Jumat, 04 Februari 2011

Takut tuch sama Tuhan BUKAN sama Isu atau Bom !!


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Penulis tertawa terbahak-bahak ketika membaca sebuah berita pada situs berita dimana mereka menurunkan berita tentang adanya ancaman bom yang di alamatkan kepada sebuah kampus terkemuka dan terbesar di daerah Jakarta Timur, dimana terdapat tulisan dimana ada bom di kampus tersebut membuat mahasiswa ketakutan.

Bukan maksud melecehkan atau apa tetapi dari tulisan yang di tulisan oleh rekan jurnalis ini yang membuat penulis tertawa dan sedikit bertanya, bertanya dalam hal ini adalah apakah mereka dalam hal ini mahasiswa dan karyawan HANYA TAKUT sama yang namanya BOM BUKAN TAKUT kepada Tuhan mereka…

Pertanyaan sekarang adalah memangnya yang menciptakan kita sebagai makhluk paling sempurna di dunia ini siapa ? BOM-kah atau Tuhan ? Padahal bagi penulis BOM itu kan sebuah benda yang di racik dan di rancang oleh manusia untuk berbagai macam kebutuhan walaupun sekarang banyak digunakan untuk pesan-pesan tertentu jadi apanya yang di takutkan ?

Seharusnya kita takut kepada Tuhan BUKAN kepada apapun termasuk isu atau ancaman BOM, dan bersikap pasrah, sekedar untuk bercerita dimana penulis sepanjang hidup NYARIS 3 kali nyawa penulis terancam dimana penulis NYARIS meninggalkan dunia ini lewat sebuah peluru tajam yang NYARIS masuk ke dalam kening tepat di tengah-tengah atas batang hidung, kemudian NYARIS BUTA 15 menit karena asap pekat gas air mata dari puluhan kaleng gas air mata yang di tembakkan dan di lempar oleh aparat kemudian NYARIS meninggalkan dunia ini lewat perantara kereta api yang tidak bersuara ketika berada di depan Kantor Komnas HAM dan itu pagi-pagi Pukul. 06.00 ! tetapi dari itu semua terbukti SAMPAI HARI INI penulis masih bisa menghirup udara segar karena apa ? penulis HANYA TAKUT sama Tuhan !!!

Dunia ini penuh dengan rahasia di dalam rahasia bisa aja kita TIDAK MATI dengan meledaknya BOM tetapi justru kita MATI karena TERPENTOK pintu kamar atau TERINJAK PAKU benar tidak ?

Percuma kita setiap hari tertentu beribadah, selalu mendendangkan lagu-lagu atau membaca ayat-ayat suci tetapi ketika mendengarkan isu BOM atau apapun kita langsung lari terbirit-birit meninggalkan apa yang kita kerjakan, itu berarti bagi penulis cuma isapan jempol cuma pengen di lihat mulia dan suci oleh banyak orang padahal ?

Justru kita harus bertanya dalam diri kita, kenapa isu ini ada apakah ada yang salah dari lingkungan yang kita tempati atau kita nya sendiri sehingga isu ini ada, penulis tidak akan berkomentar lebih jauh karena takut dianggap SOK walaupun banyak manusia-manusia di negara ini yang SOK bahkan mengganggap dirinya pahlawan tetapi pahlawan kesiangan huahahahaha…

Wassalam…

Kenapa Busway Yang Disalahkan ?


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Dalam beberapa minggu belakangan ini hampir semua stasiun televisi menyiarkan tentang kondisi jalanan Jakarta yang setiap harinya selalu macet entah itu pagi ketika jam kantor di mulai atau jam sore ketika jam kantor berakhir, berbagai macam alasan kenapa jalanan Jakarta macet, ada yang bilang kondisi luas jalanan yang sudah sempit, ada juga yang menyalahkan busway karena dengan busway jalanan Jakarta bertambah sempit karena busway menggunakan jalur tersendiri.

Tetapi pertanyaan sekarang adalah apakah dengan kehadiran busway membuat kondisi Jakarta semakin hari semakin macet ? kalau pertanyaan itu di berikan kepada penulis maka penulis akan menjawab BUKAN busway yang menyebabkan kemacetan di Jakarta tetapi salahkan lah para orang-orang yang menggunakan kendaraan pribadi karena mereka lah jalan di Jakarta semakin sempit dan membuat kemacetan setiap hari ! kenapa banyak angkutan umum yang berhenti atau NGETEM se-enaknya di jalan ? karena mereka TIDAK ADA PENUMPANG, dan PENUMPANG itu SEKARANG sudah bergaya dengan menggunakan kendaraan pribadi !!

Kenapa penulis menyalahkan para manusia-manusia yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai penyebab kemacetan lalu lintas Jakarta BUKAN Busway ? kita bisa berapa banyak kendaaraan yang ada di Jakarta, kemudian jenis kendaraan apa saja yang paling banyak di jalanan Jakarta ? pasti jawabannya mobil pribadi bukan ?!

Bagi penulis busway itu hanya sekian persen saja penyebab kemacetan lalu lintas di Jakarta, karena apa, karena mereka sarana transportasi umum yang tidak pernah berhenti, dan baru berhenti ketika ada halte, sedangkan mobil pribadi ?! hampir setiap rumah tangga memiliki LEBIH dari satu mobil contohnya satu rumah berisikan 5 kepala, Suami, Istri, dan 3 anak apakah di rumah mereka hanya ada satu mobil ? TIDAK ! pasti 2-3 mobil dan apakah 2-3 mobil itu di pakai semua ketika beraktivitas ? IYA ! dan inilah penyebabnya kenapa jalan di Jakarta sering macet total.

Sebenarnya mudah kok biar Jakarta bebas macet yaitu, Pertama, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia MENAIKKAN pajak kendaraan bermotor yang sangat tinggi untuk kendaraan produksi terbaru termasuk motor dengan asumsi kalau pajak kendaraan bermotor sangat tinggi untuk kendaraan baru maka masyarakat akan berpikir dua kali untuk membeli kendaraan tersebut termasuk juga menaikkan bea masuk yang tinggi untuk kendaraan baru yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Kedua, mengganti pola kebijakan berpenumpang 3 dalam satu kendaraan menjadi kebijakan berpenumpang minimal 9 dalam satu mobil serta dua orang dalam 1 motor dan itu berlaku di semua ruas jalan hingga ruas jalan besar dekat dengan komplek-kompleks sehingga mau tidak mau masyarakat akan berpikir berulang kali ketika akan mengeluarkan kendaraan mereka dari garasi rumah karena selama ini program kebijakan berpenumpang 3 dalam satu kendaraan TIDAK EFEKTIF kenapa ? karena program ini hanya berlaku di ruas-ruas tertentu saja misalnya Thamrin- Sudirman, Kuningan dan sekitarnya sementara daerah pinggiran kena imbas dari program ini dan timbulah kemacetan benar tidak ?! soal waktunya pun kalau bisa panjang seperti program 3 in 1 kan hanya jam 07.00 sampai 10.00 kemudian lanjut jam 17.00 sampai 19.00 kalau program 9 in 1 ini saran penulis mulai dari jam 06.30 sampai 23.00 dan itu setiap hari..

Asumsi dan bayangan penulis memberikan saran ini supaya para pengendara kendaraan pribadi ini jera dan beralih ke angkutan umum atau busway, sebenarnya para pengendara kendaraan pribadi ini memilik mental MUNAFIK, kenapa ? kita bisa lihat memangnya sebelum mereka MAMPU memberi kendaraan pribadi yang sekarang ini mereka gunakan, mereka sehari-hari menggunakan apa kalau tidak menggunakan kendaraan pribadi benar tidak ? padahal sangat menyenangkan kalau menggunakan kendaraan umum ? bisa istirahat karena tidak pusing apalagi pegal kaki dan tangan tetapi nyatanya tetap saja para pengemudi kendaraan pribadi ini dengan egoisnya selalu menyalahkan busway sebagai BIANG dari kemacetan benar tidak ?

Mau sampai kapan Jakarta akan macet terus dan mau sampai kapan para pengemudi kendaraan pribadi ini sadar akan kesalahan dan keegoisannya dalam membawa kendaraan pribadinya di jalan, dan sampai kapan busway selalu di salahkan dan di kaitan dengan kemacetan lalu lintas di Jakarta ? hanya kita semua yang tahu itu kapan mengakhirinya jangan sampai ada berita kemacetan di Jakarta teratasi tetapi ada berita di mana Rumah Sakit Jiwa Jakarta TIDAK MAMPU lagi menampung pasien yang mengalami gangguan jiwa karena dampak dari kemacetan lalu lintas.

Semanggi, 190111 10:20
Rhesza
Pendapat Pribadi

Pertemuan Omong Kosong !!!


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Apa yang di keluarkan oleh para tokoh lintas agama beberapa waktu lalu tentang 18 kebohongan yang di lakukan oleh pemerintah mendapat jawaban dari pemerintah dan jajarannya bahkan Senin (17/1) kemarin pihak Istana mengundang para tokoh lintas agama ini untuk berdialog dengan pemerintah.

Tetapi dari undangan ini penulis melihat ada yang ganjil dan kurang enak di pandang dari pertemuan ini kenapa ? bukan maksud beranggapan negatif tetapi memang ada beberapa hal yang penulis lihat agak ganjil yaitu pertama, kalau memang Istana dalam hal Presiden Republik Indonesia yang mengundang para tokoh lintas agama ini untuk berdialog dengan beliau kenapa HARUS ADA (maaf) HULU BALANG beliau dalam hal ini jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu, staff khusus Presiden dan tamu-tamu ? padahal inti dari 9 kebohongan lama dan 9 kebohongan baru pemerintahan ini TERTUJU kepada sang pemimpin, kenapa sang pemimpin ini sendiri lah dengan ksatria yang bertemu dengan tokoh-tokoh secara pribadi supaya pesan yang terkandung dari pertemuan para tokoh lintas agama ini bisa kena dan membuat sang pemimpin ini sadar dan malu tetapi nyata-nya ? penulis hanya berpikiran Presiden mengundang banyak orang supaya mereka bisa mendengarkan tetapi apakah itu nanti ke depannya apa yang di buat oleh para tokoh lintas agama ini akan di jalankan ? BELUM TENTU !!!

Kedua, terkait dengan nomor pertama di atas dalam hal kehadiran di atas adalah, pada saat pertemuan lintas tokoh agama tanggal 10 kemarin yang hadir adalah Buya Ahmad Syafii Maarif ( mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ), Andreas Yewangoe ( Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia-PGI), Din Syamsuddin (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia-MUI), Mgr Martinus D Situmorang ( Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia-KWI), Biksu Sri Mahathera Pannyavaro (Mahanayakka Budha Mahasangha Theravada Indonesia), KH Salahuddin Wahid ( Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan tokoh nasional asal Nahdlatul Ulama-NU), serta I Nyoman Udayana Sangging ( Parisada Hindu Dharma Indonesia-PHDI) KENAPA tokoh lintas agama yang datang ke Istana cuma segelintir saja dan di ganti oleh orang-orang yang ketika pertemuan tanggal 10 tidak hadir malah hadir seperti HARTATI MURDAYA ? kalau memang pemerintah ingin berdialog dengan tokoh-tokoh lintas agama ini KENAPA Gus Solah TIDAK MENDAPAT UNDANGAN ?! apa karena beliau kerabat Gus Dur sehingga orang-orang yang dekat dengan Gus Dur di kesampingkan oleh beliau ?

Ketiga, pertemuan ini KENAPA HARUS TERTUTUP ? padahal kita semua tahu para tokoh lintas agama ini mengeluarkan pernyataan bohong itu secara TERBUKA, TRANSPARAN, DILIPUT, DISIARKAN, DI TONTON oleh ratusan juta jiwa rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote, apakah Presiden kita TAKUT pembicaraan beliau kepada para tokoh lintas agama ini KETAHUAN oleh rakyat dan membuat Presiden MALU bak tidak menggunakan pakaian, atau ada PESAN-PESAN atau ORDER MANIS tertentu dari pemerintah kepada para tokoh ini supaya seperti kayak jaman dinasti kakek tua asal Jalan Cendana dimana MULUT terus di BUNGKAM ketika MENYUARAKAN ketidak adilan di negara ini ?!

Keempat, bukankah yang namanya pertemuan itu bersifat akrab, semi formal tetapi kenapa pertemuan kemarin ini penuh dengan kekakuan dan formal penuh protokoler kita bisa lihat bagaimana para tokoh lintas agama ini HARUS menunggu sang pemimpin ini untuk masuk ke dalam ruangan dan ketika Presiden memasuki ruangan semua hadirin berdiri kemudian duduk kembali setelah Presiden mempersilakan duduk, apakah ini disebut pertemuan ? kalau seperti ini penulis berpikir bahwa Presiden kita dan jajarannya TIDAK TERIMA apa yang di ucapkan oleh para tokoh lintas agama ini, kalau memang faktanya berbicara seperti itu KIRANYA Presiden legowo dan coba lah menerima para tokoh ini layaknya pertemuan antara kepala desa dengan warga dimana sang kepala desa lah yang mendatangi para warga BUKAN warga yang mendatangi kepala desa dan inilah yang HARUS di TIRU oleh Presiden BUKAN seperti pertemuan tanggal 17 kemarin yang penuh dengan arogansi, protokoler resmi !

Kelima, pada waktu berbicara di podium Garuda kebanggaannya yang di liput oleh kawan-kawan jurnalis dimana sang Presiden menggunakan beberapa lembar kertas sebagai teks dari pidatonya, penulis berpikir bahwa pertemuan ini memang sudah DI SETTING kenapa ? kalau memang itu pertemuan berdasarkan isi sms ajakan pertemuan misalnya sms di kirim pagi dan dibalas pada siang hari SEHARUSNYA ketika berbicara di depan wartawan sang Presiden berbicara secara SPONTAN TANPA TEKS, tetapi kenapa ini beliau memegang teks ? aneh bukan ! dan juga bahasa muka dari beliau ketika berbicara menunjukkan bahasa muka MUNAFIK dan JAIM !!

Bagi penulis apa yang di lakukan oleh Presiden kemarin itu TIDAK LEBIH dari sebuah pertunjukan seni murahan dan MASIH LEBIH BAGUS tayangan Opera Van Java yang sekarang lagi di bicarakan oleh Panwaslu Tangsel, penulis juga kecewa dengan penggagas dari pertemuan istana ini yaitu Din Syamsuddin yang menurut penulis tokoh MUNAFIK dan sama MUNAFIKnya dengan sang Presiden dimana beliau mengatakan dalam sebuah wawancara di sebuah media televisi bahwa beliau menginginkan pembicaraan yang terbuka dan bisa di saksikan oleh rakyat Indonesia, dan kalau hanya cuma sekedar petunjuk atau arahan seperti hobby Presiden ketika memimpin rapat kabinet LEBIH BAIK TIDAK USAH, tetapi nyatanya ? beliau sendiri DIAM dan duduk manis tanpa ada berontak misalnya menginteruspsi atau keluar ruangan !!!

Jadi apakah isi 18 kebohongan itu akan di jawab Pemerintah Republik Indonesia dengan fakta dan prestasi di lapangan bersamaan dengan 7 kebulatan tekad yang kemarin di suarakan di kantor Maarif Institute atau tetap berbohong bahkan bertambah panjang daftar kebohongan pemerintah di negara ini ? kita lihat saja nanti !!!

Tebet, 180111 16:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Suara Tokoh Lintas Agama Suara Rakyat


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Tidak di sangka dan tidak di duga sekelompok tokoh agama yang selama ini kita hanya mendengar petuah-petuah mereka lewat khotbah di setiap kegiatan keagamaan tiba-tiba berkumpul dalam satu ruangan dan melahirkan sebuah kesimpulan dimana membuat negara ini kaget terutama kalangan Istana dan jajaran menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

Karena tokoh-tokoh agama ini melahirkan sebuah pernyataan yang dikenal sebagai “ kebohongan [rezim] Presiden SBY ? akibat dari pernyataan para tokoh lintas agama ini membuat sebagian masyarakat negara ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote bertanya-tanya kenapa mereka ini “ turun gunung” secara bersamaan dan langsung mengeluarkan sejumlah daftar “kebohongan” tersebut ?

Memang para tokoh lintas agama ini sepertinya tidak secara resmi mewakili organisasinya atau umatnya masing-masing tetapi kalau dilihat posisi mereka, mereka sangat representatif atau mewakili suara dari umat lintas agama. Kita bisa lihat dalam pertemuan ini ada Buya Ahmad Syafii Maarif ( mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Andreas Yewangoe ( Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia-PGI), Din Syamsuddin (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia-MUI), Mgr Martinus D Situmorang (Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia-KWI), Biksu Sri Mahathera Pannyavaro ( Mahanayakka Budha Mahasangha Theravada Indonesia), KH Salahuddin Wahid ( Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan tokoh nasional asal Nahdlatul Ulama-NU), serta I Nyoman Udayana Sangging ( Parisada Hindu Dharma Indonesia-PHDI)

Kalau dilihat dari kehadiran daripada para tokoh ini jelas sekali para tokoh lintas agama ini tidak akan gegabah mengeluarkan pernyataan terbuka yang agak keras dan frontal ini. Sebelum pertemuan yang menghebohkan ini mereka sudah berkali-kali mengadakan pertemuan di tempat para tokoh agama berbeda ini, berkali-kali juga mereka menyusun susunan data yang kemudian di jadikan sebuah pernyataan terbuka yang mengungkapkan berbagai masalah serius yang harus dan wajib di tanggulangi oleh bangsa ini.

Akibat dari kehebohan ini banyak media mempublikasikan hasil pertemuan terakhir bahkan ada sampai sebuah media cetak dan televisi menurunkan dalam bentuk tajuk rencana bersama, dan bisa di tebak dimana semua pemberitaan itu termasuk editorial bersama itu di salahkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. Tetapi lantas apakah dengan media mempublikasikan pertemuan itu lantas di salahkan ? menurut penulis apa yang di tulis oleh kawan-kawan jurnalis adalah membahas fakta yang ada tetapi itulah birokrasi negara ini begitu keluar berita, langsung secara berjamaah menteri dan staff Istana membela dengan mengatakan pemerintah tidak pernah berbohong kepada publik, tetapi nyatanya ?

Tetapi pertanyaan sekarang adalah benarkah atau apakah pemerintah berbohong ? kalau melihat pertanyaan ini kita bisa debat kusir panjang sekali tentang hal ini. Daripada berdebat istilah dan makan kiranya kita bicara substansi yang ada saat ini yaitu perbedaan antara yang di katakan dan yang di lakukan pemerintah

Pertama, pemerintah mengklaim bahwa pengurangan kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa ? nyatanya ? kalau memang kemiskinan itu berkurang mencapai 31,02 juta jiwa KENAPA penulis dan (mungkin) kita masih melihat ratusan anak kecil dengan alat musik sederhananya, ibu-ibu sambil gendong balitanya, pejual rokok, penjual poster dan mainan anak serta majalah setiap hari berdiri di bawah tiang lampu lalu lintas setiap perempatan menunggu lampu merah menyala untuk mengetuk kaca jendela berharap pengemudi tersebut membeli barang dagangannya atau sekedar berharap mendapatkan koin dari tembaga berwarna putih bertulisan 500 dan lambang BI, atau kalau memang (KATANYA) tingkat kemiskinan berkurang, KENAPA penulis sering melihat sebuah keluarga hidup di bawah kolong jembatan di atas aliran sungai ciliwung di daerah dekat dengan Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer Jakarta Raya ( Det POM Kodam Jaya) daerah Guntur atau potret keluarga yang hidup di daerah pinggiran rel kereta api di daerah Jatinegara ? atau kalau (KATANYA) tingkat kemiskinan berkurang, KENAPA dan APAKAH para pemimpin negara kita ini MELIHAT DENGAN MATA, OTAK dan NURANI mereka ke daerah Belu- Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan negara termuda di dunia, Timor Leste dimana mereka rela meninggalkan istri, suami dan keluarga yang ada di Timor Leste demi Merah Putih, Garuda serta Pancasila tetapi NYATA-nya, mereka seperti layaknya (maaf) seorang pelacur yang di rayu om-om senang untuk memberikan lubang kenikmatannya setelah itu ditinggal begitu saja dengan beberapa lembar Rupiah, penulis pernah melihat di daerah sana bagaimana seorang bocah usia 10 tahun HARUS menjadi tukang sayur atau kondektur angkutan umur, padahal kalau tidak salah berdasarkan ketentuan pekerja yang di keluarkan oleh badan pekerja internasional (baca: ILO) dimana seorang anak di bawah umur tidak boleh bekerja atau menjadi pekerja..

Kedua, Presiden SBY pernah mencanangkan program 100 hari untuk swasembada pangan, NYATA-nya ? harga cabai yang sampai menembus angka Rp. 100 ribu untuk 1 kg saja pemerintah kita lewat Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan saja TIDAK MAMPU menurunkan harga cabai sampai ke titik kemampuan warga Indonesia… Ketiga, presiden kita mendorong terobosan ketahanan pangan dan energi berupa pengembangan varietas Supertoy HL-2 dan program Blue energi, NYATAnya ? NOL BESAR bahkan sang penciptanya pun sekarang menginap di hotel prodeo !!! Keempat, ini yang sangat konyol bagi penulis dimana Presiden melakukan prescon terkait dengan pem-bom-an Hotel JW Marriot dimana beliau mendapatkan informasi (katanya akurat A-1) data intelijen yang mengatakan bahwa mereka menemukan beberapa foto beliau yang menjadi sasaran tembak ternyata setelah diselidiki photo-photo tersebut adalah photo JADUL yang sudah dipublikasikan terlebih dahulu kepada anggota komisi I DPR pada tahun 2004 huahahahahaha….

Kemudian dalam bidang Hukum dan HAM Presiden SBY berjanji menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir sebagai a test of our history tetapi NYATA-nya ?! OMONG KOSONG !! sampai penulis menulis tulisan ini penulis tidak pernah melihat kemajuan daripada kasus ini, begitu juga kasus penganiayaan aktivis Indonesia Corruption Watch-ICW Tama S Langkun terkait kasus rekening BABI para perwira Polri, NYATA-nya juga OMONG KOSONG bahkan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan kasus aktivis ICW tutup buku !! atau ketika kasus Lapindo dimana pada Debat Calon Presiden tahun 2009 MENJANJIKAN akan menyelesaikannya tetapi NYATA-nya ? sampai saat ini dompet negara (baca: APBN) masih terus di kuras untuk para korban padahal kasus ini BUKAN pemerintah yang buat atau bencana alam tetapi keluarga Bakrie lah yang membuat tetapi ya itulah pemerintah kita seperti terserang IMPOTEN ketika melihat keluarga ini !!

Atau dalam Pidato Kenegaraan 17 Agustus 2010 dimana Presiden menyebutkan bahwa Indonesia harus mendukung kerukunan antarperadaban atau Harmony among civilization tetapi NYATA-nya ?! sebuah catatan dari The Wahid Institute yang pernah penulis baca dimana sepanjang 2010 terdapat 33 PENYERANGAN FISIK dan PROPERTI ATAS NAMA AGAMA dan Kapolri ketika itu Bambang Hendarso Danuri mengatakan berdasarkan data Polri ada sekitar 49 kasus KEKERASAN ORMAS AGAMA sepanjang tahun 2010. Kemudian kasus kekerasan pada Pers dimana Presiden menginstruksikan kepada polisi untuk menindak kasus kekerasan pada Pers tetapi NYATA-nya ? berdasarkan data dari LBH Pers terdapat 66 kekerasan fisik dan non fisik terhadap pers sepanjang tahun 2010. Dalam hal TKI/W dimana Presiden mengeluarkan kebijakan dimana akan ada pembagian telepon selular kepada semua TKI/W dengan pertimbangan ketika TKI/W ini bermasalah bisa langsung menghubungi pihak-pihak terkati misalnya KBRI dan KJRI tetapi NYATA-nya ? sampai detik ini pembagian telepon selular tersebut TIDAK ADA KABAR-nya bahkan berdasarkan data Migran Care sepanjang tahun 2010 setidaknya 1,075 TKI mendapatkan perlakukan kekerasan dan pemerintah kita HANYA DIAM dan NATO-Ngomong Asal TANPA OTAK !! bahkan kasus vonis majikan Sumiyati, TKI yang di aniaya berat di Saudi Arabia di ganjar 3 tahun oleh Pengadilan setempat atau kasus dugaan Perkosaan TKW oleh Menteri Komunikasi Malaysia sampai saat ini BELUM ADA REAKSI sama sekali yang membuat negara tujuan TKI/W ini ketakutan hanya PETUNJUK Presiden kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Republik Indonesia.

Lalu dalam kasus perlakuan tidak baik selama 36 jam atas tiga petugas KKP oleh Kepolisian Diraja Malaysia pada September 2010 Presiden mengatakan akan menindaklanjuti kasus ini tetapi NYATA-nya ? sampai detik ini penulis TIDAK mendengar lagi langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam menuntaskan kasus ini sampai jelas termasuk memperbaiki hubungan dalam hal perbatasan dengan negara Malaysia. Dalam kasus Korupsi presiden negara ini berkali-kali MENJANJIKAN sebagai pemimpin pemberantasan korupsi terdepan, tetapi NYATA-nya ? hanya 24 % dari September 2009 sampai September 2010 keberhasilan dan dukungan dari Presiden dalam pemberantasan korupsi !!

Dalam kasus Gayus pun pemerintah dalam hal ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia-Kapolri Jenderal Timur Pradopo BERJANJI akan menyelesaikan kasus tamasya tahanan Gayus dan Istrinya ke Bali DALAM WAKTU 10 HARI tetapi NYATA-nya ? sampai DETIK INI kasus ini tidak ada kejelasan sama sekali dalam penangannya, malah sekarang Gayus NAIK KELAS, kalau dulu tamasya dari tahanan ke bali sekarang tamasya dari tahanan ke Makau, Malaysia, Singapura, dan HongKong.

Dari uraian yang penulis utarakan di atas, kiranya kita bisa lihat substansinya adalah adanya keresahan dari masyarakat daripada janji pemerintah yang tidak ditepati, penulis tahu bahwa para tokoh lintas agama ini tidaklah memiliki latar belakang atau belajar politik tetapi fungsi mereka adalah mengingatkan pemerintah agar mengerjakan pekerjaan rumahnya (baca: janji) dengan sungguh-sungguh.

Seharusnya pemerintah tidak reaktif atau marah besar ketika mendengar, melihat dan membaca pernyataan daripada para tokoh lintas agama ini bahkan berterima kasih kepada mereka karena mereka mengeluarkan unek-unek yang merepresentatifkan kehidupan masyarakat dengan jujur, terus terang, dan berani tanpa peduli melihat resikonya ketika kita melihat jaman dinasti Cendana dimana orang yang berkritik keras langsung di “amankan” dalam artian nyawa.

Jika Presiden dan jajaran menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu ini mau tercatat dalam tinta emas dalam sejarah Republik Indonesia negara yang berpenduduk lebih dari 230 juta jiwa ini kiranya mulai dari sekarang bekerja dengan sungguh-sungguh, berani, tegas, tidak ada kompromi terutama dari kumpulan partai-partai politik dan selalu membumi pasti tinta emas itu akan tercatat, percuma latar belakang militer berprestasi yang mana kita semua tahu bahwa yang namanya militer itu tegas, keras, tidak mau berkompromi atau istilahnya saya atau anda yang mati tetapi NYATA-nya klemar-klemer kayak banci salon, JAIM padahal beliau di pilih oleh rakyat !! Jadi Pak Beye dan Kabinet Indonesia Bersatu SAATnya MELAYANI RAKYAT PASANG KUPING LEBAR-LEBAR, SIDAK BERKALI KE LAPANGAN, BUKAN NATO-Ngomong ASAL TANPA OTAK !!!

Merdeka Barat, 17011 15:30
Rhesza
Pendapat Pribadi