Kamis, 06 Mei 2010

Republik Copy Paste


Seperti menjadi kewajiban dari penulis sebelum menjelaskan suatu masalah menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata membuat para pembaca dan pengunjung blog ini merasa tersinggung atau terpojokkan, karena tulisan ini adalah apresiasi dan pendapat penulis pribadi dan tidak mengajak atau memprovokasi para pembaca, sekali lagi mohon maaf

Republik Copy Paste, pasti anda bertanya-tanya kenapa judul tulisan ini Republik Copy Paste ? sebenarnya penulisan judul ini terinspirasi dari sebuah puisi seorang pengamat politik yang juga anggota Gerakan Indonesia Bersih yang berjudul Republik Bedebah yang menyindir perilaku korupsi di negara ini.

Republik Copy Paste adalah sindiran penulis kepada para rakyat Indonesia terutama kalangan industri karena selalu mencopy paste jika ada yang baru benar tidak ? coba penulis bertanya kepada para pembaca dan pengunjung adakah di negara ini dalam hal memproduksi selalu original dan terlontar dari isi kepala kita ?

Kenapa penulis bilang seperti itu kita bisa lihat terutama di kalangan media dan hiburan terutama di televisi, misalnya, jika ada satu stasiun televisi yang membuat program acara hiburan dengan format seperti kesenian tradisional, televisi lain akan mencoba membuat acara yang sejenis atau acara hiburan yang mengakomodasi para musisi dengan tangga lagu atau ketika ada satu band hits dengan lagu-lagu yang mellow semua band terutama yang baru muncul akan membuat lagu dan memainkan dengan musik yang mellow atau melayu seperti band tersebut, kemudian Film misalnya yang sekarang lagi marak tentang horor atau cinta-cinta remaja atau yang menampilkan SEKWILDAHA-Sekitar Wilayah Dada dan Paha maka semua pembuat cerita atau penulis skenario akan menulis cerita yang beda tapi INTInya sama tentang horor dan cinta-cinta remaja atau lagu memang beda tetapi bagian dari music itu ada yang menyerupai dengan music dari band luar, atau ada stasiun televisi membuat realty show tentang kemiskinan, semua buat, atau sinetron yang menghadirkan kekerasan, selingkuhan, semua PH buat yang seperti itu atau membuat versi Indonesianya jika ada sinetron atau cerita lepas yang di tonton bisa buat hits dinegaranya, benar tidak ?

Wajar kah kalau penulis mengatakan bahwa para kreator dan team kreatif khususnya dunia industri dan media di negara ini TIDAK KREATIF dan PLAGIATOR ? karena ya itu mereka hanya bisa menciptakan ide tapi INTInya sama satu dengan yang lain, banyak alasan yang terlontar ada lah yang bilang masyarakat yang suka, karena tuntutan pasar seperti itu !

Memang apapun yang dibuat oleh para kreator dan team kreatif ini kembali kepada keinginan pasar yaitu para penonton yang menjadi ujung tombak daripada usaha ini, selain iklan tentunya, tapi apakah TIDAK BISA membuat yang BENAR-BENAR tercetus dari pikiran sendiri TANPA HARUS melihat tetangga sebelah atau tuntutan masyarakat !

Dahulu sebuah stasiun televisi pernah memproduksi sebuah tayangan tentang keluarga sederhana dimana sang ayah bekerja sebagai tukang becak dan ketiga anaknya membantu dengan menjual opak (makanan khas Jawabarat) dan mereka representatif daripada keluarga Indonesia, TETAPI SEKARANG ADAKAH stasiun televisi dan rumah produksi yang membuat tayangan atau sinetron seperti tayangan keluarga sederahana itu ? tidak ! yang ada sekarang banyak sinetron yang menJUAL kekerasan, perselingkuhan, intimidasi, menjual mimpi-mimpi atau cerita-cerita seperti FTV yang ada sebagian yang mengadopsi mentah-mentah daripada cerita-cerita lepas yang ada di jaringan televisi kabel.

Penulis tahu dengan kondisi yang ada tetapi cobalah para kreator dan kreatif ini membuat acara yang benar-benar murni dari hati dan isi kepala dan tentunya yang sesuai dengan representatif daripada keluarga Indonesia yang sangat sederhana dan menganut budaya ketimuran, penulis sangat mendambakan kalau sinetron itu model cerita seperti film Denias, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, King, GIE yang BENAR-BENAR representatif daripada budaya masyarakat Indonesia tanpa harus ditambah-tambah atau di kurang-kurangi BUKAN sinetron yang sekarang ini yang makin lama makin MUAK !!! bisa ?

Sudah saatnya para kreator dan team kreatif di dunia hiburan menunjukkan jati dirinya dalam usahanya TIDAK dengan mengcopy paste atau ikut tren yang lagi marak atau apalah kalaupun ingin membuat suatu tayangan kiranya LEBIH FRESH dan merepresentatifkan kehidupan masyarakat Indonesia BUKAN dikarang-karang atau yang seperti sekarang ini !

Kebonjeruk, 300410 16:45

Rhesza
Pendapat Pribadi

Tidak ada komentar: