Senin, 27 Desember 2010

Jangan Salahkan Laser Hijau, Tetapi Salahkan….


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Akhirnya apa yang penulis bayangkan selama ini terbukti dimana Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak dari negara tetangganya Malaysia dengan skor yang cukup telak 3-0. Sebelum pertandingan antara Indonesia kontra Malaysia penulis sempat berseloroh di jejaring sosial, facebook dimana penulis mengatakan berulang kali bahwa Indonesia pasti kalah dari Malaysia dan berharap tidak juara tetapi apa yang penulis utarakan banyak dihujat dengan mengatakan bahwa penulis tidak nasionalis, penghianat bangsa dan negara tetapi akhirnya apa yang penulis katakan terjadi bukan !

Banyak faktor yang membuat timnas Indonesia kita kalah telak, tetapi MEMANG DASAR tabiat BODOH dan KERAS KEPALA daripada rakyat Indonesia terutama pecinta sepakbola Indonesia yang selalu menyalahkan apapun yang ada di sekitar stadion, seperti pertandingan kemarin para pihak mengatakan kalau timnas kita kalah KARENA laser hijau yang berapa kali terlihat mengganggu permainan timnas bahkan sambil Kiper Timnas AGAK LEBAY meminta wasit untuk menegur panitia untuk mencari sumber laser tersebut tetapi menurut penulis BUKAN KARENA sinar laser tersebut yang membuat timnas kita kalah tetapi ada beberapa faktor dan SANGAT DANGKAL SEKALI OTAK daripada pecinta sepakbola kalau sinar laser di jadikan inti kekalahan, sekali lagi SANGAT DANGKAL DAN BODOK SEKALI.

Faktor-faktor yang membuat timnas kita kalah adalah pertama, MEDIA kenapa penulis mengatakan media ? kita bisa lihat ketika timnas kita memulai pertandingan perdana Piala AFF Suzuki Cup 2010 dengan hasil 5-1 melawan Malaysia semua media mulai dari harian bertiras nasional hingga majalah gosip menurunkan berita kemenangan ini seheboh-hebohnya bahkan tayangan inpoTAInment yang jelas-jelas tidak ada hubungan dengan olahraga pun memutar arah liputannya kearah olahraga begitu pun ketika Indonesia menang telak 6-0 melawan Laos dan menang tragis melawan Thailand sampai menuju final semua media meliput padahal isi dan gambarnya pun di semua stasiun televisi SAMA PERSIS, bahkan ketika dalam pesawat menuju Kuala Lumpur pun sebuah tipi dengan predikat TIPI EKSKLUSIF TAPI BODOH pun meliput kegiatan mereka di dalam pesawat sepanjang perjalanan, ada yang photo-photo dengan penyiar tipi yang kebetulan wanita dengan “kelebihannya fisiknya” tersebut bahkan lagi makan pun disorot, KENAPA TIDAK SEKALIAN disorot kamera ketika mereka sedang (maaf) BUANG HAJAT !

Faktor kedua, adalah EKSPLOITASI para pemain sama seperti dengan faktor pertama adalah dimana pemain seperti apa yang pelatih Riedl katakan dan setuju bahwa pemain timnas BUKAN PEMAIN SIRKUS yang bisa diperintah sana-sini oleh berbagai pihak tetapi nyatanya ? kita bisa lihat bagaimana mereka bisa berlatih dengan serius kalau lapangan tempat mereka berlatih di serbu oleh penggemar bahkan ketika selesai latihan banyak stasiun televisi ataupun penggemar yang ingin bertanya sambil melayani tanda tangan daripada penggemar dan itupun sampai dihadang di depan pintu masuk bus yang membawa mereka.

Kemudian ketika mereka sedang berlatih tiba-tiba harus melayani kunjungan daripada rombongan sirkus asal Merdeka Selatan yang datang cuma menanyakan kesiapan daripada timnas tetapi selebihnya ? photo-photo bersama ! atau ketika pemain yang seharusnya beristirahat total menjelang pertandingan semifinal ternyata layaknya seorang artis atau group band MENGGELAR TOUR mulai dari rumah seorang pengusaha lumpur sidoarjo HANYA untuk mencicipi sarapan pagi entah itu masak sendiri oleh istri sang pengusaha beserta mantunya yang cantik atau catering kemudian mendatangi sebuah pondok pesantren untuk berdoa bersama walaupun akhirnya kita tidak tahu isi doa itu apa dan apakah doa itu dipanjatkan dengan iklas atau tidak tetapi nyata dilapangan bisa menjawab itu semua benar tidak ?!

Faktor ketiga adalah TIDAK BECUSNYA MANAGER TIMNAS, kenapa penulis mengatakan itu kita tahu bahwa kita semua tidak menyangka perjalanan timnas kita yang selama ini kita pandang hanya sebagai tim pecundang ternyata selalu menunjukkan prestasi seharusnya bisa memproteksi pemain ini daripada hal-hal yang bisa mengganggu performa team, penulis setuju dengan sikap disiplin serta keras daripada pelatih tetapi tidak diimbangi juga dengan penerapan disiplin non teknis oleh manager timnas kita bisa lihat dimana ketika tidak mendapatkan porsi latihan para pemain kita sibuk dengan ponselnya masing-masing bahkan ada yang bertelepon ria sambil mengamati rekan-rekannya yang sedang menerima instruksi dari pelatih di tengah lapangan.

Penulis setuju dengan apa yang dikatakan oleh mantan manager timnas Indonesia ketika berlagak di SEA GAMES Manila 1991 dimana beliau sebagai manager memberlakukan disiplin keras, saluran telepon di hotel (belum ada ponsel jaman itu) di putus, akses untuk ketemu dengan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola di perketat walaupun yang ingin ketemu itu adalah petinggi-petinggi PSSI sekalipun…

Faktor keempat adalah ANDA SENDIRI DENGAN PERCAYA DIRI YANG KETINGGIAN DENGAN KEMUNAFIKANNYA, pasti selalu bertanya kenapa faktor keempat adalah diri anda? Karena kita bisa lihat bagaimana prestasi timnas yang menanjak dan diluar perkiraan membuat semua negeri ini tiba-tiba menggilai sepakbola Indonesia, bela-belain datang dari tempat antah berantah ke Senayan hanya untuk mendukung timnas semua lawan di anggap remeh bahkan ketika bus yang membawa team Philipina mau memasuki stadion pun anda dengan ratusan rekan-rekan anda mencoba mengintimidasi team Philipina dengan cara menggedor-gedorkan atau memukul badan bus mereka atau MENGACUNGI JARI TENGAH DAN JEMPOL KE BAWAH ke arah kaca bus sambil berteriak-teriak..atau dengan pedenya anda dan pecinta sepakbola lainnya menuliskan status anda di situs jejaring sosial entah itu facebook atau twitter dengan mengatakan INDONESIA PASTI JUARA, GARUDA DI DADAKU, GANYANG MALAYSIA tetapi faktanya ?!

Soal kemunafikannya para pecinta sepakbola Indonesia, kita bisa lihat DULU-DULU SEBELUM timnas bertanding di ajang AFF Suzuki Cup 2010 semua SATU SUARA yaitu TURUNKAN NURDIN, REVOLUSI PSSI tetapi ketika timnas kita berhasil mengalahkan Malaysia dengan 5-1, Laos dengan 6-0, Thailand dengan 2-1 kemudian dua kali ketemu Philipina dengan agregat 2-0 APAKAH KITA MASIH MENDENGAR suara-suara itu ? YANG ADA sekarang seperti GARUDA DI DADAKU, W BANGGA DENGAN TIMNAS, W SETUJU DENGAN ADANYA NATURALISASI dan BARU ADA lagi kata-kata TURUNKAN NURDIN, REVOLUSI PSSI ketika kita TIDAK MEMPEROLEH TIKET pertandingan karena tidak beresnya management alur lalu lintas tiket atau DENGAN BANGGA mengatakan W CINTA TIMNAS TETAPI TIDAK DENGAN PSSI bagaimana BISA cinta timnas tetapi tidak dengan PSSI terus yang MENDATANGKAN pelatih Alfred Riedl siapa ? terus yang membayar makan, penginapan mereka di hotel yang kabarnya bertarif sekitar Rp. 2 juta/malam ini siapa ? tipi yang menyiarkan siaran langsung pertandingan dananya ke siapa ? coba PIKIR dengan OTAK SEHAT anda !!!

Kembali ke soal tabiat BODOH dan OTAK DANGKAL daripada rakyat Indonesia yang mengatakan bahwa sinar laser sebagai kekalahan timnas bahkan sampai Presiden RI mengatakan agar di Senayan kita tidak membalasnya, tetapi asal kita tahu bahwa kita lah YANG MEMULAI PENGGUNAAN SINAR LASER, coba tipi TAYANGKAN KEMBALI bagaimana selebrasi gol dari Irfan Bachdim ke gawang Malaysia dimana ADA LASER HIJAU yang menempel di leher dan pipi kiper Malaysia dan itu sebanyak dua kali jadi WAJAR kalau penonton Malaysia MENIRU apa yang di lakukan sang “kakak” mereka yaitu SUPORTER INDONESIA, kalau tidak percaya silakan minta tipi-tipi di negara ini memutar kembali tayangan selebrasi daripada gol kelima Indonesia yang dicetak oleh Irfan Bachdim…

Apakah Timnas BISA MENCETAK 4 gol tanpa balas di Gelora Bung Karno dan meraih Piala AFF Suzuki dengan bayang-bayang hasil inspeksi dari team pemantau AFF yang kemungkinan mengancam GBK sebagai tuan rumah Final leg 2 ? kita lihat saja paling tidak kekalahan 3-0 itu menjadi CERMIN bagi kita semua bahwa YANG NAMANYA berlebihan itu TIDAK BAIK dan terbukti sekarang dan satu lagi JANGAN LAH JADI SUPORTER BERMENTAL MUNAFIK !!!

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

GBK Std, 261210 23:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Maaf, Saya Tidak Cinta Dengan Timnas Saat ini…

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Hampir satu bulan ini semua media menyoroti tentang perjalanan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2010 bahkan berita tentang RUU Keistimewaan Yogyakarta, Gayus Tambunan, atau bencana Bromo dan peringatan 6 tahun Tsunami Pasific pun hanya sepersekian menit di tampilkan selebihnya Timnas dan Timnas sampai membuat penulis pengen muntah dan muak ketika semua tipi menyiarkan berita tentang timnas yang kalau di lihat-lihat narasi dan gambarnya pun SAMA tidak ada bedanya !

Kenapa penulis menuliskan judul seperti di atas, mungkin bagi sebagian pembaca pasti menghujat penulis dengan mengatakan penulis tidak nasionalis, penulis penghianat atau apalah yang menghujat, tetapi ada alasan yang membuat penulis menuliskan judul tersebut dan itu adalah sikap penulis daripada maaf kalau penulis agak kasar mengatakan bahwa anda-anda semua yang ada di GBK HANYA SEBAGAI suporter SEMU dan MUNAFIK yang datang dan memuji ketika menang dan selalu menghujat ketika timnas kalah atau tidak beres ! dan itu BENAR TERJADI !!

Kita bisa lihat contohnya apakah ada gerombolan suporter meneriakkan “TURUNKAN NURDIN” dan “REVOLUSI PSSI” di depan kamera televisi ketika di wawancarai setelah 3 pertandingan penyisihan group dan dua laga semifinal melawan Philipina di GBK yang ada malah “ GUE SUKA DENGAN TIMNAS SEKARANG” atau “GARUDA DI DADAKU” atau BARU HEBOH mengumpat “ PSSI SAMPAH” atau “ PSSI TIDAK PROFESSIONAL” ketika tidak mendapatkan kejelasan tentang alur lalu lintas pendistribusian tiket benar tidak hayo jangan bohong ?!

Penulis juga heran dengan sikap –sikap daripada manusia-manusia terutama yang ada di jejaring facebook penulis atau di luar sana yang mengatakan “ W SUKA DENGAN TIMNAS TETAPI TIDAK DENGAN PSSI “ atau “ YANG PENTING TIMNAS MENANG” atau “ GA PEDULI DENGAN PSSI YANG PENTING TIMNAS MAJU KE FINAL SAJA SUDAH BAGUS” atau “ W SUKA TIMNAS TETAPI TIDAK SUKA DENGAN ISL “ dan masih banyak lagi komentar dari teman-teman facebook penulis dan di luar sana yang penulis lihat dan dengar padahal mereka ANTARA SADAR ATAU TIDAK Timnas yang mereka elu-elukan itu adalah timnas yang di bentuk oleh PSSI, memangnya timnas Indonesia yang sedang bertanding itu bernaung dalam organisasi olahraga apa coba ? TIDAK MUNGKIN FORKI pasti PSSI kan ? kemudian yang menyediakan peralatan mereka seperti seragam Timnas, celana, kaos kaki, sepatu bahkan makanan serta hotel mereka menginap selama pertandingan sampai di Malaysia itu DANA DARI MANA ? PSSI kan ? kemudian sukses timnas kita bisa meraih nilai sempurna itu berkat siapa ? kalau mengatakan itu berkat kejelian daripada Alfred Riedl, itu benar , tetapi di belakang pemilihan Alfred Riedl untuk menjadi pelatih timnas siapa ? PSSI kan ? kemudian pemain timnas kita bisa sukses ini berkat dari kompetisi liga yang bernama ISL, nah ISL itu bernaung di organisasi apa coba ? PSSI kan ?! jadi percuma anda berkata seperti yang penulis diutarakan di atas intinya anda secara tidak langsung MENGAKUI keberadaan PSSI terlebih sang Ketua, Wakil Ketua, Sekjend dan Manager Timnas yang selama ini membuat sepakbola kita merana !

Dan terbukti kan dengan PENGAKUAN secara langsung dan tidak langsung anda terhadap Timnas membuat PSSI sekarang seperti BESAR KEPALA dan PAHLAWAN bagi rakyat Indonesia, dimana-mana para pengurus terutama Ketum dan Sekjen ber-pawai layaknya artis band, dari satu televisi ke televisi lain untuk di minta sebagai narasumber bahkan DENGAN BANGGAnya mereka mengatakan ““Inilah hasil kerja kami!” sambil membusungkan dada mereka atau ketika Indonesia mengalahkan team “gado-gado” Philipina, para pengurus ini dengan bangganya lagi mengatakan “Indonesia seperti menaklukkan separoh kekuatan timnas Inggris” atau oleh para pengurus PSSI timnas ini di arak ke rumah sebuah pengusaha kriminal yang telah menyengsarakan rakyat Sidoarjo untuk sarapan bersama bahkan tidak segan-segan dengan spontan memberikan 25 hektar tanah keluarga besar kriminal ini kepada PSSI untuk tempat Pelatnas, kemudian besoknya di giring ke sebuah tempat peribadatan untuk berdoa bersama supaya timnas kita menang dan juara, dari semua ini apakah TIDAK TERPIKIR DALAM OTAK para pecinta sepakbola nasional, tetapi ya itulah MENTAL rakyat Indonesia, ibarat lagu dari groupband Kuburan LUPA-LUPA INGAT.. KEMARIN selalu menuntut PSSI agar di revolusi eehhh SEKARANG begitu berprestasi maju final hawanya udah serasa juara dunia sehingga tuntutan untuk merevolusi PSSI terpinggirkan dan baru muncul lagi kalau timnas kita KEMBALI JADI PECUNDANG, KEMBALI JADI IMPOTEN ? benar tidak ?!

Penulis berharap euforia ini jangan sambil berlebihan karena yang namanya berlebihan itu tidak mengenakkan, penulis tidak bisa membayangkan kalau euforia itu tiba-tiba oleh sang pencipta di hentikan seperti jentikan jari apa jadinya ya kondisi dunia sepakbola kita apakah GBK menjadi lautan merah dalam artian tidak jauh berbeda dengan Mei’98 ketika pada tanggal 29 Indonesia tidak bisa mencetak lebih dari tiga gol dan harus menangis tersedu-sedu ketika melihat Mohammad Safee, Kapten Timnas Malaysia MENERIMA PIALA AFF dari Presiden RI kemudian bersama rekan-rekannya membawa keliling GBK Piala tersebut !

Salam Revolusi dan Pengusiran serta Pencabutan Hak-hak sebagai WNI daripada NH, NB, ADT, NDB !!

GBK Std, 261210 21:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Sabtu, 25 Desember 2010

Merry Christmas


REPUBLIK KAUM MISKIN BLOG INGIN MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI NATAL BAGI KAWAN-KAWAN YANG MERAYAKAN

SEMOGA DAMAI NATAL SELALU MENYERTAI KITA SEPANJANG HIDUP

TUHAN BERKATI

--

BLOG OF THE POOR WANT TO SAY

HAPPY DAY FOR CHRISTMAS friends who CELEBRATES

MAY PEACE ALWAYS be with us ALL THE CHRISTMAS LIFE

GOD bless...

--

BLOGG AV DÅRLIG ønsker å si

HAPPY DAY TIL JUL venner som feirer

KAN FRED ALLTID være med oss alle de CHRISTMAS LIFE

Gud velsigne

--

BLOG VAN DE ARMEN wil zeggen

HAPPY DAY VOOR KERSTMIS vrienden die VIERT

Moge Vrede altijd met ons allen de KERST LIFE

God zegene

--

مدونة للفقراء أريد أن أقول

عيد سعيد لعيد الميلاد الذي يحتفل أصدقاء

والسلام دائما معنا عيد الميلاد الحياة

الله يبارك

--


BLOG DER ARMEN Wanna Say

HAPPY DAY FOR CHRISTMAS Freunde, die FEIERT

Möge Frieden immer bei uns sein alle Weihnachtsgeschenke LIFE

Gott segne

--

BLOG DE LOS POBRES QUIERO DECIR

FELIZ DIA DE NAVIDAD amigos que celebra

Que la Paz esté siempre con nosotros TODOS LA NAVIDAD LA VIDA

DIOS bendiga


Dimana Christian Gonzales BUATAN INDONESIA Berada ?


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Saat ini masyarakat Indonesia seperti baru lepas dari penjajahan dimana-mana euforia, setiap ujung gang pasti membicarakannya, setiap ibu-ibu mau melakukan kegiatan pengajian atau keagamaan selalu dibuka dengan percakapan ini, begitu juga dengan bapak-bapak sebelum melakukan kegiatan kantornya pasti membicarakan ini, iya masyarakat Indonesia sedang dilanda demam bola karena prestasi Timnas PSSI yang berhasil melaju ke babak final Piala AFF Suzuki 2010 untuk keempat kalinya dan kalau menang untuk pertama kalinya menasbihkan sebagai jawaranya sepakbola di Asia Tenggara.

Apakah ini kebangkitan daripada sepak bola Indonesia ? banyak yang mengatakan iya tetapi ada juga yang mengatakan tidak termasuk penulis, kenapa ? kebangkitan sepakbola iya tetapi apakah dengan kebangkitan sepakbola ini kita lantas lupa akan tugas kita terutama para suporter Indonesia yang dulu selalu meneriakkan ‘REVOLUSI PSSI”, atau “TURUNKAN NURDIN” harus kandas karena terbuai dengan euforia ini.

Kenapa penulis menuliskan judul seperti itu ? karena penulis MALU punya negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote dimana Team sepakbolanya maju ke final sebuah turnamen lewat hasil kepala dan kaki daripada pemain BULE yang oleh negara diberikan cuma-cuma pasport dan nomor induk warga negara supaya bisa bermain dan meningkatkan performa Timnas begitu juga dengan taktik haruskah kita berterima kasih kepada pelatih BULE !

Sampai begini frustasikah PSSI sampai harus meminta negara agar mengabulkan permohonan seorang BULE yang jelas-jelas darahnya bukan darah Indonesia supaya sepakbola kita terangkat dan tidak lagi mendengar “ BISANYA LATIHAN MULU, GILIRAN BERTANDING KALAH MULU” ? kalau melihat sejarah sepakbola kita.

Penulis juga heran dengan sikap para suporter Indonesia yang sekarang ini sepertinya meng-AMINI kebijakan daripada PSSI seperti kenaikan tiket pertandingan padahal sebelum adanya kemenangan besar ini para suporter kita dengan bengisnya membentangkan spanduk “REVOLUSI PSSI” atau “TURUNKAN NURDIN” setiap ada pertandingan sepakbola walaupun banyak pihak terutama suporter mengatakan bahwa kita mendukung Timnas Indonesia tetapi BUKAN PSSI tetapi nyatanya ? dan pertanyaan penulis buat para pendukung Timnas Indonesia tetapi tidak mendukung PSSI adalah memangnya anda kira Timnas itu di kelola oleh siapa ? segala keperluan mereka seperti seragam yang berwarna merah dengan logo Garuda di sebelah kiri itu siapa yang menyediakan ?

Soal BULE yang telah membuat Timnas kita maju ke Final dan membuat para pecinta sepakbola kita terbuai padahal kalau mengutip ucapan sang bapak bangsa negara ini yaitu JAS MERAH- JAngan Sekali-(kali) MElupakan sejaRAH dimana sebenarnya BULE ini adalah ANAK EMAS daripada sang ketum ! kenapa penulis bilang anak emas ? kita bisa lihat rekam jejak catatan kriminal sang BULE yaitu PERNAH MEMUKUL pengurus klub Persita Tangerang pada tahun 2004, MENANDUK penyerang klub PSIS Semarang, Emmanuel de Porras pada tahun 2006, MELUDAHI seorang wasit ketika pertandingan Persik Kediri melawan Pelita Jaya tahun 2007, MEMUKUL bek PSMS, Erwinsyah Lubis pada tahun 2008 bahkan sempat masuk BAP Kepolisian Medan tetapi dari itu semua yang penulis utarakan TIDAK SATUPUN HUKUMAN DARI KOMSID DI JALANI oleh sang BULE karena DIHAPUSKAN OLEH NURDIN HALID !!! jadi BOLEH DONK penulis mengatakan kalau BULE dan NH SAMA-SAMA KRIMINAL !!

Kembali kaitan dengan judul di atas, negara kita negara besar kenapa sampai harus mendatangkan BULE-BULE untuk membantu sepakbola kita, dahulu kita bisa menjuarai semua kejuaraan internasional dengan kemampuan diri sendiri kenapa sekarang harus membutuhkan bantuan BULE-BULE itu..padahal kalau mau kita berusaha kita bisa kok membentuk timnas yang benar-benar 100% WNI caranya.

Pertama, kembangkanlah liga-liga usia dini seperti mulai dari liga U-10 hingga U-23 itulah kunci sukses sebuah Timnas berprestasi seperti contoh kenapa Timnas Belanda dan Jerman sukses di arena Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan kemarin, karena sebagian pemainnya berasal dari kompetisi usia dini mulai dari U-19 sampai U-23 sedangkan negara kita boro-boro liga usia dini, team usia dini yang dibentuk oleh sebuah kementerian ketika diambil alih oleh PSSI untuk mewakili Indonesia di ajang Piala Asia U-16 ternyata hasilnya ? HANYA JADI PECUNDANG bahkan LEBIH PECUNDANG daripada team kemarin sore, Timor Leste dengan skor 2-0, memang kita sudah punya Timnas U-19 yang sekarang lagi nimba ilmu di Uruguay hampir dua tahun tetapi mana hasil dari belajar itu sampai sekarang pun kita tidak pernah melihat kemampuan daripada individu para pemain U-19 kenapa tidak dipanggil entah 2-3 orang dari team U-19 itu di jajaran timnas senior atau bagaimana dengan para alumni dari U-19 tersebut sampai sekarang pun tidak terdengar mereka main di klub mana saja di ISL atau Divisi Utama atau jangan-jangan begitu sudah tidak di U-19 mereka langsung beralih profesi atau kembali ke aktivitas kebiasaan anak muda di Indonesia, kuliah dan nongkrong ?

Kedua, jangan segan untuk memanggil pemain yang bermain di kompetisi liga paling bawah seperti Divisi Utama, satu dan dua kenapa ? karena selama ini banyak pemain yang menjadi bagian dari Timnas adalah berasal dari klub-klub besar yang bermain di kompetisi tingkat tinggi seperti ISL padahal banyak timnas di dunia terutama negara-negara kecil seperti Islandia atau Afrika menggunakan pemain yang bermain di liga dunia yang klubnya bermain di kasta kedua tetapi apa intinya adalah mereka adalah warga negara yang siap bertaruh demi nama negara sedangkan timnas kita masih selalu ada jurang antara pemain yang bermain di klub besar dengan klub-klub kecil yang kastanya lebih rendah padahal kalau di sejajarkan banyak kok pemain Indonesia yang kebetulan main di liga bawah yang kemampuannya di atas rata-rata pemain yang bermain di ISL seperti Irvin Museng, Andik Firmansyah benar tidak ?!

Jadi dimana sosok Christian Gonzalez buatan Indonesia itu berada ? sampai kapan kita harus menyembah dan mengagungkan sebagai dewa daripada sosok BULE-BULE ini kalau kita kasih pertanyaan kepada mereka apa itu UUD1945 berikut isinya dan Pancasila hanya di jawab dengan planga-plongo jika dikaitkan dengan jumlah penduduk negara ini yang berjumlah hampir menembus 300 juta jiwa rakyat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulo Rote dan menempatkan negara kita nomor tiga penduduk terbesar di dunia hanya untuk mencari 22 pemain Timnas !!

Dan satu lagi dahulu rakyat bersatu padu dan satu suara untuk mengusir BULE-BULE PENJAJAH dari bumi Indonesia demi yang namanya kemerdekaan, KENAPA SEKARANG Timnas kita harus maju ke final melalui kepala dan kaki seorang BULE berselimutkan paspor Garuda !!

Taman Suropati, 221210 15:30
Rhesza
Pendapat Pribadi