Jumat, 07 Januari 2011

Ada Negeri Gila Bola Tetapi Tidak Ada Lapangan Bola

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Ada sebuah ungkapan daripada seorang Kuntowijoyo yang membuat penulis agak angkat dahi yaitu “ Muslim tanpa Masjid” tetapi ungkapan itu ada kaitan dengan kondisi sepak bola di negara kita, di penghujung tahun 2010 kemarin hampir seluruh rakyat Indonesia mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, para gadis, tua-muda selalu membicarakan soal keberhasilan timnas Indonesia walaupun akhirnya kalah-kalah juga. Negeri ini selama sebulan kemarin telah menjadi semacam sorga yang berwarna merah (walaupun banyak orang dan buku mengatakan bahwa sorga itu adalah putih ) dengan kaos atau atribut yang berwarna merah putih atau merah strip hijau seperti hiasan pohon natal.

Tapi bagi penulis turnament sepak bola se-ASEAN itu tidak jauh berbeda alunan musik yang di mainkan disk jockey-DJ hanya di depan saja hingar bingar setelah itu selesai atau kasarnya itu semua MIMPI ! negara kita tidak pernah sadar dari bangun serta tidak pernah dewasa dalam mengurusi yang namanya sepak bola, kalau kita bicara sepak bola maka komponen yang paling dan wajib ada dalam urutan teratas adalah LAPANGAN !! benar tidak ?! tetapi fakta di lapangan apakah ada ?

Republik Indonesia akhir tahun 2010 dan awal 2011 sangat berbeda dengan Republik Indonesia ketika jaman pemerintahan Ir. Soekarno hingga awal Soeharto memimpin, Indonesia ketika jaman pemerintahan Ir. Soekarno hingga awal Soeharto bisa mengatasi bahkan MENGAJARKAN bagaimana cara mengolah kulit bundar yang baik dan benar tersebut kepada tim Uruguay, Australia bahkan Jepang dan Korea Selatan karena saat itu lapangan bola ada di mana-mana, setiap ujung gang pasti ada lapangan sepakbola, bahkan penulis sering mendengarkan cerita orang tua bagaimana anak muda ketika itu banyak menghabiskan waktu sore dan luangnya dengan bermain bola. Setiap pukul 16.00 adalah waktu wajib untuk bermain sepakbola dan akan selalu ada suara riuh rendah dan teriakan daripada anak-anak ketika bermain bola hingga waktu Maghrib memanggil.

Itu kondisi Indonesia ketika tahun 1950-an hingga 1980-an lantas bagaimana dengan kondisi anak muda dan sepak bola di tahun 2011 ? ternyata sangat jauh berbeda walaupun sama, maksudnya ? memang masih tetap ada suara riuh rendah dan teriakan tetapi bukan dari lapangan sepakbola tetapi dari sebuah ruangan dimana ada dua anak sedang memegang semacam balok dari bahan plastik yang mana di dalamnya itu ada tombol-tombol yang diarahkan melalui kabel beraliran listrik ke monitor televisi atau PC dari monitor televisi atau PC ini menampilkan gambar animasi tiga dimensi sosok pemain bola, memang aneh permainan tetapi itulah permainan mereka di kala senggang atau sore hari. Kalau tidak itu mereka akan berkumpul di sebuah bangunan yang berhawa sejuk sambil melihat-lihat sebuah kaca yang dalamnya berisikan barang-barang entah itu tas, baju, buku bahkan manusia pun ada.

Pertanyaan kita sekarang, apakah kita harus menyalahkan anak-anak kecil ini ketika waktu luangnya harus bermain dengan monitor televisi atau PC bukan berada di luar rumah seperti kebiasaan orang tuanya dahulu ketika muda bermain sepak bola di lapangan ? anak-anak itu tidak salah YANG SALAH ADALAH KITA-KITA ini terutama para manusia-manusia yang memiliki banyak uang dan di otaknya selalu berorientasi keuntungan yang hanya untuk dia dan keluarnya. Kita bisa lihat Stadion Menteng yang ada di kawasan H.O.S Cokroaminoto dimana dahulu banyak sekali kegiatan dan turnament sepakbola untuk membina bibit pemain usia dini yang nantinya sekitar 10-20 mendatang akan seperti Bambang Pamungkas tetapi nyatanya ? stadion itu kini di sulap menjadi taman dan sebuah kantor militer, atau dulu banyak lapangan bola sekarang berubah menjadi apartement, mall, hotel atau komplek perumahan yang menggunakan nama asing padahal pemiliknya peranakan tapi SOK bilang warga pribumi.

Seperti kata musisi kawakan Iwan fals dalam sebuah lirik lagunya dimana sepakbola di awal-awal tahun 2000 hingga saat ini sama berharganya dengan sebongkah berlian yang belum di asah asal afrika, dimana kalau mau main bola (baca: futsal) harus jadi member selama setahun, kalau mau main sepakbola harus masuk sekolah sepak bola dan harus juga mengikuti serangkaian test yang tentunya juga memasukkan nominal Rupiah, padahal yang namanya bakat itu dari alam dan juga anak-anak yang berbakat ini rata-rata berlatar belakang ekonomi yang pas-pas-an bahkan ada yang tidak sekolah karena tidak sanggup membayar uang sekolah dan pembangunan.

Seperti contoh pemain sayap timnas kita, Octo kalau itu terasah dengan benar mungkin sekarang dia berdampingan dengan Messi atau CR-7 dalam bermain sepakbola tetapi nyatanya apa, kita bisa lihat kondisi ekonomi dari Octo ini yang mungkin juga mewakili ratusan-ratusan Octo-Octo kecil yang sebenarnya bakatnya bagus dan di atas rata-rata tetapi harus mengalah dengan yang namanya kondisi ekonomi !

JANGAN BICARA Ganyang Harimau Malaya, atau JANGAN BICARA tuan rumah Piala Dunia 2026 atau JANGAN BICARA emas SEA GAMES, JANGAN BICARA Juara Piala AFF 2012 atau JANGAN BICARA Timnas bisa kalahkan Jepang dengan skor telak kalau sampai saat ini saja di sekitar rumah kita TIDAK ADA LAPANGAN BOLA !! Coba kita lihat di Jakarta, ada berapa banyak lapangan bola (lapangan sebenarnya BUKAN tanah kosong yang sebagian saja berumput dengan masing-masing ujung di beri 2 tongkat bambu) ? pasti hitungan jari bukan ?

Penulis juga ragu dengan kebijakan daripada Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berupa pembangunan 1000 lapangan sepakbola di seluruh Indonesia karena sampai sekarang kebijakan itu belum ada dalam bentuk nyata seperti peletakan batu pertama pembangunan 1000 lapangan sepakbola itu, seharusnya kalau mau Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia beserta Direktorat Jenderal Pajak dalam bentuk Surat Keputusan Bersama, seperti SKB 3 Menteri tentang tempat ibadah, dimana setiap provinsi atau mulai dari unit pemerintahan terkecil di negara ini yaitu Dusun atau RT sampai Ibukota Provinsi di seluruh Indonesia HARUS dan WAJIB menyediakan lahan kosong untuk lapangan bola seseuai dengan ketentuan yang ada seperti sistem drainase dan perawatan rumput serta pembinaan kompetisi usia dini. Dalam hal keuangan kiranya negara ini bisa menggunakan pos dana misalnya dari pajak, karena selama ini penulis tidak pernah melihat realisasi daripada hasil pajak, KALAU MEMANG pajak ini untuk pembangunan negara seharusnya TIDAK ADA LAGI sekolah-sekolah yang LEBIH HINA daripada kandang babi yang ada di pedalaman benar tidak ? atau TIDAK ADA LAGI penumpang berdesak-desakan kayak pepes di dalam busway atau shelter busway, benar tidak ?

Kalau ini di jalankan dengan konstisten dan bukan (maaf) HANGAT-HANGAT TAHI KERBAU seperti tabiat daripada negara ini, BOLEH LAH kita berucap dengan lantang, GANYANG HARIMAU MALAYA atau Piala Dunia 2022 KAMI AKAN JUARA, tetapi sebelum itu terrealisasi kan dengan sempurna dan nyata di depan mata maka negara dan sepakbola kita ini masih akan terus lebih hina dari apa seekor keledai KECUALI Republik Indonesia adalah negeri pesulap yang rakyatnya seperti kisah Harry Potter dimana mampu menjadikan negeri ini juara bola tanpa harus ada lapangan bola !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Taman Suropati, 030111 16:30
Rhesza
Pendapat Pribadi

Ini Hak Jawab W !!

“Dunia hanya mengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,”
Jose Mourinho


Pertama-tama mau ngucapin terima kasih atas koment-koment daripada teman-teman yang ada di facebook w tentang status-status facebook w belakangan ini yang berkaitan dengan timnas atau pun sepakbola Indonesia.

W sangat mengapresiasikan koment-koment kalian di kotak koment status facebook w walaupun ada juga yang marah-marah dengan mengatakan w tidak nasionalis lah, w orang gila lah tapi lewat media notes inilah w akan menjelaskan itu semua.

Benarkah w tidak nasionalis dengan menghujat, membenci timnas seperti yang anda koment di status facebook w ? benarkah status w hanya sekedar mencari sensasi ? itu kata anda sekalian tetapi apakah dengan membela timnas sambil berteriak IN-DO-NE-SIA terus nyanyi-nyanyi GARUDA DI DADAKU berarti itu nasionalis ? belum tentu ? memangnya yang namanya nasionalis itu harus ditunjukkan kepada publik ?

Kenapa w selalu menulis status di facebook agak sedikit menghujat timnas ? karena ada hal yang harus di perbaiki tetapi tidak pernah di singgung oleh semua orang, baru di singgung ketika ada titik lemah dalam hal ini kekalahan.

Yang membuat w aneh dan mungkin ini jadi perasaan anda semua yaitu “ w cinta timnas tetapi tidak cinta PSSI “ pertanyaan sekarang adalah memangnya sepakbola Indonesia itu siapa yang ngurus ? yang datangin pelatih Alfred Riedl itu siapa ? kemudian Riedl itu bertanggung jawab kepada siapa dalam laporan kerja dia ? hanya satu jawabannya yaitu PSSI ! walaupun kalian bilang sepakbola itu olahraga rakyat memang benar olahraga rakyat tetapi ada organisasinya kan dan ini tidak dipedulikan orang, baru NGEH ketika timnas kalah, PSSI dihujat tetapi ketika menang PSSI tidak pernah dilirik dan jadi klaim semua orang.

Padahal secara tidak langsung anda itu semua CINTA dengan PSSI yang penuh dengan kebobrokan tetapi anda tidak peduli dan tidak mau tahu ketika timnas menang baru peduli ketika timnas kalah dan itu terus menerus bukankah itu jatuhnya MUNAFIK !! dan maaf w bukan tipe MUNAFIK, (maaf) JILAT PANTAT di depan manis tetapi di belakang menghujat, lebih baik w DEPAN MATA menghujat tidak peduli timnas itu menang atau kalah !!

Kemudian soal timnas, kenapa w selalu membenci dan menghujat sebenarnya w hanya mengkritik saja demi kemajuan sepakbola Indonesia tetapi w beda dengan kalian-kalian yang ketika menang sorak-sorai tetapi kalah menghujat dan menghilang kemudian muncul lagi kalau timnas menang, kalau kalian pernah baca notes-notes w banyak kok w puji timnas klo w anggap itu pantas dan sesuai dengan jalur yang benar. Dan kenapa penulis membenci timnas bahkan sampai mengatakan timnas itu LEBIH HINA daripada keledai, kita tahu donk seekor keledai itu CUKUP DUA KALI jatuh pada lobang yang sama kemudian bangkit sedangkan timnas kita apa yang bisa di banggakan, kalian bangga dengan 5-1 lawan Malaysia, 6-0 lawan Laos dan jungkir balik dengan Thailand sampai menang 2-1 ? w tidak !

Banyak faktor yang buat w tidak bangga dengan timnas saat ini yaitu pertama, ini timnas bukan timnas yang benar-benar original, masak dengan penduduk lebih dari 260 juta jiwa GA BISA cari 22 pemain sampai harus OBRAL paspor Garuda dan nomor induk warga negara kepada orang bule, seharusnya kalau kalian nasionalis kalian marah donk masak w dan kalian yang lahir sampai sekarang hidup dan bekerja di Indonesia ketika membuat atau memperpanjang paspor HARUS MEMBAYAR Rp. 255 ribu SEMENTARA penyerang bule ini DENGAN ENAKnya dapat paspor Garuda dengan GRATIS !! padahal di negara ini ADA PEMAIN MUDA yang sekitar tahun 2005-an sempat membuat heboh karena menjadi SATU-SATUnya pemain Indonesia, ASEAN dan ASIA pertama yang masuk kedalam akademi Ajax Amsterdam karena menjadi top skor dan membawa Indonesia ke-empat besar Piala Dunia U-12 yang disponsori oleh produsen minuman mineral, BAHKAN sang direktur teknik klub Ajax BELA-BELAIN sambil NGEMIS kepada orangtua anak ini di Makassar agar di tanda tandangin surat persetujuan dan akhirnya berlabuh lah dia disana walaupun sekarang dia sudah kembali, apakah karena ia sekarang bermain bukan di klub anggota ISL jadinya TIDAK DILIRIK oleh pelatih ?!

Kemudian kalian itu tidak pernah belajar atau mendengar sejarah pemain ini kali yah atau tertutup dengan gemilangnya padahal kalau di lihat rekam jejaknya pemain bule ini SAMA KRIMINALnya dengan sang ketua umum yang anda hujat ketika timnas kalah bahkan bule ini anak emas daripada sang ketum PSSI, dia pernah MELUDAHI wasit, MEMUKUL pengurus klub, BERKELAHI dengan pemain, MENANDUK pemain, bahkan pernah sampai berperkara dengan Kepolisian Medan tetapi apakah bule ini menjalani hukumannya yang di berikan komisi disiplin? TIDAK SATUPUN jadi apanya yang harus dibanggakan dengan timnas ini kalau salah satu pemainnya ternyata bermental preman dan menCIDERAI semangat fairplay yang selama ini kita lihat benderanya ketika memasuki lapangan sebelum pertandingan di mulai !

Timnas kita TIDAK DISIPLIN baik di luar lapangan maupun dalam lapangan, kita bisa lihat KENAPA SPANYOL BISA JUARA DUNIA 2010 atau Real Madrid ketika di latih Capello pada angkatan Davor Suker bisa JUARA LIGA SPANYOL 1997 ? karena disiplin keras di luar dan lapangan dimana salah satunya adalah DILARANG membawa telepon selular bahkan sampai ke areal gedung tempat mereka latihan dan juga DILARANG menghidupkan akun pribadi mereka termasuk jejaring sosial serta email dan hasilnya ? kita lihat Spanyol JUARA DUNIA 2010, sedangkan timnas kita ? bisa lihat sendiri kan di saat latihan MASIH SEMPAT-SEMPATnya bertelepon ria dengan ponselnya, begitu juga masuk ke stadion atau kembali ke penginapan BAHKAN ketika mau detik-detik bertanding pun masih sempat-sempatnya memperbaharui status di tuider mereka, inikah yang di sebut disiplin ALA Timnas ?

W MALU punya timnas yang GA PERNAH menang dan juara kalau melihat dengan geografis negara kita, negara kita sangat luas dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa yang mana negara ini merdeka lewat darah dan keringat rakyat Indonesia tetapi tidak pernah BERBICARA di luar sana, COBA LIHAT Selandia Baru negara kecil yang luasnya HAMPIR SAMA dengan luas KotaMadya Jakarta Pusat yang merdeka BUKAN dari keringat dan darah masyarakatnya tetapi KADO dari Ratu Inggris BISA MAIN di Piala Dunia 2010 !! atau KROASIA negara yang MERDEKA tahun 1994 tetapi di Piala Dunia 1994 BISA JUARA TIGA ?!!

Atau ketika timnas kita kalah dengan gampangnya mengatakan ini bukan akhir kegagalan masih ada hari esok tetapi nyatanya tetap aja kalah, kita lihat tahun 2007 ketika Piala Asia kita sorak sorai, trus kalah (katanya) terhormat dan akan di perbaiki, seharusnya yang namanya di perbaiki itu dari rusak sampai bisa digunakan lagi tetapi timnas kita ? iya di perbaiki tetapi rusak lagi kan (baca: kalah ) seperti saat ini entah mau sampai kapan timnas ini selalu di perbaiki terus rusak lagi, perbaiki lagi rusak lagi ?!

bisakah kalian menjawab pertanyaan ini daripada selalu bersorak-sorai dan mengatakan “ W CINTA DENGAN TIMNAS “ tetapi menjawab pertanyaan ini pasti susah dan banyak ngelesnya >>

“JIKA BENAR negerimu sehebat itu antusiasmenya pada sepak bola, kenapa dunia TIDAK PERNAH mendengar nama Indonesia di peta sepak bola ?”

Kalau di tanya apa yang sudah w berikan kepada negara ini selama w hidup, justru w akan bertanya kepada kalian semua ada yang tahu APA YANG SUDAH NEGARA terutama Pemimpin negara ini berikan kepada anda ? w bayar pajak baik itu pajak rumah, atau setiap makan di restoran atau sekedar beli kopi mahal di mall pasti kena pajak, parkir kena pajak, beli baju, celana, kolor, buku cerita, perpanjang surat kendaraan bahkan (maaf) kencing di mall pun kena pajak, w selalu menggunakan sarana transportasi umum baik itu angkutan umum mulai dari koasi hingga busway tetapi pernahkah anda berpikir kemana pajak-pajak itu semua ? kalau pajak itu KATANYA untuk pembangunan KENAPA di tiap 500 meter sampai 2 kilometer setiap sudut kota ini dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote termasuk wilayah terkecil yaitu Rukun Tetangga di rumah anda TIDAK ADA LAPANGAN SEPAKBOLA tetapi yang ada malah MALL, KONDOMunium, rumah petak dan ini tidak pernah terpikir bukan dalam nurani dan isi kepala anda ? atau katanya lagi Pajak itu untuk pembangunan dan sarana negara ini KENAPA di pedalaman MASIH BANYAK sekolah tidak jauh bahkan LEBIH HINA daripada kandang kambing dan babi sedangkan Pos Polisi Thamrin yang samping Kedubes Inggris bagusnya luar binasa pernah kah ini terpikir oleh kalian semua dari apa yang kalian PERSEMBAHKAN kepada negara melalui yang namanya pajak ?!

Atau mudahnya begini dech bisa kah kalian menjawab pertanyaan ini, “ Negerimu begitu kaya akan rempah-rempah, minyak, emas, tambang, sawit, kekayaan laut yang melimpah membentang dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote TAPI KENAPA masih banyak yang hidup, mandi, kakus, di bantaran kali ciliwung, bawah kolong jembatan, disamping lintasan rel kereta api seperti yang ada di sekitar depan Markas Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer Jakarta Raya- Markas DenPOM KODAM JAYA daerah Guntur ?

Semoga hak jawab w ini bisa menjawab apa yang kalian hina kan kepada w, ini bukan NGELES atau menghindar tetapi ini adalah fakta dan seharusnya kita merenung kalau memang sepakbola kita mau maju semua harus kita perhatikan jangan Cuma senang ketika menang dan kalah menghujat tetapi berpikirlah kenapa timnas bisa menang besar tetapi kemudian turun permainannya tetapi tetap saja di elu-elukan seperti pahlawan hal seperti ini yang membuat para pemain kita besar kepala karena tidak ada SHOCK THERAPY yang membuat mereka terpacu dan berpikir “ kalau permainan atau timnas kalah berarti w akan di caci maki martabat w sebagai manusia “ tetapi nyatanya yaitu kalah tetapi di elu-elukan seperti pahlawan, iya pahlawan..pahlawan kesiangan !!

INGAT !! Keledai saja CUMA butuh dua kali mengalami jatuh pada lubang yang sama jangan sampai Timnas kita LEBIH HINA daripada keledai !!!!! dan SELAMA NH, NB, ADT, NDB MASIH DI PSSI dan di Indonesia w akan SELALU MENGACUNGI (maaf) JARI TENGAH dan JEMPOL KE BAWAH UNTUK TIMNAS BAIK MENANG-KALAH !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!


Terima kasih sebelumnya….

Pecudang dan Keledai Itu Bernama Timnas PSSI


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.


“Dunia hanya mengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,”
Jose Mourinho



Kutipan di atas adalah ucapan semangat dan motivasi daripada pelatih Jose Mourinho kepada para pemain Madrid setiap Madrid melakoni laga mereka dalam liga Spanyol atau ketika pelatih Mou memberikan pernyataan kepada kawan-kawan jurnalis.

Kutipan dan judul di atas ada kaitannya dengan kegagalan daripada Timnas sepakbola Indonesia dimana pada final leg ke-2 di GBK stadion timnas berhasil menundukkan timnas Malaysia dengan skor 2-1 tetapi hasil 2-1 ini tidak bisa membuat Firman Utina dan kawan-kawan bersorak-sorai sambil mencium dan mengangkat Piala AFF Suzuki karena pada leg 1 timnas kalah 3-0 di kandang Malaysia.

Kalau di lihat pada babak penyisihan timnas kita menunjukkan grafik yang pesat bahkan bisa mencetak gol sebanyak 13 gol dan kemasukan 2 gol kemudian pada semifinal kita berhasil menggulung team Philipina dengan skor dua kali 1 gol tetapi begitu di final pada pertemuan pertama tiba-tiba kita kalah 3-0 walaupun pada pertemuan kedua kita menang 2-1 tetapi kita kalah dalam produktivas mencetak gol.

Pertanyaan sekarang adalah MAU SAMPAI KAPAN timnas kita JADI PECUNDANG dan KELEDAI ? bukan maksud menghina tetapi kenyataannya begitu ? timnas kita memang PECUNDANG, buktinya terakhir kita menang pada SEA GAMES Manila 1991 kemudian mulai dari 1992 hingga saat ini apakah SUDAH ADA GELAR ?!

Seharusnya kita MALU jika melihat geografis negara kita, Republik Indonesia dengan ibukota Jakarta memiliki penduduk lebih dari 240 juta jiwa rakyat dan luas wilayah hampir lebih 1 juta mil dan merdeka lewat keringat dan darah rakyat sendiri yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus tapi sampai sekarang tidak pernah berprestasi baik itu di tingkat ASEAN, Asia bahkan antar benua seperti Piala Dunia, sedangkan kita bisa lihat negara Selandia Baru sebuah negara yang luasnya SAMA DENGAN luas Kotamadya Jakarta Pusat ini yang kemerdekaannya di berikan layaknya anak kecil yang sedang berulang tahun dari Kerajaan Inggris SUDAH MASUK arena Piala Dunia.

Atau mungkin kita mendapatkan sebuah pertanyaan daripada (mungkin) kolega kita kebetulan orang asing yang tinggal di luar Indonesia melihat antuisme warga Indonesia akan sepakbola melalui televisi dan bertanya kepada anda entah itu melalui email atau bertemu langsung dengan kalimat “ JIKA BENAR negerimu SEHEBAT itu antuismenya pada sepakbola, KENAPA DUNIA TIDAK PERNAH MENDENGAR nama Indonesia di peta sepakbola ? apakah ada yang bisa menjawab ?! pertanyaan ini sama halnya dengan pertanyaan “ Negerimu begitu kayak mulai dari rempah-rempah, minyak, emas, tambang, sawit, kekayaan laut dll tetapi KENAPA masih banyak orang yang hidup di pinggir kali yang airnya keruh ?!

Tetapi itulah suporter Timnas kita sorak-sorai ketika menang tetapi ketika kalah menghujat bagaimana bisa maju sepakbola kita seharusnya kalau mau bangkit dan berpikir. kenapa ketika menang atau kalah kita hujat demi majunya sepakbola sehingga para pemain dan pemilik kepentingan tidak besar kepala karena selama ini kita bisa lihat begitu timnas kita kalah kita lantas berujar “ Timnas sudah memberikan yang terbaik “ dan itu selalu terus menerus terlontar sehingga para pemain kita seperti kebal dan berpikir “ kalau saya bermain tidak baik paling masih di beri applaus sama suporter “ dan terbukti kita bisa lihat bagaimana CERIAnya para pemain ini ketika kalah dan kembali ke hotel sampai besoknya tanpa ada raut bersalah karena tidak bisa mengangkat prestasi negara ini, coba sekali-kali para suporter ini memberikan SHOCK THERAPY kepada para pemain ini ketika kalah misalnya (bukan maksud memprovokasi) mencoba memaki para pemain ini sehingga pemain ini dalam nuraninya MERASA BERSALAH tetapi di kemudian hari akan terus termotivasi dan dalam hatinya berpikir “ KALAU TIMNAS KALAH MAKA HARGA DIRI SAYA AKAN DI CACI MAKI” jadi mereka akan terus berpikir bagaimana caranya biar harga diri mereka sebagai pemain dan manusia beserta keluarganya tidak terrendahkan contohlah para pemain-pemain di luar sana dimana ketika timnya kalah para fans mencaci abis bahkan ada yang menteror mereka tetapi keesokkan harinya prestasilah yang ditunjukkan karena didalam hati para pemain ada stimulus psikologi dan ini yang tidak ada di negara atau sepakbola kita !

Semoga ini yang terakhir dan menjadi renungan bagi kita kiranya baik itu menang atau kalah kita harus hujat janganlah jadi manusia atau suporter munafik kalau memang idealis seharusnya ketika menang kita hujat supaya para pemain dan pemegang kepentingan sepakbola negara ini TIDAK BESAR KEPALA tetapi nyatanya dan baru kita menghujat ketika kalah dan tertawalah orang-orang yang melihat ini semua.

INGAT !! Keledai saja CUMA butuh dua kali mengalami jatuh pada lubang yang sama jangan sampai Timnas kita LEBIH HINA daripada keledai !!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

Senayan, 311210 00:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Senin, 03 Januari 2011

Happy New Year

Blog Republik Kaum Miskin ingin mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU 2011

Kepada semua pembaca blog ini semoga di tahun 2011 tahun penuh kedamaian, tidak ada

lagi konflik di dunia, tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan dan kemiskinan dan selalu

di berkati

Tuhan Berkati

--

Blog Republic of the Poor would like to say

HAPPY NEW YEAR 2011

To all readers of this blog hopefully in 2011 full year of peace, no

more conflicts in the world, no more people who hunger and poverty and always in bless

God Bless

--

هل المدونة جمهورية الفقراء أود أن أقول

عيد رأس السنة 2011

لجميع القراء من هذا بلوق نأمل في عام 2011 مدة عام كامل من السلام، لا

مزيد من الصراعات في العالم، والأشخاص الذين لا يزيد الجوع والفقر ، ودائما في بارك

بارك الله فيكم

--

Blog Republiek der Armen zou willen zeggen

HAPPY NEW YEAR 2011

Aan alle lezers van dit blog hopelijk in 2011 volledig jaar van vrede, geen

meer conflicten in de wereld, geen mensen meer die honger en armoede en altijd in te zegenen

God Bless
--

Blog della Repubblica dei Poveri vorrebbe dire

BUON ANNO 2011

A tutti i lettori di questo blog si spera nel 2011, anno pieno di pace, non

più conflitti nel mondo, le persone non più che la fame e la povertà e sempre a benedire

God Bless
--
Blog Republik der Armen möchte sagen,

HAPPY New Year 2011

An alle Leser dieses Blogs hoffentlich im Jahr 2011 volle Jahr des Friedens, der keine

mehr Konflikte in der Welt, nicht mehr Menschen, die Hunger und Armut und immer segnen

God Bless

--

Blog Republika ng Mahina ay nais

HAPPY NEW YEAR 2011

Sa lahat ng mambabasa ng blog na ito sa pag-asa ng kapayapaan sa 2011 taon, walang

conflicts sa mundo, walang lipunan na gutom at kahirapan, at laging pinagpala

God bless

-
Blog République des pauvres voudrais

Bonne année 2011

Pour tous les lecteurs de ce blog dans l'espoir de la paix en 2011 ans, aucun

conflits dans le monde, pas de société que la faim et la pauvreté, et toujours bénie


Que Dieu vous bénisse

--

Blog de la República de los Pobres gustaría

FELIZ AÑO NUEVO 2011

Para todos los lectores de este blog con la esperanza de la paz en 2011 años, no

conflictos en el mundo, no hay sociedad que el hambre y la pobreza, y siempre bendecido

Dios los bendiga