Jumat, 02 Juli 2010

Antara Clinton, Eddy Chen, Tiger Woods dan Ariel


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagaian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Dalam sebulan ini kita disuguhkan oleh semua media baik cetak, elektronik maupun online tentang kasus heboh tayangan video mesum yang mana didalamnya terdapat sosok yang mirip dengan mantan vokalis band Peterpan ARL dengan dua presenter cantik LM dan CT bahkan berita-berita seperti kasus teroris di Klaten dan juga pendaftaran ketua KPK pun nyaris tak terdengar karena di tutup dengan kasus ini.

Penulis menulis ini bukan maksud untuk menggurui siapa pun atau membela siapa pun tetapi penulis melihat ada yang tidak konsisten dengan ucapannya dan juga hanya sepele (bagi penulis, maaf kalau pembaca keberatan dengan ucapan penulis) masalah ini jadinya membesar seperti bom waktu.

Kenapa penulis bilang tidak konsisten dengan ucapannya, karena begini penulis teringat dengan ucapan pejabat kepolisian bahwa kita lagi MENCARI SIAPA sekali lagi mencari siapa yang mengunduh dan menyebarluaskan video ini ke publik ? tetapi sekarang KENAPA tokoh yang ada di video itu yang tangkap bahkan ARL di tetapkan sebagai tersangka ? sepertinya penyidik ini harus dengar satu ucapan dari bung karno kalau mau berucap dan janji kepada publik yaitu SATUNYA KATA DAN PERBUATAN !! bahkan secara mencoba mengindentifikasi antara barang bukti dengan fisik nyata (forensik) dari orang yang ada di video, bukankah forensik itu HANYA BISA memeriksa atau mencheck keaslian itu hanya kepada yang mati dalam hal ini MAYAT !?

Kemudian kenapa penulis bilang masalah video ini sepele ? yach memang sepele, ini kan urusan syahwat seseorang dengan seseorang dengan dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan kenapa harus di perkarakan ? penulis sich tertawa geli ketika banyak orang berdemo untuk menghukum ketiga selebritas ini kemudian adanya marak razia handphone mulai dari pelajar, guru, dan PNS (tetapi kenapa aparat yang memeriksa itu tidak diperiksa hpnya?) dengan alasan untuk mengurangi pornografi ? astaga…(maaf) sebegini bodoh dan munakah rakyat Indonesia ?

Pertanyaan sekarang adalah siapa yang bisa menutup atau menghilangkan pornografi termasuk peredarannya di dunia ini termasuk Indonesia ? adakah yang bisa ? negara semaju dan seteknologi Amerika Serikat saja masih banyak usaha bisnis pornografinya bahkan mungkin hampir sama kali indeks keuntungan berbisnis pornografi dengan film hollywood atau bisnis properti disana :-D

Kemudian penulis ingin bertanya kepada para pendemo yang SOK SUCI dan MERASA SETARA dengan Tuhan baik itu pria atau wanita, Anda YAKIN dari usia puber sampai anda berdemo menuntut pemberantasan pornografi TIDAK PERNAH menyentuh, menyimpan, melihat, menonton video porno atau membaca majalah porno ? Kalau yang berdemo sudah berkeluarga, apakah anda TIDAK PERNAH menyentuh, menyimpan, melihat, menonton video porno atau membaca majalah porno sebagai (maaf) bahan pemanasan sebelum melakukan hubungan sex dengan pasangannya ? tolong tanya itu kepada nurani anda ?!

Kemudian kembali kenapa penulis bilang sepele, kita bisa lihat bagaimana kasus ini juga ada di luar sana, mungkin anda tidak lupa dengan skandal-skandal kelamin seperti yang dialami oleh Mantan Presiden Amerika Serikat ke 42 dan termuda nomor dua sepanjang Amerika berdiri, William Jefferson Clinton a.k.a Bill Clinton dimana merebak kasus skandal sex dengan karyawan magang Gedung Putih, Monica Lewinsky. Kemudian masih di negara yang sama dimana Pegolf ternama, Tiger Woods terkena skandal seks dengan para wanita panggilan kelas tinggi dimana dengan teganya disaat ayahnya sedang berjuang hidup dan mati di ruang ICU dengan penyakitnya, dia dengan enaknya melakukan seks party di rumahnya bahkan sehari setelah ayahnya wafat pun dia melakukannya di rumah dan ditempat tidur yang ia dan istrinya tidur dan melakukan hubungan seksual ! kemudian ada lagi walikota dari sebuah negara bagian yang ketahuan hubungan affairnya dengan jaringan prostitusi khusus kalangan atas, atau daerah Asia dimana ada bintang remaja, Eddy Chen yang mana photo dan videonya tersebar ke publik tetapi dari semua itu hanya satu persamaannya yaitu PERMINTAAN MAAF dan TIDAK ADA PROSES PENYIDIKAN POLISI BAHKAN DI PENJARA PELAKUnya !!! sedangkan di sini ?

Menurut penulis, jangan lah merasa para pendemo atau yang melaporkan ketiga selebrita ini ke Polri dirinya bersih, suci dengan menghakimi tiga selebritas ini agar di usut dan di penjara, yang harus di demo itu adalah orang yang yang mengunduh (baca: Download) sehingga semua masyarakat bisa menyaksikannya, bahkan ketiga selebritas ini pun dengar isu katanya merasa di peras oleh satu orang yang (katanya) berpengaruh di negara ini karena tidak sanggup bayar nominal rupiah yang dia minta, jadinya ketiga selebritas itu terungkap ke publik entah itu benar atau tidak, hukuman cibiran dan hinaan bagi mereka menurut penulis adalah hukuman paling tinggi daripada penjara, yang bisa menghukum mereka adalah TUHAN bukan kita !!

Lantas bagaimana caranya agar pornografi itu bisa di hentikan paling tidak diminimalisasikan ? caranya gampang kok begini, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Komnas HAM, KPAI duduk bersama dan buatlah semacam program semacam kurikulum tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang masuk dalam kurikulum atau bagian dari mata pelajaran di sekolah, karena selama ini penulis melihat kenapa banyak video-video itu beredar atau banyak anak sekolah terutama SMP dan SMU sudah melakukan hubungan kenikmatan itu karena mereka tidak mendapatkan apa yang namanya pendidikan seksual, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan atau apa itu seks dan dampak dari seks itu membuat mereka mencari sendiri apa itu seks karena ketika mereka ingin bertanya selalu di alihkan oleh orangtua atau guru karena tabu membicarakan tentang sex, benar tidak ?

Walaupun nantinya akan ada omongan “bukannya justru dengan pendidikan sex, anak akan lebih tahu dan jelas bagaimana cara berhubungan seks” menurut penulis seperti yang diutarakan di atas itu semua nantinya akan menjadi pertanggung jawaban manusia kepada Tuhan yang penting orangtua dan guru sudah mengarahkannya benar tidak ? kalau itu bertentangan dengan budaya kita budaya ketimuran, tolong yach Jepang, Korea, China aja yang sangat kental budaya tradisionalnya banyak aja kok toko aksesoris dan rental VCD-DVD porno bahkan Jepang dan China berapa kali menjadi tuan rumah pameran dan konfrensi seks se-Dunia, jadi apanya yang budaya ketimuran khususnya di Asia kalau melihat kondisi Jepang, China dan Korea yang sangat kental budaya timur dan leluhurnya ?

Sudah saatnya para orangtua ini memberikan pendidikan sex dari hati ke hati kepada sang anak bukannya menceramahi anak anda dengan kata-kata “ kamu jangan sampai ya seperti yang dilakukan artis itu “ tetapi pengertian apa itu sex, apa itu organ seksual anatomi daripada Pria dan Wanita TIDAK PERNAH di jelaskan oleh sang orangtua, atau jangan-jangan anak anda LEBIH JAGO dan HEBAT dari anda sebagai orang tua dalam permainan selangkangan ini ? siapa tahu !

Sudirman, 270610 17:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Tidak ada komentar: