Jumat, 16 Juli 2010

Per-pelonco-an itu nikmat tauuu…

Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Setiap memasuki bulan Juli setiap tahun pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia selalu dibuat repot dengan satu kegiatan yang menjadi kebakaran jenggot bukan kementerian ini, kebakaran jenggot itu tidak lain tidak bukan adalah urusan perpeloncoan antara anak baru dengan kaka kelas mereka yang menjadi panitia atau yang lain.

Apakah per-pelonco-an ini membuat penyakit kronis bagi semua insan pendidikan di negara ini ? menurut penulis tidak ? kenapa tidak ? bukan maksud membela perpeloncoan tetapi lihat kembali makna atau pesan dari perpeloncoan ini, memang perpeloncoan yang banyak muncul dan ditayangkan oleh media adalah yang negatif seperti yang terjadi di sekolah-sekolah kedinasan yang dibiayai oleh sejumlah kementerian-kementerian tetapi kalau positifnya dengan perpeloncoan ini bisa mempererat pertemanan satu dengan yang lain dan juga menumbuhkan kreativitas dari kita sendiri.

Memang perpeloncoan itu membuat sebagian anak dan orangtua merasa jengkel karena harus mencari barang-barang yang menurut mereka aneh bin nyata bahkan ada yang pernah kita konsumsi sehari-hari tetapi kita tidak menyadarinya tapi sekali lagi kalau dipikir itulah bagaimana kita mensiasati dari apa yang diminta oleh senior-senior kita seperti contoh ketika penulis mengikuti perpeloncoan mulai dari masuk SLTP hingga kuliah..

Misalnya, senior penulis pernah meminta agar semua anak baru termasuk penulis membawa satu botol susu rasa pisang cap Nona Belanda, kalau orang awam mungkin bingung susu macam apa yang dijual dengan cap Nona Belanda tetapi disinilah kita berpikir dan kreatif, karena penulis tidak tahu bentuk fisiknya seperti apa, penulis hanya cari botol susu rasa pisang kemudian stiker produknya penulis ganti dengan menggambar nona belanda, ternyata esok hari para senior penulis kasih tau bahwa susu rasa pisang Cap Nona Belanda itu adalah DUTCH LADY !

Atau ada lagi, membawa cokelat cap susu tumpah ukuran 100gr sama seperti kasus susu pisang itu penulis pun mulai berkreatif tetapi ternyata cokelat cap susu tumpah itu adalah cokelat Cadbury edisi khusus, dan kemudian soal ada kontak fisik seperti di suruh push-up, lompat kodok atau lari keliling lapangan menurut penulis itu masih dalam taraf wajar karena itu bagian dari olahraga tetapi kalau seperti yang di STPDN itu bukan bagian dari olahraga tapi siksaan dan jelas penulis menolak pelonco ala STPDN!!. Dan kalau pun efek dari push-up, lompat kodok atau lari keliling membuat anak baru merasa pusing, mual itu kembali lagi ke anak barunya apakah anak itu sebelum berangkat ke sekolah sudah sarapan atau belum, jadi tidak selamanya panitia itu merasa kejam atau balas dendam dan menjadi tersangka (jika kasus ini di Polisikan) daripada yang mereka lakukan kepada anak baru. Benar tidak

Soal banyak pihak yang menolak aksi peloncoan ini penulis hanya bisa geleng kepala saja, karena menurut penulis tanpa peloncoan ini ibarat sayur tanpa garam karena yang namanya peloncoan ini akan selalu dikenang oleh setiap anak-anak di kemudian hari dan juga bisa menumbuhkan karaktek fisik dan prinsip yang kuat dan juga tentunya kreatif, percuma saja peloncoan itu hanya diisi dengan pola kreatif tetapi fisik raga dan psikis nya tidak kuat baru sepekan masuk sekolah saja sudah langsung drop bahkan terserang DBD atau tipus, atau baru ditegur dengan suara keras saja sudah langsung nangis atau sakit hati dan minta pindah sekolah padahal teriakan itu bukan marah atau apa ! tetapi kalau fisik atau suara keras itu selalu di hadapi oleh anak baru pada masa peloncoan, pada hari mendatang yang namanya sakit/drop pada masa sekolah atau sakit hati dan nangis karena teriakan tidak ada lagi bahkan kebal !

Jadi buat anak baru, nikmati lah masa perpeloncoan mu itu dengan suka cita karena nantinya itu semua akan membawa karakterk mu yang sebenarnya dan menjadi cerita yang indah di kemudian hari…

Sudah dipelonco dengan apa anda hari ini kawan oleh senior mu ?

Taman Galaxy Indah, 140710 16:20

Rhesza
Pendapat Pribadi

Tidak ada komentar: