Senin, 03 November 2008

Harga BBM di turunkan ? Yakin tuch !


Beberapa minggu ini, disejumlah media banyak menurunkan berita tentang banyak pihak yang meminta pemerintah untuk menurunkan harga minyak terutama premium, karena melihat turunnya harga minyak dunia.

Tetapi sampai sekarang pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia belum ada penjelasan dan langkah nyata dalam menjawab saran daripada kalangan perminyakkan untuk menurunkan harga premium yang ketika pemerintah menaikkan sempat terjadi beberapa demo yang hampir mengakibatkan pertumpahan darah.

Pertanyaan sekarang perlukah harga Premium yang biasa di”minum” transportasi masyarakat Indonesia terutama angkutan umum diturunkan ? kalau menurut penulis apa yang dikatakan oleh para pengamat perminyakkan dan gas untuk diturunkan harga minyak terutama premium mengingat harga minyak dunia turun drastis ada perlunya tapi harus diingat para pengamat (penulis dalam tulisan ini bukan ahli perminyakkan yang setiap pernyataan yang dikeluarkan dinantikan oleh sejumlah media), apakah kapasitas turunnya harga minyak dunia selamanya atau hanya sementara ?

Kalau harga minyak itu turun yang bersifat selamanya, bolehlah kita meminta pemerintah untuk menurunkan harga premium paling tidak turun sekitar Rp.1,000 – 5,000 kalau ini diturunkan harga minyak, secara tidak langsung harga kebutuhan pokok pun turun dan kembali normal, ITU kalau bersifat selamanya, bagaimana kalau harga minyak dalam negeri kita diturunkan kemudian TIBA-TIBA harga minyak dunia naik, kalau naiknya hanya sekian persen tetapi kalau naiknya sampai lima puluh bahkan seratus persen dari harga minyak dunia saat ini, apakah pemerintah mau mengembalikan harga minyak ke harga semula, dan pemerintah mau meminta maaf dan menjaga emosi rakyat Indonesia yang semakin hari tidak terkontrol, dan stabilitas keamanan dan pasokan kebutuhan pokok terganggu, apakaj anda berani turun ke jalan membantu pemerintah untuk mengontrol emosi rakyat kalau harga minyak naik!

Ini bukan maksud melecehkan para pengamat perminyakkan dan Sumber Energi, tetapi kalau menurut penulis, untuk menjaga kestabilan negara ini, lebih baik harga minyak tidak perlu diturunkan, kenapa? Ya ..seperti yang penulis utarakan diatas, kalau bersifat selamanya harga minyak itu stabil kita bisa turunkan tetapi kalau ditengah jalan tiba-tiba harga minyak dunia naik bagiamana, tentunya akan merepotkan semua lapisan pemerintah dalam hal ini kalkulasi keuangan negara, toch lagipula hanya negara kita kok dari semua negara dunia manapun yang harganya minyaknya paling murah, kalau dibandingkan dengan negara gajah putih, Thailand dimana harga satu liter bensin kalau tidak salah kalau dikurs-kan ke Rupiah sekitar Rp.13,000 sementara Indonesia Rp. 6,000 untuk satu liter bensin !

Kita tidak tahu apa yang menyebabkan harga minyak dunia turun, bisa turun karena adanya krisis global yang melanda semua negara di bumi ini, atau nantinya harga minyak naik mungkin pada saat pemilihan Presiden Amerika Serikat dan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Ruang Ouval oleh Presiden baru ketika memulai kegiatan kenegaraannya untuk pertama kali sebagai Presiden, kita juga tidak tahu bagaimana negara-negara penghasil minyak melihat kinerja Amerika dengan Presiden barunya terkait kebijakan politik luar negeri dalam hal ini soal masalah timur tengah dan keberadaan pasukan mereka dinegara-negara konflik, itu harus menjadi catatan kita.

Jadi apakah negara akan menurunkan harga minyak karena desakan para pengamat perminyakkan dan masyarakat tetapi tiba-tiba harga minyak naik di tengah jalan, atau tetap berpendirian bahwa harga minyak dunia turun tidak berpengaruh terhadap minyak dan pasokannya untuk dalam negeri karena bagaiamanapun naik-turun harga minyak tetap saja rakyat hidup susah, kita lihat saja !…


Tj.Priok 021008 15:45

RKM – 21

Indonesia is The Next India ? Amin….


Judul diatas berawal dari keisengan penulis ketika menunggu seseorang di sebuah kantor untuk mengadakan semacam kerjasama dalam kemajuan webblog ini, membaca majalah Newsweek, dimana isi dari majalah tersebut yang membuat penulis agak mengkeritkan dahi yaitu adanya rapor keberhasilan Indonesia selama 10 tahun terakhir dalam hal ekonomi, padahal 10 tahun lalu ketika pasca kerusuhan banyak pihak terutama kalangan asing memprediksi Indonesia akan mengalami situasi seperti yang terjadi di Yugoslavia yang tercerai berai.

Analisis dari Newsweek ini adalah negara Indonesia mampu membangkitkan ekonominya kembali, kebangkitan itu menurut majalah ini dikaitkan dengan kebangkitan yang dilakukan oleh India, yang saat ini menjadi calon raksasa Asia, setelah negara tirai bambu Republik Rakyat China, bahkan negara kita dinilai lebih unggul daripada India dalam dua aspek ekonomi yaitu aspek pendapatan perkapita yang sangat tinggi dan rasio piutang yang sangat rendah sekali (?), dalam hal situasi keamanan di negara kita menurut majalah ini dinilai lebih stabil.

Penulis tidak akan menguraikan tulisan ini menjadi sebuah analisa ekonomi karena penulis bukan ahli ekonomi yang setiap tulisan dan pernyataan yang terlontar dari bibir penulis ditunggu oleh kaum jurnalis tetapi melihat aspek lainnya.

Penulis bisa mengerti kenapa majalah terbitan luar negeri itu menganalisa Indonesia akan seperti dengan India bahkan mungkin melebihi negeri Panda-China, karena kita bisa lihat berapa banyak penduduk dinegara ini, kemudian komiditi apa yang selalu ditonjolkan untuk mendapatkan pendapatan negara dalam satu tahun? Mungkin inilah yang menjadi tolak ukur majalah itu mensejajarkan Indonesia dengan India dan mungkin juga China.

Kalau kita lihat sebenarnya ada perbedaan dan persamaan antara Indonesia dan India, persamaannya adalah sama-sama negara yang ketika itu baru saja merdeka dari tangan penjajahan pada medio tahun 1940, memiliki persamaan hidup ketika baru mengalami yang namanya kemerdekaan, pemimpin kedua negara pun memiliki satu persamaan yaitu sama-sama memiliki jiwa nasionalis, dalam hal urusan antara Manusia dan sang pencipta pun sama-sama bersifat heterogen dengan banyaknya aliran keagamaan dan adat istiadat yang satu daerah dengan daerah lain berbeda.

Kalau itu persamaannya, kalau perbedaannya adalah dalam hal pemerintahan dan perpolitikan, dimana ketika India merdeka dan menjadi negara yang menganut sistem Federal,sedangkan Indonesia menganut sistem pemeritahan sentralistik walaupun ketika era reformasi pemerintah mengubah haluan sistem menjadi desentralisasi karena cocok dengan yang ada di Indonesia ini. Perbedaan yang sangat mencolok adalah dalam hal kekayaan bumi, Indonesia lebih maju dan melimpah seperti kekayaan minyak bumi dan Gas.

Itu baru pendapat dari sebuah analisator dari sebuah majalah luar yang notabene adalah orang asing a.k.a Bule, bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia yang melihat hasil analisis tersebut.

Kita bisa lihat bagaimana media memberitakan setiap hari dimana selalu ada buruh yang demo pabriknya hanya untuk mendapatkan beberapa lembar nominal rupiah dan hak-hak yang seharusnya mereka dapat, harga sembako yang semakin lama semakin tidak terkontrol walaupun kata pemerintah harga sembako sudah bisa dipegang dan dikendalikan tetapi dilapangan ! banyaknya pengemis dan mungkin jaringan PSK yang setiap hari dan malam dapat kita jumpai disetiap lampu merah atau pinggir jalan, banyaknya pedagang kaki lima yang setiap hari harus selalu ibarat kucing dan tikus dengan Satpol PP.

Itu baru permasalahan dalam negeri, lalu bagaimana permasalahan global seperti krisis Global dimana harga saham didunia mengalami perubahan yang sangat tajam, dimana banyak perusahaan asing yang ada di AS dan Eropa terutama industri otomotif harus merelakan karyawannya dirumahkan karena dampak masalah keuangan global ini, walaupun krisis ini tidak parah ketika krisis melanda Indonesia tahun 1997 lalu.

Apa yang harus dilakukan Indonesia supaya bisa maju bahkan apa yang ditulis majalah itu menjadi impian, penulis kira ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh beberapa elite politik yang nanti yang akan bersaing untuk bisa duduk empuk di komplek Merdeka Selatan yaitu : pertama, selalu mengutamakan produksi dalam negeri, puaskan dan penuhi apa yang petani dan kaum buruh inginkan karena petani dan kaum buruhlah yang menjadi tolak ukur perekonomian Indonesia, dan jangan 100% bergantung pada asing dalam hal pemodalan bagi rakyat miskin.

Kedua, dalam hal keamanan Indonesia harus bisa menciptakan suasana keamanan yang benar-benar jika ada pengusaha asing yang ingin menanamkan investasinya dapat tenang, karena selama ini alasan pengusaha asing enggan dan tidak mau ber”dagang” di Indonesia karena alasan keamanan yang tempo-tempo aman, tempo-tempo tidak aman. Ketiga, faktor pungli harus bisa diberantas sampai keakar-akarnya, karena selain faktor keamanan, faktor pungli-lah yang paling banyak dikeluhkan oleh banyak pengusaha asing untuk memainkan uangnya di negara ini, seperti contoh dalam urusan bongkar muat dipelabuhan kalau tidak disalam tempel, maka barang akan lama proses keluarnya dalam hitungan bulanan, tetapi kalau pakai salam tempel maka dalam waktu 14 hari barangpun bisa keluar dari penyimpanan.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah Kapan kita bisa mewujudkan apa isi dari majalah itu dan mengejar ketinggalan yang ada di negara ini ketika melihat negara asing lebih maju daripada negara ini ?

Kita hanya bisa berharap ketika semua pemimpin dapat melaksanakan dengan nyata apa yang dilontarkan dari mulut para pemimpin tersebut, bukan sekedar hanya kata-kata untuk menyenangkan hati rakyat supaya mereka dipilih..

INGAT !! Berkaryalah dengan NYATA BUKAN Berkarya dengan KATA-KATA !!!

Bellagio 011008 15:30

Rvanca
Editor of RKM

Eagle Eye : Hati-hati dengan perangkat elektronik anda


Pernahkah anda berpikir bahwa perangkat elektronik seperti Handphone bisa mengubah bahkan mengatur hidup anda ?

Inilah yang harus diperhatikan anda jika anda benar-benar maniac dengan yang namanya peralatan elektronik seperti handphone, notebook atau bahkan data dan photo anda yang terpampang di jaringan pertemanan seperti facebook dan friendster atau myspace.

Kenapa penulis bilang tersebut, karena ini berkaitan dengan film yang baru-baru ini penulis tonton atau mungkin anda juga suka menonton film itu. Ya.. film itu adalah Eagle Eye..

Eagle Eye adalah hasil ide briliant daripada sineas terkemuka abad ini yaitu Steven Spielberg selaku produser Executive dan disutradarai oleh D.J. Caruso. Film ini berkisah tentang sebuah perangkat kerja komputer buatan Kementeria Pertahanan Amerika Serikat-Pentagon yang diberi nama ARIA, fungsi dari ARIA ini untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat dari setiap ancaman musuh.

Cara ARIA melakukan kerjanya yaitu dengan cara menyadap pembicaraan telepon, menggunakan akses kamera satelit, sampai pada masuk jaringan perbankan. Sampai pada suatu kejadian dimana ARIA mengeluarkan rekomendasi untuk membatalkan misi pembunuhan daripada gembong teroris di timur tengah dibatalkan begitu saja oleh Presiden Amerika Serikat, akibat dari aksi ini terjadi balas dendam dan menewaskan ribuan warga AS diseluruh dunia.

Dengan analisa pemprograman ARIA membaca tindakan pemerintah AS yang diwakili oleh Presidennya sebagai ancaman keselamatan negara, yang kata lain mereka menjadi musuh negara dan harus disingkirkan. Di film ini kita bisa dengan jelas bagaimana perbedaan antara manusia dan pemprograman dimana manusia lebih meggunakan emosi seperti kekhawatiran dan ketakutan, sementara logika Program ARIA menggunakan matematika taktis yang tak mengenal emosi belaka.

Untuk menjalankan program ARIA dalam menghabisi orang-orang yang tidak taat, ARIA (suaranya diisi oleh Aktris Julianne Moore, tetapi di credit title tidak tercantum karena permintaan sang aktris ) memilih dua warga sipil yang tidak tahu apa-apa untuk menjalankan misi ARIA,mereka adalah Jerry Shaw (yang diperankan oleh Shia LaBeouf) seorang pegawai Photocopy yang menolak apa yang diinginkan oleh orangtuanya yaitu sebagai seorang Tentara sama seperti saudara kembarnya dan Rachel Holloman (Michelle Monaghan), seorang ibu rumah tangga, ARIA memaksa dan mengontrol mereka berdua untuk melaksanakan apa yang ARIA lakukan, seperti tiba-tiba Jerry diminta kabur dari apartemennya ketika ditelepon oleh seorang wanita yang ternyata ARIA ketika di apartemennya ditemukan beberapa bahan kimia dan persenjataan modern melebihi persenjataan yang dimiliki militer AS, bukan Cuma itu yang dilakukan ARIA terhadap 2 warga sipil ini seperti memantau pergerakan mereka mulai dari kamera ATM, GPS, hingga jaringan listrik dan kamera sinar X-ray ketika mereka disuruh ARIA untuk terbang menggunakan pesawat terbang militer untuk menghindari komandan tim anti teror Tim Morgan (Billy Bob Thornton) mereka berdua pun tidak bisa meloloskan dari dan menghindar karena setiap jengkalnya mereka diawasi oleh ARIA sehingga ARIA pun bisa disingkirkan dengan cara “membunuhnya”.

Dari segi film, menurut penulis tidak begitu berat mungkin karena film ini bergenre Sci-fi jadi banyak menampilkan kecanggihan teknologi yang tidak terpikirkan sama sekali oleh kita kalau itu ada pada diri kita dan lingkungan sekitar.

Inti dari film ini adalah sebenarnya sederhana sekali jangan sekali mengumbar apa yang ada pada diri kita kedalam sebuah mesin untuk dibaca, didengar oleh umum, seperti memasang photo, data pribadi yang selengkap-lengkapnya hingga membuat rekaman kegiatan pribadi mulai dari yang positif hingga negatif (anda tahu sendirilah, tidak usah diperjelas ) di situs-situs social dan pertemanan seperti yang sekarang lagi marak dan jadi bahan omongan orang-orang muda termasuk politikus seperti Friendster atau facebook jangan sampai anda menjadi korban seperti yang dialami oleh tokoh Jerry dan Rachel.

Tetapi itulah yang namanya Teknologi semakin lama semakin ada saja yang baru dan juga semakin lama akan menguasai dunia ini, dan pertanyaan untuk kita saat ini adalah ketika kita menonton film ini adalah seberapa jauh atau dekatkah kita akan menyerahkan segala sesuatunya termasuk hidup kita sehari-hari pada alat yang namanya teknologi ?

Megaria, 311008

Welcome To Indonesia High Majesty Prince of Wales


All reader and visitor of Republik Kaum Miskin.blogspot.com would say Welcome to Indonesia, Prince Of Wales Prince Charles.

I hope Your Visit 5 days ( Nov 2-5, 2008) in Jambi, Jogjakarta dan Meet the Presidente Of Indonesia, Mr. Susilo Bambang Yudhoyono for Indonesian and United Kingdom relation the next future.

God Bless You


Halim PK 011008 17:30

Rvanca
Editor of RKM