyarakat ada yang memujinya demi harga diri bangsa, harga diri dari mana secara jelas dalam aturan protocol untuk kepala negara dan diplomat yang berlaku dimana ketika seorang kepala negara atau diplomat tidak bisa di tangkap ketika sedang berkunjung dan bekerja ke sebuah negara dan negara yang sedang dikunjungi pun harus bisa melindungi mereka dari segala macam apapun termasuk dari segi hukum ! kasus Beye dengan RMS ini seperti kasus diktator Chile, Pinochet yang berkunjung ke Inggris untuk medis ketika itu banyak yang meminta agar Pinochet di tangkap karena kasus HAM di negaranya tetapi FAKTANYA ! beliau bisa datang dan pulang dari Inggris dengan nyaman kerena status dia sebagai mantan kepala negara yang harus dihormati sesuai dengan Konvensi Vienna yang sampai sekarang berlaku di dunia Internasional terutama kalangan diplomat !!

Sudah saatnya Presiden kita lebih dekat lagi dengan rakyat kalau memang Presiden itu dipilih langsung rakyat bukan hanya ucapan saja kalau saya sebagai pemimpin dipilih rakyat tetapi nyatanya ketika rakyat sedang kesusahan pemimpinnya malah seperti abis makan cuci tangan tanpa ada merangkul rakyatnya..

Satu hal lagi yang namanya pemimpin itu ibarat Matahari yang setiap hari menyinari bumi dan isinya sama seperti Pemimpin harus bisa memberikan semangat hidup kepada rakyatnya Semoga di masa mendatang masih ada orang Indonesia yang terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia mau berbasah kuyup dan berpanas bersama, mau berkeringat bersama dengan rakyat bukan sekedar ucapan manis di bibir yang selalu mengatasnamakan rakyat tetapi nyatanya ?

Merdeka Selatan, 201010 15:54
Rhesza
Pendapat Pribadi

Senin, 11 Januari 2010

Mobil berplat RI dan RFS, Rajanya Jalanan…

Ini adalah kejadian yang penulis alami ketika berada disebuah jalan didaerah pinggiran tepatnya didaerah Pangkalan Jati persisnya depan sebuah Rumah Sakit, kejadiannya adalah ketika itu penulis sedang menumpang angkutan umum menuju ke terminal Kampung Melayu.


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara raungan sirene, pikir penulis raungan tersebut adalah Ambulance yang akan masuk Rumah Sakit, keadaan jalan raya pun saat itu tidak terlalu ramai tetapi sedikit macet karena angkutan umum yang sedang ngetem atau menunggu penumpang. Lama kelamaan suara raungan sirene itu terdengar sangat dekat dibarengi dengan suara klakson mobil, ternyata tak disangka raungan sirene tersebut bukanlah sirene dari Ambulance tetapi sirene dari motor patroli pengawal yang membuka jalan bagi mobil pejabat yang berpelat RI-xx ( tidak perlu dituliskan, tetapi pejabat ini adalah Menteri yang kantornya berada di kawasan Kuningan, dekat Kedutaan Malaysia)


Setelah rombongan Menteri ini lewat, penulis berpikir rasanya enak dan egoisnya sebagai seorang Menteri atau pejabat di negara ini, karena kemana-mana selalu dikawal seperti gerbong kereta api tidak mengenal namanya kemacetan karena mereka selalu diutamakan, tetapi bukankah Menteri atau pejabat di negara ini sama dengan masyarakat sipil lainnya, sama-sama bayar tagihan telepon, listrik, sama-sama bayar pajak, sama-sama uang yang ada didompetnya berlogo “BI” tetapi kenapa mereka selalu diprioritaskan ya ?


Mengenai soal kawal-mengawal ini penulis ingat surat elektronik yang dikirim oleh seorang pelajar Indonesia yang sedang belajar di negara Eropa yaitu Belgia dimana pelajar ini bercerita soal bedanya kawal-mengawal pejabat di Indonesia dengan di Eropa karena kawalan ini Paspampres harus gigit jari bahkan mengemis bak pengemis supaya yang mereka jaga aman, jadi begini ceritanya….


Kalau di Jakarta atau wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas hingga Rote, setiap pejabat berkunjung posisinya selalu di depan ada mobil Patroli Pengawal (Patwal) dari Polda setempat kemudian mobil sang pejabat lalu mobil staff baru ditutup mobil Patwal itu porsi pengawalan pejabat setingkat menteri hingga walikota, kalau pejabat itu adalah Presiden atau Wakil Presiden lain lagi, dimana barisan depan adalah mobil Patwal kemudian mobil Patwal Paspampres dua buah, kemudian mobil cadangan, baru mobil Presiden atau Wakil Presiden kalau kunjungan resmi dan negara sebelah kanan dan kiri mobil Presiden atau Wakil Presiden terdapat empat motor besar Patwal dari Polisi Militer, baru dibelakang mobil Presiden dan Wakil Presiden adalah mobil Patwal Paspampres tiga buah baru ditutup mobil Patwal jadi total kawalan untuk mobil Presiden dan Wakil Presiden sekitar kurang lebih mencapai 4 motor gede dan 7-10 mobil !


Lantas apakah formasi kawalan pejabat negara tingkat satu atau VVIP di Indonesia sama dengan di Eropa ? ternyata 180 derajat terbalik ! anda pasti bingung bukan ? ternyata berdasarkan cerita dari surat elektronik pelajar Indonesia bahwa di negara-negara Eropa kawalan HANYA di berikan kepada Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan atau Anggota Kerajaan seperti Presiden, Perdana Menteri/ Kanselir, Raja/ Ratu dan tentunya Ambulance atau mobil paramedis dan paramiliter !


Sebagai rasa tanggung jawab negara terhadap pejabat dari negara yang sedang melakukan kunjungan kerja misalnya Perdana Menteri, Kanselir, Presiden atau Raja/Ratu negara yang menjadi tuan rumah selalu dan otomatis menyediakan pengawalan atau Voridjer untuk memperlancar perjalanan mereka selama di negara yang dikunjungi, tetapi di negara Eropa Voridjer ini TIDAK BERLAKU bagi Wakil Perdana Menteri, bahkan menteri sekalipun..


Masih menurut cerita pelajar Indonesia ini lewat surat elektronik yang dikirim, ada kisah dimana seorang JK (ketika masih Wapres) berkunjung ke Brussel-Belgia untuk memenuhi undangan dari Sekretaris Jenderal Uni Eropa ( Sekjen EU ), Javier Solana pada tahun 2006, kita tahu kalau di Indonesia dimana JK melakukan kunjungan selalu dikawal dua mobil dan empat motor patroli Polisi Militer di depan, kemudian dua mobil SUV Paspampres, lalu mobil JK, kemudian dibelakang dua mobil SUV Paspampres dan yang terakhir adalah dua mobil dan empat motor patroli Polisi Militer kalau resmi, lalu bagaimana dengan kawalan di Brussel-Belgia khusus untuk JK ?


Ternyata seorang JK yang nota bene orang nomor dua di negara Indonesia, tidak dipandang oleh pemerintahan Belgia, karena statusnya menurut pemerintahan Belgia seorang JK tidak lebih dari seorang menteri (?) jadi tidak perlu membutuhkan Voridjer. Bahkan alasan yang digunakan oleh Pemerintah Belgia yang penulis baca dari tulisan mahasiswa Indonesia disana sangat perlu kita resapi di negara ini yaitu, kalau posisinya sebagai Wakil Perdana Menteri seperti kasus JK, berapa banyak tenaga yang dibutuhkan walaupun kita tahu bagaimana pendapat dari negara Belgia yang sangat tinggi, mereka mengatakan bisa saja mereka memberikan Voridjer kepada JK tetapi akan memacetkan jalan dan juga merugikan warganya yang selama ini membayar pajak sangat tinggi!


Menurut penulis sudah saatnya urusan protokoler yang salahsatunya adalah pengawalan harus ditinjau kembali, jangan sampai akhirnya rakyat marah karena merasa sama-sama membayar pajak, sama-sama menggunakan uang yang ada logo “BI” tetapi justru para pejabat inilah yang menjadi raja jalanan, padahal belum tentu kawalan itu bersifat resmi kalau ternyata mengawal untuk dari rumah ke kantor, bukankah itu namanya pemborosan energi, percuma pejabat negara ini selalu mengingatkan rakyatnya untuk hemat energi seperti listrik dan bensin kalau pejabatnya tidak bisa jadi contoh bagi rakyatnya sendiri benar tidak ?!



Pangkalan Jati, 090110 15: 00

Gie Gustan

Sabtu, 26 Desember 2009

Coin Power


Beberapa bulan belakangan ini kita disuguhkan baik itu di media cetak atau media elektronik atau jaringan online seperti blog dan milis adanya mengajak untuk membantu seseorang dengan mengumpulkan uang logam atau koin.

Iya itu adalah gerakan koin cinta, dimana masyarakat Indonesia yang tergerak hatinya bisa memberikan atau menyumbangkan koin yang mereka miliki untuk membantu Prita Mulyasari dalam membayar denda yang diminta oleh Pengadilan kepada Rumah Sakit Omni Internasional.

Penulis tidak perlu lagi menjelaskan apa yang terjadi terhadap kasus Prita karena semua orang pun tahu permasalahannya. Menurut penulis apa yang dicetuskan oleh beberapa ibu terhadap penggalangan koin ini ada dua sisi dimana satu sisi ada rasa kebersamaan senasib dan sepenanggungan sebagai sesama ibu rumah tangga dan sisi lain adalah sebagai bentuk pemberontakan bahwa idiom itu ternyata tidak berlaku bagi rumah sakit ini yaitu “ Pembeli adalah Raja “ pembeli dalam hal ini bisa juga dikatakan sebagai pasien.

Apa yang dialami Prita pun pernah kita alami, masalahnya adalah sebagian orang ada yang tidak seperti apa yang dilakukan Prita dimana ketika haknya sebagai pasien atau konsumen tidak diberikan secara penuh oleh suatu lembaga membeberkannya kepada khalayak supaya sebagai pembelajaran agar apa yang dialaminya tidak terjadi oleh banyak orang.

Penulis berpikir apa yang dilakukan oleh Prita dalam hal membeberkan masalahnya kepada khalayak adalah tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah pihak yang dituliskan oleh Prita yang tidak senang karena mereka berprinsip (mungkin) apa yang mereka lakukan sudah benar walaupun didalamnya tetap bobrok. Seperti apa yang menjadi HAK dari prita selaku konsumen dan pasien tidak diberikan oleh pihak Rumah Sakit terutama dua dokter tersebut.

Penulis heran ketika aksi ini sudah mulai menunjukkan keseriusannya tiba-tiba pihak rumah sakit mengeluarkan isu bahwa pihak mereka setuju dengan mediasi yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk berdamai dan mencabut tuntutan perdata dengan denda Rp. 204 juta dengan syarat meminta Prita meminta maaf kepada pihak Rumah Sakit atas apa yang diperbuat untungnya Prita tidak gentar dan larut dengan apa yang diminta rumah sakit itu, penulis salute dengan sikap mbak Prita…

Bahkan penulis sempa guyon kepada beberapa temen setelah mendengar isu adanya akan dicabutnya pelaporan perdata oleh rumah sakit setelah maraknya pengumpulan koin, mungkin rumah sakit bingung menghitungnya kalau Rp. 204 juta itu dalam bentuk koin diberikan kepada mereka makanya mereka mencabut gugatan perdatanya :-D

Yang menjadi pertanyaan sekarang terutama kepada pihak rumah sakit adalah, kalau Prita sudah minta maaf lalu bagaimana dengan dua dokter yang memeriksa Prita apakah mereka juga akan menjelaskan dan juga meminta maaf kepada Prita atas apa yang mereka lakukan karena tidak bisa memberikan apa yang menjadi hak dari Prita dan bagaimana dengan kasus Pidanannya?

Mungkin kejadian ini menyadarkan kepada siapapun terutama para lembaga publik agar dalam memberikan pelayanan itu selalu berprinsip “ Konsumen adalah Raja” dan melayani dengan sepenuh hati dan jangan ada yang ditutup-tutupi begitu juga dengan konsumen agar jangan ragu untuk bertanya dan meminta jawaban yang sedetail-detailnya dengan bahasa yang mudah kita mengerti karena apa yang dialami oleh Prita ini adalah bukti refleksi dari kita semua karena kita orang awam dan buta akan yang namanya medis atau apapun jadinya kita hanya iya-iya saja walaupun itu hak kita untuk meminta penjelasan secara detail.

Dan juga dengan kejadian ini mengkritik juga kinerja aparat keamanan, agar dalam melihat masalah ini lebih kepada nurani bukan kepentingan, dan juga pesan penulis kiranya para aparat keamanan ini mulai dari penyidik lebih mengenal dan tahu akan perkembangan teknologi yang sedang marak saat ini..

Apakah kasus Prita ini pertama dan terakhir serta bisa membuka mata dan hati bagi para lembaga konsumen agar memberikan penjelasan secara detail dengan bahasa yang mudah dimengerti kepada konsumen yang meminta dan sesuai dengan idiom “ Pembeli adalah Raja” itu ada ? kita lihat saja nanti

Terus Berjuang Mbak Prita koin dan 220 juta lebih rakyat Indonesia dari sabang sampai Merauke dari Mianggas hingga Rote akan berada di belakang mu untuk mendukungmu…

Alam Sutera, 101209 15:10

Rabu, 28 Oktober 2009

Soempah Pemoeda (Soempeh Lo!?)


Pertama-tama penulis ingin beritahu bahwa judul diatas tidak ada maksud sama sekali untuk melecehkan makna hari Sumpah Pemuda yang setiap tahun diadakan termasuk HARI INI, bukan itu ! maksud judul di atas dan tulisan dibawah ini nantinya akan membuka mata, telinga dan nurani anda yang mungkin masih berjiwa pemuda.

Ok cukup basa-basinya karena kalau kelamaan juga basi, ini masih berkaitan dengan hari sumpah pemuda, begini..kita tahu mulai dari jaman kita masuk sekolah dasar (SD) hingga mungkin SMU atau perguruan tinggi pasti selalu mendapatkan pelajaran sejarah, dan didalam kurikulum pelajaran sejarah itu pasti kita disuruh menghafalkan tanggal-tanggal penting yang berkaitan dengan peristiwa sejarah baik sejarah Indonesia itu sendiri atau sejarah dunia.

Dalam hal ini penulis ingin mengingatkan dan menanyakan tentang peristiwa Sumpah Pemuda atau dalam bahasa Inggris versi Tukul sang presenter handal yaitu Young Suer yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928, tapi ada yang membuat penulis sedikit ingin menyadarkan dan mengingatkan kembali yang mungkin saat ini menjadi fenomena kalau kita tahu dari salahsatu isi Soempah Pemoeda yaitu :

MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA.

Maksud kalimat diatas adalah mengaku berbahasa satu bahasa Indonesia, tetapi yang menjadi pertanyaan penulis kepada para pembaca dan pengunjung yang mengunjungi blog saat ini adalah APAKAH ANDA SUDAH MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR ? SUDAHKAH ?!

Kalau menurut pengamatan penulis selama ini, semakin hari semakin banyak 220 juta jiwa rakyat Indonesia ketika berbicara dengan lawan bicaranya tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi menggunakan bahasa yang mereka buat sendiri dengan alasan lebih mudah dipahami dan familiar.

Seperti contoh apakah anda pasti kenal dan familiar dari gaya bahasa dibawah ini !

“Eh Bo! Gilingan deh lu, itu berondong luncang banget bo! Eike mawar deh sama dese…..Mbeerrr.”

Bahasa diatas banyak kita jumpai dikalangan para banci salon untuk mengakrabkan diri dengan sesama mereka walaupun akhir-akhir ini banyak orang normal yang menggunakan hanya untuk lucu-lucuan, betul tidak ! atau ada makna atau kalimat yang sering digunakan sehari-hari biasanya dikalangan para pelajar atau ABG seperti yang satu ini :

Ahh najis banget sih loe, nggak enak dilihat tau …asli nggak banget!

Atau

“ ahh bijimana sich lu udah w bilangin datang jam satu lu malah datang jam tiga “

Jangan anda bilang, anda tidak pernah bilang seperti itu kalau sedang berkumpul ria dengan rekan sejawat anda dan membela diri bahwa yang sering menggunakan bahasa itu adalah ABG betul bukan ? atau mungkin kalimat ini juga anda sering gunakan sehari-hari atau ingin bersaing dengan artis muda yang sekarang naik daun karena kefasihannya dalam berbahasa Indonesia walaupun kalau menurut pandangan dan pendengaran Bapak JS. Badudu itu sangat tidak Indonesianis yaitu

Yo bro, tengkiu banget yah buat gobannya, hampir aja ngedrop enggak punya duit gue.

Dan ini satu lagi yang mungkin hanya negara kita ini yang sering digunakan, biasanya digunakan sebagai bahasa media atau jurnalis, negara lain didunia ini dalam hal pemberitaan tidak pernah menggunakan teknik menulis berita seperti ini

SBY-JK sepakat untuk menaikkan harga BBM ketika berada di SBY yang bikin harga SEMBAKO ikutan naik dan semua orang di Indonesia jadi BT

Cukup penjelasan yang penulis tunjukkan, kalau sudah begini masih adakah makna dan semangat Soempah Pemoeda di negara ini kalau melihat kalimat-kalimat diatas yang penulis ungkap ?

Kalau menurut penulis pribadi, percuma saja kalau setiap tahun kita memperingatinya tetapi kita tidak bisa menjalankan atau mengamalkan apa yang ada didalam sumpah itu dalam kehidupan sehari-hari, dengan istilah lain 100 juta jiwa pemuda di negara ini adalah pemuda MUNAFIK dimana, kita selalu meneriakkan cinta tanah air, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita tidak sama sekali cinta tanah air salahsatunya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar !

Kita bisa lihat bagaimana MUNAFIKnya pemuda/I kita, penulis bukan maksud ini menunjukkan kalau penulis nasionalis sejati, tetapi apalah artinya nasionalis tetapi hanya ucapan kata-kata, seperti contoh ketika negara tetangga meng-klaim bahwa Reog Ponorogo, kain ulos, masakan Padang adalah warisan budaya negara mereka, TIDAK ADA satupun pemuda Indonesia ataupun mahasiswa Indonesia yang bereaksi yang ada malah kaum tua seperti orangtua mereka yang bereaksi, ini jelas sekali bahwa pemuda/I tidak respek terhadap budaya nasional.

Menurut penulis sudah saatnya pemuda/I mencontoh apa yang dilakukan para orangtua kita ketika muda dahulu dimana mereka selalu menjunjung tinggi nasionalisme mereka baik dengan perkataan maupun perbuataan beda dengan pemuda/I jaman sekarang yang mengagungkan perkataan daripada perbuatan.

Selamat Soempah Pemoeda buat semua manusia yang ada di Sabang sampai Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote yang merasa Pemuda dan berjiwa muda !!

Jakarta, 28 Oktober 2009

Senin, 03 Agustus 2009

Surat Untuk Terorist


Tugu 66, 21 Juli 2009

Yth :
Sdr. Terorist
Di tempat

Dengan Hormat,

Apa kabar mu kawan terorist ? semoga kau baik-baik saja di tempatmu yang tidak jelas..W denger-denger tanggal 17 Juli 2009 kemarin tepat sebulan menjelang 64 tahun negara ini lu bikin ulah di dua Hotel yang katanya Luxury yaitu Ritz Charlton dan JW. Marriot..

Pekerjaan lu itu mungkin bagi sesama terorist di acungi jempol tetapi bagi w dan 220 juta jiwa rakyat Indonesia nggak tuch, kenapa ? karena perbuataan lu itu telah mencoreng nama negara w jadi rusak di mata dunia…

Memang pekerjaan lu ini di Indonesia bukan sekali ini, w mencatat dari mulai pem-bom-an gereja di Jakarta dan daerah, Kediaman Duta besar dan Konsulat Philipina, Bursa Efek Jakarta, Rumah makan cepat saji di Makassar, kemudian Plaza Atrium Senen jilid I dan II, bom bali Jilid I dan II, Kedutaan Australia, JW. Marriot dan yang terakhir Ritz Charlton dan kembali lagi JW. Marriot.

Kalo w bertanya sebenarnya apa sich yang lu harapkan dari pekerjaan lu ini, prestasi lu untuk dimuat dalam portofolio data diri lu agar direkrut oleh perusahaan jaringan terorist yang bonafit dan diakui dunia dan akherat gitu, atau uang yang banyak, atau lu merasa sudah sejajar dengan Tuhan..atau apa ?

Pernahkah nurani mu berbicara ke otak lu dan berbisik ke kuping lu bagaimana kalau komposisi bahan yang lu buat itu ternyata meledak dan yang merasakan kehebatan lu itu isteri lu yang berrentet kayak petasan kawinan betawi dan anak lu yang segudang kayak lirik Anggun..ato nurani lu udah lepas dari badan lu dan tidak tersambung lagi ke otak lu ato otak lu hanya berfungsi setengah ?

Asal lu tau kawan..w dan 220 juta jiwa rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke serta dari Miangas hingga Rote TIDAK TAKUT dengan pekerjaan mu kawan..karena semakin lu berbuat maka semakin kuat kami berpegang dan bereratan tangan

Mungkin bagi lu tindakan yang lu buat itu bisa membuat Tuhan senyum dan secara otomatis masuk surga..TIDAK KAWAN !!! kalau itu menurut lu berarti OTAK dan AGAMAMU itu cetek kayak empang lele yang butek.. mau taruhan ama w tidak ada dalam setiap kitab suci mulai dari Alquran, Alkitab, Weda, Tripitaka, TeNaKh, Guru Granth Sahib, yang meWAJIBkan UNTUK MEMBUNUH sesamanya demi yang namanya SURGA !!!

Apa lu ga berpikir nasib lu akan seperti senior-senior lu yang di tangkap dan di tahan oleh pasukan setan yang w sendiri ga tau muka dari pasukan setan itu yang kemampuannya melebihi dari pasukan SWAT LAPD, FBI, SGS-9 dan kemudian kontrak hidupnya pindah ke dalam ruang 2x3 meter a.k.a LIANG LAHAT ! w tau kok dalam nurani lu sebenarnya lu takut kan untuk melakukan ini, dan juga setelah melakukan ini ketakutan lu akan bertambah karena fisik dan roh lu itu sudah terdeteksi sama pasukan setan 88

Pesen w untuk lu kawan terorist…KAMI TIDAK TAKUT DENGANMU KAWAN TERORIST YANG BANCI..KAMI HANYA TAKUT PADA ALLAH SWT, YESUS KRISTUS, BRAHMAN, SANG GAUTAMA…220 JUTA JIWA RAKYAT INDONESIA AKAN BERADA DI BELAKANG PASUKAN SETAN 88 UNTUK MENYALAKAN TANDA BAHAYA UNTUK ANDA SUPAYA ANDA TERSENTAK KARENA KAMI ADALAH RAKYAT YANG BEDA DAN LEBIH BERBAHAYA DARI MU…

Udah dulu yuach..ntar di sambung lagi..inget-inget tuch pesen w diatas SEMOGA UPAH MU BESAR DI NERAKA !!!

Hormat saya

Pembenci anda

Kamis, 18 Desember 2008

Indonesia banci Vooridjer


Kalau kita bicara soal untung-ruginya menjadi seorang pejabat pasti yang terlontar dari mulut kita adanya banyak untungnya, dan salahsatu keuntungan menjadi seorang pejabat apalagi pejabat paling terkemuka dinegara ini.

Misalnya dalam hal berkendaraan, kita bisa lihat bagaimana pejabat taruhlah semacam menteri, selalu ketika berkendaraan dan berada di jalanan selalu dikawal paling tidak kalau keadaan normal ada satu unit mobil SUV merek perusahaan Oto Jepang yang menemani dibelakang mobil menteri, tetapi kalau keadaan mendesak misalnya dipanggil ke Istana mau tidak mau pengawal ditambah dengan sepeda motor besar milik Patroli Pengawal untuk membuka jalan supaya lancar.
Ini juga berlaku bagi semua pejabat mulai dari Presiden hingga Menteri dan juga pejabat parlement atau yang setingkat termasuk militer. Dengan adanya seperti ini kita sebagai warga awam sangat jengkel dengan kelakuan yang sangat arogan dari pada para pengawal pejabat ini, karena mau tidak mau akses jalan kita terganggu sehingga menimbulkan kemacetan, sekarang kalau soal protokoler masih lumayan jika dibandingkan ketika dinasti cendana berkuasa.

Penulis ingat kalau dinasti cendana sedang lewat semua akses harus bersih dan kosong sampai dinasti ini kembali, sedangkan sekarang sudah tahu macet jalanan malah tambah macet dengan adanya raung-raungan dari suara sirene mobil patroli pengawal untuk membuka jalan terhadap pejabat yang mau lewat padahal haknya sebagai pengguna jalan dengan yang lain adalah sama yang membedakan mungkin status dia sebagai pejabat.

Itu kondisi dan gambaran kota DKI dengan segala macam kemacetan dan tingkah laku dari para pejabat atau orang yang sok menjadi pejabat dengan menyewa atau meminta Polisi untuk membuka jalan supaya lancar sampai ditujuan, bagaimana dengan negara luar ?

Ternyata di belahan dunia terutama negara-negara Eropa, Amerika dalam memberikan akses lancar jalan supaya sampai di tujuan hanya diberikan kepada Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan atau Kerajaan seperti Presiden, Perdana Menteri / Kanselir atau Raja/ Ratu dan tentunya Ambulance atau mobil paramedis.

Sebagai rasa tanggung negara terhadap pejabat dari negara sahabat, misalnya Perdana Menteri/Kanselir, Presiden dan Raja/Ratu, negara yang menjadi tuan rumah menyediakan Voridjer untuk memperlancar perjalanan mereka selama berada dinegeri yang dikunjunginya, tetapi Voridjer ini tidak berlaku bagi wakil Perdana Menteri, bahkan menteri sekalipun. Bahkan kalau tidak salah disalahsatu negara ASEAN sang perdana menterinya dalam melakukan kunjungan kerja, atau misalnya berangkat dari rumah ke kantornya tidak menggunakan kendaraan Voridjer.

Soal voridjer, penulis ingat dengan tulisan salahsatu mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Brussel-Belgia, mengatakan bahwa ketika itu Wapres Indonesia, Bapak Jusuf Kalla sedang berkunjung ke Belgia untuk memenuhi undangan dari Sekretaris Jenderal Uni Eropa (Sekjend UE), Javier Solana ketika itu tahun 2006, kita tahu bagaimana kalau JK melintas di jalan-jalan Ibukota yang selalu dikawal dua mobil dan empat motor patroli Polisi Militer di depan, kemudian dua mobil SUV Paspampres, lalu mobil JK, kemudian dibelakang dua mobil SUV Paspampres dan yang terakhir adalah dua mobil dan empat motor patroli Polisi Militer kalau resmi dan itu di Indonesia karena sebagai orang nomor dua di negara dan mau tidak mau keamanan harus dijamin, mau tahu kalau JK di luar negeri.

Ternyata seorang JK yang nota bene orang nomor dua di negara Indonesia, tidak dipandang oleh pemerintahan Brussel, karena statusnya menurut pemerintahan Brussel seorang JK tidak lebih dari seorang menteri (?) jadi tidak perlu membutuhkan Voridjer. Bahkan alasan yang digunakan oleh Pemerintah Brussel yang penulis baca dari tulisan mahasiswa Indonesia disana sangat perlu kita resapi di negara ini yaitu, kalau posisinya sebagai Wakil Perdana Menteri seperti kasus JK, berapa banyak tenaga yang dibutuhkan walaupun kita tahu bagaimana pendapat dari negara Belgia yang sangat tinggi, mereka mengatakan bisa saja mereka memberikan Voridjer kepada JK tetapi akan memacetkan jalan dan juga merugikan warganya yang selama ini membayar pajak sangat tinggi!

Menurut RKM, sudah saatnya Protokoler itu harus diperhatikan maksudnya adalah kepada siapa kita harus memberikan pelayanan contohlah apa yang dilakukan oleh Belgia, RKM berpendapat dan saran kiranya mulai sekarang untuk mengefisienkan anggaran terutama anggaran bensin, kiranya para menteri tidak lagi mendapat pengawalan ketika akan pergi ke kantor atau ke daerah, baru menggunakan Voridjer ketika dipanggil Presiden yang keadaan mendesak, kenapa begitu ? kita tahu menteri atau pejabat ini bekerja untuk siapa ? Presiden sedangkan Presiden bekerja untuk siapa ? siapa lagi kalau bukan rakyat, jadi intinya adalah para pejabat ini harus bisa sama-sama merasakan panasnya jalanan, sumpeknya jalanan ibukota, macetnya jalanan dan tingkah laku pengendara di jalanan betul tidak ? bukannya seenaknya dengan label pejabat ! soal keamanan pun RKM yakin tidak akan ada yang ganggu tanpa Voridjer, justru dengan Voridjer orang akan semakin penasaran dengan tokoh dibalik mobil yang di kawal itu dan lagi pula maut dan kematian ada di tangan sang pencipta BUKAN ditangan para bapak-bapak Voridjer betul tidak !? memangnya bapak-bapak Voridjer ini sama levelnya dengan TUHAN !

Sudah saatnya para pejabat di negara ini mulai dari Wapres hingga Bupati melepaskan Voridjer dalam melakukan kegiatan, kalau memang tugas dan kewajiban anda kepada rakyat mari bersama-sama bekerja dengan rasa yang dialami oleh rakyat, misalnya dalam berkendaraan, toch tanpa Voridjer jalanan semakin lancar, dan soal macet itu sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di negara ini, kalau mau lancar ? buat saja kebijakan dimana setiap hari ada perayaan idul fitri ! Betul Tidak ?

Tanah Abang, 091208 00:20

RKM- 17 / RKM- 48 / RKM-01

Senin, 08 Desember 2008

Nasionalisme ala Roy Suryo



Roy Suryo didukung Pejabat? Roy Suryo dan Pejabat sama-sama tolol! Warna merah putih itu warna universal. Siapa saja boleh pakai. Kalau mau mempermasalahkan bendera, lihat definisi bendera itu apa. Kenapa si Roy goblok itu nggak menuntut Republik Polandia yang membalik bendera merah putih menjadi bendera negaranya???? Tolol khan? Karena warna itu miliki siapa saja. Yang gak boleh itu, kalau bendera dengan ukuran yang diatur UU, dikasih tulisan atau gambar terus dikerek dan diberi hormat seperti upacara. Tolol..............tolol.......................

Gak ush terjebak, udh kliatan sekali suryo itu cm nyari popularitas. Semakin bnyk yg nanggepi, berarti sukses trick dia. Gw berani taruhan, kalo ke pengadilan suryo bakal kalah !!! Apa buktinya kalo itu bendera RI? Itu cm warna merah putih yg memang identik dgn indonesia pd umumnya. Bendera letaknya di tiang bendera, di beri hormat wkt upacara resmi. Kalo ada org bikin sepanduk merah putih dan ada tulisan macem2 di tengahnya gimana? Salah? Engga jg. Krn emang merah putih udh indentik dgn bangsa ini. Di kampung org bikin
umbul2 jg merah putih, org kawinan jg kadang pake dekorasi merah putih entah di tambah embel2 apa. Goblog kan si suryo ini?



Dua tulisan diatas adalah ungkapan kekesalan atau pendapat dari seorang pembaca yang penulis dapat dari situs berita Detikhot.com ketika membaca sebuah berita yang mungkin menjadi kontroversi dari dua orang yang memang sok cari sensasi atau memang sudah dilahirkan menjadi orang yang terkenal dengan kontroversi dan sok pahlawan tapi yang kesorean.

Iya dua tokoh itu adalah pentolan Dewa dan juga mungkin Presiden dari Republik Cinta yaitu Dhani Ahmad, dan yang satunya adalah mengklaim sebagai pakar telematika handal yang ada di negara ini (?) yaitu Roy Suryo. Memangnya ada apa dengan mereka berdua sehingga berurusan dengan Polisi.

Ini berkaitan dengan laporan Roy Suryo ke Pihak Kepolisian terkait adanya pencemaran atau penodaan yang dilakukan oleh Dhani Ahmad lewat Bandnya Dewa dalam video klip terbaru mereka yang berjudul, 'Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia' yang menampilkan sebuah latar belakang bendera merah putih (?) dimana ditengahnya terdapat lambang dari band Dewa itu, sehingga menurut Roy Suryo apa yang ada didalam video clip itu telah melecehkan simbol negara.

"Selaku narasumber RUU Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan, saya merasa harus melaporkan hal ini. Mas Dhani kan sudah dewasa seharusnya tahu jangan melakukan hal itu
Roy Suryo –

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah benarkan Dhani Ahmad telah melecehkan simbol negara, atau hanya sekedar menunjukkan rasa nasionalismenya terhadap negeri ini melalui lagu tersebut ?

Menurut pandangan penulis, kita bisa melihat dua sisi dari kasus ini. Pertama, memang apa yang dilakukan oleh Roy Suryo dengan mengatasnamakan pelecehan simbol negara ada benarnya, tetapi pertanyaan penulis untuk Mas Roy Suryo adalah memang sudah pasti kain merah dan putih yang ditengahnya ada lambang Dewa dalam video klip Dewa adalah bendera merah putih yang menjadi simbol negara ? dan memang INDONESIA sudah mendaftarkan ke badan Patent Internasional bahwa semua kain merah dan putih yang ada di dunia kalau mau dipakai harus meminta ijin kepada INDONESIA, singkatnya saja bendera kita itu sama dengan bendera Kerajaan Monaco, sementara Kerajaan Monaco saja sampai detik ini tidak ada keberatan sama sekali dengan tayangan itu, kalaupun tayangan video itu masuk ke Monaco, penulis yakin mereka tidak keberatan karena mungkin bagi mereka adalah cara Dewa menunjukkan rasa nasionalisme, jadi JANGAN langsung mengambil KESIMPULAN bahwa setiap kain merah dan putih disatukan adalah BENDERA INDONESIA !!! alasan yang hanya bisa diterima oleh orang yang tingkat inteligensia yang rendah !!

Kedua, apa yang dilakukan oleh band Dewa dalam video klipnya menurut penulis masih dalam taraf wajar, bukan maksud membela Dewa atau menghina simbol negara, tetapi apa yang dilakukan Dewa tidak jauh berbeda dengan fanatisme sepakbola, kenapa penulis bilang begitu, mungkin Dewa terinspirasi dengan fanatisme sepakbola khususnya Liga Eropa, bagi penikmat sepakbola liga Eropa sudah tidak asing melihat khususnya ketika Timnas Inggris atau Italia bertanding dimana dinding stadion pasti terpajang bendera negara mereka yang ditengah-tengahnya ditulis dengan menggunakan spidol atau apalah yang menuliskan misalnya Forza Italia pada bendera Italia atau You Never Walk Alone dibendera Inggris, tapi apakah pihak keamanan langsung mengambil bendera itu bahkan memenjarakan para fans ini kemudian memberi keterangan pers bahwa fans dari Timnas Inggris dan Italia telah melecehkan simbol negara mereka dan mereka harus dihukum? Tidak.. bahkan pendukungnya mencabut sendiri bendera itu ketika pertandingan sudah usai !

Kalau kita bicara seberapa nasionalisme kita, penulis ingin bertanya kepada para pembaca dan pengunjung blog ini mungkin diantaranya pakar telematika ini apakah anda lancar dan hatam dalam menyanyikan lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya secara acapela tanpa ada musik? jangankan rakyat termasuk penulis, pemain Timnas kita saja penulis lihat tidak ada yang bersuara lantang dan keras menyanyikan Indonesia Raya, hanya menggerakkan bibir saja (maaf!? ibarat mulut ikan yang sedang mengambil napas) ketika mereka tahu sedang disorot kamera televisi, lalu suaranya ? nyaris tak terdengar. Itu baru nasionalisme dalam taraf hafal-menghafal lagu kebangsaan.

Bagaimana dengan gaya bahasa, sudahkah kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar? BELUM !! kalau menurut penulis, kita bisa lihat bagaimana anak sekarang dengan bahasanya yang gado-gado bertutur kata, mungkin bagi mereka enak didengar, lalu bagaimana dengan warga asing terutama dengan wisatawan mendengar kita berbahasa negara mereka yang tidak sesuai, INGAT !! orang Jepang dan Bule saja ketika kita bertanya menggunakan bahasa mereka kalau ada yang salah pengucapan, mereka langsung keberatan bahkan marah, tetapi kita kalau ada yang salah pengucapan bukannya diberitahu malah tertawa lepas..betul tidak !
Itu baru bahasa, bagaimana dengan produk dalam negeri, sudah kah kita mengkonsumsi produk dalam negeri seperti Produk Teknologi Informasi- IT yang dikeluarkan oleh misalnya Kementerian Riset dan Teknologi dan Kominfo ? atau produk komputer dan telepon selular yang dikeluarkan oleh pabrikan yang daya pikirnya dihasilkan oleh anak-anak negeri ? atau kendaraan yang diciptakan oleh anak bangsa sendiri ? BELUM !! rata-rata penduduk kita termasuk orang yang berorientasi dalam otaknya adalah produk luar negeri seperti produk dari benua Amerika dan Eropa, karena mereka berpikiran bahwa produk luar lebih terjamin kualitas dan kuantitasnya daripada produk yang dihasilkan oleh anak bangsa..ini konyol sekali !!!

Akhirnya, kalau ini masuk di Pengadilan penulis bisa berkenyakinan bahwa kasus ini tidak akan berakhir dengan vonis untuk Dewa, karena tidak ada yang bisa membuktikan bahwa yang didalam video klip itu adalah bendera, simbol negara Republik Indonesia. Kecuali Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mendaftarkan kain merah dan putih dalam kapasitas apapun adalah milik Pemerintah Republik Indonesia kepada Badan Patent Internasional baru vonis Dewa bisa terketuk palu..jadi sia-sia saja seperti ini masuk ke Pengadilan.

Memangnya hakim tidak ada kerjaan apa yang lebih penting daripada mengurusi kasus yang benar tidak penting ini !! pesan penulis buat semua tanpa terkecuali yaitu JANGAN MERASA MEMILIKI JIWA NASIONALIS KALAU TIDAK TAHU APA ARTI NASIONALIS ITU SENDIRI TERMASUK PERBUATAN MENCERMINKAN NASIONALIS

RENUNGKAN DULU APA ARTI NASIONALIS ITU, KALAU SUDAH PAHAM DAN MENGERTI SECARA TEORI DAN PRAKTEK BARU BISA ANDA MENGNASIONALIS ORANG LAIN !!!

Merdeka Selatan, 021208

Rvanca
LO of RKM

Kamis, 04 Desember 2008

Indonesia Akan Jadi Negara Kuat pada 2025..Yakin !?


Tulisan diatas penulis kutip dari sebuah media web internasional dimana disana menulis bahwa pada tahun 2025 Indonesia bersama dengan Turki dan Iran akan menjadi negara kuat di dunia yang dirilis oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika ((National Intelligence Council - NIC), bersama dengan 16 badan intelijen lain di negara itu.


Mereka menganalisa bahwa negara Turki dalam lima belas tahun mendatang akan menjadi negara kuat yang memadukan antara Islam dan nasionalis, menurut analisa mereka lagi, bahwa Turki akan menjadi model untuk mempercepat proses perdamaian dan modernisasi yang terjadi di Timur Tengah.


Sedangkan negara kita menurut analisa mereka dalam lima belas tahun mendatang akan memiliki kekuatan politik dan ekonomi berdasarkan latar belakang negara yang berpenduduk muslim terbesar.


Indonesia disebut atau diramalkan menjadi negara kuat dimasa mendatang adalah untuk kedua kalinya dalam tahun 2008, dimana pada Bulan Oktober kemarin sebuah majalah ekonomi terkemuka dunia, memuat berita dimana Indonesia akan menjadi India baru dalam hal perekonomian.


Kalau dilihat mestinya kita sebagai warga negara mesti bangga dan juga mesti berhati-hati kenapa? Mesti bangga kita harus karena ternyata negara kita yang kondisi dalam negeri agak kurang bersahabat terutama dengan alam masih diperhatikan bahkan diramalkan oleh beberapa negara, sedangkan kenapa mesti berhati-hati karena kita harus bisa menerima konsekuensi itu semua kalau apa yang diramalkan menjadi kenyataan, ibarat filosofi padi saja semakin merunduk semakin banyak angin yang menerpanya.


Seperti yang penulis bilang diblog ini (Disini ) sebenarnya kita bisa maju sebelum ramalan dan tulisan bule itu tersebar luas yaitu yang penting adalah ketegasan pemerintah dalam berbagai hal misalnya kesejahteraan rakyat terutama kaum buruh, kita bisa lihat beberapa hari belakangan ini banyak buruh di seluruh negeri turun ke jalan menuntut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri dihapuskan karena tidak sesuai bahkan memasung hak daripada kaum buruh, kita tahu untuk memajukan perekonomian suatu negara yang menjadi ujung tombak didepan adalah buruh selain pemodal, tetapi apalah arti pemodal walaupun modal sampai ber-ember-ember kalau tidak punya pekerja tidak gunanya apalagi dibayar tidak sesuai dengan pekerjaan yang sudah dilakukannya. Dan itu banyak terjadi di Indonesia, pekerja kita tidak jauh beda dengan (maaf!?) hewan pembajak sawah tiap hari kerja menguras tenaga, stapi hasilnya yang didapat sesuaikah dengan kerja dan kebutuhannya?


Selain itu juga negara kita masih saja terbuai dengan kata-kata bule memang kita akui negara kita ini masih tahap negara berkembang, tetapi kita bisa kok membuat negara ini menjadi negara besar tanpa bantuan negara lain dengan cara, berilah perhatian kepada para pengusaha mikro dan makro dengan cara memberi pinjam lunak kepada mereka dan juga memberikan perlindungan hukum atas hasil yang mereka hasilkan jangan seperti yang terjadi di Bali dimana, produk mereka secara diam-diam dipatenkan oleh pengusaha asing, atau kasus batik, kasus reog ponorogo, kasus angklung sebenarnya kalau pekerja dan hasilnya di lindungi oleh negara dan negara mengumumkan bahwa produk-produk yang ada di Indonesia adalah produk yang dilindungi oleh hukum paten Indonesia ke Dunia, mungkin negara kita bisa bukan sekedar maju saja betul tidak !


Jadi benarkah apa yang diungkapkan dan diramalkan oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat dan beberapa LSM asing tentang Indonesia terwujud ? hanya pemimpin bangsa ini dan Tuhan yang tahu mau dibawa negara ini…

Lap. Banteng, 281108
RKM- 17 / RKM-20 / RKM-48

Senin, 01 Desember 2008

Secuil catatan dari Gelaran Pesta Blogger 2008


Setelah ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional tahun 2007 lalu, pada tanggal 22 November 2008 untuk kedua kalinya Pesta Blogger 2008 diadakan lagi bertempat di Auditorium Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta.


Kalau menurut pengamata penulis yang kebetulan hadir dan menyemarakan untuk pertama kalinya, pesta blogger kali ini lebih meriah dan sudah agak rapi, karena mungkin tahun kemarin dibentuk dan diadakan secara dadakan yang penulis pernah baca disebuah harian ibukota, disamping masih banyak warga Indonesia yang belum mengenal apa itu blogger.


Setelah satu tahun berlalu pesta blogger 2007 kemarin, paling tidak ada setidaknya lebih dari 500 blogger seluruh Indonesia berkumpul di Audiotorium Gedung BPPT, terlihat hampir tidak ada bangku yang kosong di bagian bawah termasuk di tribun atas, setidaknya dalam pengenalan profil lewat slide dan juga dibacakan oleh host yang salahsatunya melakukan promosi musik dan kepribadiannya lewat webblog yaitu Panji Pragiwaksono dan Johanna.


Contoh blogger yang berkembang berdasarkan daerahnya seperti Aceh Blogger Community, Batam Blog Community, Wong Kito- Palembang Blogger Community, Bundaran HI Jakarta Blogger Community, Blogger Bogor, Bekasi Blogger Community, Bandung Blog Village, Loenpia Semarang Blogger Community, CahAndong Jogjakarta, Tugu Pahlawan Surabaya Blogger Community, Bali Blogger Community, Borneo Blogger Community, AngingMammiri Makassar, belum lagi kumpulan blogger yang disatukan dari berbagai daerah di Indonesia misalnya Blog Gaul, Blogger Family, Multiply Indonesia, mereka rela merogoh sakunya sendiri dengan naik kereta api dan pesawat hanya untuk menyemarakkan acara ini dan bertemu sesama blogger yang selama ini hanya bisa lewat tulisan atau postingan message ( salut dan dua jempol dari RKM untuk kalian blogger daerah..!!!).


Kalau menurut penulis pesta blogger tidak jauh berbeda dengan kejadian tahun 1928 yang menjadi moment penting bangsa ini..Iya Sumpah Pemuda !! dimana ketika itu semua pemuda dari berbagai daerah berkumpul disatu tempat mempunyai tujuan yaitu mempersatukan pemuda-I Indonesia dengan satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air. Begitu juga dengan ajang ini dimana semua blogger dari seluruh wilayah NKRI berkumpul untuk satu tujuan untuk memajukan Indonesia lewat tulisan di blogger.


Tahun 2008 ini ajang ini tidak selamanya murni ajang untuk bersenang-senang belaka tetapi mempunyai makna, bahkan Panita PB08 membuat berbagai macam kompetisi dan penghargaan, untuk kompetisi antara lain kompetisi fotoblog yang mana juaranya adalah seorang Ibu yang mana photonya menampilkan sekelompok anak sekolah dasar yang sedang antre untuk masuk ke dalam museum wayang, untuk penghargaan panitia PB08 memberikan penghargaan kepada Bali Blogger Community, karena komunitas blogger Bali ini aktif dalam berkegiatan sosial, kemudian CahAndong Jogja juga meraih penghargaan, bahkan salahsatu anggota dari komunitas Blogger Jogja ini mendapatkan penghargaan karena sebagai pencipta dari logo PB08 yang kemarin, atas penghargaannya itu panita memberikan tanda kasih berupa sebuah telepon selular serie merek terkenal yang terbaru Wow !!!


Selain itu juga ada beberapa diskusi yang diikuti oleh lima blogger asing yang diundang panitia, seperti diskusi tentang kehidupan sosial politik dalam berblogger yang menampilkan dua blogger asing asal negara tetangga yaitu Mr.Brown dari Singapura dan Mr.Jeff Ooi dari Malaysia, keduanya adalah anggota parlement yang memiliki blogger, dalam diskusi ini terungkap bahwa menurut Mr.Ooi beliau iri dengan kegiatan blogger di Indonesia yang mana komunitas ini didukung oleh tiga kementerian Indonesia ( Kementerian Negara Informasi dan Komunikasi, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia) dan bahkan dibuatkan hari nasional untuk Blogger, sedangkan di negaranya boro-boro dibantu dan diakui oleh negara, di kejar-kejar oleh aparat dan dimasukkan ke Hotel Prodeo sudah menjadi santapan mereka, bahkan Mr.Ooi selama menulis diblogger sudah tiga kali dikenakan pasal pencemaran nama baik dan yang terakhir sedang menunggu hasil sidang, begitu juga di Singapura dan negara lain ( jadi beruntunglah blogger Indonesia !).


Kelima Blogger tamu ini yaitu adalah Mark Tafoya dari Amerika Serikat, Anthony Bianco dari Australia, Jeff Ooi dari Malaysia, Mike Aquino dari Filipina serta Mr. Brown dari Singapura diundang oleh Panitia dan dibiayai penuh selama di Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, dengan tujuan mereka mau menuliskan dan mengajak rekan-rekan warga asing untuk tertarik dan berkunjung ke Indonesia setelah membaca tulisan-tulisan mereka di blognya. Banyak cerita yang disampaikan kelima blogger asing ini seperti yang diungkapkan Mark ketika penulis bertemu dimana Mark menyukai masakan Indonesia, serta keramahtamah dan kehangatan masyarakat Indonesia, kemudian Mr. Brown dari Singapura yang mengkritik kurang gregetnya management marketing pariwisata Indonesia yang sebenarnya bisa dijual kalau management marketingnya bagus, selain itu juga mengkritik akses internet di Indonesia ketika beliau akan online yang agak lambat, tapi itu semua ditutup dengan kekagumannya dengan komunitas blog Indonesia yang banyak sekali dan menyukai daerah Bali, Yogya yang mereka kunjungi.

Mungkin lewat media ini penulis selaku pribadi dan mewakili pembaca blogger ini ingin memberikan aplaus, dua jempol, apresiasi atau apalah jenisnya kepada panitia Pesta Blogger 2008 yang mungkin letih dan juga sedikit bersitegang untuk mempersiapkan acara ini supaya lebih baik dari tahun kemarin, karena acara ini sangat LUAR BIASA !!! dengan mendatangkan lebih dari 1,000 blogger seluruh Indonesia dengan sukarela dan tanpa paksaan itulah orang Indonesia, dalam setahun saja setelah blogger diakui oleh pemerintah, sudah banyak warga Indonesia yang memiliki blog dan juga anggota situs jejaring pertemanan seperti Facebook, Friendster, myspace dll, bahkan Menteri-pun sudah mulai ikut-ikutan bak anak muda yang sedang puber hehe….

Tetapi dibalik itu kita juga harus menagih kepada pemerintah, agar dipelosok daerah bahkan semua daerah yang masuk wilayah NKRI harus sudah ada akses koneksi internet yang memadai bukan lambat seperti sekarang, kemudian adanya kemudahan dan murah dalam membayar akses internet ini yang boleh dibilang masih menjadi barang mewah dan juga tidak dimonopoli secara penuh oleh pihak-pihak tertentu terutama perusahaan milik negara, sebenarnya kita masih kalah jauh dengan negara yang sebentar lagi dipimpin oleh mantan anak menteng- Barrack Obama, dimana Amerika hampir 85 persen warganya sudah melek atau banci akan internet sedangkan negara kita yang berpenduduk 220 juta jiwa hanya mampu 20 persen yang banci internet, tapi kita harus yakin kedepannya niscaya kita yang berada diatas negara Obama dalam hal dunia perinternetan amin…

Sampai Bertemu kembali Blogger Indonesia di Pesta Blogger 2009!!


Auditorium BPPT, 221108 21:40

Rvanca / RKM- 34 / RKM- 35 / RKM- 36

Irlandia Banci Selular !


Semua orang di jagat raya ini tahu apa fungsi handphone, bahkan bertambah bukan hanya sebagai fungsi menerima dan menelepon seseorang atau mengirim dan menerima sms tetapi juga bisa digunakan sebagai ajang photografer bahkan menjadi sutradara video pribadi yang bersifat intim yang sekarang sedang marak.

Tapi apakah anda tahu, negara mana dibelahan dunia ini yang sebagian penduduk dari negara ini menghabiskan waktunya dengan handphone baik itu untuk bertelepon atau berkirim dan membaca sms ?

Jawabannya adalah negara Irlandia, dimana RKM baca dan kutip dari kantor berita Reuters, dimana dalam survey regulator Inggris, ofcom menyatakan bahwa penduduk Irlandia memimpin diurutan teratas dalam penggunaan telepon selular, yakni rata-rata sekitar 1780 menit dalam hitungan satu bulan.

Dalam hal pengiriman pesan singkat atau sms, penduduk Irlandia masih menduduki peringkat teratas dengan rata-rata mengirim sms 155 sms dalam sebulan, memang boleh dibilang ponsel sudah menjadi kebutuhan yang utama bagi sebagian penduduk dunia, mungkin lebih baik kehilangan segalanya daripada kehilangan ponsel.

Survey ini juga melihat potensi kegiatan online atau berinternet ria, dimana Amerika Serikat menduduki peringkat teratas dalam hal penggunaan internet warganya dengan penggunaan 15 jam/ minggu, sementara itu negara daripada pesepakbola Frank Lampard menduduki peringkat kedua dengan penggunaan 14 jam/minggu. Bagaimana dengan Indonesia ?

Xpeed, 271108 12:10

RKM- 35

Jumat, 21 November 2008

Diplomasi Blog Dalam Mewujudkan Dunia Yang Damai…


Ada yang aneh dan kaget bagi penulis ketika membaca sebuah berita photo disebuah surat kabar dimana berita photo tersebut menampilkan Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Muh. Nuh kemudian Chairman PB08 Mas Wicaksono dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Mr.Cameron R Hume duduk satu meja, di photo tersebut terdapat tulisan bahwa adanya penandatanganan kerjasama dan sponsor antara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang diwakili oleh Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia dengan Panitia Pesta Blogger O8 (PB08) dalam penyelenggaraan Pesta Blogger yang akan diadakan di Gedung BPPT tanggal 22 November 2008 besok.

Kok Pemerintah Amerika Serikat lewat Kedutaannya di Indonesia menjadi sponsor ajang berkumpulnya para bloggernes Indonesia yang sudah diakui dan dijamin oleh Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, bukankah ajang ini hanya ajang sosial dan budaya tidak ada cakupan unsur politis apalagi politik luar negeri?



“Blogging is form of free speech that is both individualistic and egalitarian. It gives regular people a place to voice their opinions, enable them to become citizen-journalist, community activists and teachers. Through blogs, citizens are empowered by technology to make important contributions to their society and country”.

– Cameron R Hume, United State of Amerika Ambassador for Republic
of Indonesia


Tetapi itulah kenyataannya kalau boleh mengutip salahsatu isi iklan dari seorang politisi yang mungkin maknanya sama oleh Kedubes AS di Indonesia dalam mensponsori kegiatan ini adalah Hidup itu adalah perbuatan bahwa AS tidak pernah akan berhenti atau bosan berdiplomasi dengan negara manapun atau siapapun entah itu para pejabat, akademisi bahkan blogger sekalipun. Menurut Hume sendiri mengatakan bahwa sebuah diplomasi tidak berhenti di ruang basa-basi dan berakhir manakala sebuah misi diplomatik telah dicapai. Diplomasi adalah kegiatan yang berkesinambungan dengan sasaran untuk menumbuhkan pengenalan dan pemahaman mengenai posisi masing-masing.

Salahsatu cara untuk mencapai kata diplomasi itu sendiri adalah dengan memaksimalkan kegiatan diplomasi publik. Kegiatan ini pada dasarnya melibatkan peran serta masyarakat secara luas seperti pertukaran budaya dan pelajar, seminar, dialog, penyampaian informasi melalui radio, televisi dan internet. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung, diberikan berbagai macam informasi guna tercapainya pemahaman tentang berbagai prinsip dan kebijakan yang ditempuh, dan itu yang akan dicoba oleh Kedubes AS di Indonesia kepada masyarakat Indonesia yang mungkin selama ini menganggap AS adalah negara yang angkuh dan keras kepala.

Dan cara untuk mensosialisasikan itu adalah dengan menjadi bagian sponsor dari acara PB08 ini, dimana thema dari PB08 ini adalah blogging for society, sangat sesuai dengan citra demokrasi yang diusung oleh Amerika Serikat, mari kita lihat dan baca apa komentar dari Dubes AS, Hume ketika penandatanganan nota kerjasama antara Pemerintah AS dengan Panitia PB08 “Blogging is form of free speech that is both individualistic and egalitarian. It gives regular people a place to voice their opinions, enable them to become citizen-journalist, community activists and teachers. Through blogs, citizens are empowered by technology to make important contributions to their society and country”.

Apa yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika ada bagusnya dalam membina hubungan antar kedua negara selain hubungan diplomatik antar pejabat negara lewat MOU atau kerjasama lainnya, menurut catatan yang penulis dapat jumlah blogger saat ini mulai dari ujung Sumatera hingga Papua ada sekitar 500 ribu, dan itu tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring dengan makin pesat dan lancarnya jaringan internet dan insfrastruktur penunjang yang sudah masuk ke pelosok daerah, adapun komunitas blogger Indonesia memiliki peran yang sangat siginifikan dalam mendistribusikan berbagai informasi dan perkembangan dewasa ini ke segenap elemen masyarakat termasuk ke pelosok daerah. Dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, seorang blogger dapat berperan untuk mencetuskan dan menggerakkan isu-isu kemasyarakatan yang dapat ditanggapi dan dibahas bersama.

Dengan melihat perkembangan teknologi yang semakin hari semakin mutakhir saja, Kementerian Luar Negeri berinisiatif untuk membentuk jaringan atau memanfaatkan ajang blog ini sebagai wahana diplomasi dikalangan diplomat AS yang ada diluar sana dengan nama Diplomatic Blog, dimana blog ini memberikan kesempatan bagi para diplomatnya untuk berbagi cerita dan diskusi tentang berbagai aktifitas diplomasi yang dilakukan. Tujuannya untuk memberikan informasi dan opini langsung dari pelaku diplomasi, semacam story behind the scene. Dengan harapan agar pembaca dari negara manapun termasuk Indonesia dapat memperoleh persfektif lain disamping informasi, berita ataupun opini yang dimuat di website resmi Deplu AS.

Menurut penulis, apa yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri AS perlu dan wajib di tiru oleh Indonesia walaupun banyak pihak menyangsikan bahkan mencurigai apa yang dilakukan oleh Kedubes AS sebagai sponsor PB08, kenapa perlu ditiru ? Pertama, dengan adanya semacam blog khusus yang dibuat oleh Kemenlu RI paling tidak nama Indonesia bisa diobati atau dipulihkan secara positif dengan tulisan-tulisan diplomat Indonesia yang bertugas di KBRI, KJRI, PTRI diseluruh dunia, karena kita tidak usah menutup mata dan kuping bagaimana Indonesia dimata dunia selalu terkait dengan aksi teroris bahkan ada beberapa negara melalui Kemenlu dan Kedutaannya mengeluarkan kebijakan atau travel warning kepada warganya untuk berhati-hati atau tidaksama sekali pergi ke Indonesia kalau tidak penting, bahkan ada yang melarang ban pesawat semua maskapai Indonesia untuk mencium aspal bandara negara mereka hingga saat ini.

Dengan adanya blog yang ditulis oleh para diplomat Indonesia, setidaknya warga asing yang ingin berpergian ke wilayah Indonesia bisa mengambil sikap positif dan tidak mengendurkan niatnya setelah membaca apa yang ditulis oleh diplomat Indonesia di luar sana tentang Indonesia, betul tidak ! Kedua, dalam hal budaya dan Pariwisata lewat blog bisa memperkenalkan inilah budaya Indonesia yang kaya dan beragam misalnya tarian perang khas Indonesia Timur, atau tari tor-tor dari Sumatera Utara atau segi pariwisata dimana bule hanya tahu Bali Bukan Indonesia bahkan Bali pernah dibilang negara dan bertanya negara Indonesia di sebelah mananya Bali, padahal wilayah dinegara ini tidak kalah bagusnya dengan bali yang sudah diakui dunia sebagai tempat paling bagus dan eksotis misalnya pantai sengigi di Nusa Tenggara atau Pantai Raja Ampat yang sekarang mulai diminati karena memiliki karang dan atmosfer pantai yang eksosis dan cocok untuk kegiatan menyelam selain Taman Nasional Bunaken di Kawanua-Sulawesi Utara dan juga sebagai penghambat negara lain untuk mengklaim apa yang dimiliki Indonesia sebagai milik dan warisan budaya negara mereka seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Ketiga, dengan tulisan yang ditulis oleh komunitas blogger Diplomat dan Komunitas Blogger di Indonesia yang dibaca oleh semua orang didunia terutama soal pariswisata Indonesia bisa menambah pundi-pundi devisa lewat kunjungan wisatawan asing, karena hanyalah itulah yang bisa mengubah wajah Indonesia yang selama ini menurut penulis sudah tercoreng dengan ulah orang-orang yang mengaku suci.

Selain mengangkat masalah lokal, kalangan blogger diplomat dan juga blogger Indonesia bisa mengkritik lewat tulisan dan tentunya bahasa yang tidak memojokkan soal isu-isu internasional, seperti kasus diskriminas HAM yang dialami masyarakat Aborigin di Australia atau diskriminasi Ras di Amerika, atau soal tidak beresnya penanganan dan diskriminasi hukum bagi TKI di Malaysia dan Arab Saudi, atau kondisi HAM di Myanmar dan Tibet, sebagai penyeimbang dari aksi-aksi blogger asing dalam tulisannya selalu mengusik kedaulatan NKRI. Atau sebagai media informasi kepada masyarakat ketika dimulainya pesta demokrasi tahun 2009 mendatang dengan cara menginformasikan secara detail kepada para pemilih tentang para caleg yang setiap kampanyenya selalu mengatasnamakan rakyat kecil dalam aktivitasnya selama kampanye supaya tidak terjebak dalam rayuan tanpa ada bukti nyata untuk kemajuan negara ini

Jadi..bukan hanya Amerika Serikat saja, negara super power yang melakukan diplomasi lewat blogger tetapi kita pun bisa mulai detik ini juga melakukannya demi terciptanya nama Indonesia lebih harum lagi didunia yang selama ini sudah tercoreng selain menambah pengetahuan dan teman tentunya..dan yang paling utama sekali adalah lewat blog kita bisa membuat dunia ini aman dan damai tanpa ada lagi darah, tangis, dentuman dan desingan peluru serta bom.

Selamat Hari Blogger Nasional dan Sampai bertemu di Pesta Blogger Nasional 2008 Gedung BPPT, 22 November 2008 !


Rhesa Ivan
Pendapat Pribadi