Jumat, 02 Juli 2010

Antara Clinton, Eddy Chen, Tiger Woods dan Ariel


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Dalam sebulan ini kita disuguhkan oleh semua media baik cetak, elektronik maupun online tentang kasus heboh tayangan video mesum yang mana didalamnya terdapat sosok yang mirip dengan mantan vokalis band Peterpan ARL dengan dua presenter cantik LM dan CT bahkan berita-berita seperti kasus teroris di Klaten dan juga pendaftaran ketua KPK pun nyaris tak terdengar karena di tutup dengan kasus ini.

Penulis menulis ini bukan maksud untuk menggurui siapa pun atau membela siapa pun tetapi penulis melihat ada yang tidak konsisten dengan ucapannya dan juga hanya sepele (bagi penulis, maaf kalau pembaca keberatan dengan ucapan penulis) masalah ini jadinya membesar seperti bom waktu.

Kenapa penulis bilang tidak konsisten dengan ucapannya, karena begini penulis teringat dengan ucapan pejabat kepolisian bahwa kita lagi MENCARI SIAPA sekali lagi mencari siapa yang mengunduh dan menyebarluaskan video ini ke publik ? tetapi sekarang KENAPA tokoh yang ada di video itu yang tangkap bahkan ARL di tetapkan sebagai tersangka ? sepertinya penyidik ini harus dengar satu ucapan dari bung karno kalau mau berucap dan janji kepada publik yaitu SATUNYA KATA DAN PERBUATAN !! bahkan secara mencoba mengindentifikasi antara barang bukti dengan fisik nyata (forensik) dari orang yang ada di video, bukankah forensik itu HANYA BISA memeriksa atau mencheck keaslian itu hanya kepada yang mati dalam hal ini MAYAT !?

Kemudian kenapa penulis bilang masalah video ini sepele ? yach memang sepele, ini kan urusan syahwat seseorang dengan seseorang dengan dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan kenapa harus di perkarakan ? penulis sich tertawa geli ketika banyak orang berdemo untuk menghukum ketiga selebritas ini kemudian adanya marak razia handphone mulai dari pelajar, guru, dan PNS (tetapi kenapa aparat yang memeriksa itu tidak diperiksa hpnya?) dengan alasan untuk mengurangi pornografi ? astaga…(maaf) sebegini bodoh dan munakah rakyat Indonesia ?

Pertanyaan sekarang adalah siapa yang bisa menutup atau menghilangkan pornografi termasuk peredarannya di dunia ini termasuk Indonesia ? adakah yang bisa ? negara semaju dan seteknologi Amerika Serikat saja masih banyak usaha bisnis pornografinya bahkan mungkin hampir sama kali indeks keuntungan berbisnis pornografi dengan film hollywood atau bisnis properti disana :-D

Kemudian penulis ingin bertanya kepada para pendemo yang SOK SUCI dan MERASA SETARA dengan Tuhan baik itu pria atau wanita, Anda YAKIN dari usia puber sampai anda berdemo menuntut pemberantasan pornografi TIDAK PERNAH menyentuh, menyimpan, melihat, menonton video porno atau membaca majalah porno ? Kalau yang berdemo sudah berkeluarga, apakah anda TIDAK PERNAH menyentuh, menyimpan, melihat, menonton video porno atau membaca majalah porno sebagai (maaf) bahan pemanasan sebelum melakukan hubungan sex dengan pasangannya ? tolong tanya itu kepada nurani anda ?!

Kemudian kembali kenapa penulis bilang sepele, kita bisa lihat bagaimana kasus ini juga ada di luar sana, mungkin anda tidak lupa dengan skandal-skandal kelamin seperti yang dialami oleh Mantan Presiden Amerika Serikat ke 42 dan termuda nomor dua sepanjang Amerika berdiri, William Jefferson Clinton a.k.a Bill Clinton dimana merebak kasus skandal sex dengan karyawan magang Gedung Putih, Monica Lewinsky. Kemudian masih di negara yang sama dimana Pegolf ternama, Tiger Woods terkena skandal seks dengan para wanita panggilan kelas tinggi dimana dengan teganya disaat ayahnya sedang berjuang hidup dan mati di ruang ICU dengan penyakitnya, dia dengan enaknya melakukan seks party di rumahnya bahkan sehari setelah ayahnya wafat pun dia melakukannya di rumah dan ditempat tidur yang ia dan istrinya tidur dan melakukan hubungan seksual ! kemudian ada lagi walikota dari sebuah negara bagian yang ketahuan hubungan affairnya dengan jaringan prostitusi khusus kalangan atas, atau daerah Asia dimana ada bintang remaja, Eddy Chen yang mana photo dan videonya tersebar ke publik tetapi dari semua itu hanya satu persamaannya yaitu PERMINTAAN MAAF dan TIDAK ADA PROSES PENYIDIKAN POLISI BAHKAN DI PENJARA PELAKUnya !!! sedangkan di sini ?

Menurut penulis, jangan lah merasa para pendemo atau yang melaporkan ketiga selebrita ini ke Polri dirinya bersih, suci dengan menghakimi tiga selebritas ini agar di usut dan di penjara, yang harus di demo itu adalah orang yang yang mengunduh (baca: Download) sehingga semua masyarakat bisa menyaksikannya, bahkan ketiga selebritas ini pun dengar isu katanya merasa di peras oleh satu orang yang (katanya) berpengaruh di negara ini karena tidak sanggup bayar nominal rupiah yang dia minta, jadinya ketiga selebritas itu terungkap ke publik entah itu benar atau tidak, hukuman cibiran dan hinaan bagi mereka menurut penulis adalah hukuman paling tinggi daripada penjara, yang bisa menghukum mereka adalah TUHAN bukan kita !!

Lantas bagaimana caranya agar pornografi itu bisa di hentikan paling tidak diminimalisasikan ? caranya gampang kok begini, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Komnas HAM, KPAI duduk bersama dan buatlah semacam program semacam kurikulum tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang masuk dalam kurikulum atau bagian dari mata pelajaran di sekolah, karena selama ini penulis melihat kenapa banyak video-video itu beredar atau banyak anak sekolah terutama SMP dan SMU sudah melakukan hubungan kenikmatan itu karena mereka tidak mendapatkan apa yang namanya pendidikan seksual, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan atau apa itu seks dan dampak dari seks itu membuat mereka mencari sendiri apa itu seks karena ketika mereka ingin bertanya selalu di alihkan oleh orangtua atau guru karena tabu membicarakan tentang sex, benar tidak ?

Walaupun nantinya akan ada omongan “bukannya justru dengan pendidikan sex, anak akan lebih tahu dan jelas bagaimana cara berhubungan seks” menurut penulis seperti yang diutarakan di atas itu semua nantinya akan menjadi pertanggung jawaban manusia kepada Tuhan yang penting orangtua dan guru sudah mengarahkannya benar tidak ? kalau itu bertentangan dengan budaya kita budaya ketimuran, tolong yach Jepang, Korea, China aja yang sangat kental budaya tradisionalnya banyak aja kok toko aksesoris dan rental VCD-DVD porno bahkan Jepang dan China berapa kali menjadi tuan rumah pameran dan konfrensi seks se-Dunia, jadi apanya yang budaya ketimuran khususnya di Asia kalau melihat kondisi Jepang, China dan Korea yang sangat kental budaya timur dan leluhurnya ?

Sudah saatnya para orangtua ini memberikan pendidikan sex dari hati ke hati kepada sang anak bukannya menceramahi anak anda dengan kata-kata “ kamu jangan sampai ya seperti yang dilakukan artis itu “ tetapi pengertian apa itu sex, apa itu organ seksual anatomi daripada Pria dan Wanita TIDAK PERNAH di jelaskan oleh sang orangtua, atau jangan-jangan anak anda LEBIH JAGO dan HEBAT dari anda sebagai orang tua dalam permainan selangkangan ini ? siapa tahu !

Sudirman, 270610 17:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Meragukan Partai Putih itu Terbuka


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Ada sedikit terkejut penulis ketika membaca dan menonton acara berita dimana terdapat berita bahwa sebuah Partai yang selama ini religius dan kalau berdemo massanya paling banyak menggelar acara pembentukan pengurus baru di sebuah tempat yang (mungkin ) bagi mereka haram dan tidak sesuai dengan kaidah mereka yang sangat-sangat religius sekali, yaitu mereka mengadakan acara itu di sebuah hotel yang kepemilikannya berasal dari negara adikuasa, Amerika Serikat yang mana harga satu kamarnya berkisar Rp. 3-5 juta/malam, kemudian dalam acara tersebut panitia juga mengudang dua Duta Besar negara yang (mungkin) selama ini di hujat abis-abisan oleh mereka karena program invasi mereka yang mengdeskripsikan bahwa muslim itu teroris dan teroris itu muslim, dan satu hal lagi yang membuat penulis sedikit tidak percaya adalah bahwa partai ini membuka pintunya untuk kaum non muslim yang ingin belajar politik (baca: anggota partai)

Hal yang spontan terlintas ketika mendengar ini adalah, WoW !! ga percaya dengan gerakan dari partai ini tapi penulis agak ragu dengan materi atau isu yang ada di partai ini ketika acara mereka berlangsung, maksudnya ?

Pertama, apa dasar mereka melaksanakan acara tersebut di tempat yang penulis boleh bilang sangat elite dan mewah, karena selama ini kita semua tahu bahwa partai putih (boleh penulis bilang begitu untuk memperhalus) ini sangat kental dengan kesederhanaan dan religus setengah mati bahkan setiap demo atau kampanye mereka selalu mengusung adanya pemerintahan yang bersifat Syariat Islam dan Kalifah dan sedikit anti Amerika tiba-tiba membuat acara di tempat yang pemiliknya dan penggunanya adalah warga Amerika yang selama ini mereka anti, dan dana dari mana untuk membayar itu semua secara mereka mendapatkannya dari para anggotanya dan (kalau tidak salah) mengharamkan juga bunga bank karena anutan syariah tersebut.

Kedua, apa dasar mereka untuk membuka kesempatan kepada masyarakat non muslim untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar partai ini, sementara kita tahu bagaimana perilaku dari partai mereka yang serba tertutup bahkan untuk mengucapkan Selamat Hari Raya agama lain seperti Hari Natal, Paskah, Nyepi, Waisak saja sepertinya tidak pernah kita lihat baik di televisi atau media cetak bahkan untuk (maaf) memberikan salam dengan berjabat tangan (sentuhan kulit) saja dengan wanita sangat susah sekali dengan alasan bukan muh’rim lantas bagaimana kalau para anggoata ini (maaf) kecelakaan atau membutuhkan keadaan darurat sementara di sekitar kita ada orang (baca: wanita/pria) yang bukan muh’rim apakah mereka diam saja ?

Ketiga, baru sekedar isu penerimaan anggota non muslim saja seorang mantan pejabat teras dari partai ini yang sekarang jadi menteri sudah melakukan kesalahan dengan SOK TAU menganalogikan tokoh yang dihormati suatu agama disamakan dengan peristiwa video heboh tersebut, bahkan minta maaf secara terbuka depan publik dan di rekam oleh media sampai detik ini belum ada, yang ada hanya “HAK JAWAB” beliau di media facebook dan twitternya itu pun hanya segelintir orang saja yang mengaksesnya serta kata maafnya tidak tegas dan tulus karena ada kata-kata “maklum” !

Penulis berpikir apa yang dilakukan partai ini antara yakin dan tidak yakin, karena apakah bisa partai yang tertutup dan cuek dengan agama lain tiba-tiba mengeluarkan suatu resolusi bahwa mereka akan menerima non muslim sebagai anggota mereka, apakah ini semua sudah di persiapkan oleh para pengurus dan pejabat teras partai ini serta mensosialisasikan kepada kader dan simpatisan tingkat bawah yang kita tahu mungkin mereka tidak terima.

Asumsi penulis kalau memang partai ini membuka kesempatan kepada kaum non muslim untuk ikut bergabung seharusnya mereka sedari dulu bisa membedakan dan melepaskan apa yang menjadi bagian dari rakyat (partai dan pemerintahan) dan apa yang menjadi ideologi mereka (islam) kalau mereka bisa melepaskan dan membedakan itu semua maka kaum non muslim pun akan tenang menjadi bagian mereka tetapi kenyataannya belum ada tuch.

Seperti contoh di Jerman ada Partai Kristen Demokrat tetapi mereka tidak menonjolkan sisi ke-kristenan atau simbol-simbol agama malah mereka mengusung bahwa partai ini terbuka untuk siapapun yang mau membangun Jerman lebih maju, seharusnya partai putih ini mencontoh kebijakan daripada Partai Kristen Demokrat Jerman. Mungkin apa yang di-isukan oleh partai ini sebagai ketakutan luar biasa menyambut 2014 karena selama ini partai kompetitor mereka sudah mulai menurun bahkan ada yang tidak masuk dalam lingkaran pemerintahan karena bersaing dengan partai-partai yang berlandaskan demokrasi lintas SARA, padahal kalau dilihat posisi suara daripada partai kompetitor mereka yang seagama, mereka paling tinggi posisinya jadi apa yang harus dipersoalkan sehingga mengeluarkan isu pengajakan kepada non muslim untuk bergabung, atau jangan-jangan sebagai ajakan agamanisasi seperti yang sering kita dengar ketika isu adanya penutupan tempat ibadah karena takut adanya gerakan agamanisasi dari suatu agama !

Menurut penulis lebih baik partai ini BERDIKARI-BERDIri pada KAki sendiRI toch masa mereka banyak kenapa mesti takut dengan mengusung isu penerimaan anggota khusus non muslim, bagaimana kalau isu ini jalan dengan tujuan bisa menaikkan suara partai mereka tahun 2014 sejajar dengan partai lintas SARA ternyata malah merosot bahkan lebih jatuh daripada kompetitor mereka yang 5 tahun lalu serta mereka tidak masuk dalam lingkaran kekuasaan negara ini !

Mampang, 260610 11:30

Rhesza
Pendapat Pribadi

Contoh lah Obama, Beye Dan Yang Merasa Pejabat !


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Kita semua tahu bahwa Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama untuk kedua kalinya membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia dan juga Australia, kalau pembatalan yang pertama dikarenakan menunggu di sahkannya RUU Kesehatan yang pada saat itu sedang genting-gentingnya karena menyangkut ratusan juta pekerja dan masyarakat miskin yang sangat membutuhkan RUU kesehatan ini menjadi UU pasca krisis kredit perumahan yang kolaps dan akhirnya RUU Kesehatan itu sah di jadikan UU Reformasi Kesehatan.

Pembatalan kedua Presiden Obama, dikarenakan adanya suatu peristiwa bersar dimana sebuah sumur pengeboran minyak milik British Petroleum yang berada didasar laut teluk Meksiko meledak dan menumpahkan ratusan juta kilo liter minyak di perairan tersebut dan bisa membahayakan kelangsungan ekosistem lingkungan seperti habitat laut dan tentunya masyarakat sekitar.

Dari dua pembatalan Presiden Amerika Serikat tersebut, adakah yang bisa kita petik sebagai (mungkin) pejabat publik yang kesehariannya melayani rakyat bahan intorpeksi ? ada ! kenapa kita bisa lihat bahwa Presiden Amerika Serikat ini rela membatalkan kunjungan kenegaraannya demi atau agar rakyatnya bisa tenang jika beliau tinggalkan Amerika.

Kita bisa melihat pada fase batalnya kunjungan Obama yang pertama, dimana beliau di minta partainya yang juga nota bene perwakilan dari rakyat-rakyat Amerika yang telah memilihnya untuk tinggal dan melobi beberapa kadernya yang sempat bersemberangan dengan RUU ini agar melunak dengan sikapnya, ternyata apa yang diminta oleh rakyatnya dipenuhi Obama, RUU ini pun akhirnya menjadi UU dan nasib rakyat jelata untuk berobat bisa terminimalkan dengan UU ini.

Kemudian pada fase batalnya kunjungan obama yang kedua kalinya, karena adanya tragedi dimana sebuah anjungan minyak lepas pantai milik British Petroleum-BP melakukan kesalahan dalam pengeboran dimana salah satu tempat mereka melakukan pengeksplorasi minyak ternyata meledak sehingga minyak yang ada dalam tempat pengeboran tumpah ruah sehingga mengakibatkan laut di teluk Meksiko tercemar dan mengancam kelestarian habitat alam terutama biota laut di Teluk Meksiko, akibat kejadian ini Presiden Obama marah besar dan meminta pihak BP agar membersihkan seluruh Teluk Meksiko yang tercemar dengan jangkauan waktu yang ditentukan dari Presiden Obama serta mengganti rugi secara materi dan tuntutan Obama ini tertuang dalam sebuah surat (kalo di Indonesia seperti Keppress) yang berkuatan hukum, walaupun di sebuah negara bagian surat keputusan Obama ini di cabut, tetapi akibat dari tuntutan Obama ini, setidaknya membuat pihak BP kewalahan bahkan indeks saham daripada BP mengalami anjlok dratis di bursa saham dunia-WallStreet..

Itu soal tindakan nyata beliau dalam melindungi dan melayani rakyatnya, bagaimana dengan para pejabat kita di negara ini yang bisa duduk manis karena jerih payah dan keringat rakyat, apakah mereka sudah melakukan apa yang dilakukan Obama kepada rakyatnya ? menurut penulis seperti belum tuch ? kenapa ?

Kenapa penulis bisa bilang begitu, mungkin anda tahu dengan kasus raibnya 6,7T di sebuah bank yang menurut penulis sangat kecil dan tidak terkenal walau sekarang terkenal karena kasus ini, kalau saja Presiden kita reaktif dengan segera pulang ke Jakarta (penulis lupa ada kegiatan internasional apa yang dilakukan Presiden di luar sana) dan langsung mengambil alih kasus ini paling tidak dana 6,7T tidak hilang kalaupun harus di bantu tidak sampai tembus 6,7 T benar tidak ? tetapi nyatanya mana, hingga sekarang kasus itu tidak jelas sampai siapa yang paling bertanggung jawab mengeluarkan kebijakan itu, siapa yang menerima uang RP. 6,7 T itu apakah benar untuk “kesehatan” dari Bank tersebut atau di simpan di rekening untuk kepentingan pribadi !

Kemudian, soal lumpur lapindo kalau Presiden kita sereaktif dan keras seperti Obama, kalau Obama mengecam keras bahkan mengancam pihak BP jika tidak melakukan pembersihan bahkan negara tidak mengeluarkan dana se-sen pun dari dompet negara dari dampak ini kepada rakyatnya, beda sekali dengan Presiden kita, Presiden kita hanya bertutur manis kepada pemilik perusahaan untuk membereskan semuanya termasuk ganti rugi tetapi apa ? beberapa bulan kemudian sang pemilik perusahaan bersama seorang yang di agungkan oleh perusahaan ini bertemu dengan sang Presiden dengan agenda bahwa mereka tidak sanggup dan tidak cukup dana untuk membersihkan dan mengganti rugi yang sudah mereka lakukan, BUKANnya tegas dengan menyeret mereka ke Pengadilan atas nama rakyat Indonesia, eehhh malah mengiyakan akan di bantu negara dengan mengeluarkan uang dari dompet negara bahkan sampai sekarang pun menurut penulis perusahaan ini tidak lagi serius menangani pembersihan lumpur tersebut termasuk ganti rugi kepada masyarakat. (pantas sang menteri keuangan dulu bersikukuh bahwa peristiwa itu adalah tindakan manusia dan uang rakyat tidak boleh digunakan untuk itu, walau akhirnya keluar juga mungkin karena tidak mau berantam dengan atasan)

Bahkan soal isu Dana Aspirasi yang digelontorkan oleh sebuah partai politik, sang presiden pun hanya berkomunikasi untuk menenangkan kegundahan daripada rakyat tetapi tidak tegas misalnya kalau keuangan negara sedang defisit, dari rentetan kejadian ini dengan persamaan masalah dengan yang terjadi di Amerikas sana, bahwa yang di butuhkan rakyat adalah kejelasan, adanya pelayanan yang diminta sebagai haknya sebagai warga negara tetapi sepertinya itu TIDAK ADA di negara ini, seperti yang penulis utarakan di atas tadi.

Bukankah seorang pemimpin itu harus mengabdi, melindungi rakyatnya dari segala macam yang membahayakan rakyat dan negara ini, ya seperti di atas tadi yang penulis utarakan, kita bisa pada kasus pertama, pemimpin kita tidak reaktif begitu dengar kasus ini bahkan seorang SMI dan B di biarkan (maaf) di pojokkan dengan frontal oleh anggota dewan begitu mendesak baru Presiden mengatakan kalau itu adalah tanggung jawab beliau, tapi hanya sekedar ucapan saja tidak ada permintaan kepada penyidik untuk menyeret orang-orang yang menikmati uang 6,7 T itu kedalam hotel prodeo

Begitu juga dengan kasus Lapindo, Presiden kita baru reaktif jika rakyat sudah berontak dan media menanyakan kepada beliau, tidak ada tindakan spontan daripada presiden, kita lihat tindakan keras nyata beliau terhadap kasus lapindo ini hanya gertakan sambal atau seperti seorang pedagang Soto Gebrak yang mengagetkan konsumennya jika ada yang pesan soto gebrak selebihnya ? tidak ada, penulis justru mengacungi jempol kepada Obama yang berani menekan BP untuk membersihkan tumpahan minyak di Teluk Meksiko dan mengganti rugi apa yang mereka sudah lakukan dengan tenggak waktu yang ditentukan oleh pihak Gedung Putih padahal apa yang dikatakan dan tindakan Obama ini mungkin nantinya akan merusak hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris tetapi yang ada saat ini adalah bagaimana rakyat itu aman dari tumpahan minyak dari BP serta habitat biota laut yang berada di areal tumpahan minyak

Mungkin dengan tindakan keras dan nyata dari Obama ini untuk melindungi rakyatnya dari ancaman apapun bisa menjadi contoh bagi para calon-calon pemimpin yang nantinya berperang pada tahun 2014 dan juga pemimpin daerah, anda di pilih itu berdasarkan nurani rakyat BUKAN partai walaupun partai yang mengusung anda, anda BISA duduk manis di ruangan yang ber-AC, kursi empuk, Sekretaris dan staff yang cantik, seksi-semok dan ganteng, mobil keluaran terbaru, handphone jenis terbaru itu dari siapa KALAU bukan dari rakyat dan Tuhan ? TANPA rakyat dan Tuhan anda itu tidak ada apa-apanya, jadi tolong lindungi, dengar apa yang rakyat minta !!!

Obama, anda adalah pemimpin sejati di mata penulis dengan berani anda menindak kapitalis minyak yang berasal dari sekutu anda yang sama-sama meruntuhkan rezim Saddam di Irak, tanpa memikirkan dampak dari hubungan diplomatik kedua negara, tetapi anda lakukan itu demi rakyat yang telah susah payah dan berjuang untuk anda….

Merdeka Utara, 270610 16:00

Rhesza
Pendapat Pribadi.

Kisah Menteri Rasis


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Kalau bicara soal kasus video heboh itu maka tidak akan habis di perbincangkan antara benarkah ketiga artis itu yang melakukan itu atau ada pihak-pihak yang ingin menjebak dan mencoba membunuh karakter mereka oleh orang-orang yang mungkin sakit hati atau ingin senang melihat penderitaan mereka tetapi dibalik ini ada juga yang mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan agama.

Dimana pada sebuah pertemuan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi Jakarta pada hari kamis (17/6) dimana sang menteri ini sempat meminta agar istilah “mirip Ariel” atau “ mirip artis” pada kasus video ini dihilangkan dan dipertegas saja, siapa pelakunya agar tidak membingungkan masyarakat. Bahkan untuk memperjelas pernyataannya, sang Menteri bahkan mengatakan bahwa istilah “mirip” bisa berimplikasi panjang bila tidak dituntaskan. Beliau memberi contoh tentang sejarah di mana umat Islam meyakini bahwa orang disalib di Bukit Golgota adalah bukan Nabi Isa. Sementara, umat Kristiani meyakini bahwa yang disalib saat itu adalah Yesus.

Pernyataan sang menteri ini kemudian ditulis oleh wartawan Rakyat Merdeka Online, Zul Hidayat Siregar, pada artikel berjudul “ Ngebet Buka Topeng Ariel Cs, Tifatul Bawa-bawa Nabi Isa dan Yesus.” Akibat pernyataan ini banyak kalangan yang geram dan menyayangkan pernyataan sang menteri ini karena bisa menimbulkan reaksi, karena takut menimbulkan reaksi yang berlebihan di kalangan masyarakat Indonesia, sang Menteri ini melalui akun Facebooknya melakukan hak jawab menanggapi soal pemberitaan itu.

"Saya tidak pernah mengaitkan Video Porno dengan kedua tokoh (Nabi Isa dan Yesus -red) itu," kata Tifatul. Menurutnya, perbedaan keyakinan antara umat Islam dan umat Kristiani adalah fakta sejarah, dan ungkapan itu bersifat netral.

Terimakasih atas kemaklumannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pihak, termasuk untuk saya pribadi."

Apakah masalah itu selesai ? ternyata tidak juga.

Kita sudah tahu lah bagaimana kelakuan daripada sang menteri ini, ketika mulai menjabat sudah membuat sebuah gebrakan dimana membuat rancangan peraturan menteri yang kalau jadi di jadikan Peraturan Menteri akan membatasi ruang gerak dari pada komunitas penulis dunia maya atau blogger, kemudian ada UU ITE yang akhirnya menjerumuskan seorang ibu rumah tangga karena tulisannya yang mengkritik kinerja daripada sebuah rumah sakit walau akhirnya dinyatakan tidak bersalah, dan masih banyak lagi.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apa dasar atau apa yang melatarbelakangi sehingga seorang menteri ini bisa mengandaikan itu ke arah pemahaman suatu peristiwa sejarah agama ?

Kalau menurut penulis apa yang di ucapkan oleh sang menteri ini sudah di luar batas kewajaran dan jangan salah kan kalau nantinya akan ada semacam krikil-kritil anti pati bahkan menjurus konflik berlatar belakang agama, negara ini sudah cukup mengalami banyak penderitaan karena konflik-konflik yang berdasarkan tindakan-tindakan yang mengatasnamakan agama (anda pun tahu dimana saja, penulis tidak akan menjelaskan secara detail) dan lucunya setiap kelakuan daripada menteri ini tidak mendapatkan tanggapan atau tindakan seperti memberikan teguran keras yang diketahui oleh masyarakat melalui media dari sang atasan beliau yang bukan lain adalah Presiden Republik Indonesia.

“ Kalau lewat Facebook atau Twitter aksesnya kan terbatas, “ kata Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, dalam “ Pernyataan Sikap Para Tokoh Agama terhadap Menkominfo Tifatul Sembiring” di Wahid Institute, Senin (21/6)

Penulis pun jadi bertanya, apa dasar menteri ini di pilih oleh sang Presiden apa karena latar belakang pendidikan tetapi kalau berdasarkan latar belakang pendidikan kok agak janggal yah atau karena order-order partai politik sebagai pemegang saham atas negara ini (baca: pemenang suara rakyat) jadinya mau tidak mau harus memasukkan nama menteri ini dalam jajaran kabinet ? penulis pun jadi tidak simpati atau tidak percaya dengan ucapan dari pada kesimpulan partai asal menteri ini yang akan membuka kesempatan kepada non muslim untuk menjadi anggota, bagaimana non muslim bisa masuk dan tertarik kalau ucapan menteri ini yang nota bene mantan presiden partai ini mengeluarkan kata-kata yang jelas-jelas merendahkan dan menghina tokoh yang di hormati bagi agama Nasrani, dan juga kok menteri ini bisa berbicara seperti itu sedangkan mengucapkan ucapan Selamat Natal dan Paskah atau Selamat Nyepi, Selamat Waisak saja OGAH setengah mati benar tidak ?

Penulis pun mendukung apa yang di amanatkan serta tuntutan daripada komunitas lintas agama yang meminta agar menteri ini meminta maaf secara terbuka kepada publik BUKAN lewat media maya seperti Facebook dan Twitter yang dimilikinya, karena ucapan beliau bukan ucapan antar satu orang ke orang atau empat mata tetapi berkaitan dengan masalah agama, kalau masalah satu orang dengan orang lain sich boleh saja melakukan istilahnya Hak Jawab di media yang memuat ucapannya tetapi ini masalah agama yang mungkin bisa seperti bom waktu, kalau sudah terjadi apakah menteri ini bisa bertanggung jawab ? lagi pula yang namanya Facebook dan Twitter hanya segilintir orang saja yang bisa mengakses dan juga bisa memahami maksudnya bagaimana kalau rakyat ini mendengar dan membacanya setengah-setengah itu pun tidak lewat akun Facebook dan Twitter dari menteri ini melainkan dari orang lain !

Sudah saatnya Presiden Republik Indonesia lebih memperhatikan lagi kualitas daripada menteri-menteri apakah mereka sudah menjalankan tugas ini dengan baik termasuk dalam mengolah kata-kata atau komunikasi massa terhadap masyarakat yang tidak semua bisa memahami dan mengolah kata-kata atau komunikasi daripada para pejabat ini, dan buat sang Menteri anda ini bertugas tidak lebih seperti Humas daripada negara ini TOLONGlah bersikap dalam hal tutur kata itu di perhatikan lagi apakah tutur kata itu tidak mencederai perasaan orang berbagai golongan dan SARA atau tidak bisa kan pak Menteri ?

Merdeka Selatan, 240710 15:30

Rhesza
Pendapat Pribadi