Senin, 07 September 2009

Bangsa Maling TERIAK Maling

Mungkin anda bingung dengan judul diatas tetapi itulah yang ingin penulis ungkap lewat tulisan ini sebelum penulis memohon maaf kalau didalam tulisan ini membuat anda geram, tersinggung atau sejenisnya tetapi itulah yang terjadi.

Bulan Agustus 2009 ini adalah bulan paling berat mungkin menurut penulis kenapa, sebelum memasuki bulan Agustus kita sudah dikejutkan dengan tewasnya TKI ( yang katanya ilegal versi negara) di kolong jembatan tol diwilayah Jazirah Arab sana, kemudian 3 hari setelah memperingati Hari Kemerdekaan negara ini kita dikejutkan dengan adanya tayangan iklan dari stasiun televisi berlangganan yang mana menampilkan materi gambar iklan berupa beberapa tokoh pewayangan, bunga rafflesia Arnoldi dan tarian pendet dimana muatan itu ditujukan untuk kampanye pariwisata negara Twin Tower Petronas.

Akibat dari muatan iklan tersebut rakyat Indonesia dari mulai Sabang hingga Merauke serta dari Mianggas sampai Pulau Rote bersatu memprotes atas aksi yang tidak terpuji yang dilakukan oleh negara itu bahkan sampai perang kata-kata di beberapa jaringan situ sosial seperti Twitter dan Facebook, bukan kali ini negara itu memasukkan bahkan mengklaim kalau budaya di negara ini menjadi budaya bahkan warisan dari negara tersebut.

Kejadian ini bukan pertama kali setidaknya kita pernah dengar soal, Reog Ponorogo, Angklung, lagu Rasa Sayange, Makanan Rendang, Batik, bahkan Kain Ulos asal Tapanuli Utara pun sudah di masukkan sebagai warisan budaya mereka dan juga Bahasa Indonesia akan dijadikan bahasa resmi negara itu bukan lagi bahasa melayu.

Tetapi dari itu semua pernahkah kita bertanya dalam nurani kita sebagai rakyat Indonesia, sudah original kah budaya yang ada di negara ini yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote, sehingga kita bisa teriak-teriak ketika budaya kita di klaim bahkan dirampok oleh negara tersebut ?

Kenapa penulis bertanya tersebut, ini ada kaitannya dengan sebuah tulisan yang ditulis oleh seorang pengamat musik dan budaya dalam tulisan di sebuah surat kabar nasional yang mengatakan bahwa negara kita ternyata LEBIH MALING daripada negara tersebut. Lewat tulisannya lah penulis baru tahu dan hanya bisa geleng-geleng kepala setelah membaca tulisan beliau.

Anda pasti tahu dengan lagu HALO-HALO BANDUNG dan pencipta ? iya penciptanya adalah Ismail Marzuki, bahkan sampai Presiden pertama kita, Ir. Soekarno memberikan penghargaan Piagam Widjajakusuma pada tahun 1961 kepada beliau dimana dalam grafir piagam tersebut tertulis menyatakan bahwa lagu HALO-HALO Bandung adalah ciptaan Ismail Marzuki, padahal ITU BOHONG!!! Karena pencipta dari lagu HALO-HALO BANDUNG adalah seorang prajurit Batak dari divisi Komando Daerah Militer Siliwangi (KODAM SILIWANGI ) bermarga Lumban Tobing, dimana lagu ini dinyanyikan oleh beliau bersama peleton bataknya selepas long march Jogja-Bandung ketika zaman revolusi, bahkan kematiannya dapat disaksikan dalam bentuk lukisan dan diorama di Museum Siliwangi di daerah Jl. Lembong-Bandung.

Lalu anda pasti pernah mendengar lagu nasional yang berjudul KULIHAT IBU PERTIWI SEDANG BERSUSAH HATI, yang menjadi pertanyaan adalah apakah itu 100 % buatan pencipta lagu asal Indonesia yang 100% original ? kalau anda menjawab betul, ANDA SALAH SEMUA !!! lagu KULIHAT IBU PERTIWI SEDANG BERSUSAH HATI adalah MURNI 100 % PENCURIAN dari lagu gereja yang berjudul WHAT A FRIEND WE HAVE IN JESUS “ dan diciptakan oleh Horatius Bonar pada lirik dan Charles Crozat Converse pada musik, dan itu semua di CATAT HAK CIPTAnya pada tahun 1876 lewat Biglow & Main

Kalau dua contoh ini dan masih banyak lagi lainnya yang merasa original kita ternyata saduran dari luar dibandingkan dengan upaya Malaysia mengklaim budaya negara ini, apakah kita masih berteriak lantang bahkan melakukan demo di Kedutaan mereka dengan mengatakan bahwa mereka maling sementara kita justru Mbahnya maling ? untung saja negara itu tidak tahu akan “kriminal” negara ini kalau mereka tahu akan kelakuan negara kita, tidak bisa dibayangkan malunya kita sebagai rakyat dimana berdemo menentang budaya kita dirampok tetapi kita sendiri justru maling, benar tidak ?!

Apakah itu negara itu maling atau tidak atau justru kita sebagai MBAHnya maling kembali kepada pribadi kita, kalau memang itu budaya asli kita cobalah di daftarkan tetapi sebelum didaftarkan kiranya memeriksa dulu apakah itu benar 100% asli dan original budaya kita atau saduran jangan sampai seperti dua kasus diatas, dan juga kiranya pemerintah lebih aktif dan jemput bola kepada para seniman yang mencoba mencatatkan kreatifitasnya untuk menjadi hak cipta, karena selama ini penulis melihat peran pemerintah masih sedikit aktifnya dan juga proses untuk menjadi hak cipta yang terlalu kompleks dan mahal biayanya.

Masihkah kita akan berteriak lantang dan keras menentang kelakuan negeri melayu itu ketika di masa mendatang merampok budaya kita dan mengklaim menjadi budaya mereka sementara negara kita juga sama rampoknya dengan mereka ?

HIDUP MALING !!!

14th Floor

Pendapat Pribadi

Senin, 03 Agustus 2009

JANGAN NGAKU ORANG INDONESIA KALAU BELUM BACA INI !!! ( part 1 )


Shaloom.. Assalamualaikum.. w adalah warga negara Indonesia..Cuma pengen tanya kepada kalian semua yang katanya rakyat Indonesia dan memegang KTP dan Buku kecil yang bersampul burung Garuda apa yang kalian tahu tentang Indonesia ? pasti ada yang jawab Indonesia itu negara besar..biang korup..sepakbolanya ga beresz…biang macet… rakyatnya pada ga beres..polisi dan tentaranya bisa diatur sama pembesar..kandang dan laboratorium hidup bagi penemuan terorist...birokrasi yang jelek…plagiat abiesz …

Klo lu berkata seperti yang diatas berarti lu pada BEGO dan TOLOL semua walaupun kenyataannya benar ? kok BEGO dan TOLOL sich ..itu kan kasar sekali bahasanya ?

iyalah w bilang BEGO dan TOLOL masak sama tanah air sendiri, tempat lu diracik ooohh..yess..ooohh…no..noo
..sama emak-bapak lu sampai 9 bulan dan muncul di dunia serta bernapas hingga sekarang, tempat lu mencari sesuap nasi dan sengenggam berlian GA BANGGA DENGAN INDONESIA ! warga negara lain aja akan berjuang mati agar negaranya tidak di olok-olok INI malah negara sendiri di OLOK-OLOK MALAH BANGGA !!


KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA tapi kok giliran setiap bulan Mei-Agustus, Desember-Januari setiap tahunnya ngantri di los pemberangkatan luar negeri Bandara hengkang ke negara Singapore, Malaysia, Australia, Hongkong, Amerika Serikat, Jepang, Eropa dan balik dengan mendorong kereta dorong bandara yang di kereta itu terdapat tas gede yang didepan dan belakangnya ada nama seperti Channel, Gucci, Armani, Louis Vuitton, Alma MM, Dior, Oscar de la renta, Prada, Hermes, Balenciaga, Celine, Blackberry, Swiss Army, Rolex, Iphone bener ga ? padahal kalau kita tahu banyak kok produksi tas atau barang yang anda beli itu LEBIH BAGUS buatan LOKAL!!


KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA tetapi giliran bicara dengan sesama rakyat Indonesia selalu menyelipkan kata-kata bahasa asing dan klo tidak menyelipkan atau menggunakan bahasa asing katanya GA GAUL bener ga ? orang asing saja bersusah payah mempelajari bahasa Indonesia dengan sempurna agar bisa nyaman berbicara dengan kita, kenapa kita masih saja menyelipkan bahasa asing dalam pembicaraan.. contohlah warga Perancis, Rusia Jepang, Korea serta China saja walaupun mereka di luar negaranya bahkan dalam forum resmi internasional SELALU menggunakan bahasa Ibu mereka !


KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA tetapi giliran ditanya soal isi Pancasila, isi sumpah pemuda, teks proklamasi, tanggal-tanggal bersejarah bagi negara ini, tokoh-tokoh dibalik pembuatan teks Proklamasi, nama pahlawan nasional, atau disuruh nyanyi lagu perjuangan, MALAH BLEPETAN BAHKAN CENGO sambil Cengangas Cengenges ! tetapi giliran ditanya soal gossip artis terkini aja itu bibir langsung komat-kamit udah kayak dukun pelet bener ga bahkan sampai ada hujan lokal ?
KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA tapi giliran ditanya soal tempat-tempat pariwisata di negara ini Cuma bisa nyebutin satu yaitu BALI, padahal negara kita terhampar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga P. Rote dimana tiap daerah memiliki tempat wisata seperti taman laut wakatobi di Sulawesi Tenggara atau Raja Ampat di Papua, giliran di kasih tau tempat-tempat itu lu CUMA bisa NGANGA dan bilang OH YA atau OH..Emang ada dengan ekspresi kayak orang tak berdosa !

KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA tapi giliran di suruh coba minuman khas Indonesia atau daerah di Indonesia kayak Jamu..mimik muka langsung berubah dan spontan bilang “ nich minuman apa minuman sich rasanya GA BANG-ET !” tapi giliran di sodorin botol Jack Daniel’s atau Bordeaux Wine atau Chivas Regal bisa langsung 1 botol abis dalam hitungan 1 jam..bener ga ?
KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA, tapi giliran ditanya soal tarian-tarian dan lagu-lagu tradisional GA NGERTI bahkan GA BISA menyanyikan dan mempraktekkannya..tapi giliran disuruh peragain tarian kejang atau hip hop atau lagu-lagu yang lagi IN aja langsung heboh bahkan teriak-teriak sampai nada sambungnya pun dipasang lagu tersebut sambil bilang “ Nich lagu W BANGET !!

KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA, tapi giliran disuruh pake pakaian tradisional langsung ngedumel dan bilang “ Jadul banget sich!” tapi giliran disuruh pake pakaian bebas, langsung itu celana panjang ama (maaf) Boxer beradu lari, atau rok udah kayak mo di kerek tiang bendera..pake baju kayak yang kurang bahan atau bayarannya kurang !


KATANYA ORANG INDONESIA, CINTA INDONESIA, tapi kok masih banyak yuach yang mendownload lagu, film, program komputer, isi jurnal dari internet kemudian menyebarkannya dengan harga murah dan tanpa ijin lagi dari pemilik lagu dan perusahaan yang mengedarkan lagu itu, kalau di tanya mahal kalau beli asli atau kalo pun beli Cuma dikit yang dipakai mending unduh dari internet !!!
Lu semua ga usah munafik lah, apa yang w tulis diatas itu bukan sekedar rekayasa tetapi kenyataan ga usah ditutup-tutupi itulah kelakuan daripada orang Indonesia ibaratnya dari 10 orang Indonesia hanya dua yang benar-benar INDONESIA SEJATI !!!

w bukan nyombong dan nunjukkin kalo w INDONESIA BANGET !! tapi Cuma pengen tahu aja se-INDONESIA-kah anda kalau disodorin pertanyaan-pertanyaan seperti yang w tulis diatas !
Sudah saatnya kita Tumbuhkanlah kembali cinta Indonesia di hatimu…teriakan kata Indonesia ketika bertemua warga negara lain..tulis lah tentang Indonesia di status Fb dan twitter mu atau taruh gambar-gambar tempat wisata di Indonesia di album photo fbmu biar bule-bule itu atau orang-orang Indonesia YANG SOK wisata ke luar untuk berpaling dan berlama-lama berwisata di negara ini…selalu katakan bahwa Indonesia itu NEGARA AMAN !!! BUKAN memasang status kegiatan wisata lu di suatu negara di Fb atau twitter lu, atau upload gambar-gambar ketika lu wisata disuatu negara di album photo di fb lu ! Buat para pahlawanku yang telah mencurahkan keringat dan darah untuk negeri ini Trima kasih walaupun saat ini engkau sudah terlupakan…. Sudah INDONESIA-kah anda Setelah membaca ini ?


Bersambung !!

Anggaran Vs Kendaraan Dinas Jenderal

Kejadian ini terjadi sekitar dua minggu yang lalu, ketika itu penulis sedang duduk di dalam sebuah bus kota yang ramai tidak karuan dalam perjalanan menuju rumah, kebetulan bus ini melintasi tol dalam kota dalam trayeknya, ketika itu jalanan menuju ke arah Bekasi sedang macet-macetnya maklum jam kantor pulang, sambil berlalu dan menunggu jalan bus ini, dari arah berlawanan dalam setengah penglihatan penulis ada iring-iringan seperti pejabat negara, tetapi begitu suara raungan sirine mendekat ke arah bus penulis, agak kaget juga ternyata iring-iringan tersebut adalah iring-iringan (mungkin) pejabat TNI Angkatan Laut yang sedang melintas, dimana dalam iringan tersebut terdapat dua kendaraan jenis besar dari sebuah pabrikan mobil asal Jepang dengan inisial produk L.C bersamaan dengan motor patroli dari Provost.

Ketika melihat iring-iringan mobil besar pejabat TNI tersebut melintas di depan mata penulis, maka timbul pertanyaan penulis kok bisa ya para pejabat TNI ini naik mobil yang sangat bagus dan mengkilap sementara di daerah terpencil atau di barak banyak nasib prajurit pangkat kecil yang hidupnya tidak jelas antara mengabdi pada negara bersamaan dengan kebutuhan perut dia dan yang ada dirumah yang sudah tidak bisa di tawar lagi dari hari ke hari.

Kita tahulah berapa harga mobil-mobil besar yang sering digunakan para pejabat TNI mulai pangkat Kolonel hingga Jenderal mulai dari pos Pangdam hingga Panglima Angkatan Bersenjata, harga satu mobil itu berkisar untuk barunya adalah Rp. 800 Juta harga itu khusus luar DKI dan mereknya pun hampir sama seperti merek mobil F.E, N.T, T.C, T.LC, kalau kita melihat mobil ini rasanya seperti bumi dan langit membandingkan dengan beberapa peristiwa yang mengakibatkan banyak prajurit pangkat bawah dan pertama menengah terbaik di negara ini meninggal sia-sia karena pesawat yang mereka tumpangi umurnya sudah uzur.

Dan yang membuat penulis bertanya adalah, apakah mobil-mobil dinas para pejabat dan perwira tinggi tentara ini dan para pengawalnya masuk dalam anggaran belaja negara yang diusulkan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan setiap tahun ?

kalau itu benar sangat disayangkan sekali bahwa para perwira tinggi kita tidak peka dan tidak hidup nuraninya melihat nasib prajurit pangkat bawah yang menderita, mereka yang bilang bahwa anggaran untuk pertahanan terutama udara dan laut minim bahkan harus kanibalisme, tetapi mereka tetap saja keluar-masuk mobil, duduk nyaman dengan penyejuk udara mobil yang adem, jok duduk dari kulit tertentu dan empuk, sambil mendengarkan radio dan televisi, bahkan mobil dinas itu ada yang digunakan oleh istri, anak serta kerabat mereka dengan lancarnya mengarungi jalan-jalan di negara ini bahkan ada yang terobos peraturan lalu lintas..

Melihat keadaan itu pantaskah kalau kita menyebut para perwira tinggi tidak jauh dari seorang eksekutif dari lembaga-lembaga yang mengakibatkan krisis global seperti yang dilakukan oleh para eksekutif di negara Amerika sana ? kenapa penulis bila para perwira tinggi ini tidak jauh beda dengan para eksekutif di Amerika, karena mereka membuat kebijakan yang merugikan tetapi mereka tiap tahun mendapatkan bonus dari ketentuan mereka, sama begitu dengan para perwira ini mereka selalu bilang kurang dana untuk pertahanan mulai dari suku cadang hingga pelatihan tetapi kenyataannya banyak perwira kita berseliweran di Jalan-jalan menggunakan mobil besar yang harganya selangit beserta para pengawal dengan arogan layaknya ali topan anak jalanan..

Apa yang kita lihat selama ini sangat disayangkan sekali dimana para prajurit kita terutama pangkat bawah yang menderita karena tingkat kesejahteraan mereka boleh dikatakan belum layak sementara di sisi lain tugas dan kewajibannya sebagai perwira penjaga negara ini harus dijunjung tinggi dan tidak boleh di tolak, sementara para prajurit pangkat menengah hingga jenderal sudah tidak lagi berada di medan perang tetapi setiap tahun fasilitas, tunjangan dapat dan terakumulasi..

Menurut penulis sudah saatnya pemerintah dan anggota dewan merevisi lagi soal kesejahteraan TNI mulai dari pangkat terendah hingga tertinggi, jangan sampai seperti sekarang para prajurit pangkat bawah harus berjudi dengan takdir kapan saya mati karena fasilitas yang menunjang kerja saya sudah tidak bisa dikatakan layak lagi, sementara para perwira pangkat menengah hingga Jenderal ketika terjadi kecelakaan pesawat yang mengakibatkan prajurit terbaik Indonesia harus meregang nyawa selalu mengatakan bahwa sudah uzurnya alat yang digunakan karena terbatasnya dana, padahal dana itu digunakan juga untuk merawat mobil-mobil mereka.

Penulis mengacungi dua jempol kepada para prajurit sebuah detasemen di Sentani-Papua yang berdemo dan meng”kudeta” markas mereka karena komandan mereka TIDAK PUNYA NURANI terhadap masalah yang dihadapi para anak buahnya, seharusnya yang namanya komandan itu harus rela berkorban demi kesejahteraan anak buahnya kasarnya ia rela tidak makan asalkan anak buahnya makan, BUKAN malah SDM DL- Selamatkan Diri Masing-masing Derita Lu..

Sampai kapan para pembesar korps pertahanan negara ini mulai dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Angkatan Darat Republik Indonesia, Angkatan Laut Republik Indonesia dan Angkatan Udara Republik Indonesia ketika ada kecelakaan alat tempur SELALU mengatakan terbatasnya dana, padahal sebenarnya dana itu cukup KALAU saja para pembesar ini RELA menyisihkan tunjangan, gaji dan fasilitas mereka untuk kepentingan pertahanan negara ini, dan MENCONTOH serta MENYELAMI kehidupan para prajurit pangkat bawah maka tidak akan ada lagi yang namanya kecelakaan dan dana tidak cukup !!

Cijantung, 310509
Pendapat Pribadi

TKW-ku sayang...TKW-ku malang !!!!!

Mungkin dalam tahun 2009 ini isu yang paling hangat adalah selain pesta demokrasi adalah hubungan Indonesia dengan Melayu yang mana dalam tiga bulan belakangan ini sedang hangat-hangatnya, dimana dalam dua minggu pertama kita sebagai warga Indonesia tersaji berita tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga-KDRT tingkat tinggi yang dilakukan oleh putra kerajaan terhadap warga Indonesia yang juga model yang akhirnya model tersebut pulang ke Indonesia, setelah itu sudah agak sedikit reda dengan berjalannya proses hukum, tiba-tiba media di Indonesia baik cetak, elektronik dan online memuat berita tentang petantang-petenteng Kapal Perang Melayu yang melintasi perbatasan Indonesia dan Melayu di perairan Ambalat, setelah itu reda tiba-tiba muncul lagi berita tentang adanya TKW asal garut yang bernama Siti Hajar yang mengalami penyiksaan hebat yang di lakukan oleh majikannya dan yang lebih parah adalah selama bekerja ternyata hak dia sebagai TKW seperti gaji tidak pernah dibayarkan oleh majikannya selama 34 bulan ! Ini bukan yang pertama kalinya para TKW kita di siksa, diperkosa berkali-kali sampai melahirkan anak, bahkan ada yang kembali ke tanah air dengan peti mati..

Anda mungkin kenal dengan Nirmala Bonat, Ceriyati, Arsita, Nur Miyati, Siti Tarwiyah, Susmiyati, Tari, Ruminih, dan Keni. Nama yang di sebut di atas adalah nama dari TKW yang dari 2002 hingga saat ini mengalami kemalangan dalam bekerja, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah sudah kah pemerintah meminta dengan sangat KERAS kepada pemerintah Melayu untuk menyeret para majikan mereka ke dalam hotel prodeo ? ternyata sikap negara ini masih terlalu keras di bibir tetapi dalam alam nyata tidak sesuai dengan apa yang diucapkan di bibir !

Kenapa penulis bilang begitu, karena pemerintah masih terlalu lunak dan TAKUT terhadap negara Melayu dan negara jazirah arab jika ada warga kita yang menderita akibat perilaku “iseng” dari majikan. Kita bisa lihat bagaimana kasus Nirmala Bonat memang negara kita keras menentang itu dengan cara menyeret sang majikan dan di kenakan hukuman selama 17 tahun, tetapi KENYATAANnya hanya dengan uang jaminan sang majikan sampai detik ini masih bisa menghirup udara luar dari KL bukan udara ruangan kamar hotel prodeo ! sementara nasib Nirmala Bonat saja menurut penuturannya lewat sebuah program berita di televisi menyayangkan sikap para pejabat yang ketika itu akan menolong beliau dengan akan memberikan sebuah rumah dan berbagai macam “kecap” yang ketika kasus ini muncul para pejabat kita sedang berjuang dalam pesta demokrasi tetapi kenyataannya Nirmala harus hidup dalam ruangan kamar kos, lantas kemana UCAPAN MANIS yang terlontar dari BIBIR pejabat yang selama ini MERASA kasihan dan prihatin sampai datang ke KBRI untuk mendengar keluhan Nirmala!?

Seharusnya Pemerintah Republik Indonesia terutama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia HARUS belajar banyak dari Negara Philipina, kenapa Philipina ? sebelum penulis memberikan jawaban kenapa kita harus belajar dari Philipina dalam hal soal tenaga kerja ingin BERTANYA kepada semua orang yang bekerja di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, MULAI DARI gerbang depan yaitu satpam HINGGA Menteri, PERNAHKAH ANDA MENDENGAR DI RADIO, MENONTON TELEVISI ATAU MEMBACA SURAT KABAR TENTANG BERITA MENINGGAL, DIPERKOSA, DIANIAYA BERAT TENAGA KERJA PHILIPINA DI LUAR NEGERI OLEH MAJIKAN ? PENAH ? pasti jawabannya TIDAK, karena ya itu Pemerintah Philipina dalam melindungi warganya terutama para pekerja yang bekerja di luar sangat terjamin dimana mereka selalu memperhatikan warganya, jika ada warganya yang haknya terabaikan, pemerintah Philipina langsung turun tangan menegur kepala negara tempat tenaga kerja Philipina bekerja bahkan kalau sampai keterlaluan, pemerintah Philipina TIDAK SEGAN-SEGAN mengancam untuk memutuskan hubungan diplomatik mereka, sementara negara kita ? TIDAK PERNAH TUCH baru REAKSI kalau sudah parah !

Padahal kita tahu bahwa Indonesia dan Philipina adalah kantung terbesar dalam lingkup Asia Tenggara sebagai distributor tenaga kerja untuk dunia, TETAPI kenapa Philipina yang tidak ada berita sedikit pun soal kasus masalahnya tenaga kerja mereka, sementara kita hampir setiap hari ada saja tenaga kerja kita yang dipulangkan dalam keadaan peti mati atau teraniaya berat.

Yang HARUS diperhatikan semua pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dalam mengurusi tenaga kerja kita supaya tidak pulang dalam peti mati adalah, pertama, menseleksi ketat terhadap Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia-PJTKI karena selama ini Dinasker terlalu lunak dalam memberikan ijin usaha terhadap orang-orang yang mendirikan PJTKI tetapi hasilnya mereka tidak pernah memperhatikan secara penuh dan detail kebutuhan serta hak TKI mereka di negara tujuan bahkan mengirimkan TKI tidak sesuai dengan ketentuan yang di keluarkan oleh Badan PBB urusan pekerja-ILO seperti usia TKI yang masih belasan atau di bawah 18 tahun serta pendidikan yang minim, sudah seharusnya Dinasker MENUTUP PJTKI yang bermasalah dan mentelantarkan TKI atau menutup dengan rasio jika sampai lima TKI tidak terpenuhi haknya atau di aniaya bahkan sampai ke Indonesia dengan peti mati harus di tutup dan di masukkan dalam daftar hitam..

Kedua, dalam hal kerjasama dengan negara-negara penerima TKI kita harus tegas terutama dalam isi kerjasama dimana harus sama-sama menguntungkan dimana misalnya hak TKI harus dipenuhi oleh majikan yang sesuai dengan ketentuan ILO misalnya dalam satu minggu diberi hari libur minimal satu hari atau dalam setahun di ijinkan kembali ke Indonesia minimal dua kali, adanya komunikasi terbuka selama periodik tertentu antara staff kedutaan dengan TKI dan majikan, misalnya Majikan berhak melaporkan kepada Kedutaan jika TKI kita bermasalah dan Kedutaan berhak meminta penjelasan dari TKI dengan laporan dari majikan jangan sampai seperti sekarang ini dimana perjanjian masih menguntungkan negara penerima TKI sementara kita hanya bisa diam saja, seperti perjanjian tenaga kerja antara Indonesia dan Melayu dimana pasport pekerja di tahan majikan, sementara kebijakan hukum di negara tersebut bahwa orang yang berada di jalan raya tanpa bisa menunjukkan dokument yang berisi data pribadi kepada petugas keamanan dinyatakan sebagai kriminal, bagaimana TKI kita bisa membela diri jika mereka kabur dari rumah majikan dengan kondisi teraniaya adalah warga Indonesia kalau pasport berlogo Garuda di tahan oleh majikannya yang telah menganiaya mereka.

Ketiga, adanya peran aktif dan tegas dari kedutaan Indonesia dalam hal melindungi TKI dan warga Indonesia yang membutuhkan perlindungan, karena fungsi dari Kedutaan adalah MERCU SUAR bagi warga negara, bukan seperti sekarang para diplomat merasa sebagai tuan dan selalu dilayani atau di datangi jika ada masalah, bukan sebaliknya sudah seharusnya semua staff Kedutaan Indonesia menerapkan pelayanan dalam nuraninya “ MELAYANI BUKAN DILAYANI” kepada para warga negara Indonesia di luar sana.

Semoga kasus Nirmala Bonat dan Siti Hajar membuka mata hati dan nurani para pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dan juga staff Kedutaan Besar Republik Indonesia di lebih dari 100 negara di dunia dalam hal melindungi para TKI dan warga negara Indonesia serta menjunjung tinggi bahwa NYAWA itu lebih berharga lebih dari apapun dan bekerja dengan respon, reaktif dan menggunakan nurani bukan menunggu..

100609
Pendapat Pribadi