Sabtu, 23 Agustus 2008

Politik Luar Negeri Indonesia yang Tidak Bebas Aktif lagi


Pertama-tama ingin mengucapakn selamat ulangtahun kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang ke – 63, semoga dengan semakin bertambah usia semakin bertambah juga diplomasi yang dilakukan Indonesia melalui Kementerian ini sebagai ujung tombak daripada negara ini terhadap dunia luar termasuk salahsatunya adalah bersikap kritis dan sedikit keras didalam forum Internasional.


Negara kita memang menganut sistem Politik Luar Negeri yang bebas aktif dalam artian negara kita bebas melakukan hubungan bilateral tanpa memandang negara itu berada dalam kawasan barat atau timur seperti sebelum terbentuk gerakan non blok dimana Amerika dan USSR ( sekarang Federasi Rusia) membentuk blok barat dan timur, serta aktif adalah Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan ikut aktif dalam kegiatan internasional maupun organisasi internasiona dan terbukti Indonesia sudah beberapa kali mengikuti kegiatan internasional salahsatunya yang terakhir adalah ikut bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB untuk Libanon – UNIFIL dengan sandi Garuda XXIII A yang pada gelombang pertama terdapat putra pertama sang Presiden sebagai komanda pleton.

Sebenarnya Politik Luar Negeri Indonesia menurut penulis sudah agak menyusut kadarnya kenapa ? karena kita bisa lihat bagaiamana kiprah Indonesia di Forum Indonesia tidak ada gaungnya sama sekali bahkan berontak kalau dibandingkan dengan era Bung Karno, tetapi ada satu vokalnya Indonesia lewat kedinginan dari seorang diplomat muda kita yang kini menjadi orang nomor satu Indonesia di Badan PBB tepatnya menjadi Kepala Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB- New York, Amerika Serikat yaitu R.M. Marty Natalegawa mantan Jubir Kementerian Luar Negeri Indonesia dan juga Mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris meliputi Republik Irlandia dan Wales serta Skotlandia, dimana pada rapat dewan untuk meminta suara dari negara anggota PBB soal nuklir Iran yang dihembuskan oleh Amerika suara Indonesia melalui beliau mengatakan bahwa Indonesia abstain dengan catatan melihat kembali dasar program nuklir Iran tersebut, dan apa yang terlontar dari diplomat muda ini membuat suasana rapat agak sedikit terkejut dengan apa yang Indonesia lakukan terhadap isu ini.

Ada satu hal yang mengganjal penulis terhadap Politik Luar Negeri Indonesia ini yaitu pada persoalan perdamaian di Timur Tengah yang menurut penulis Indonesia agak sedikit pilih kasih dan berat sebelah, kenapa ? karena memang Indonesia diminta oleh negara-negara kawasan Teluk untuk bisa mendamaikan konflik Timur Tengah dalam hal ini konflik Israel – Palestina yang sampai saat ini tidak ada titk temu untuk berdamai, alasan negara – negara kawasan teluk ini meminta Indonesia sebagai mediator perdamaian dikarena Indonesia sebuah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar dan peringkat pertama di dunia, paling tidak bisa menjembatani masalah ini tetapi sampai sekarang kalau menurut penulis ada beberapa kendala kenapa sampai sekarang kedua negara itu tidak bisa berdamai dan sejalan. Yaitu menurut penulis yang pertama, adalah sikap Indonesia yang lebih memihak Palestina ketimbang Israel kita bisa lihat sendiri Palestina oleh Indonesia terutama 100 juta lebih umat Islam dari Aceh hingga Papua baik yang ideology Islam secara halus sampai kepada ideology radikal menyambut rakyat Palestina bak seorang raja, apa yang dilakukan oleh Palestina ketika bentrok dengan tentara Israel selalu dielu-elukan dan dibela habis-habisan, bahkan sampai ada sebuah partai politik dalam program kerjanya menyelipkan satu kebijakan untuk memberi bantuan dana dimana mengajak setiap lapisan masyarakat termasuk anggota partai ini untuk berpartisipasi satu orang menyumbang US $ 1 untuk satu warga Palestina, padahal kalau dilihat menurut penulis lebih berharga dan elegan kalau US $ 1 itu disumbang untuk orang yang membutuhkan di negara ini ibaratnya, urusan perut sendiri tidak bisa diatasi mana urusan perut orang lain yang di urusin.

Kalau begitu pertanyaannya sekarang adalah benarkah Israel bersalah atas apa yang terjadi di Timur Tengah sampai detik ini atau sebaliknya ? kalau menurut penulis salah atau tidaknya Israel bisa kita lihat dari pembicaraan untuk mencapai perdamaian, tapi apakah bisa terwujud jika sampai hari ini diplomat kita belum bisa berbicara dengan kalangan birokrat Israel karena masih saja mengacu pada yang namanya solidaritas Palestina dan negara Arab.

Sebenarnya sederhana untuk mendamaikan dua negara ini tapi sampai detik ini belum bisa diwujudkan adalah memanggil pejabat otoritas Israel dan mendengarkan apa yang mereka mau karena ya itu sampai saat ini Pemerintah Republik Indonesia belum sama sekali memanggil dan melakukan pembicaraan dengan pejabat dari Israel dikarenakan kebijakan yang penulis utarakan di atas tadi.

Kalau boleh kasar maaf sebelumnya, negara ini ternyata negara yang munafik. Maksudnya munafik adalah disaat para pejabat kita selalu mengkampanyekan Say No To Israel dan menjelekkan Israel dengan kata-kata yang tidak pantas, ternyata itu semua tidak berlaku untuk kalangan industri tepatnya para pengusaha, ternyata berdasarkan hasil riset dan wawancara RKM dari seorang wartawan yang bertugas dan tinggal di kawasan teluk beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa transaksi dagang antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Israel hingga berjuta dollar Amerika, tetapi karena kebijakan negara Indonesia, sehingga transaksi itu dilakukan di negara ketiga yang tidak lain dan tidak bukan adalah melalui Kedutaan Israel di Asia, seperti Kedutaan Israel di Singapore atau di Bangkok. Modusnya pun cukup unik apa yang dilakukan oleh para pengusaha kedua negara ini, selain transaksi dilakukan oleh negara ketiga dalam hal ini kedutaan, pasokan barang pun selalu ditempat dinegara ketiga, dimana ketika akan diekspor dari Jakarta terlebih dahulu ditempatkan di Singapore atau Bangkok setelah itu baru diambil oleh pengusaha Israel begitupun sebaliknya. Komoditi yang diminati oleh pengusaha Israel terhadap produk-produk Indonesia dan paling banyak ada di kota-kota di Israel adalah tekstil, pakaian dan peralatan olahraga serta kerajinan tangan, sedangkan yang diminati oleh pengusaha Indonesia terhadap komoditi Israel adalah kepada hasil alam dan furniture, jadi penulis tidak heran ketika pada saat bencana Tsunami Aceh tahun 2004, ada isu യന്ഗ് mengatakan bahwa pemerintah Israel mendonasikan berupa barang dan dana yang nominalnya lumayan besar untuk korban Tsunami dan dikirim dari Tel-Aviv menuju Singapore lewat Kedutaan Israel di Singapore dan dari sana pihak kedutaan mengirimkan lagi melalui Batam lalu langsung ke Aceh, walaupun di bantah oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan juga Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam yang ditunjuk langsung oleh Presiden tetapi benar atau tidak dalam bentuk nyata bantuan itu paling tidak kita bisa melihat kepedulian social daripada rakyat Israel bila kita melihat kebrutalan mereka yang sering kita lihat dan baca di media massa.

Kembali ke soal perdamaian, RKM melihat Indonesia sebenarnya bisa mengambil peran penting dalam hal ini dengan catatan harus bisa meminggirkan sedikit masalah diplomasi dengan Israel, kita tahu bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatic dengan Israel karena bagaimanapun juga kalau kita tidak bisa duduk satu meja dan mendengar keluh kesah dari Israel niscaya yang namanya perdamaian itu tidak akan ada, cobalah sekali-sekali berdialog dengan Israel kalau perlu kita undang pejabat yang berkepentingan untuk datang ke Jakarta berdialog, berdasarkan catatan yang RKM baca setidaknya pernah sekali Menteri Luar Negeri kita melakukan pembicaraan dengan pejabat Israel disela-sela acara tahunan PBB di Markas Besar PBB New York dan setelah itu tidak ada lagi yang namanya pertemuan.

Sebenarnya masalah Israel – Palestina ini ibarat buah simalakama bagi Indonesia karena kalau kita tidak menjadi mediator perdamaian ini, maka kedua negara ini akan semakin hari akan terus menjadi kuburan massal bagi penduduk kedua negara, kalau kita damaikan dan terbentuklah negara Palestina maka ada beberapa negara di kawasan Teluk akan ketakutan dengan kehadiran negara Palestina ini, kenapa ? ternyata usut punya usut yang RKM temukan ketika sedang menghadiri sebuah peluncuran buku dari seorang anggota LSM Perdamaian yang concert akan masalah TimTeng asal Amerika di sebuah Universitas lewat seorang pensiunan Kementerian Luar Negeri yang pernah bertugas sebagai sekretaris bidang politik disalahsatu KBRI di kawasan teluk, mengatakan bahwa negara-negara kawasan Teluk sebenarnya tidak menginginkan Palestina menjadi sebuah negara karena kemampuan pikiran atau maaf bahasa kasarnya isi otak daripada rakyat Palestina dalam melihat situasi dan bidang lebih maju dan pintar daripada isi otak dari rakyat negara-negara kawasan Teluk, sehingga dikalangan pejabat kawasan Teluk mereka takut akan dijadikan “alas kaki “ bagi Palestina, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah Indonesia masih berminat jadi mediator dengan kondisi yang jeals-jelas menohok dari belakang.dimana pada awal-awal negara-negara kawasan teluk meminta Indonesia untuk menjadi mediator

Saran RKM untuk para bapak-bapak di Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang akan mencoba mendamaikan kedua negara ini yaitu cobalah anda mengundang pejabat terkait Israel untuk datang ke Jakarta guna membahas masalah ini, karena bagaimana bisa dibantu mendamaikan kalau Jakarta hanya mendengar keluh kesah dari satu pihak saja yaitu Palestina sementara Israel diacuhkan, siapa tahu yang salah selama ini Palestina bukan Israel, karena Israel sudah terstigma sebagai negaranya kaum yahudi padahal banyak rakyat Indonesia tidak tahu bahwa di Israel sendiri ada juga warga Muslim dan agama lain, begitu juga di Palestina walaupun banyak yang beragama muslim tetapi ada juga yang beragama non muslim bahkan Yahudi sekalipun jadi konflik negara ini sebetulnya bukan masalah agama belaka, tetapi urusan ideology dan paham saja.

Apakah Israel – Palestina akan berdamai berkat kelihaian diplomasi daripada Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, atau Palestina menjadi negara baru yang merdeka dan membuat ketakutan bagi negara-negara sekitar Palestina karena kebrilianan dan kecerdasan dari rakyat Palestina ? kita tunggu saja kelanjutannya॥






दिपोनेगोरो 82

Rabu, 20 Agustus 2008

Tidak Konsistennya Para Calon Pemimpin Negara ini


Gendering pesta demokrasi tahun 2009 sudah terdengar bahkan kabar terakhir sejumlah partai politik sudah memasukkan data anggota partai mereka yang akan berebutan kursi manis di Senayan untuk periode 2009-2014, mulai ada partai yang mengusung anak muda, ada juga yang mengusung artis-artis karbitan dan ada juga partai sebagai tempat penampungan anggota partai lain layaknya TPA Bantar Gerbang kalau TPA Bantar Gebang itu sampah kalau bidang politik adalah orangnya.

Kenapa RKM mengatakan itu, ini terkait dengan adanya pemberitaan bahwa ada salahsatu anggota dewan dari salahsatu parpol yang didepak karena menghina Presiden dan menganut paham poligami tiba-tiba masuk kedalam partai yang dibina oleh seorang yang telah dihinanya yaitu siapa lagi kalau bukan Partai Demokrat.

Adakah yang salah dengan orang ini ? penulis memang sengaja tidak mencantumkan nama seseorang ini bukan karena takut kena pasal pencemaran nama baik tetapi biarlah para pembaca yang mengiranya dan mungkin juga sudah tahu siapa orangnya. Memang disatu sisi tidak ada salahnya pindah partai tiap ada pesta demokrasi tetapi yang RKM heran adalah kenapa beliau masuk ke partai yang jelas-jelas beliau hina pembina dan pendiri dari partai itu, mau dikemanain itu muka ?

Alasan beliau karena mimpi ? tidak mungkinlah kalau menurut RKM masuk democrat karena mimpi belaka, apa yang dilakukan oleh orang ini lebih kepada pencitraan dia yang sudah rusak karena tuntutan penghinaan Presiden dan berpraktek poligami yang mana mungkin partai yang beliau bernaung dahulu melarang praktek Poligami, sehingga orang ini keluar.

Tetapi kalau menurut catatan seperti berita yang sering RKM baca dan lihat orang ini agak sedikit pengecut dan munafik kenapa ? RKM pernah mencatat ketika partainya mengadakan Munas yang mana beliau mencalonkan diri sebagai ketua umum bersaing dengan kandidat lainnya, kemudian beliau pernah berkomentar dengan lantang kalau saya kalah maka saya mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR, ternyata Munas tidak mengkehendaki beliau duduk sebagai orang nomor satu dipartainya yang konyolnya adalah apa yang beliau ucapkan tidak sesuai dengan perilakunya karena sampai ada kasus pencemaran dan penghinaan Presiden beliau masih tetap duduk manis di podium Senanyan, apakah ini mental ksatria ?

Yang perlu ditanyakan kepada beliau adalah, apa alasan masuk ke Demokrat apakah ingin dikasihani karena tidak ada partai yang mau menerimanya atau hal lain ? RKM agak sedikit prihatin dengan sikap Demokrat yang jelas-jelas secara institusi dan nurani sudah dirusak oleh tokoh ini tapi kok bisa begitu saja diloloskan menjadi anggota partai bahkan masuk jajaran anggota legislative walaupun katanya menerima tokoh ini dengan jiwa besar tapi apakah tidak rusak citra democrat dengan masuknya tokoh ini yang pernah menghina dan mencemarkan sang Pendiri partai sudah begitu menganut paham Poligami, bukankah kalau tidak salah istri dari pendiri partai ini pernah merekomen salahsatu menteri dikabinet untuk diganti karena menganut paham poligami, kalau sudah begini bagaimana partai memberikan penjelasan kepada konstituennya yang sejalan dengan paham sang istri pendiri partai ?

Seharusnya KPU sebagai otoritas dalam hal administrasi partai harus membuat semacam kebijakan yang berbadan hukum dimana seorang warga negara Indonesia tidak boleh berpindah-pindah partai sampai batas waktu tertentu, misalnya warga negara Indonesia yang ingin pindah partai baru boleh dilakukan lewat dari dua kali pemilu, walaupun itu jelas melanggar HAM, tapi kalau tidak dibeginikan mau jadi apa politik tanah air kita, sementara negara lain menurut pantauan RKM tidak ada tuch seorang warga negara yang menjadi bagian partai pindah-pindah ideologinya ke partai lain..memang aneh Politik Indonesia kita ini.

Ambon 5 , 2008

Selasa, 19 Agustus 2008

Sebuah negara yang bernama Republik Kaum Miskin

Mungkin anda sebagai pengunjung setia atau pembaca setia webblog ini bertanya-tanya kenapa nama webblog ini seperti nama sebuah negara baru, tetapi kenapa ada negara didalam negara ?

Mungkin dibawah ini adalah semacam pertanyaan yang dilakukan oleh sejumlah orang kepada penulis dan penulis coba menjawabnya melalui model wawancara silakan membaca dan menyimak..

Kenapa nama dari web anda Republik Kaum Miskin ?

Pertama-tama penulis ingin ucapkan terimakasih kepada para pembaca dan pengunjung dari seluruh dunia yang melihat web penulis ini bahkan memberi komentar dan mendonasi untuk kemajuan blog ini, kenapa namanya Republik Kaum Miskin karena pertama, pengen beda saja dengan yang lain, kedua web ini penulis buat untuk merefleksikan bahwa di negara ini masih banyak kaum miskin yang tidak terperhatikan oleh negara walaupun berdasarkan data resmi pemerintah tingkat kemiskinan sudah rendah tetapi kenyataannya (?), padahal jelas sekali bahwa dalam UUD kaum miskin ini berhak dilindungi dan diangkat derajatnya, tetapi kenyataannya mana mereka hanya diangkat derajatnya ketika Pilkada setelah itu kembali lagi diturunkan derajatnya dan itu terus menerus hingga saat ini.

Lantas sebelumnya anda pernah membuat webblog dengan nama Republik Rakyat Jelata (RRJ) ?

Betul, sebelum penulis membuat RKM sempat membuat webblog dengan nama Republik Rakyat Jelata (RRJ) tapi hanya bertahan kalau tidak salah 6 bulan.

Kenapa anda pindah ?

Sebenarnya tidak pindah, jadi begini RRJ itu adalah pertama kali proyek penulis bersama kawan-kawan penulis dari denominasi kampus-kampus dan juga kawan-kawan sekolah penulis yang sejalan satu pikiran dengan penulis, lantas kenapa anda bertanya pindah, sebenarnya tidak pindah, RRJ masih tetap online kok hanya mereka mungkin sedang membuat inovasi dalam bentuk rangka web, kenapa penulis pindah karena mungkin penulis lebih enak menuangkan apa yang ada dalam kepala penulis secara personal bukan Lembaga, jadi bukan karena suatu hal makanya pindah dan buat webblog, tetapi penulis masih tetap berkomunikasi dengan kawan-kawan di RRJ, bahkan masih juga kirim tulisan ke mereka.

Boleh tahu konsep RRJ awal terbentuk dan apakah sama dengan RKM, kalau sama kenapa juga anda pindah ?

Begini… perlu penulis informasikan supaya tidak salah lagi, awal mula RRJ dibentuk di sebuah pelataran parkir dekat kampus di kawasan Diponegoro yang dihadiri beberapa kawan-kawan denominasi kampus yang merasa negara ini tidak adil terhadap warganya, dari sekedar mengobrol ala warung kopi melihat situasi rakyat negara ini, sehingga tercetuslah bagaimana pesan dari kita-kita untuk menyadarkan para pembesar negara ini supaya lihat ke bawah banyak rakyat miskin dan jelata yang sama-sama membangun negara ini malah terlantarkan oleh negara, akhirnya tercetuslah pembuatan webblog RRJ ini, kemudian penulislah yang diminta jadi penanggung jawab operasioanal dan Redaksional, RRJ sempat beberapa kali mengalami kemunduran dan kebosanan sehingga sampai suatu waktu kawan-kawan sedikit menyerah dan menyerahkan semua webblog itu untuk penulis dalam artian webblog itu bisa diartikan menjadi hak kepemilikkan pribadi sampai ada batas waktunya dan pada tanggal 16 Agustus 2008-lah kami semua yang membuat RRJ ini rapat untuk menentukan mau di kemana RRJ kedepan dan diputuskanlah RRJ tetap jalan tetapi dengan konsep baru, kenapa penulis pindah ? sebenarnya tidak pindah karena ya itu tadi kawan-kawan merasa mendapatkan “roh”: kembali untuk menulis dan menyindir pemerintah lewat tulisan, dan di satu sisi juga penulis ingin merasakan suasana baru walaupun agak berat meninggalkan RRJ yang sudah menjadi bagian dari kehidupan penulis.

Tentang konsep sebenarnya sama saja, tetapi yang membedakan mungkin gaya bahasanya kalau di RRJ kita bisa membatasi kata-kata yang tidak pantas untuk dihaluskan, sementara di RKM penulis lebih bebas dan tanpa batasan redaksional walaupun bahasa juga harus dilihat juga apakah sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku di negara ini. Itu saja.

Oh Begitu ya ceritanya..lantas bagaimana dengan operasional RKM apakah operasional berasal dari kantong sendiri apa ada donasi ?

Soal itu secara operasional memang berasal dari kantong sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada rekan-rekan yang mungkin sepaham dengan apa yang penulis utarakan bisa mendonasikan dana anda tapi yang pasti BUKAN dana yang illegal seperti hasil korupsi atau pencucian uang, karena kami menolak. Toch dana yang anda donasikan ke rekening RKM bukan sepenuhnya untuk kantong pribadi melainkan nantinya akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang pernah penulis angkat ke RKM, dan rencana kami bulan depan akan kami sumbangkan ke suatu tempat yang mungkin kami akan beritahukan.

Bagaimana tanggapan dan responden pembaca dan pengunjung RKM ?

Sejauh ini penulis pantau sudah banyak yang melihat dan ada pula yang memberi komentar terhadap beberapa tulisan yang penulis buat atau sekedar mengisi buku tamu, itu menunjukkan menurut penulis bukan sombong, bahwa mereka setuju dan mendukung apa yang ada di RKM untuk kemajuan negara ini supaya lebih maju.

Dan pengunjung dari webblog RKM tidak hanya dari Indonesia saja tetapi dari 5 benua ada semua disini, silakan anda lihat sendiri ya.

Tulisan anda bernada keras terhadap apa yang dilakukan pemerintah, kenapa anda tidak mencalonkan diri menjadi legislative ?

Waduh… ini pertanyaan yang sangat sulit. Penulis tidak tertarik tuch dengan jabatan legislative karena anda bisa lihat sendiri bagaimana kerja mereka yang tiap hari hanya 4 D, Datang-Duduk-Diam-Dengar lalu keluar dapat uang tanpa ada kejelasan untuk rakyat tapi bilangnya diatas nama rakyat,belum lagi skandal yang bau dari dalam sana yang membuat penulis ogah masuk Senayan, lebih baik menjadi penggembira daripada negara ini.

Dengan penulis mengutarakan apa yang penulis lihat dan mengkritik pemerintah paling tidak sudah menjadi suatu kebanggaan daripada harus menjadi orang munafik tapi senang-senang diatas penderitaan orang kecil betul tidak ?.

Tulisan anda rata-rata lebih mengkritik kerja pemerintah yang tidak beres terhadap rakyat..boleh tahu anda mendapatkan inspirasi darimana saja ?

Wah itu pertanyaan yang sering penulis dapat ketika berjumpa orang banyak dan membicarakan tentang tulisan penulis, penulis banyak sekali membaca buku atau melihat sekitar yang kira-kira menyusahkan hati penulis, soal inspirasi banyak ya seperti tokoh-tokoh muda misalnya John Fitzgerald Kennedy, Marthin Luther, Soe Hoek Gie, Fadjroel Rahman, Forum Kota, Tan Malaka, dan masih banyak lagi.

Lumayan berat juga ya inspirasi anda, tetapi kenapa Forum Kota dan Tan Malaka ?

Kenapa Forum Kota-Forkot, karena disinilah mata penulis terbuka akan kehidupan yang sebenarnya di negara ini, yang tadinya hanya bisa berkata kenapa ? sekarang sudah tahu arti dari kenapa itu, makanya kenapa tulisan penulis agak-agak sedikit kata orang ekstrim karena ya itu factor dari bergaul, tapi ada positifnya bergaul dengan kawan-kawan pergerakan yang kata orang agak gila dan sadis kalau berdemo yang ujung-ujungnya bentrok dengan aparat.

Tan Malaka..siapa yang tak kenal dia, kalau orang awam mungkin hanya tahu dia pahlawan nasional tapi untuk kawan-kawan pergerakan pasti tahu siapa itu Tan Malaka, kasarnya adalah tanpa usaha Tan Malaka maka nama Republik Indonesia tidak akan ada kenapa ? karena dialah yang menggagas nama Indonesia sebagai negara pertama kali BUKAN Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan 56 tolong di catat! Karena menurut beliau kemerdekaan itu harus diraih dengan tangan sendiri BUKAN hadiah seperti apa yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 dan proklamasi 17 Agustus 1945, mosok mendeklarasikan kemerdekaan tidak boleh menggunakan sarana media untuk publikasi keluar negeri aneh bukan ?

RKM di masa depan bagaimana ?

RKM tetaplah RKM dimana sebagai media penyampaian pesan moral bagi pemerintah, ibaratnya RKM itu adalah mercu suar dari Indonesia yang setiap saat harus diingatkan agar selalu ingat akan masyarakat jelata dan miskin dan juga mereka sama derajatnya di mata Tuhan karena tanpa mereka tidak ada negara Indonesia.

Pesan untuk para pengunjung dan pembaca anda ?

Sekali lagi terimakasih kepada para pengunjung dan pembaca di webblog penulis yang baru http://republikkaummiskin.blogspot.com yang selalu memberi komentar terhadap tulisan penulis.

Pesan penulis simple dan sederhana yaitu janganlah jadi manusia paling munafik, jadilah mercu suar bagi negara ini, kalau memang anda merasa jadi korban ketidakadilan daripada pemerintah turun ke jalan bersama mahasiswa jangan Cuma bisa mencibir kelakuan demontrasi mahasiswa, karena bagaimanapun anda terutama para pekerja yang berada di sekitar Thamrin-Sudirman serta yang berdekatan harus berterimakasih kepada para mahasiswa, tanpa mereka apa anda bisa melakukan penolakakn seperti apa yang mahasiswa lakukan ?

Dan bukannya mau mengemis, tapi kalau memang anda sepaham dengan apa yang penulis utarakan dan ingin mengalurkan dana anda, silakan saja kami menerima dengan lapang asalkan dana yang anda donasikan bukan dari hasil kegiatan anda yang bersifat illegal, karena kami tidak segan-segan untuk melaporkan kepada pihak yang terkait..

Selamat menikmati dan merenung apa yang sedang anda baca dan lakukan sesuai dengan hati nurani.


Ambon- Demak 2008

Indonesia..contohlah negara Amerika Latin dan Iran , Jangan Amerika


Kalau bicara soal negara ini beserta isinya tidak akan pernah abis untuk dibicarakan apalagi menjelang hajatan 220 juta jiwa rakyat Indonesia dalam hal demokrasi yaitu Pemilihan Umum tahun 2009 yang tinggal menghitung hari ke depan.

Indonesia telah memasuki usia 63 tahun, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan umurnya, terbukti masih banyak rakyat masuk kategori berada dalam bawah garis kemiskinan, korupsi dimana-mana, skandal-skandal yang tidak jelas dan membuat aib keluarga, tidak punya tanggung jawab apa yang telah diperbuat kepada rakyat dan itu terus-menerus hingga hari ini kalau kita menyimak berita-berita yang tersaji oleh kawan-kawan jurnalis.

Pembaca dan pengunjung blog ini pasti bertanya ada apa dengan judul diatas ? memang judul di atas sengaja penulis buat untuk sekedar menjadi bahan perenungan bagi para anak bangsa yang ingin maju dalam pesta demokrasi tahun depan atau yang mencalonkan diri menjadi Presiden untuk lima tahun kedepan.

Kenapa Amerika Latin, kita tahu bagiamana kondisi negara-negara dalam lingkungan Amerika Latin tidak jauh berbeda dengan negara kita dalam berbagai bidang misalnya dalam kondisi ekonomi negara kita dengan negara kawasan Latino tidak jauh berbeda dalam posisi berkembang dan banyak rakyat miskin, dalam geografis juga sama-sama dilintasi oleh garis khatulistiwa yang juga mendapatkan sinar matahari yang lama ketimbang negara-negara lain seperti Eropa dan Amerika Utara, termasuk dalam urusan kriminal pun sama dengan negara kita banyaknya tingkat korupsi yang tinggi dan nepotisme yang diluar kewajaran akal sehat manusia.

Tetapi ada yang beda dengan negara Latino ini dengan negara kita apakah itu ? mereka mau bangkit dari keterpurukan misalnya ekonomi dengan cara mereka sendiri tanpa ada stempel atau embel-embel daripada negara adikuasa Amerika Serikat, sedangkan negara kita ? bangkit ya bangkit tapi dengan bantuan Amerika Serikat.

Terbukti ketika tahun 1997 kala itu krisis ekonomi melanda semua negara di dunia termasuk negara Indonesia, Amerika berperan untuk menawarkan paket ekonomi yang cukup dijangkau oleh negara-negara berkembang lewat badan keuangan internasional – Internasional Monatary Fund-IMF, sebenarnya Indonesia lewat dinasti Cendana tidak mau menggunakan, tetapi karena di desak oleh anak buahnya yang alumni dari sebuah universitas yang mungkin di Indonesia terkenal tapi disana sepertinya tidak ubahnya seperti Universitas ecek-ecek akhirnya negara kita menggunakan jasa IMF dan akhirnya apa ? berkat “kecerdasan” daripada orang-orang lulusan universitas tidak jelas inilah hingga sekarang ekonomi kita tidak beraturan, beda dengan negara-negara Latino walaupun mereka terkena imbas dari krisis ekonomi tapi mereka bisa menolak tawaran Amerika dan terbukti hingga sekarang, meskipun hidup mereka sederhana bahkan miskin tetapi perekonomian mereka terutama sektor pertanian bisa stabil beda dengan negara ini.

Seperti inilah yang harus dicontoh oleh calon Presiden negara ini yang akan duduk manis di Komplek Merdeka Utara hingga Selatan, contohlah kiprah dari Presiden Evo Morales dari Bolivia yang dengan tegas dan keras meminta para CEO perusahaan minyak asing yang berada di Bolivia untuk menuruti apa yang diinginkan Morales mewakili rakyat Bolivia dalam pengaturan bagi hasil dimana pemerintah berhak mendapatkan bagi hasil sebanyak 80-85 % sedangkan perusahaan minyak asing tersebut sisanya, walaupun pertamanya para CEO ini menolak tetapi akhirnya mengalah juga, lalu Presiden Cuba Fidel Alejandro Castro yang jelas-jelas menentang kebijakan Amerika mulai dari Presiden Roosevelt hingga Bush Jr hingga harus diembargo ekonominya hingga saat ini masih dapat bertahan walaupun digantikan oleh saudaranya Raul tetap saja Cuba masih menjaga jarak dengan Amerika, begitu juga Presiden Venezuela, Hugo Chavez yang bersuara keras dan lantang dipodium kehormatan dan di depan 192 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika sidang tahunan menyebut negara Amerika Serikat dan Presidennya George Bush sebagai Setan Dunia karena kebijakannya yang sedikit aneh, sehingga membuat para Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB beserta Staffnya meninggalkan ruang sidang karena tersinggung dengan ucapan Chavez, dan satu lagi yang harus ditiru oleh para Calon pemimpin negara ini adalah sikap dari presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang keras menentang kebijakan Amerika bahkan menantang Amerika jika Iran diembargo karena proyek nuklirnya.

Kalau tidak dengan Amerika, Indonesia butuh bantuan siapa ? mungkin itu banyak pertanyaan kalau membaca diatas, sebenarnya tidak apa-apa kita berhubungan dengan Amerika tetapi kita sebagai negara harus punya prinsip jangan sampai seperti sekarang setiap apa yang kita kerjakan selalu di singgung oleh Amerika lewat kedutaan mereka di Jakarta, seperti kasus di Monas 1 Juni 2008 lalu, apa dasarnya Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap dan press release yang dikirim ke semua media termasuk penulis yang mengatakan mereka mengutuk peristiwa itu, sementara negara lain lewat Kedutaan atau Sekretaris II bidang Media yang ada di Jakarta tidak ada yang mengirimkan press release terkait kasus itu, hal seperti perlu ditanyakan ?

Dalam hal bantuan juga kita harus memikirkan ada apa dibalik bantuan itu, apakah murni dan tulus dari rakyat Amerika melalui pemerintah Amerika Serikat kepada rakyat Indonesia, atau ada unsur terkait misalnya membantu Amerika di forum Internasional untuk menekan suatu negara.

Negara kita memang menganut sistem politik luar negeri yaitu Politik Bebas Aktif dimana bebas dalam artian kita melakukan pembicaraan dengan semua negara tanpa membedakan negara ini berpihak pada dunia barat atau komunis walaupun ada satu negara yang maaf najis bagi para peminpin negara ini untuk mendekatinya walaupun dari semua pemimpin bangsa ini hanya satu yang berani mendekati negara yang bernama Israel itu, kemudian aktif dalam artian Indonesia selalu aktif dalam organisasi dunia mulai dari PBB hingga organisasi tingkat regional seperti ASEAN.

Yang menjadi pertanyaan sekarang untuk para calon pemimpin yang akan bersaing untuk menduduki kursi empuk di Istana adalah apakah berani mereka menolak apa yang diberikan oleh Amerika, dan lebih mementingkan dan berdiri sendiri bersama rakyat membangun negara ini seperti apa yang dilakukan oleh Presidente Latino ?

Jadi tidak salahnya kita mencontoh kebijakan yang dilakukan oleh para pemimpin dari negara Latino ini yang memang memegang teguh prinsip mensejahterahkan rakyat daripada bertekuk lutut dengan yang namanya kapitalisme ekonomi, walaupun memang di satu sisi kapitalisme ekonomi diperlukan untuk menunjang ekonomi negara.

Ada pesan buat para calon pemimpin kita ini yang penulis kutip dari pernyataan seorang tokoh kulit hitam amerika yang coba penulis rubah kata-katanya yaitu

Jangan engkau tanyakan apa yang sudah rakyat lakukan untuk negara ini, tetapi tanyakan kepada para pemimpin ini mulai dari Presiden, Parlement, hingga Kepala Desa apa yang sudah mereka lakukan untuk rakyatnya dan negara ini ?