Selasa, 03 Agustus 2010

Negara ini Tidak Cinta Anak Indonesia


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Sudah menjadi sebuah tradisi setiap acara puncak Hari Anak Nasional setiap tahunnya yaitu pembacaan deklarasi Anak yang mereka rumuskan dalam sebuah kongres anak yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Anak Indonesia sebagai pesan untuk negara agar lebih memperhatikan hak-hak anak Indonesia yang mungkin selama ini tidak pernah diperhatikan, dan tahun ini sepertinya negara memang tidak memperhatikan keberadaan anak Indonesia dan puncak acara ini hanya sekedar formalitas saja karena pengucapan Deklarasi Anak tahun ini dibatalkan oleh pihak protokoler dalam hal ini Sekretaris Negara..

Karena tidak bisa membacakan Deklarasi Anak Indonesia di depan RI-01 jadinya meraka membacakan di depan Menteri Pendidikan Nasional selepas RI-01 meninggalkan acara. Menurut penulis apa yang terjadi sudah sangat keterlaluan terutama sikap-sikap daripada protokoler dan juga Setneg yang seenaknya memotong rangkaian acara yang sudah tersusun rapi padahal seharusnya mereka tahu bahwa yang namanya Deklarasi Anak Indonesia adalah bagian atau inti daripada setiap acara Hari Anak Nasional, kalau tidak ada pembacaan Deklarasi Anak Indonesia KENAPA diadakan Hari Anak Nasional secara besar-besaran !

Apa yang menjadi alasan pihak protokoler dan Setneg membatalkan pembacaan Deklarasi Anak Indonesia sampai sekarang pun belum jelas, tetapi kalau menurut penulis apa yang dilakukan oleh protokoler dan Setneg yang membatalkan pembacaan Deklarasi Anak Indonesia sangat jelas sekali MELECEHKAN dan mengindah keberadaan anak Indonesia di negara ini, isi deklarasi itu kan buah pemikiran anak-anak dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote terhadap nasib teman-teman mereka yang belum bisa yang namanya bersekolah, menikmati dunianya karena harus membantu orangtuanya dan masih banyak permasalahan yang dialami oleh anak-anak negeri ini seharusnya negara mendengar langsung dan intropeksi bukannya membatalkan acara pembacaan deklarasi ini atau jangan-jangan protokoler TAKUT kalau isi Deklarasi ini membuat wajah RI-01 merah padam karena beliau sebagai kepala negara malu dan belum bisa memberikan apa yang menjadi hak daripada Anak Indonesia di negara ini makanya pembacaan Deklarasi Anak Indonesia di batalkan ?!

Buat protokoler, Setneg atau siapapun ingat…anak-anak Indonesia adalah penjaga atau penerus daripada kemajuan dan kemunduran negara ini, TANPA mereka negara ini kedepannya tidak tahu apakah masih bernama Indonesia atau sudah hilang dari peta dunia, apakah kita yang sudah berumur ini BISA menjaga negara ini selamanya ? hanya anak-anak ini yang bisa meneruskan cita-cita dan pemikiran daripada orang dewasa serta juga pemikiran dan nurani mereka dengan apa yang mereka lihat dan kedepannya mereka lah yang membenahi negara ini dari keangkuhan, kesombongan daripada orang-orang dewasa !

Cibubur, 230710 15:00
Rhesza
Pendapat Pribadi

Tidak ada komentar: